Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Manjanya Daffin


__ADS_3

Suasana di mansion sangat sepi hanya ada Daffin da Tita. Daffin sore ini pulang lebih cepat karena merasa lelah dengan kuliah dan kerjanya. Kebetulan juga pekerjaannya di kantor tak begitu banyak. Daffin menyerahkan Sisa pekerjaannya pada Bagas asisten Kakaknya.


"Mom, kapan Kakak pulang?" Tanya Daffin yang tengah tertidur di pangkuan Tita.


"Sayang,. baru saja kemarin Kakak mu pergi. Kenapa? Hmm..." Tita.


"Rasanya rumah ini sepi Mom." Daffin.


"Mintalah Nenek dan Kakek ke sini agar rumah tak sepi." Tita.


"Apa Nenek dan Kakek akan mau?" Daffin.


"Kau belum mencobanya sayang." Tita.


"Tapi, bagaimana dengan Galuh dan Galih?" Daffin.


"Mereka tidak akan apa-apa sayang. Mereka mengerti jika Kau pun cucu dari mereka." Tita.


"Akan Daff pertimbangkan Mom." Daffin.


Tak lama terdengar suara langkah kaki mendekati mereka yang tengah bersantai di taman belakang. Lebih tepatnya Tita yang tengah bersantai dan di sambangi Daffin.


"Hei Boy, apa yang sedang kau lakukan?" Ken.


"Dad." Tita.


"Ah, Dad kau mengganggu ku." Daffin.


"Aih,, apa maksud mu mengganggu mu?" Ken.


"Sebaiknya Dad bersihkan diri dulu sebelum bergabung dengan kami." Usir Daffin.


"Tapi, Mommy mu harus ikut bersama Daddy boy." Ken.


"Ceh, tidak bisa. Daddy bisa pergi sendiri." Ucap Daffin mengeratkan pelukkannya pada pinggang Tita..


Tita pun terkekeh melihat tingkah dua jagoannya yang selalu merebutkan dirinya. Berbeda dengan Keina yang akan menperebutkan Ken dengan dirinya. Namun semua berubah setelah Daffin lahir.


"Mom, kau akan tetap disini bersama ku kan?" Rengek Daffin dalam pelukkan Tita.


"Mommy tidak akan kemana-mana Daff." Ucap Tita menggusar rambut Daffin.


"Mom, lantas bagaimana dengan ku?" Rengek Ken.


"Astaga Dad,,," Tita.


"Kau selalu membelanya Mom. Biarkan dia mandiri dan mendapatkan kekasih agar dia dewasa." Ken.


"Dad, kenapa harus itu. Kuliah dan bekerja saja sudah sangat menyita seluruh waktu dan tenaga ku bagaimana mungkin aku harus mencari kekasih yang akan merengek padaku setiap waktu karena tak ada waktuku untuknya." Kesal Daffin.


"Hahaha... Astaga Daff, semua tidak akan seperti yang kau bayangkan." Ken.

__ADS_1


"No Dad." Daffin.


"Sudahlah Dad jangan paksa anak mu ini." Tita.


"Mom, please... Biarkan anak kita ini dewasa dan mandiri. Bagaimana bisa dia dewasa jika kau selalu memanjakannya." Ken.


"Dad, aku tidak manja. Aku hanya lelah bekerja karena aku belum siap Dad." Protes Daffin.


"Kau hanya menggantikan kehadiran Daren Daff. Kau tidak menggantikannya sementara ini. Lagi pula kau tak melakukan apa yang Daren lakukan." Ken.


"Tetap saja beda Dad. Aku tidak bisa bersantai setelah selesai kuliah." Daffin.


"Hanya satu minggu Daff dan semua akan berjalan seperti biasa. Dan setelah kau lulus jangan harap kau akan berleha-leha tanpa ikut membantu Daddy dan Abang mu." Ken.


"Baiklah." Daffin.


"Kau akan bisa melakukannya Nak. Mommy yakin kamu anak pintar dan bisa di percaya." Tita.


Daffin semakin mengeratkan pelukkannya. Ken hanya menggeleng melihat tingkah Daffin yang selalu manja pada Tita. Sebenarnya Ken begitu khawatir jika Daffin tak menyukai lawan jenis. Karena belum satu kali pun Daffin memperkenalkan seorang perempuan di hadapan mereka.


"Baiklah kalo begitu. Mommy membantu Daddy dulu ya sayang. Dan sebaiknya kamu juga mandi sayang." Tita.


""Hm... Baiklah Mom." Daffin.


