
Tita kembali masuk dan duduk di tempat tidurnya. Menatap ke arah luar dengan tatapan kosong. Ken bingung apa yang membuat Tita begitu marah. Ken menghampirinya lagi.
"Sayang,, ini juga kan Mas baru akan membahasnya bersama TY corp belum final." Ken.
"Pokoknya Tita ga mau denger lagi. Mas batalin. Tita ga mau ketemu Mas lagi klo sampe perusahan Mas ternyata bekerjasama dengan TY corp." Tita membalikkan badannya berlawanan dengan Tita.
"Sayang,," Bujuk Ken.
Tanpa terasa air mata Tita luruh di pipinya wajahnya memerah mengingat kejadian beberapa tahun silam. Kedua orang tuanya meninggal dengan mengenaskan karena pimpinan TY corp.
"Sayang, kok nangis sih." Tanya Ken bingung.
Tita bangkit dari duduknya menuju lemari pakaian mereka. Tita mengeluarkan koper miliknya dan memasukkan beberapa pakaiannya. Ken semakin bingung.
"Sayang, ada apa? Mas ngga ngerti." Ken.
Tita hanya diam tanpa menjawab apapun pertanyaan Ken. Ken masih bersikukuh dengan pendiriannya mengenai kerja sama bersama TY corp. Karena dirinya memang tak pernah mengetahui tentang kejadian beberapa tahun silam.
Tanio pun tak pernah memberitahukan mengenai kematian orang tua mereka. Karena saat itu Kematian mereka begitu di tutupi. Hingga kasusnya pun di tutup dan membuat Tita di sembunyikan oleh Sarah adik dari Martin Durant.
"Sayang, tunggu ada apa? Sayang." Panggil Ken terus saat Tita terus berusaha pergi.
Semua yang berada di meja makan tampak bingung dengan pasangan itu. Dan tak terjadi apapun dengan Tita seharian sampai Ken datang dan Tita pergi begitu saja.
"Sayang." Ken terus memanggil Tita.
Tita melajukan mobilnya sendiri tanpa supir. ken begitu khawatir Ken terus mengejarnya bahkan Ken meminta penjaga untuk tidak membukakan pintu gerbang. Tita terus memencet klakson tapi gerbang tak kunjung di buka sampai Tita nekat menginjak pedal gasnya dan menambrakan mobilnya ke gerbang.
"Tidaaaak... Sayang..." Teriak Ken sehingga Ken memerintahkan penjaga untuk membuka pintunya.
Ken membiarkan Tita pergi begitu saja. Ken meminta orangnya untuk membuntuti Tita kemana Tita pergi. Ken terduduk tak berdaya di atas lantai. Tangannya menjambak rambutnya.
Semua yang berada di rumah utama mendekati Ken. Tuan Ito mendekati Ken dan membantunya bangun. Tuan Ito dan Anton membawa Ken masuk ke dalam rumah. Ken hanya bisa menangis bingung.
Nyonya Laura memberikan segelas air untuk Ken. Tuan Ito membantu Ken untuk minum. Ken menerimanya dengan pasrah. Ken merebahkan tubuhnya di sandaran sofa.
"Ada apa?" Tuan Ito.
"Ken ga tau Yah. Tita marah begitu Ken menyebutkan TY corp." Ken.
"Maksud mu?" Tuan Ito.
Ken menarik nafas dalam sebelum dirinya menceritakan kejadian tadi di kamar. Hingga membuat istri tercintanya pergi begitu saja. Dna semua pun tak tau ada apa dengan Tita dan TY corp.
"Kamu sudah lama bekerja sama dengan TY corp?" Tuan Ito.
__ADS_1
"Ini baru akan di mulai Yah. Ken akan meeting membahas kerja sama dengan mereka siang ini." Ken.
"Benar Ton?" Tuan Ito.
"Benar Tuan. Ini kali pertama dan ini pun baru akan di bahas pada meeting siang ini." Anton.
"Hubungi Tanio." Titah Tuan Ito pada Anton.
Anton mangangguk dan langsung menghubungi Tanio.
📱Tanio
Hallo Ton, ada apa?
📱Anton
Maaf Tuan, anda bisa datang ke rumah utama sekarang?
📱Tanio
Ada apa?
📱Anton
📱 Tanio
Baiklah. Lima belas menit saya sampai di sana.
Panggilan pun terputus. Tanio merasa ada yang tak beres dengan adik tercintanya. Saat dirinya akan pergi orang kepercayaannya menghampiri Tanio.
"Ada apa?" Tanio.
