
Sekarang Olla dan bayinya sudah di pindahkan ke ruang perawatan. Ken dan Tita pun sudah berada di sana karena selepas menemui Tanio tadi Ken segera meluncur menyusul sang istri.
Melan dan Tita masih setia memandangi putri kecil Olla. Melan sangat ingin memiliki seorang putri seperti Olla dan Tita hanya saja rasa takutnya selalu datang yang membuat menghilangkan rasa itu.
"Bi, ngga nambah lagi?" Tanya Tanio.
"Cukup Ni. Gw ga mau terima resiko besar." Abi.
"Siapa tau yang ini lancar Ni." Tambah Ken.
"Tidak Ken. Cukup menantu kita nanti." Abi.
"Mas. Melan minta sesuatu boleh?" Tanya melan melihat ke arah suaminya.
Ken, Abi dan Nio menoleh ke arah Melan yang tiba-tiba saja melontarkan pertanyaannya. Begitu juga dengan Tita dan Olla.
"Semua yang kamu mau sayang. Asalkan Mas sanggup Mas pasti berikan." Abi.
"Aduh, perut gw.." Pekik Tita memegang perutnya.
"Kenapa sayang?" Tanya Ken panik mendekati istrinya.
"Mau lahiran Lo?" Olla.
"Hush... Sembarangan. Jangan sekarang masih lama." Nio.
"Perutku sakit denger gombalan Kak Abi." Jawab Nini cengengesan.
"Astaga! Sayang. Kamu bikin aku panik deh." Ken.
"Iya ih. Kak Abi emang gitu kan Ta. Kaya ga tau aja. Mana mungkin sahabat kita mau kalo modelan suaminya cuek." Olla.
"Iiih,,,, kalian." Rengek Melan.
"Kamu mau apa Yang?" Tanya Abi penasaran dengan keinginan istrinya.
"Melan mau pokoknya menantu kita Keina dan Baby girl ini." Tunjuk Melan pada bayi Olla dan Nio di dalam boks.
"Hah!" Ucap semuanya kompak.
"Kenapa kalian kompak sekali." Melan.
"Kau sudah gil*. Bahkan anakku saja baru berapa jam di lahirkan kau memintanya untuk jadi menantumu." Umpat Olla.
"Terserah. Pokoknya Keina dan Baby girl ini mulai hari ini jadi menantu gw. Siapapun berani deketin mereka berdua berhadapan dengan suami gw." Ucap Melan.
"Loh, kenapa Mas sayang?" Protes Abi.
"Mas ga sayang sama Aku?" Ucap Melan dengan menampilkan wajah sedihnya.
Hufh...
Terdengar helaan nafas Abi. Ken dan Nio melihat ke arah Abi menunggu jawaban apa yang akan terlontar dari mulut Abi.
"Sayang, Mas bukan ga sayang sama kamu." Ucap Abi.
__ADS_1
"Tapi, tadi Mas bilang mau nurutin permintaan aku." Rengek Melan.
"Baiklah. Mereka jadi menantu kita. Tapi jangan paksakan kehendak mereka dan kedua anak kita ya sayang. Dan jangan sampai keinginan kita ini menjadi pemecah persahabatan kita." Abi.
"Oke." Jawab Melan semangat.
"Inget ya Ta, La. Anak gadis kalian menantu gw jadi kalian mesti jaga mereka baik-baik." Melan.
Tita dan Olla hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah sahabatnya yang demi mendapatkan anak perempuan rela mengancam kedua sahabatnya dengan menekankan jika kedua anak perempuan itu adalah menantunya.
"Apa sudah ada namanya Bang?" Tita.
"Sudah dong." Nio.
"Siapa?" Melan.
"Zizi Durant." Nio.
"Astaga! Abang. Kenapa nama anaknya Z semua sih." Protes Tita.
"Biar gampang ingetnya." Jawab Nio santai.
"Dasar aja Lu ga kreatif Ni." Abi.
Hahaha...
Tawa Ken pun pecah mendengar ucapan Abi. Tanio memang berbeda dari mereka berdua. Tanio hidupnya lebih lurus dari pada kedua sahabatnya. Jika Abimana dan Kenzo di segani karena ketegasannya dalam memimpin sedangkan Tanio karena kelembutannya.
Tak jauh berbeda dengan Tita. Lembut tapi sekali senggol lawan di buat keok. Itulah yang menjadi kewaspadaan dari pihak lawan. Cukup lama mereka berkumpul di ruang perawatan Olla. Hingga jam makan siang dan mereka pun memesan makan siang dan menyantapnya di rumah sakit.
