
Seminggu berlalu setelah Aiko bisa kembali berjalan. Antara percaya tak percaya Riana calon istri Angga bisa menyembuhkan Aiko begitu saja. Riana memang memiliki indera lain sejak kecil keturunan dari nenek moyang Ayahnya.
Urusan di perusahaan Tita pun telah dapat di selesaikan dengan baik. Kini tanggung jawab telah di alihkan pada Ken. Tita hanya akan fokus di rumah. Ken Pun telah menganggakat Arif sebagai CEO di perusahaan tersebut di bawah pimpinannya.
Seperti yang sudah di rencanakan Tika pun berhenti dari pekerjaannya di gantikan oleh sekretaris baru seorang laki-laki. Tika pun akan lebih bersantai di rumah dan menyiapkan diri agar bisa segera di karuniai momongan.
Gladys telah melewati hari wisudanya dengan penuh drama. Laras semakin menempel pada Ayumi dan Nyonya Laura. Entah mengapa kedua malaikat tak bersayap itu selalu membuat Laras merasa nyaman berada di dekatnya.
Keina masih takut untuk datang ke rumah Aiko tapi juga tidak menolak kehadiran Aiko dan keluarga ke rumah utama. Keina sudah mulai tak histeris lagi ketika Duo A datang. Hanya saja Keina masih belum bisa di dekati walaupun duo A sudah meminta maaf pada Keina.
Suster di tempat Jessie sudah di berhentikan sehari setelah Aiko bisa berjalan kembali. Jessie tak sedikitpun menyinggung tentang penganiayaan Suster terhadap duo A. Jessie dan Tita pun sama-sama berjuang untuk memulihkan kembali rasa trauma pada anak-anak mereka.
"Ta, apa Tante mu sudah kemari?" Nyonya Laura.
"Belum Bu. Sepertinya akan ke butik Kak Ayu dulu." Tita.
Ya, mereka sekarang tengah sibuk mempersiapkan pernikahan Angga yang akan di laksanakan besok lusa. Tuan dan Nyonya Ito membantu Bagas dan Hena dalam mempersiapkannya di bantu oleh WO yang telah di pilih.
"Ayumi sudah menyelesaikan bajunya?" Nyonya Laura.
"Sudah Bu. Hari ini kita juga akan mencobanya. Kak Ayu akan menbawanya nanti." Tita.
"Syukurlah. Besok kita berangkat ke hotel setelah makan siang saja toh acaranya lusa pagi." Nyonya Laura.
"Iya Bu. Malah Tita rencannya nunggu Mas Ken pulang saja jadi nanti sama-sama kesana." Tita.
"Nanti minta Ken langsung pulang ke hotel saja. Terlalu sore nanti kita perginya." Nyonya Laura.
"Kak Gagah juga ada kerja dulu Oma." Laras.
"Astaga! Kenapa masih pada mikirin kerjaan sih." Nyonya Laura.
"Tenang Bu. Acaranya masih besok lusa. Anak cucu kita biar bekerja dulu untuk anak istri mereka. Asalkan saat acara berlangsung mereka ada di tengah-tengah kita." Lerai Tuan Ito.
"Iya Oma Opa bener. Ayah juga menindahkan jadwal operasi besok lusa jadi besok." Laras.
"Ya, terserah kalian saja." Nyonya Laura.
"Ibu tenang saja ya Bu. Semua sudah ada yang mengaturnya. Ibu do'akan saja acara beralngsung dengan baik. Dengan mereka semua bekerja di hari sebelum acara kan tidak akan mengganggu kelangsungan acara." Ucap Tita menenangkan ibu mertuanya.
"Iya Oma. Kan kita dari keluarga laki-laki. Tidak ada acara juga kan?" Laras.
"Siraman Ras." Nyonya Laura.
"Kan malem Oma. Jadi, masih bisa kan?" Laras.
__ADS_1
"Yah, terserah kalian saja." Nyonya Laura.
"Sayang, minumlah." Tuan Ito menyodorkan segelas air pada Nyonya Laura.
"Tenanglah sayang. Saat pernikahan anak-anak yang lain kau tak sepanik ini. Kenapa Hm?" Tuan Ito.
"Entahlah Yah. Perasaan Ibu sedikit tak enak." Nyonya Laura.
