
Hari ini adalah hari yang telah di nanti oleh Keina dan Daren. Semua keluarga sudah berkumpul di hotel milik keluarga Ito. Ken dan Tita sengaja melaksanakan pernikahan putri pertamanya di hotel milik pribadi mereka.
Keina tengah di rias di kamar khusus di temani Zizi dan Raya. Serangkaian acara telah di lalui Keina dan Daren kini tiba Daren untuk mengucapkan janji sucinya.
"Ya Tuhan cantik banget sih Kakak Aku." Puji Zizi.
"Ya ampun Kein Lu sempurna banget." Raya.
"Kalian berlebihan." Keina.
"Kakak kaya boneka deh." Puji MUA nya.
"Itu semua kan karena kalian." Keina.
"Kami tak melakukan banyak pada riasannya karena Kakak sudah sangat sempurna." Puji MUA nya lagi.
"Pantas saja Bang Daren ga bisa pindah ke lain hati." Puji Zizi.
"Bener banget Zi. Setelah ini pasti Keina di kurung nih sama Bang Daren." Raya.
"Hahahaa.... Kak Raya bisa aja. Kakak juga bersiap nanti pasti bakal di kurung Bang Zio." Zizi.
"Kamu itu Zi yang harus bersiap. Damar tidak akan membiarkan kamu ke luar dari kamar selama satu minggu." Raya.
"Astaga! Kalian ini ngomongin apaan sih." Keina.
Hahahaa....
Tawa seisi ruanga itupun pecah karena obrolan absurb tiga perempuan itu. Tak lama Tita dan Ayumi datang untuk menanyakan apakah sudah siap atau belum. Dan betapa terkejutnya Tita dan Ayumi yang melihat Keina begitu cantik dengan balutan kebaya putih dan riasan yanh sederhana.
Seperti yang di katakan salah satu MUA nya bahwa mereka tak banyak melakukan apapun untuk membuat Keina menjadi tampil berbeda. Karena aura Keina sendiri sudah memancar dengan sempurna.
"Kakak.." Panggil Tita haru.
Sedang Ayumi hanya menutup mulutnya tak percaya. Keina menoleh pada Tita dan Ayumi kemudian menampilkan senyuman manisnya. Tita dan Ayumi tampak berkaca-kaca melihatnya.
"Stop Onty Buna. Jangan menangis atau riasan kalian akan luntur." Ucap Zizi.
"Astaga! Zi kamu membuyarkan suasana saja." Ayumi.
"Hahaa.... Kalian sudah begitu cantik jadi jangan membuat MUA bekerja dua kali untuk kalian." Raya.
"Kau ini. Ayo bawa saudara kalian ini keluar. Suaminya sudah menunggu." Ayumi.
"Sudah Sah Buna?" Zizi.
"Sudah. Ayo." Tita.
Raya dan Zizi pun menggandeng Keina keluar dari kamar riasnya. Di ikuti Tita dan Ayumi di belakangnya. Semua tampak begitu kagum pada kecantikan Keina. Ken menyunggingkan senyumannya melihat putri kecilnya yang kini sudah menjadi milik lelaki putra dari sahabatnya sendiri.
__ADS_1
Semua begitu bangga pada Keina dan Daren yang mampu menjaga amanah dari kedua orang tua mereka untuk di persatuan dalam ikatan suci pernikahan. Siapa yang akan menyangka setelah di pisahkan jauh beberapa tahun akhirnya mereka bersatu.
Jangan tanyakan ekspresi Daren saat ini. Pandangan penuh cinta di tujukan pada Keina begitu gadis pujaan hatinya itu keluar. Keina berjalan mendekatinya dengan senyum manis yang tak lepas dari bibirnya.
Daren pun menyambut kedatangan istri tercintanya. Keina mencium punggung tangan Darem dan Daren membalasnya dengan mencium kening Keina begitu dalam.
Setelah usai semua bergiliran mengucapkan selamat pada pasangan baru. Suasana bahagia juga haru menyelimuti ballroom hotel. Melan tak hentinya menitikan air mata harunya karena Keina dan Daren mengabulkan permintaannya untuk bersatu.
Walau Andre begitu mengecewakannya namun Melan tak begitu menunjukkan rasa kecewanya. Melan bersikap biasa pada Kinan saat berada di dekatnya. Dan Melan akan menyambut hangat Kedatangan Zizi dan Damar.
