
Suasana malam yang hangat karena keluarga Ayumi berkumpul di rumah utama. Keina pun terlihat senang karena ada dua kakaknya yang dapat di ajak bermain olehnya. Semua mainan di tunjukkannya pada Gagah dan Gladys.
"Kak, Kakak masih ingat Laras?" Gladys.
"Laras siapa?" Gagah.
"Itu loh Kak anak kedokteran juga seperti Kakak. Tapi,," Ucap Gladys menggantung.
"Tapi apa? Kedokteran mana? Di kampus Kakak?" Gagah.
"Kayanya iya." Gladys.
"Kayanya ga ada yang namanya Laras deh. Larasati yang istrinya Niko?" Gagah.
"Bukan. Kalo itu mah Glad juga kenal.
"Terus?" Gagah.
"Itu loh Kak yang pernah datang ke rumah kita terus kita antar pulang." Gladys.
Gagah diam mencoba mengingat orang yang di sebutkan oleh Gladys. Sedetik kemudian Gagah tampak mengingatnya.
"Owh! Adek tingkat Kakak ya. Kayanya terakhir itu minta tukar jaga sama Kakak terus ga ada lagi tuh." Gagah.
"Glad ketemu tadi di toko buku." Gladys.
"Owh!." Ucap Gagah singkat.
"Tapi, dia jaga kasir disana." Gladys.
"Hah! Kau yakin itu Laras yang sama?" Gladys.
"Nih." Tunjuk Gladys pada ponselnya yang terdapat foto dirinya dan Laras juga Keina tadi siang.
"Hm... Apa dia bohong ya kalo dia mahasiswi kedokteran waktu itu?" Gumam Gagah.
Ayumi dan Tita yang baru saja datang dari dapur melihat Gagah dan Gladys begitu serius berbicara.
"Ada apa?" Ayumi.
"Hah! Astaga Bunda. Kenapa ngagetin sih?" Gladys.
"Lah, kalian ini kenapa sih." Ayumi.
"Ini loh Bun. Glad ketemu Laras di toko buku. Tapi, dia jaga kasir." Gagah.
"Laras siapa?" Ayumi.
Gladys pun menceritakannya kembali dan Ayumi mengingat Laras. Tita yang tak tau siapa Laras pun hanya menganggukkan kepala mendengar obrolan kedua anak dan ibu itu.
"Mungkin memang benar Kak dulu dia sekolah di kedokteran dan mungkin dia kerja paruh waktu." Ucap Tita memberi masukan.
"Benar juga kata Onty." Gladys.
"Kok sempet ya? Terus kenapa ga di klinik dokter atau di mana gitu yang masih berhubungan dengan profesi. Kok jadi kasir." Gagah.
"Ya sudah ga apa-apa itu kan pilihan orang Kak. Lagian kan ga gampang cari kerja sekarang." Ayumi.
Semua pun menganggukkan kepalanya. Gagah memutuskan untuk lanjut spesialis setelah lulus kedokterannya. Dan sekarang tengah mengambil spesialis Jantung.
Gladys yang penasaran dengan Laras mengapa dia jadi kasir di toko buku tadi mencoba mengirimkan pesan pada Laras.
π Gladys
__ADS_1
Malam Kak. Sibuk ya?
Cukup lama pesan yang di kirim Gladys tak mendapat jawaban dari Laras. Hingga Keina tertidur dan Gladys masuk kamar untuk istirahat. Karena mereka memutuskan untuk menginap di rumah utama.
Saat akan memejamkan matanya tiba-tiba ponselnya berbunyi menandakan satu pesan masuk.
π Laras
Malam juga. Ngga juga. Maaf tadi baru selesai mencuci.
π Gladys
Mencuci? Kok malam begini?
π Laras
Iya. Klk besok takut ga sempet. Kamu lagi apa? Kok belum tidur?
π Gladys
Lagi bales chat Kakak π. Ketemuan yuk Kak. Kita jalan.
π Laras
Boleh. Tapi, ga sekarang ya π
π Gladys
Ceh, iya dong Kak. Besok atau lusa kapan aja klo Kakak udah senggang.
πLaras
Boleh. Lusa ya. Kakak free.
π Gladys
π Laras
Siap. Selamat malam. Selamat bobo π€
π Gladys
Malam juga Kak. Met Bobo juga π€
Setelah mengakhiri chat nya bersama Laras Gladys pun membenarkan posisi tidurnya dan segera menuju alam mimpi.