Begitu juga dengan Melan dan Abi. Mereka berdua pun berpamitan untuk pulang. Memberi ruang pada Olla untuk beristirahat setelah melewati kelelahan yang lumayan setelah berjuang mengeluarkan putri cantiknya.
"Mommy... Daddy..." Teriak Keina begitu melihat Ken dan Tita berjalan masuk ke dalam rumah.
"Hai... Kesayangan Mommy dan Daddy. Maaf ya kami meninggalkan Keina terlalu lama." Ucap Ken menggendong Keina.
"Tidak apa-apa Dad. Bagaimana Kakak kecil? Cantik seperti Keina kah?" Tanya Keina.
"Sama cantiknya." Tita.
"Yee... Keina jadi punya teman untuk bermain boneka kan Mom." Keina.
"Iya sayang. Tapi tunggu sebentar Kakak bayi sedikit besar ya." Tita.
"Oke Mom." Keina.
"Apa putri Daddy sudah makan?" Tanya Ken.
"Sudah Dad. Keina mau bobo siang." Ucap Keina meminta turun dari gendongan Ken.
"Baiklah. Mau di temani tidur sayang?" Tawar Ken.
"No Dad. Keina tidur sendiri saja." Tolak Keina.
"Kenapa tidak mau di temani sayang?" Tita.
__ADS_1
"Karena Keina mau jadi Kakak. Nanti Keina malu sama adik kalo Keina masih bobi di temani Mommy atau Daddy." Jawab Keina.
"Sesekali tidak apa-apa sayang jika Keina ingin kami temani." Ken.
"Baiklah Dad. Nanti Keina akan memintanya jika Keina ingin tidur bersama kalian." Keina.
Kemudian Keina berjalan menuju kamarnya setelah berpamitan. Ken dan Tita pun masuk kedalam kamarnya untuk membersihkan duru setelah seharian berada di rumah sakit.
Ken duduk di sofa kamar dengan laptop di hadapannya. Ken harus mengecek pekerjaannya yang terpaksa di tinggalkannya hari ini. Tita duduk di samping Ken setelah membersihkan dirinya dan berganti pakaian. Tita bergayut manja di lengan Ken.
"Kenapa sayang?" Ken.
"Tita masih ga bisa bayangin kalo Keina akan menikah dengan Daren." Tita.
"Kenapa?" Ken.
"Daren sudah seperti anak kita. Bagaimana bisa kita menikahkannya dengan putri kita." Tita.
"Bukankah itu bagus sayang? Jadi kita sudah mengenal bagaimana menantu kita." Ken.
"Huh... Semoga saja mereka berjodoh ya Mas." Tita.
"Amin." Ken
"Eh, berarti kita setuju dong dengan keinginan gil* Melan." Ucap Tita kemudian.
"Hahaha... Kita sama-sama gil* dong ya Yang." Ken.
"Ada yang perlu Tita Bantu Mas?" Tanya Tita yang melihat Ken begitu sibuk dengan laptopnya.
"Tidak ada sayang. Cukup kamu berada di samping Mas itu sudah sangat membantu Mas." Ucap Ken di sela kesibukannya.
"Ceh, mulai deh gombalnya." Tita.
"Owh, iya sayang. Apa Ayah sudah memberitahu jika akan ke jepang besok lusa?" Ken.
"Iya. Ibu menelfon pagi tadi." Tita.
"Apa Ibu bilang ada apa mereka mendadak pergi?" Ken.
"Tidak. Ibu hanya bilang mereka akan di Jepang hingga mendekati kelahiran anak kita. Karena Ibu dan Ayah tak ingin melewatkan kelahiran putra kita." Tita.
"Semoga tak ada hal yang penting. Dan mereka hanya berlibur." Ken.
"Tita sudah tanya Kak Ayu dan Kak Ayu mengatakan jika mereka hanya berlibut. Laras dan baby Galuh ikut juga." Jelas Tita.
"Loh, Ibu membawa mereka?" Ken.
"Ya. Karena Ibu dan Ayah kasian melihat Laras yang hanya berdiam diri di rumah karena kesibukan Gagah." Tita.
"Sepertinya Gagah perlu di ingatkan sayang." Ken.
"Ya Mas." Tita.
🌻🌻🌻
__ADS_1
Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