Mereka pun masuk kedalam kamar masing-masing. Daffin langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya walaupun terasa malas. Dirinya hanya ingin bermanja bersama Mommy nya.


Sementara Tita dan Ken mandi bersama dan tentunya ada servis khusus dari Tita untuk Ken dan itu harus selalu di lakukan oleh Tita karena permintaan Ken. Tita dan Ken selalu menjaga keharmonisan keluarganya dari hal-hal kecil.


"Mereka semua ada di dalam kamar Nyonya." Jawab Bibi.


"Baiklah. Tolong panggilkan mereka ya Bi. Karen jika tidak begitu mereka tidak akan keluar kamar." Mega.


"Astaga! Mega. Anak ku tidak seperti mu yang akan mengurung diri di kamar jika Bagas ada di rumah." Marni.


"Ceh, kau pun sama saja." Mega.


"Astaga! Tante, Besan kalian membicarakan apa. Ayo kita tunggu mereka di ruang utama." Ucap Ayumi melerai keduanya.


"Nah! Begitulah sebaiknya. Jangan dengarkan Tante mu bicara besan." Marni.


"Kau pun sama Mar." Mega tak mau kalah.


Ayumi hanya menggelengkan kepalanya saja melihat tingkah keduanya yang seperti anak kecil. Tak lama Daffin turun manik matanya langsung melihat Ayumi, Marni dan Mega bersamaan seketika matanya pun berbinar.


r


"Buna, Nenek, Oma." Panggil Daffin kemudian memeluk Marni dengan manja.


"Hei, kesayang Nenek ada apa ini hm...?" Tanya Marni.


"Ceh, apa tidak boleh Daff bermanja dengan neneknya sendiri." Ucap Daffin sambil terus bergelayut manja pada Marni.

__ADS_1


"Kau tidak malu pada kekasihmu Daff?" Mega.


"Kau carikan Tan jodoh untuk cucumu itu. Dia mana bisa cari pasangan." Ledek Ayumi.


"Buna. Daff dengar." Daffin.


"Ya memang sengaja biar kau dengar. Dan hanya dua pilihan saja kau cari sendiri atau kami carikan jodoh untuk mu." Ayumi.


"Nanti Daff cari sendiri Buna." Daffin.


"Ceh, sampai kapan kau akan mencarinya?" Ayumi.


"Biarkan saja Besan. Cucuku ini masih berkuliah. Biarkan dia selesaikan dulu sekolahnya setelah itu barulah mencari jodoh." Bela Marni.


"Betul itu Nenek." Daffin.


"Jiah, kau dapat sekutu rupanya Daff." Ayumi.


"Hah! Sudahlah. Nanti biar Oma carikan yang terbaik untukmu Daff." Mega.


"No Oma Daff tidak mau." Tolak Daffin.


"Hahahaa...."


Semua pun tertawa melihat ketidak sukaan Daffin jika semua membahas tentang jodoh padanya. Bukan tidak tertarik pada lawan jenis, Daffin hanya tidak ingin sia-sia dalam hidupnya karena memikirkan perempuan yang bukan jodohnya.


Daffin terus bergelayut manja pada Marni tanpa memperdulikan lagi apa yang tengah mereka bicarakan. Entah mengapa dirinya saat ini hanya ingin manja-manja.


"Sejak kapan kalian datang?" Tanya Tita yang baru saja keluar dari kamar.


"Sudah sejak dahulu kala hingga kami berjamur di sini." Ayumi.


"Maafkan Kami Kak. Kami tidak mengetahui kalian datang." Tita.


"Bukannya Bibi memanggil kalian tadi?" Mega.


"Tidak terdengar. Karena Tita lagi mandi." Tita.


Kemudian Tita ikut bergabung duduk bersama yang lainnya. Mereka membicarakan tentang Duo A yang ternyata akan menikah. Dan secara kebetulan keduanya akan menikah secara bersamaan. Namun, Mega, Ayumi dan Aiko tidak setuju. Mereka ingin Duo A menikah di hari yang berbeda.


Meskipun mereka kembar bukan berarti mereka juga harus menikah dalam waktu yang bersamaan. Tita hanya menjadi pendengar saja karena Tita tau jika Ayumi dan Mega hanya ingin didengarkan saja. Begitu juga dengan Marni. Marni hanya sibuk mengusap-usap kepala Daffin hingga Daffin terbuai dan tidur di pangkuannya.


🌻🌻🌻


Minal aidzin wal fa idzin Riders ku semua....


Maaf telat-telat up ya 🙏


🌻🌻🌻


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2