"Buang jauh-jauh perasaan itu sayang. Yakinlah semua akan berlangsung dengan baik." Tuan Ito.
"Ya, kau benar sayang." Nyonya Laura.
"Sebaiknya Ibu beristirahat saja dulu. Nanti setelah Kak Ayu dan Tante Hena datang Tita panggil Ibu." Tita.
"Ya Tita benar. Sebaiknya kita beristirahat dulu saja. Mungkin saja kau terlalu kelelahan setelah kesana kemari bersama Hena." Tuan Ito.
"Baiklah. Beritahu Ibu jika Kakak dan Tante mu datang." Pesan Nyonya Laura.
"Iya Bu." Tita.
Tinggallah Tita dan Laras. Karena Keina tengah bermain bersama Bibi di luar. Tita tak mengijinkan Keina main terlalu jauh. Hanya sampai di teras samping atau belakang. Keina pun tak di ijinkan main di depan.
"Kira-kira kenapa Oma bisa sepanik itu ya Onty?" Laras.
"Entahlah. Mungkin Oma terlalu capek sejak kemarin pergi bersama. Tante Hena." Tita.
"Ya udah yuk ke taman liat Keina main." Ajak Tita.
Mereka pun menghampiri Keina yang tengah asik bermain di taman. Bibi dengan setia menemaninya. Setelah Tita dan Laras datang Bibi tetap di sana bersama mereka.
Tak berselang Ayumi datang bersama Hena membawa baju yang akan mereka kenakan untuk acara pernikahan Angga dan Riana. Sebelumnya mereka mampir ke tempat Aiko memberikan baju untuk Aiko dan Jessie.
"Ta, Ibu dimana?" Tanya Ayumi.
"Nah, ini dia yang di tunggu datang." Tita.
"Ada apa?" Hena.
"Tante di tanyain terus sama Ibu. Sebentar Tita panggil Ibu dulu." Tita.
"Ada apa Ras?" Ayumi.
"Ngga tau Bun. Tapi, Oma dari pagi udah nanyain Oma Hena." Laras.
"Ada apa?" Ayumi.
__ADS_1
"Paling Kakak nanyain persiapan besok lusa. Kakak panik sendiri kayanya." Hena.
"Astaga! Ibu... Ada-ada aja sih." Ayumi.
Kemudian Nyonya Laura dan Tita pun menghampiri mereka semua.
"Gimana Hen sudah siap semua?" Tanya Nyonya Laura.
"Sudah Kak. Tadi juga baju untuk Aiko dan Jessie sudah di berikan. Ini tinggal untuk kalian." Hena.
"Ini untuk Gladys masih di sini?" Nyonya Laura.
"Iya Bu. Nanti sore dia kesini." Ayumi.
"Kenapa ga di antar saja ke sana?" Nyonya Laura.
"Gladys sedang pergi sama Mamanya Angga Bu. Jadi nanti pulang mereka mampur ke sini." Ayumi.
"Ibu sama Ayah kamu ga pulang Ras?" Nyonya Laura.
"Pulang Oma. Besok mereka datang." Laras.
"Kenapa besok? Terus ini bajunya kalo ada yang kurang gimana?" Nyonya Laura.
"Besok Mba Marni sama Mas Burhan datang siang Kok Bu. Jadi masih ada waktu memperbaiki jika ada yang kurang." Ayumi.
"Haist... Sibuk apa sih mereka. Susah sekali di minta pulang." Nyonya Laura.
"Mereka sedang masa panen Bu. Bapak harus memperkenalkan hasil peternakannya kepada pasar." Tita.
"Kenapa kamu ga kasih usaha yang sudah berjalan saja sih Ta." Nyonya Laura.
"Itu Bapak sendiri yang mau Bu." Tita.
"Mba, kenapa?" Tanya Hena mengusap tangan Nyonya Laura.
"Apa maksud kamu?" Nyonya Laura.
"Kak, tenang ya. Semuanya akan baik-baik saja. Kakak do'akan saja semua berjalan lancar." Hena.
"Bu.." Tita Ayumi.
Nyonya Laura memangdang satu persatu diantara mereka. Entah mengapa perasaannya begitu tak menentu sejak pagi tadi. Padahal yang empunya hajat saja masih bersantai. Hena dan Bagas tak banyak mengerjakan tugas semua telah di atur oleh WO.
🌻🌻🌻
__ADS_1
Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