
Setelah makan malam Ken pun berpamitan pada Ayumi dan semuanya. Ken membawa istri dan anaknya untuk pulang karena besok Tita harus bertemu dengan Tanio untuk menyelesaikan masalah di perusahaan keluarganya.
Walau Tita jarang datang ke perusahaan tapi Tita tetap memantaunya. Dan Tita selalu bersiakusi bersama Kakaknya Tanio untuk menyelesaikan apapun permasalahannya.
Sampai di rumah utama Tita menggendong Keina yang tertidur di pangkuannya dan segera membawa kedalam kamar Keina dan menidurkannya. Tita menyalakan kamera yang terhubung ke dalam kamarnya.
Sementara Ken memberikan tas berisikan baju kotor mereka pada Bibi kemudian menyusul Tita kedalam kamar mereka. Saat Ken masuk Tita tengah berada di kamar mandi mencuci mukanya dan berganti pakaian.
Ceklek... Terdengar suara pintu kamar mandi terbuka. Ken yang tengah asik dengan ponselnya pun menoleh ke arah kamar mandi dan mematikan ponselnya. Dilihatnya Tita sudah mengenakan pakaian tidurnya yang menurut Ken sangat seksi dan menggoda.
"Sudah selesai sayang?" Tanya Ken.
"Sudah. Mas bersih-bersih dulu sana Tita siapin baju tidurnya." Titah Tita.
"Baik tuan putri." Ucap Ken menundukkan kepalanya.
Sambil berjalan menuju lemari pakaiannya sesekali Tita melihat ke arah layar televisi yang menampilkan buah hati mereka yang tengah tertidur dengan pulasnya. Tita pun meletakkan pakaian tidur milik Ken.
Ken keluar dari kamar mandi dengan hanya melilitkan handuk di pinggangnya. Kemudian mengenakan pakaian tidurnya. Setelah siap Ken pun menyusul Tita yang tengah berbaring di kasur King size mereka.
"Bagaimana hari ini sayang? Capek?" Ken.
"Ngga Mas. Hari ini Keina baik kok. Keina bermain bersama Kak.Ayu dan temen-temen nya." Tita.
"Keina ga di apa-apain kan Yang?" Ken.
"Ngga Mas. Bahkan tadi ada yang pengen gendong pun Kak.Ayu melarangnya. Kak.Ayu ngga membiarkan siapapun menggendongnya." Tita.
"Kak.Ayu lebih posesif dari pada Mas kan Sayang." Ucap Ken terbahak.
"Memang. Bahkan Tita Mommy nya saja tidak boleh pegang kalo Keina tidak mau mimik." Tita.
"Hahaaa... Sini sayang peluk." Ken.
Tita pun berbalik memeluk Ken dan menyandarkan kepalanya di dada bidang Ken. Ken mendaratkan ciuman di puncak kepala Tita dan mengusap lembut lengan Tita. Tak lama mereka pun berlayar ke alam mimpi.
Tengah malam seperti biasa Keina terbangun karena kehausan. Tita pun segera bangkit dan meninggalkan Ken untuk menemui Keina. Setelah mengasihi Keina Tita pun kembali ke kamarnya dan meringkuk memeluk Ken yang masih tenang memejamkan matanya.
Pagi hari Tita kembali di sibukkan dengan persiapannya menuju rumah Tanio. Seperti biasa Ken akan mengantarkan Istri dan anaknya terlebih dahulu sebelum dirinya pergi ke kantor.
Sampai di rumah Tanio Ken tak turun dirinya langsung melajukan mobilnya menuju kantor sementata Tita turun dan masuk ke dalam rumah Tanio. Tita sengaja minta di turunkan di depan gerbang saja mengingat waktu sudah siang.
Pak satpam pun menyapa Tita dan Keina dengan ramah.
"Selamat Pagi Nyonya dan Nona cantik." Satpam.
"Selamat pagi Pak." Jawab Tita.
__ADS_1
"Mari saya bawakan tasnya Nyonya." Satpam.
"Terima kasih Pak." Tita menyerahkan tas bawaannya.
Tita berjalan masuk dan terlihat Zio tengah bermain bersama mbanya. Zio berlari menghampiri Tita dan Keina begitu menyadari Onty dan sepupunya datang.
"Keina...." Teriak Zio yang fasih menyebut kata Keina.
"Hai Abang Zio..." Jawab Tita dan jangan lupakan Keina yang kegirangan melihat Zio.
