Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Dua Acara


__ADS_3

Minggu ini Damar meminang Zizi dan hari pernikahan mereka pun sudah di tentukan bulan depan. Nio memang tak ingin menunda terlalu lama lagi karena kedekatan putri bungsunya dengan Damar sudah terlalu dekat.


Apalagi Zayn pun tak mempermasalahkannya jika dirinya harus di langkahi. Zayn pun tak meminta apapun sebagai pelangkah. Zayn hanya menitipkan adiknya pada Damar. Apapun yang akan Damar berikan padanya sebagai pelangkah Zayn akan menerimanya.


Semuapun berbahagia termasuk Melan dan Abi. Karena mereka berdua sudah menganggap Zizi sebagai putri mereka juga walaupun putra bungsunya menolak di jodohkan dengan Zizi.


Mendengar berita Zizi Andre bak kebakaran jenggot. Dirinya gelisah dan rasanya ingin sekali mengacaukan acara tersebut dan menggagalkan acara pernikahannya nanti. Hanya saja dirinya terlalu gengsi apalagi sejak awal dirinya dengan tegas menolak perjodohan.


Keina tak menghadiri acara pertunangan Zizi dan Damar karena harus menghadiri acara pernikahan Duo A yang di laksanakan secara bersamaan di hotel milik Daddy nya. Ken dan Tita pun hanya sebentar menghadiri pertunangan Zizi dan Damar.


Begitu juga dengan Daffin Dirinya harus menghadiri pernikahan keponakan kembarnya. Walau jarak usia mereka terpaut jauh tetap saja Duo A memanggil Daffin dengan sebutan Om.


Abian dan Axel memiliki profesi yang berbeda Abian yang mengikuti jejak kedua orang tuanya menjadi seorang dokter dan Axel menjadi pengusaha. Diantara keduanya tak ada saling iri karena keduanya memiliki porsinya masing-masing.


Abian menikahi teman sekolahnya yang merupakan seorang dokter juga. Sedang Axel menikahi gadis biasa yang di kenalnya secara tidak sengaja di sosial media.


Walaupun Keina memiliki trauma tersendiri kepada dua saudara kembarnya itu akan tetapi Keina tetap menghadiri acar pernikahan mereka dengan Daren yang selalu berada di sampingnya.


Daren tak meninggalkan sedikitpun karena Daren mengetahui cerita mengenai Keina dan Duo A. Daren akan meninggalkan Keina hanya untuk ke toilet itupun Kiena dalam pengawasan orang yang membuatnya nyaman.


Gladys, Laras ataupun yang lainnya. Karena Daren pun tak ingin membuat Keina histeris jika harus di tinggalkan sendiri walaupun sudah sangat lama Keina tak menampakkan ketakutannya lagi terhadap Duo A. Hanya saja semua keluarga tetap mengkhawatirkannya. Begitu juga dengan Duo A sendiri.


"Sayang, kita pulang lebih dulu saja ya. Kamu kelihatan lelah sekali." Ajak Daren melihat Keina yang begitu lemas.


"Hm.. Apa tidak apa-apa. Acaranya masih lama." Keina.


"Tidak masalah. Mas ketemu mempelai dulu ya. Memberi mereka selamat sekaligus berpamitan." Ucap Daren.


"Kein ikut juga Mas." Rengek Keina.


"Kau yakin?" Daren.


"Hm.. Asalkan Mas ada di sisi Kein." Keina.

__ADS_1


"Tentu saja sayang. Ayo." Daren menggengam tangan Keina meyakinkan jika dirinya akan selalu ada di sisinya.


Keina dan Daren pun sukses memberikan selamat pada Abian dan pasangannya begitu pun dengan Axel dan pasangannya. Keina tak menampakkan kegugupannya sedikit pun walau tangannya terasa sangat dingin dalam genggaman Daren.


Setelah berpamitan pada mempelai dan orang tuanya Daren dan Keina pun berpamitan pada yang lainnya karena Keina terlihat seperti tidak bertenaga sama sekali mungkin terlalu lelah bagi Keina menahan perasaan takutnya.


Daren dan Keina langsung menuju Mansion bersama dengan Daffin juga. Karena saat Keina berpamitan pada Ken dan Tita Daffin malah ikut pulang juga. Karena dirinya pun kelelahan setelah menghadiri dua acara sekaligus.


