
Hari ini hari dimana semua keluarga telah menantinya pernikahan Intan dan Daffin. Intan telah di rias oleh MUA profesional yang di sewa Ayumi. Ayumi ingin memberikan yang terbaik untuk Intan.
Gladys dan Laras datang ke ruangan di mana Intan tengah di rias. Ayumi dan Rehan mewakili orang tua Intan sudah bersiap menerima tamu undangan di depan.
"Adeek.... Masya Allah cantik banget sih." Puji Laras pada Intan.
"Kakak jangan begitu aku malu." Intan.
"Kalo kaya gini Daffin pasti ga mau jauh-jauh nih." Gladys.
"Kak,, jangan menggoda terus." Intan.
Tak lama Jessie datang memberitahukan jika Daffin telah menunggu di meja akad. Intan pun keluar di apit oleh Gladys dan Laras. Awalnya Intan terus menundukkan kepalanya karena gugup. Namun, Gladys dan Laras mampun membuatnya percaya diri dan menatap lurus kedepan.
Daffin melihat Intan datang pandangannya terus tertuju pada Intan. Daffin benar-benar di buat takjub oleh Intan. Intan yang melihat Daffin terus memandanginya sedikit menundukkan pandangannya karena kegugupannya semakin bertambah.
"Ya Tuhan. Abang, jangan lihat aku seperti itu. Aduh bisa lemes aku kalo begini." Batin Intan.
"Masya Allah bidadari surga gw. Ga salah pilih istri gw." Batin Daffin.
Lamunan Daffin buyar ketika tepukan di bahu mengejutkannya.
"Sadar... Tenang sebentar lagi dia jadi milik kamu seutuhnya." Daren.
Daffin melirik Daren dirinya merasa salah tingkah karena ketuan terus memandang Intan. Intan pun duduk di samping Daffin. Wali hakim bertugas menjadi wali dari Intan karena tidak memungkinkan jika Ayah kandung Intan yang menjadi walinya.
Banyak alasan mengapa Ayah Intan tak bisa mewalikan Intan menikah dan itu tak perlu di ungkapkan pada Intan. Karena orang Ken telah mengupayakannya. Dan itulah yang membuat Ken dan Rehan memutuskan untuk menggunakan wali hakim.
"SAH."
Kata sah menggema di seluruh ruangan menandakan jika Intan telah resmi menyandang status istri dari Daffin. Daffin menyematkan cincin di jari manis Intan begitu sebaliknya. Intan mencium punggung tangan Daffin setelah menyematkan cincin di jari manis Daffin.
Kemudian Daffin mencium kening Intan penuh kasih. Tak terasa mata Intan berkaca-kaca. Daffin menyunggingkan senyumnya dan mengusap lembut pipi Intan. Intan membalas senyuman Daffin.
__ADS_1
Rangkaian demi rangkaian acara pernikahan Daffin dan Intan telah usai di laksanakan. Perhelatan pernikahan yang begitu mewah di gelar oleh Ayumi dan Tita. Keduanya tak ragu mengeluarkan uang fantastis untuk pernikahan Intan dan Daffin.
Kini hanya ada keluarga Inti di dalam ballroom. Tamu undangan satu persatu telah berpamitan pulang. Intan begitu bahagia karena keluarga besar Ito dan Durant menerimanya dengan hangat.
"Daff, bawa Intan ke kamar. Kasian dia capek." Keina.
"Iya Daff. Ayo sana." Gladys.
"Iya Kak. Kami permisi ya. Nanti jam makan malam kita ketemu lagi." Daffin.
Daffin dan Intan pun pergi menuju kamar yang telah di sediakan khusus untuk mereka. Begitupun dengan yang lainnya sudah satu persatu masuk ke kamar masing-masing.
"Mom, apa Onty ga apa-apa Reina terus di bawanya." Keina.