Pagi hari terjadi kericuhan yang di sebabkan oleh Keina dan Gagah. Gagah terus menjahili Keina membuat Keina terus tertawa tergelak mendapatkan serangan dari Kakak laki-lakinya. Keina begitu dekat dengan Gagah dan Gladys.
Gagah pun tak sungkan membawa Keina berjalan-jalan ke mall atau sekedar keliling komplek perumahan. Karena kesibukannya Gagah jarang bertemu dengan Keina. Dan beginilah jika bertemu. Keina tak bisa lepas dari Gagah.
"Huh! Cudah Tata. Kei tape." Ucap Keina yang sudah pandai berbicara walaupun masih cadel.
"Tape, enak dong Dek." Ledek Gagah lalu berpura-pura seperti akan memakan Keina.
"Aaa... Mommy..." Teriak Keina saat melihat Tita melintas dari dapur.
Dan hap. Keina langsung naik kedalam gendongan Tita. Tita dengan sigap menggendongnya.
"Kakak ih,,, adeknya udah keringet dingin ini loh." Tita.
"Hahaha... Ga apa-apa Onty kan belum mandi Keinanya. Itung-itung olah raga." Gagah.
"Ceh, kalian ini. Glad mana?" Tita.
__ADS_1
"Nganter Bunda sama Oma. Katanya mau ke pasar." Gagah.
"Owh! ikut ke pasar toh." Tita.
"Kok Onty ga ke pasar juga?" Gagah.
"Lah, yang siapin sarapan siapa? Kakak?" Tita.
"Eh, Onty dong tentunya." Ucap Gagah menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Ya sudah. Ayo dek main lagi. Jalan-jalan keluar yuk." Ajak Gagah pada Keina.
Keina pun mau dan Gagah mengajak Keina jalan-jalan ke taman yang ada di komplek perumahan tersebut. Semua mengenak siapa Gagah dan Keina. Terutama Keina bayi lucu dan menggemaskan.
Gagah menaruh Keina dalam stroller nya kemudian Gagah mendorongnya. Keina terus berceloteh dan Gagah dengan sabar menjawab setiap pertanyaan Keina.
Gagah dan Keina berpapasan dengan Dou A dan Aiko yang berencana akan ke rumah utama.
"Loh, Gagah sama Keina mau kemana?" Tanya Aiko dari dalam mobil.
"Eh, Tante. Ini mau jalan-jalan kita Tan." Gagah.
"Berdua aja?" Aiko.
"Iya. Onty lagi siapin sarapan. Bunda, Oma sama Glad lagi ke pasar." Gagah.
"Loh, rumah sepi dong?" Aiko.
"Mana ada sepi. Jangan lupakan pegawai dan para bapak-bapak yang lagi ngerumpi Tan." Gagah.
"Owh! Iya Haha.... Kalo gitu Tante lanjut ke rumah ya." Aiko.
"Iya Tan. Hai Duo A." Gagah.
"A... A..." Ucap Keina.
"Iya. A mau ke rumah. Kita pulang saja karena ada Duo A atau lanjut ke taman nih?" Gagah memberi pilihan pada Keina.
"Naman.." Keina.
"Siap meluncur." Ucap Gagah mendorong stroller Keina.
Sampai di rumah utama Aiko segera membawa duo A turun dari mobil dan menuntunnya kanan dan kiri. Mereka menyapa para bapak-bapak yang kata Gagah tengah ngerumpi kemudian masuk kedalam menemui Tita.
"Hai Duo A, apa kabar sayang." Ucap Tita menciumi kedua pipi Duo A.
"Ibu kepasar Ta?" Aiko.
"Iya sama Kak Ayu di antar Gladys." Tita.
"Memang ibu mau beli apa?" Aiko.
"Entahlah Kak. Katanya mau cari makanan jaman dulu yang adanya di pasar tradisional." Tita.
"Ceh, kebiasaan banget Ibu." Aiko.
"Hei, ganteng-ganteng. Keina baru jalan sama Kakak ke taman. Kalian ga ketemu tadi?" Tanya Tita pada Duo A yang tampak tenang duduk di sofa.
"Ketemu hanya saja kasian Gagah kalo mereka juga ikut. Keina juga ga mau pulang mau lanjut ke taman jadi ya biar ajalah. Nanti juga ketemu di sini." Aiko.
π»π»π»
Jangan lupa like dan komennya ya sahabat πππ
__ADS_1