
Satu bulan berlalu setelah kepergian Ken dan keluarganya dari rumah Kevin. Sepeeri biasa siang hari Tita selalu berdua bersama buah hatinya ketika Ken pergi kerja semenjak Ibu dan Ayah ke Jepang. Namun, Tita tak oernah mengeluh.
Terkadang Ayumi atau Hena datang menemaninTita. Atau Gagah dan Gladys. Siang ini Tita menidurkan Keina di kamarnya. Terdengar suara ponselnya berbunyi. Tak ingin mengganggu tidur Keina Tita pun segera mengambilnya dan mengangkatnya.
📱Tita
Hallo...
Tanpa melihat siapa yang menelfon.
📱Aldi
Tante, ini Al. Jessie sepertinya mau melahirkan. Sekarang sedang dalam perjalanan ke rumah sakit bersama Mami.
📱Tita
Apa? Owh! Ya sudah kamu tenang saja. Kamu di rumah sakit kan?
📱Aldi
Iya Tan. Ini sedang menunggu kedatangannya.
📱Tita
Baiklah. Nanti Tita menyusul.
Panggilan pun di putus begitu saja oleh Tita. Hubungannya dan Aldi semakin membaik. Demi menjaga keharmonisan Aldi pun selalu membiasakan memanggil dengan panggilan Tante pada Tita.
Tita segera bersiap dan menitipkan Keina pada Bibi seperti biasa. Tita menghubungi Ken memberitahukan padanya jika dirinya akan ke rumah sakit karena Jessie akan melahirkan. Saat dirinya bersiap terdengar kegaduhan yang di ciptakan Gagah dan Gladys yang baru saja datang.
"Loh, Onty mau kemana?" Gladys.
"Jessie mau melahirkan." Tita.
"Apa!" Gagah, Gladys.
"Iya. Ayo ke rumah sakit sekarang." Ajak Tita.
"No Onty, kalian saja. Gagah mau jaga Keina saja." Gagah.
"Hm.. Yakin?" Tita.
"Yakin dong Onty. Kan ada bibi." Jawab Gagah cengengesan.
"Ya udah Onty titip Keina ya. Sekarang sih dia tidur di kamarnya bersama bibi." Tita.
"Oke Onty. Kalian hati-hati ya. Kamu awas jangan keganjenan sama dokter-dokter disana.." Gagah.
"Ck..ck... Kau saja yang iri karena tak laku." Cibir Gladys.
"Sudah ih, bisa ga jadi pergi kalo kalian berantem terus." Ucap Tita sambil menarik tangan Gladys untuk mengikutinya.
Kini Tita dan Gladys pun tengah dalam mobil Tita dengan Tita sendiri yang mengemudikannya. Karena Tita lebih suka menyetir sendiri ketimbang menggunakan supir. sesekali saja jika tidak memungkinkan pasti menggunakan supir. Seperti halnya lergi bersama Keina.
__ADS_1
Sampai di rumah sakit Tita memarkirkan mobilnya di parkir khusus dokter. Satpam pun segera menghampirinya dan akan menegur. Satpam mengetuk kaca jendela pintu mobil Tita.
"Selamat siang Bu. Maaf, silahkan Ibu pindahkan mobilnya di sebelah sana." Ucap Satpam tersebut.
Tita tak menjawabnya melainkan kembali menutup kaca jendelanya yang sempat dia buka kemudian mematikan mesinnya dan keluar dari mobilnya di ikuti Gladys.
"Kerja bagus Pa. Saya tidak akan lama. Jika ada dokter akan parkir minta dia parkir disana sebentar ya." Tunjuk Tita pada lahan parkir yang tadi di tunjukkan oleh satpam tersebut.
"Nyonya,, Maaf. Baik Nyonya silahkan." Ucap satpam tersebut begitu mengetahui siapa pemilik mobil tersebut.
Dirinya begitu merutuki kebodohannya karena telah menegur pemilik saham di rumah sakit tersebut. Bahkan Tita termasuk dalam golongan bukan orang biasa meskipun dirinya dulu menjabat sebagai perawat di rumah sakit tersebut.
Tita dan Gladys melangkahkan kakinya menuju ruang bersalin seperti yang Aldi informasikan di telfon. Jessie ingin melahirkan normal seperti Onty tidak ingin di sesar.
Terlihat Orang tua Aldi dan Jessie menunggu di depan ruang bersalin. Tita dan Gladys pun mempercepat langkahnya.
"Bagaimana? Apa sudah lahir Kak?" Tanya Tita pada Aiko.
"Tita, Belum. Bagaimana ini. Bujuk Jessie untuk sesar saja Ta." Ucap Aiko panik.
"Tenang Kak. Semua akan baik-baik saja." Ucap Tita menberi ketenangan pada Kakak sepupu iparnya itu.
Sementara Gladys hanya duduk tak perduli sambil memainkan ponselnya. Artur dan Aiko tampak tak tenang sama seperti kedua orang tua Aldi. Aldi keluar dari ruang bersalin mencari Tita.