"Sayang terima kasih nak." Ucap Melan pada Keina.
"Tidak perlu berterima kasih Mam. Semua sudah di atur oleh Tuhan." Keina.
Melan mendaratkan ciumannya di seluruh wajah Keina. Abi mengusap pundak Melan untuk menahan emosinya. Tita terus berada dalam pelukan Ken. Suasana haru pun menyelimutinya. Putri pertamanya yang dia besarkan dengan penuh kasih kini di miliki pria yang tak lain putra dari sahabatnya sendiri.
Semua rankaian pernikahan telah usai para tamu undangan satu persatu telah meninggalkan ballroom hotel. Sanak keluarga pun satu persatu telah kembali ke kamar masing-masing yang telah di sediakan.
"Bang, Keina mandi duluan ya." Pamit Keina yang sudah merasa lengket di seluruh tubuhnya.
"Apa tidak ingin jika kita kandi bersama hm?" Goda Daren.
"Abang ih.." Keina.
"Kenapa? Mandi bersama agar lebih cepat oke." Daren.
(Skip ya adegan selanjutnya hehehe... Puasa takut batal 🤭✌️)
Pagi hari semua telah berkumpul untuk menikmati sarapan di hotel sebelum semuanya kembali pada aktivitas masing-masing. Dinsaat semua telah berkumpul hanya tinggal menyisakan pasangan baru yang belum juga turun.
"Kakak belum turun Mom?" Daffin.
"Sudah Jangan tanyakan kakak mu. Kau makan saja. Nanti kakak akan datang ke mansion untuk berpamitan." Tita.
"Berpamitan? Bukannya Kakak dan Abang akan tinggal di mansion?" Daffin.
"Mereka akan pergi berbulan madu Daf. Kau ini masa hal seperti itu saja tidak tau." Zayn.
"Daf memang tidak tau Bang." Daffin.
"Sudah. Ayo selesaikan makan kalian. Daff kau nanti bantu Daddy di kantor selama Abang berbulan madu." Ken.
"Hah! Daf tidak mengerti Dad." Daffin.
"Maka dari itu kau belajar sekarang." Ken.
"Baiklah Dad." Dafin.
"Selamat pagi semuanya." Sapa Daren yang baru saja datang berkumpul untuk sarapan bersama Keina.
__ADS_1
"Pagi." Jawab semuanya.
"Kami fikir kalian tidak akan turun sarapan." Melan.
"Penerbangan kami pukul 10 Mam." Daren.
"Kau yakin akan pergi pagi ini?" Tita.
"Iya Mom. Rasya sudah menyiapkan pesawatnya." Daren.
"Kau baik-baik saja Kein?" Laras.
"Hah! Tentu." Jawab Keina gugup.
"Kau yakin Kein?" Gladys.
"Eh, yakin dong Kak. Kenapa?" Keina.
"Kalian begadang semalam?" Gagah.
"Hah! Mm.. Tidak." Jawab Keina dan Daren bersamaan.
"Astaga! Kalian kompak sekali." Zio.
Semua pun kembali menikmati sarapan mereka. Keina tak banyak bangun dari duduknya semua Daren yang melayani. Membuat Tita melayangkan protes pada putrinya karena tidak melayani suaminya.
"Tidak apa-apa Mom. Daren yang menginginkannya. Daren ingin memanjakan Keina." Bela Daren.
"Tapi, tidak baik seperti itu Daren." Tita.
"Kau ini seperti tak pernah menikah saja Ta." Ayumi.
"Maksud Kakak?" Tita.
"Hei, apa perlu Kakak bilang di sini." Ayumi.
"Sayang, biarkan saja Daren memanjakan putri kita. Itu menandakan jika menantu kita mencintai putri kita. Sudah. Makanlah." Ken.
Setelah Ken berbicara Tita pun tak melanjutkan protesnya lagi. Namun, saat dirinya kembali makan dirinya teringat jika semalam adalah malam pertama bagi Daren dan Keina seketika Tita pun menghentikan makannya dan memeluk Ken.
"Kenapa?" Tanya Ken lembut. Ken tau jika istrinya baru saja menyadari ucapannya. Terlihat dari rona wajahnya yang memerah.
"Maaf." Bisik Tita.
Ken mengusap lembut pipi Tita dan mendaratkan kecupan hangatnya di puncak kepala Tita.
🌻🌻🌻
Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏
__ADS_1