Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Film Horor 2


__ADS_3

Laras dan Tita menyerang Gladys menggunakan bantal sofa. Tuan dan Nyonya Ito menggelengkan kepalanya seraya nengembangkan senyuman mereka kemudian berbalik kembali menuju kamar mereka yang terletak di bawah.


Ayumi menepuk jidatnya melihat kelakuan anak gadisnya yang menurutnya sangat konyol di hadapan calon mertuanya dan tunangannya.


"Astaga! Anak ini bisa gagal nikah kalo begini judulnya." Batin Ayumi.


Sementara Angga dan kedua orang tuanya yang semula bengong melihat tingkah Gladys, Laras dan Tita kemudian tertawa melihatnya. Ayumi menampilkan deretan gigi putihnya melihat ke arah calon besannya.


"Astaga! Maafkan kelakuan putri saya Mas, Mba." Ucap Ayumi.


"Tidak apa-apa Mba. Justru kami senang Glad tidak menutupi sifat dan sikapnya di hadapan kami." Mama Angga.


"Gladys, Tita, Laras." Panggil Ayumi.


Ketiganya langsung terdiam dan menatap ke arah Ayumi dengan nafas yang tersengal-sengal. Gladys menampilkan deretan giginya dan menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Laras mendekati Tita sambil mengatur nafasnya karena malu bercampur takut terhadap Bundanya. Dan jangan lupakan Tita yang bersikap acuh kemudian berjalan ke arah sofa duduk dan meneguk minumannya.


"Kami nggak malu sama tunangan kamu dan calon mertua kamu." Bentak Ayumi pada Gladys.


"His... Bunda. Memangnya Mama sama Papa ga jadi nikahin Kak Angga sama Glad cuma gara-gara Glad becanda sama Kakak dan Onty Glad." Ucap Gladys polos.


"Iya biar tau rasa kamu." Ayumi.


Namun, bukannya merajuk pada Ayumi Gladys malah merajuk pada Mama dan Papa Angga dan menghiraukan Angga yang sejak tadi menahan tawanya.


"Papa, Mama... Kalian ga akan melakukan apa yang Bunda katakan kan. Iya Kan Ma, Pa." Rengek Gladys di lengan Mama dan Papa Angga.


"Ngga sayang. Mama senang Glad tidak menutupi sikap Glad yang apa adanya. Tetaplah menjadi Glad yang seperti ini jangan pernah berubah hanya demi kami." Mama Angga.


"Tuh,, Bunda mah. Sebenernya Glad anak Bunda bukan sih?" Oceh Glad.


Laras dan Tita menepuk jidatnya.


"Astaga! Anak kurang ajar. Masa bilang begitu sama Bunda." Greget Ayumi.


"Kamu anaknya Bunda lah Glad. Kalian kan sebelas dua belas." Celetuk Tita.


"Tita,,, punya adik bukannya ngebelain kakaknya malah malu-maluin Kakaknya." Ayumi.


"Sudah Bun. Ga apa-apa. Ayo Bun. Mama sama Papa Angga mau pamit pulang." Ucap Angga melerai pertikaian antara mereka.


"Huh! Untung masih ada kamu yang waras Ngga." Ayumi.


"Bunda,,, Glad yang anak Bunda bukan Kak Angga." Rengek Gladys.


"Lah, itu kamu ngerengek sama orang tuanya siapa?" Tunjuk Ayumi pada tangan Gladys yang masih bergelayut manja di lengan Mama dan Papa Angga.


"Ya... Ya kan Glad anak mereka juga." Ucap Gladys malu.

__ADS_1


"Udah sayang. Mereka orang tuan kita. Udah ayo. Papa mau ke kantor lagi loh." Angga.


Blush....


Wajah Gladys merona mendengar Angga memanggilnya sayang di hadapan orang tuanya dan Bundanya.


Angga berjalan bersampingan dengan Ayumi dan Gladys bergelayut manja pada Mama dan Papa Angga. Mama dan Papa Angga yang menginginkan anak perempuan begitu bahagia Gladys mau menerima mereka dan memperlakukan mereka dengan baik.


"Pa, hati-hati bawa mobilnya ya. Inget Papa bawa berlian loh." Goda Gladys pada calon Papa mertuanya.


"Iya Nak. Ingetin Angga juga biar jangan pulang malem. Inget dia belum jadi suami kamu." Pesan Papa Angga.


"Siap Pah. Nanti Glad usir klo nakal." Gladys.


Angga dan Ayumi hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah laku Gladys.