"Nona Tita menabrakkan mobilnya pada gerbang rumah utama dan sekarang Nona berada di rumah anda Tuan." Orang kepercayaan Tanio.
"Baiklah, pantau terus keadaan rumah." Tanio.
"Biak Tuan."
Tanio bergegas menuju rumah utama untuk memastikan apa yang terjadi sehingga Tita menabrakkan mobilnya sendiri. Bahkan Anton tak mengatakan apapun padanya tadi. Tak sampai lima belas menit Tanio sudah berada di rumah utama dan terlihat beberapa ahli tengah memperbaiki gerbang rumah utama.
Tanio juga tak melihat mobil Tita di sana. Tanio berusaha tenang apapun yang terjadi. Tanio turun dari mobilnya dan bergegas menuju rumah utama. Dari luar terlihat Ken begitu kacau. Tanio pun segera memasuki rumah utama.
"Ada apa?" Tanya Tanio.
"Nio, duduklah." Tuan Ito.
__ADS_1
Tanio menatap heran pada Ken. Tanio menduga Ken bertengkar dengan adiknya tapi masalah apa sehingga Tita sampai pergi dan dengan sengaja menabrakkan mobilnya. Karena Ken tak dapat berkata lagi Anton mengambil alih pembicaraan.
"Maaf Tuan, saya dan semua yang ada di rumah ini tidak mengetahui kejadian jelasnya yang terjadi antara Tuan Ken dan Nona Tita di kamar. Hanya saja menurut pengakuan Tuan Ken, Nona Tita marah dan langsung bergegas pergi bahkan tak ingin menjawab segala pertanyaan Tuan Ken setelah Nona mendengar kata TY corp." Anton.
Duar....
Bagai di sambar petir Tanio mendengar TY corp. Tanio mengepalkan tangannya dan wajahnya memerah menahan emosi. Tuan Ito melihat perubahan itu dan segera mendekati Tanio kemudian mengusap lembut bahu Tanio.
"Ada apa dengan perusahaan itu sehingga Tita marah?" Tanya Tanio dengan menahan kesal.
"Mereka mengajukan kerja sama dengan perusahaan Tuan Ken. Dan kami akan meeting bersama mereka siang ini untuk membahas kerja sama itu." Anton.
"Batalkan!" Ucap Tanio tegas.
Dan hal itu juga yang Ken dengar dari Tita begitu dirinya mengatakan hal yang sama dengan Anton pada Tanio.
"Kenapa Nio? Tita pun mengatakan hal yang sama saat aku mengatakan tentang kerja sama dengan TY corp tanpa menjelaskan kenapa." Ucap Ken lirih.
"Karena mereka yang membuat kami yatim piatu." Tanio.
Duar....
Semua mata memandang ke arah Tanio. Tanio mengucapkannya dengan tenang. Ken menatap tajam Tanio.
"Kau tau Ken saat kita sekolah dulu. Aku murung karena harus berpisah dengan adik kesayangan aku setelah orang tua kami meninggal?" Tanio.
Dan Ken menganggukkan kepalanya mengingat masa lalunya bersama Tanio. Bahkan Dirinya dan Abimana terus berusaha menghibur Tanio yang kehilangan orang tuanya dan juga adik kesayangannya.
"Tita memiliki sesuatu yang lain dari kita. Saat itu Tita mengatakannya pada Papi. Tapi, Papi hanya menanggapi ucapan Tita adalah ucapan anak kecil yang tak tau bisnis. Sampai kejadian itu terjadi di hadapan Tita. Karena saat kejadian itu Tita bersama dengan Mami dan Papi." Tanio.
Ken diam dan menggusar rambutnya. Ken pun mengingat beberapa waktu lalu saat Tita hamil muda dan Tita selalu ikut dengan dirinya ke kantor Tita selalu menemukan kejanggalan pada setiap proposal tanpa Tita lihat isi proposal itu.
"Tita mengalami trauma dan setiap kali mendengar TY corp Tita akan mengingat kejadian dimana orang tua kami pergi." Tanio.
"Maaf Nio, Maaf." Ken.
"Saya mengerti jika kalian terkejut karena kasus ini memang di tutup oleh Paman Kevin. Paman memberitakan jika kematian orang tua kami murni kecelakaan." Tanio.
"Biarkan Tita tenang dulu Ken. Besok datangi dia di rumah." Tanio.
"Bagaimana bisa Nio. Bagaimana bisa aku melewati malam tanpa dia." Tangis Ken kembali pecah.
🌻🌻🌻
Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏
__ADS_1