Keina tertawa bergerak ke kanan dan kiri karena merasa Zio tengah menggodanya dengan gelak tawa yang riang.
"Aduh... Aduh,, kesayangan Mommy senang ya ketemu Abang." Ucap Tita sembari menahan bobot Keina.
"Ongkel mana Ty?" Zio.
"Oncle kerja sayang. Nanti sore ketemu ya." Tita.
"Oke. Keina ayo main." Ajak Zio.
"Mba, titip Keina juga ya." Pesan Tita.
"Iya Nyonya." Ucap Mba sambil mengambil alih Keina.
"Maaf Nyonya tasnya di simpan Mba ke kamar Nyonya." Satpam.
"Sama-sama Nyonya. Saya permisi ke depan lagi." Satpam.
"Iya Silahkan Pak." Tita.
Setelah menitipkan Keina Tita pun berjalan masuk ke dalam. San ternyata Olla dan Tanio tengah bersantai di ruang keluarga. Tita menyapa keduanya dengan sopan menciumi punggung tangan keduanya dan mencium pipi dan kiri mereka.
"Ken mana?" Tanio.
"Langsung ke kantor Kak. Salam saja dulu baru nanti sore ketemu." Tita.
"Kebiasaan. Ken memang gila kerja." Tanio.
"Harus begitu Yang. Nanti adik kita di beri makan apa kalo Ken malas kerja." Olla.
"Iya sayang. Tidak seperti suami mu ini ya." Tanio.
"Kalo kalian mah beda. Jentik jari apa yang di mau datang sendiri." Olla.
"Ga gitu juga Kak. Kami kerja juga kok." Tita.
"Iya sayang iya." Olla.
__ADS_1
"Ceh... Kau ini Kak." Tita.
Kemudian Tanio dan Tita pun masuk kedalam ruang kerja Tanio sementara Olla menyusul Mba menemui Zio dan Keina karena Olla tak ingin ikut campur masalah pekerjaan suami dan Adik iparnya itu.
Cukup lama Tita dan Tanio berada di ruangan itu hingga masalahnya dapat terselesaikan tepat saat jam makan siang. Tita mampu menemukan akar permasalahannya.
Tita pun memutuskan akan ke kantor besok pagi tanpa memberitahukan siapapun di kantor. Dan itu sudah dengan persetujuan Tanio dan Ken. Ya, Tita menghubungi Ken untuk meminta persetujuan.
Dan diputuskan Keina akan di titipkan pada Ayumi karena Olla tengah berbadan dua dan kehamilannya masih sangat muda. Karena Olla baru menyadarinya minggu ini jika dirinya tengah berbadan dua.
Sementara Melan tengah menantikan kelahiran anak keduanya. Olla dan Tita ingin sekali mengunjungi Melan di negaranya hanya saja mungkin akan batal mengingat Olla tengah hamil dan tidak akan di ijinkan Tanio untuk pergi.
"Ta, berat banget ya adek." Olla.
"Masa sih Kak? Kak.Ayu aja kuat seharian gendong adek." Tita.
"Hah! Beneran?" Olla.
"Iya. Kemarin Tita baru dari sana dan Keina seharian sama Kak Ayu." Tita.
"Waw... Kak.Ayu strong ya." Olla dan di angguki Tita.
"Kak.Ayu itu lebih posesif daripada Mas.Ken." Tita.
"Kenapa begitu?" Tanio.
"Ya. Kalo Keina udah sama dia jangankan orang lain yang meminta gendong. Tita saja Mommynya ngga boleh pegang kalo Keina ga mau mimik." Tita.
"Astaga! Kak.Ayu bener-bener pengen cucu tuh." Olla.
"Bahkan kalo Mas Ken ijinin nih. Bisa-bisa Keina setiap hari Kak.Ayu bawa kemanapun Kak.Ayu pergi." Tita.
Tanio dan Olla pun tertawa mendengar cerita Tita tentang Ayumi yang begitu posesif.
"Bagaimana nanti kalo Ibu datang. Pasti akan berebut Ibu sama Kak.Ayu." Tanio.
"Sudah sangat bisa di pastikan Kak." Tita.
"Kamu bikin lagi aja Dek biar mereka ga rebutan." Olla.
"Astaga! Kakak. Ga kebayang Keina yang masih sangat kecil sudah mau punya adek lagi." Ucap Tita bergidik ngeri.
"Ya, mumpung masih muda Ta." Goda Olla.
"Ngga!"
🌻🌻🌻
__ADS_1
Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