"Daff, sepertinya ada yang kamu sembunyikan dari Kakak." Ucap Keina.


"Hah! Apa? Daff rasa Daff tidak menyembunyikan apapun." Daffin.


"Kau bisa menyembunyikannya sekarang tapi lihat kedepannya Kakak tidak akan ada ampun untuk mu." Keina.


"Heh! Apaan sih Kak. Istri Abang kesambet deh kayanya Bang." Rajuk Daffin pada Daren.


"Hus... Kamu ngeledek istri Abang." Daren.


"Ceh, lupa aku kalo kalian itu bucin." Daffin.


"Apa sih Kak. Ga jelas ah." Daffin.


"Tunggu tanggal mainnya adik ku sayang." Keina.


Daffin tak ambil pusing apa yang kakaknya sampaikan. Karena Daffin tak merasa menutupi apapun dari kakaknya kecuali hubungannya dengan Intan tentunya. Bahkan Daffin tak menyadari itu.


Sampai di mansion Keina segera masuk ke dalam kamar di susul Daren. Begitu juga dengan Daffin. Keina langsung membersihkan diri dan setelah itu Keina langsung merebahkan dirinya di tempat tidur.


Daren menggelengkan kepalanya ketika keluar dari kamar mandi dan mendapati istrinya tertidur di atas ranjang king sizenya. Daren merapihkan selimutnya sampai ke pinggang Keina kemudian mendaratkan ciuman di kening Keina.


"Selamat tidur sayang." Daren.


Sebelum dirinya ikut tidur bersama Keina Daren menyempatkan diri mengecek pekerjaannya yang tertunda seharian tadi. Daren membuka laptopnya di sofa yang terdapat di kamar.

__ADS_1


Sementara di rumah Zio. Zio di buat kelimpungan dengan keinginan Raya yang meminta gado-gado di malam hari. Zio meminta bibi membuatkannya tapi di tolak oleh Raya.


"Oek... Rasanya aneh Yang." Rengek Raya.


Dan Zio pun meminta semua bibinya masing-masing membuatkan satu porsi gado-gado. Dan semua di tolak oleh Raya. Padahal dirinya mencicipinya terlebih dahulu dan rasanya enak.


"Tuan, maaf sebelumnya. Apa anda tidak ingin mencoba membuatnya untuk Nyonya. Mungkin saja Nyonya mau memakannya." Bibi.


"Tapi, saya tidak bisa Bi."Zio.


"Di coba saja dulu Tuan." Usul Bibi.


Zio pun mulai bergelut dengan semua yang di butuhkannya. Entah apa rasanya Zio pun tak sanggup untuk mencicipinya. Aneh. Itulah yang dia rasakan. Rasanya sangat berbeda dengan apa yang sudah di buat oleh bibi.


Tapi, Zio pun hanya bisa pasrah mengikuti saran dari para bibi di rumahnya. Karena kedua orang tuanya dan juga orang tua Raya sudah pulang. Karena itu dirinya hanya bisa pasrah.


"Sayang, ini gado-gado nya." Ucap Zio masuk ke dalam kamar.


Mata Raya berbinar melihat gado-gado yang di bawakan oleh Zio seperti sebelumnya. Raya pun duduk di tempat tidurnya.


"Abang yakin rasanya tidak aneh lagi kan?" Raya.


"Entahlah sayang. Abang tidak tau gado-gado mana yang kamu inginkan." Zio.


"Hm... Maafkan Raya Bang." Ucap Raya sendu.


"Tidak apa-apa sayang. Selagi ada yang menbuat gado-gado ini semua tidak masalah. Ayo di coba sayang nanti keburu ga enak malah." Ucap Zio mengusap pipi Raya.


Kemudian Raya pun mulai menyendokkan gado-gado nya ke dalam mulutnya dan tidak seperti yang Zio bayangkan. Justru gado-gado yang rasanya tak jelas buatan tangannyalah yang malah di lahap habis oleh Raya.


"Ini enak Bang. Abang beli di mana? Raya suka." Ucapnya sambil mengunyah gado-gado nya.


Zio tersenyum getir melihatnya. Dirinya tak menyangka jika rasa gado-gado yang tak jelas buatan tangannya itu justru di puji oleh istrinya. Bahkan Raya melahapnya hingga habis.

__ADS_1


🌻🌻🌻


__ADS_2