"Kamu minta saja baik-baik. Reina dan Arka juga anaknya manutan. Anteng banget sam Opa dan Omanya." Tita.
"Tapi Raya juga ga enak Onty. Kasian Onty Angel." Raya.
"Bang Daren sih ga mau punya baby." Keina.
"Eh, kan Reina anaknya Daren?" Raya.
"Bukan laki gw Ray. Daren sepupu kita." Keina.
"Owh! Abisnya kamu sama Kak Glad nama suaminya sama kaya nama sodara sendiri." Raya.
"Ya mana tau." Keina.
"Ya sudah kalian bicarakan baik-baik dengan Onty Angel ya. Tapi, sebaiknya sebelum kalian berbicara dengannya ada baiknya kalian bicara terlebih dahulu dengan Oncle Mikha." Tita.
"Oke Mom. Thanks ya Mom." Keina.
"Iya sayang. Jangan sampai kalian menyinggung Onty Angel ya." Tita.
__ADS_1
Mereka pun akhirnya membubarkan diri ke kamar masing-masing. Keina dan Raya memilih berdiskusi terlebih dahulu dengan suami-suami mereka mengenai pembicaraan mereka dengan Mikha.
Meskipun mereka tenang anak mereka di asuh oleh orang yang menyayangi anak-anak mereka namun tetap saja Keina dan Raya memiliki kecemasan tersendiri ketika jauh dengan anak mereka. Apalagi Arka dan Rein merupakan anak pertama mereka.
Raya dan Zio berada di kamar Keina dan Daren untuk membicarakan perihal anak-anak mereka. Zio dan Daren pun setuju untuk membicarakan masalah ini pada Mikha terlebih dahulu.
Setelah mempertimbangkan segala hal akhirnya Daren dan Zio memutuskan untuk bicara terlebih dahulu pada Mikha. Zio menghubungi Mikha dan memintanya turun untuk bertemu di restoran yang masih berada di area hotel.
Mikha pun menuruti permintaan Zio. Mikha sudah bisa menebak pastilah Zio meminta untuk bertemu di luar ada hubungannya dengan Arkana dan Reina. Benar saja Zio tak sendiri ada Daren juga yang menunggu kedatangan dirinya.
"What did you call uncle here? I'm guessing this has something to do with your son?" Ucap Mikha begitu dirinya sampai di meja dimana Zio dan Daren menunggunya.
"Right uncle. Sit down first. Let's talk about this." Zio.
Mikha menghela nafas panjang sebelum memulai pembicaraan.
"Uncle knows. You must miss your children. I understand that I've already discussed this with my aunt. And we were planning on staying at your house zio for a few days and going back to the mansion for a few days hence. I hope you understand and agree to our wishes." Mikha.
"Thank god you've spoken to aunty. We agree that it is your decision. We'll be very pleased with your presence. But won't you feel tired?" Zio.
"Let it go first. I'll talk to your aunt later." Mikha.
"Okay uncle. Thank you for understanding. Now I suggest you get some rest and I'll see you at dinner." Zio.
Mikha pun pergi meninggalkan Daren dan Zio. Daren hanya diam menyimak pembicaraan antara Zio dan Mikha dan Daren pun menyetujui semua yang di inginkan oleh Mikha seperti halnya Zio.
Karena mereka tak dapat berbuat apapun tanpa Mikha. Kesenangan Angel karena memiliki cucu sangat luar biasa. Dan mereka pun tak ingin mematahkan hatinya hanya karena keegoisan mereka.
Bukan melarang Angel mengasuh anak-anak mereka hanya saja mereka sebagai orang tua baru pun sangat menginginkan bercengkrama bersama putra dan putri baru mereka.
Apalagi Daren begitu dekat dengan Reina. Setiap kali Reina mendengar suara Daren Reina akan menangis. Biasanya Angel akan memberikan Reina pada Daren namun setelh itu Reina akan kembali di kuasai oleh Angel.
🌻🌻🌻
__ADS_1