"Hati-hati Mas, Mba." Ayumi.


"Hati-hati Pa, Ma." Angga.


"Iya. Titip Angga Mba." Mama Angga.


Ayumi mengembangkan senyumannya. Kemudian mereka melambaikan tangan seiring mobil Papa Angga melaju keluar dari halaman rumah keluarga Ito.


Ayumi masuk ke ruang utama dan mengernyitkan dahinya melihat Tita dan Laras yang kembali menonton filmnya. Kemudian Ayumi melihat ke arah layar televisi dan kepalanya menggeleng.


"Kenapa Bun?" Tanya Angga yang heran melihat Ayumi berdiri.


"Astaga! Belum kapok mereka." Gladys.


"Ssst... Biarkan aja sayang. Kita ikut nonton aja yuk." Ajak Angga.


"Diih,,, ogah." Gladys.


"Ya. Karena kamu kan memang penakut mana bisa nonton film begitu." Ledek Ayumi.


"Bunda! Ih,,, mulutnya ya." Gladys.


Gladys menyembunyikan wajahnya di punggung Angga. Angga hanya bisa tersenyum melihat tingkah calon istrinya yang membuatnya semakin gemas.


"Ayo sayang kita nonton. Ga usah takut ada Kakak kok." Ajak Angga.


"Hmm... Modus nih pasti. Awas ya ambil kesempatan dalam kesempitan." Ayumi.


"Ceh, Bunda pernah muda ternyata." Angga.


Ayumi menggelengkan kepalanya kemudian melangkah menuju tangga.


"Bunda mau kemana?" Gladys.

__ADS_1


"Ke kamar istirahat." Ayumi.


"Berisik." Teriak Tita.


"Ayang...." Rengek Gladys.


Kemudian Gladys dan Angga ikut menonton bersama Tita dan Laras. Bibi mengambilkan minuman untuk Angga dan Gladys serta semangkuk popcorn. Karena Gladys hanya meminta satu saja.


Akhirnya mereka berempat pun asik menonton. Laras yang terus menempel pada Tita karena rasa takutnya tapi juga penasaran. Gladys pun menempel pada Angga sesekali Gladys bersembunyi di belakang bahu Angga dan mengintip kembali ke arah televisi.


Rehan dan Gagah pulang bersama. Mereka berdua heran karena rumah tampak sepi. Gagah menoleh ke arah Rehan seolah bertanya kemana seisi rumah. Padahal jika di lihat di garasi mobil Angga pun berada di sana.


"Apa semua tidur?" Rehan.


"Bahkan Angga ikut tidur? Atau Angga dan Glad berduaan." Gagah.


"Hus! Kamu itu." Rehan.


"Pak, pada kemana orang rumah?" Tanya Rehan pada penjaga.


"Ada di dalam Tuan." Jawab penjaga.


"Ya sudah kita masuk saja." Gagah.


Mereka berdua pun masuk dan betapa kagetnya mereka melihat kedalam ruang utama yang begitu gelap hanya ada cahaya dari televisi.


"Pantas saja. Mereka menonton rupanya." Rehan.


"Pasti film horor." Gagah.


"Kok tau?" Rehan.


"Coba saja Ayah lihat putri Ayah. Dia malah bersembunyi di ketiak Angga." Gagah.


"Astaga! Gladys... Memalukan sekali." Rehan.


"Gagah rasa itu yang membuatnya tak mau masuk kedokteran." Gagah.


"Kau benar." Rehan.


Laras melirik ke arah pintu utama dan dilihatnya Ayah mertua dan Suaminya tengah berdiri memperhatikan mereka yang tengah menonton. Laras pun spontan bangkit dan memanggil suaminya.


"Sayaaang.." Teriak Laras menghambur kepada Gagah.


"Aaaa...." Teriak Gladys memeluk Angga karena kaget dengan suara Laras.


Sementara Tita sudah mengetahui kehadiran Gagah dan Rehan seperti Laras. Mendengar Gladys berteriak Tita pun tertawa terbahak. Angga yang ingin tertawa pun harus menahan tawanya karena kasian juga melihat Gladys yang ketakutan dalam pelukkannya.


Laras tanpa berdosa langsung memeluk Gagah yang baru saja datang tak lupa sebelumnya menyalami dan mencium punggung tangan Rehan. Gagah mencurahkan rasa rindu pada istrinya sementara Rehan mengerutkan keningnya melihat tingkah Gladys dan Tita.

__ADS_1


🌻🌻🌻


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏


__ADS_2