"Tante, Jessie mencari Tante.." Ucap Aldi begitu melihat keberadaan Tita.
Tanpa banyak bicara Tita menitipkan tasnya pada Gladys dan Tita pun melangkah menuju ruang bersalin.
"Apa semuanya baik-baik saja Al?" Tanya Artur.
Semua pun hanya diam tak dapat berkata apapun.
"Onty memaafkan kesalahan kalian Kak Al. Dan Sepertinya Kak Jessie masih terlalu merasa bersalah." Gladys.
"Maksud kamu Glad?" Aiko.
"Hm... Tanyakan saja pada menantu Tante." Gladys.
"Kesalahan apa yang kalian lakukan pada Tita Al?" Artur.
"Dulu Al berhubungan dengan Tita Pih dan Al pun menjalin hubungan bersama Jessie juga. Dan Al lebih memilih Jessie daripada Tita yang dulu Al kenal hanya seirang perawat." Jelas Aldi.
Artur menutup wajahnya dengan menggunakan kedua telapak tangannya dan Aiko menutup mulutnya tak percaya. Sementara kedua orang tua Aldi hanya diam menunduk karena mereka lah yang tak menyetujui hubungan Aldi dengan seorang perawat yang ternyata itu adalah Tita Martin anak dari seorang Martin Durant.
"Semua sudah berlalu. Onty sudah melupakannya bahkan Onty merasa Oncle Ken lah yang menjadi cinta pertamanya bukan Kak Al." Gladys.
Sementara di ruang bersalin. Tita menghampiri Jessie yang tergolek di atas barankar.
"Jess,, kamu pasti bisa." Ucap Tita menyemangati.
"Onty, maafkan Jessie." Ucap Jessie.
"Tidak ada kesalahan apapun sayang. Berjuanglah demi dua bayi mungil mu." Tita.
__ADS_1
"Aw.. Sakit Onty." Ucap Jessie ketika mulas kembali menyerang.
"Tarik nafas dan jangan menangis." Ucap Tita.
"Kau yakin ingin Onty disini bukan suamimu?" Tita.
"Yakin Onty. Jessie tidak ingin di lihat Al ketika Jess kacau." Jessie.
"Sayang, bukan Onty tak ingin menemani mu. Tapi, dengan Al menemanimu disini Al akan tau bagaimana perjuanganmu mengeluarkan dua buah hati kalian." Tita.
Melihat dan mendengar percakapan antara Tita dan Jessie dokter pun mengijinkan jika Aldi dan Tita akan menemani Jessi melahirkan. Jadilah Aldi pun masuk dan memberikan semangat pada Jessie.
Saat mules datang Tita akan terus membimbing Jessie agar tak mengedan sebelum waktunya. Dan Jessie oun begitu oatuh pada Tita daripada saat perawat disana memberitahunya. Karena Jessie merasa lebih nyaman bersama Tita.
Beberapa jam kemudian terdengarlah tangisan bayi dari dalam ruang bersalin. Sepertinya satu bayi Jessie dan Aldi berhasil di keluarkan. Semua yang tengah menunggu begitu bahagia dengan bulir bening di pipi mereka.
Dan lima menit kemudian tangisan bayi kedua pun menggema dan semua merasa bersyukur karena kedua bayi Jessie berhasil keluar. Kini mereka hanya tinggal menunggu kabar dari dalam ruang bersalin bagaimana kondisi kedua bayi mungil itu juga Ibunya.
Tak berselang Ken datang bersama Anton dan Rehan. Ketiganya mengahampiri dua orang tua dan juga Gladys.
"Dimana Tita?" Ken.
"Didalam menemani Jessie." Aiko.
"Dimana Aldi? Kenapa Tita?" Rehan.
"Mereka berdua di dalam Kak." Aiko.
Saat mereka berbincang keluarlah Tita dari ruang bersalin dengan senyuman khasnya yang begitu manis dan menggemaskan bagi Ken. Melihat Ken Tita langsung menghambur kedalam pelukan Ken tanpa peduli dimana mereka berada.
"Bagaimana? Dua keponakan kita sudah keluar?" Ken.
"Hm... Dia jagoan." Tita.
Semua yang mendengar mengucapkan syukurnya.
"Bagaimana kondisi mereka?" Ken.
"Semua baik. Dua jagoan kecil juga Jessie." Tita.
"Terima Kasih Tita." Ucap Ibu Aldi.
"Tidak perlu berterima kasih Bu. Kita semua keluarga." Tita.
Ucapan Tita membuat kedua orang tua Aldi merasa semakin bersalah.
"Mereka akan segera di pindahkan keruangan. Nanti kita bisa lihat bersama." Tita.
"Apa kau lelah sayang?" Tanya Ken mengusap lembut kepala Tita.
"Sedikit Mas." Tita.
🌻🌻🌻
__ADS_1
Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