
Pagi hari Tita sudah menyiapkan Keina untuk di bawa ke rumah Ayumi. Sementara Ken menemani Keina bermain. Setelah Tita siap Tita pun bergantian menjaga Keina. Tinggallah Ken bersiap untuk ke kantor.
Setelah sarapan Ken mengantarkan Tita dan Keina terlebih dahulu sebelum dirinya ke kantor. Tita dan Keina pun melambaikan tangannya ketika mobil Ken berlalu.
"Assalamu'alaikum... Bunda..." Panggil Tita.
Mata bening Keina memutar melihat sekitar. Dan mulutnya tampak mengerucut seperti sedang memakan sesuatu membuat siapa saja yang melihatnya gemas.
"Eh, ada Nyonya Ken. Mari silahkan Nyonya Ibu sedang di belakang." Sapa Bibik.
"Terima kasih Bi." Ucap Tita.
Tita pun menuju tempat yang di tuju dimana Ayumi berada. Dan dilihatnya Ayumi tengah berbincang dengan temannya. Tita pun mendekat.
"Bunda." Panggil Tita.
"Aaa... Kesayangan Bunda. Sini sayang." Ucap Ayumi mengambil Keina.
Sementara Tita menyapa kedua teman Ayumi. Ayumi memperkenalkan Tita istri Ken dan Kedua teman Ayumi menunduk hormat. Karena mereka tau siapa Ken. Bukan tau siapa Tita. Mungkin keduanya akan sangat menunduk jika tau siapa Tita.
"Glad ada di rumah Kak?" Tita.
"Di kamarnya." Ayumi.
"Tita tinggal ke kamar Glad dulu ya Kak." Pamit Tita.
"Oke. Biarkan Keina disini ya." Ayumi.
"Oke." Tita pun berpamitan kepada kedua teman Ayumi.
Setelah Tita pergi ke dua teman Ayumi menanyakan tentang siapa Tita.
"Jeng, Ken nikah sama anak pengusaha?" Teman Ayumi 1.
"Hm... Lebih tepatnya dia sendiri yang mengelola." Ayumi.
"Owh! Perusahaan mana?" Teman Ayumi 2.
"Hm.. MD grup." Jawab Ayumi santai.
"Hah! Dia anak Kevin Durant?" Teman Ayumi 1.
"Bukan, Anaknya mendiang Martin." Ayumi.
"Hah! Serius Jeng?" Teman Ayumi 1.
"Kenapa harus becanda. Dia memang anaknya hanya saja dia paling tidak suka jika orang mengenalnya karena mendiang Ayahnya. Makanya dia mencetak prestasi sendiri." Bangga Ayumi.
__ADS_1
"Wow! Keren sekali dia." Teman Ayumi 2.
"Yah, orang mengenalnya sebagai perawat di rumah sakit keluarga." Ayumi.
"Tempat suami mu Jeng?" Teman Ayumi 2.
"Iya. Semuda itu dia sudah S3." Ayumi.
"Keren sekali." Puji Teman Ayumi 1.
"Itu kenapa Ken begitu mencintai Tita. Tita wanita sempurna. Walaupun dirinya di kelilingi kemewahan tali dirinya begitu sederhana. Bahkan dirinya tak menggunakan jasa baby sitter untuk mengurus anaknya ini." Bangga Ayumi lagi.
"Wow!" Ucap kedua teman Ayumi.
Dan mereka pun terus berlanjut memperbincangkan segala sesuatu sampai semua teman sosialitanya berkumpul dan benar saja. Semua di buat gemas oleh Keina dan Keina begitu anteng dalam pangkuan Ayumi.
Sementara Tita menonton drama bersama Gladys. Gladys yang sudah lulus sekolah sedang menunggu penerimaan mahasiswi. Gladys memilih kuliah di jurusan Akuntansi ketimbang kesehatan seperti orang tuanya juga Kakaknya.
Gladys tak ingin masuk kesehatan karena takut melihat hantu itu alasannya. Menurutnya di rumah sakit itu terdapat hantu dan kemungkinan saat dirinya bertugas akan melihat hantu.
Alasan yang konyol memang 😂😂🤭
Akhirnya Rehan dan Ayumi pun mengiklaskan Gladys untuk berkuliah di universitas pilihan Gladys dengan jurusan yang dia mau. Tita masuk ke dapur Ayumi untuk membawa minum untuknya dan mengambil beberapa camilan.
"Ah, Nyonya biar kami saja yang melakukannya." Tawar bibi.
"Maaf Nyonya." Ucap Bibi.
"Tidak perlu meminta maaf. Saya memang yang mau melakukannya sendiri." Tita.
Beberapa teman Ayumi memperhatikan Tita. Mereka pun saling bertanya siapa perempuan muda dan cantik yang berada di rumah Ayumi. Mereka mengira itu adalah calonnya Gagah.
"Jeng, itu calonnya Gagah ya." Tunjuk teman Ayumi.
"Mana?" Tanya Ayumi.
"Itu yang sedang berjalan dari dapur." Tunjuk temannya pada Tita.
"Owh! Itu Tita mommy bayi ini." Jawab Ayumi santai.
"Hah! Semuda itu punya bayi selucu ini?" Tanya teman Ayumi lagi.
"Iya. Itu istrinya Kenzo adik ku." Ayumi.
"Wow! Beruntung banget si Ken dapet cewek cantik banget lagi. Pasti Ken sangat posesif." Ujar teman Ayumi yang lain.
"Hm... Bagitulah." Ayumi.
__ADS_1
"Pantas saja Keina begitu lucu dan cantik. Bibitnya unggul begitu. Ken gagah dan tampan dan ibunya cantik luar biasa." Puji salah satu teman Ayumi.
"Terima kasih." Ucap Ayumi.
Mereka pun kembali berbincang dan sesekali menggoda Keina yang begitu anteng hingga tertidur di pangkuan Ayumi begitu saja. Semua merasa takjub dengan bayi Keina yang tidak rewel seperti kebanyakan bayi. Apalagi ini dia bukan dalam gendongan ibunya.
Hingga tak terasa waktu begitu cepat berlalu. Matahari sudah berada tepat di atas kepala kita. Teman-teman Ayumi pun satu persatu berpamitan. Ayumi pun mengantarkan teman-temannya.
Setelah itu dia membawa Keina masuk kedalam kamarnya dan menidurkan bayi gembul itu. Ayumi, Tita dan Gladys makan siang bersama. Ayumi meminta salah satu bibi untuk menjaga Keina yang tertidur.
Saat mereka telah menyelesaikan makannya bibi datang membawa Keina dalam gendongannya.
"Loh! Bangun Bi? Nangis ya?" Tita.
"Tidak Nyonya. Saat saya lihat dedek sudah terbangun dan tengah bermain sendiri. Karena kasian saya pun menggendongnya." Jelas Bibi.
"Owh! Sini Bi. Mungkin haus." Tita.
Bibi pun memberikan Keina pada Tita. Kemudian Tita membawa Keina masuk ke dalam kamar tamu untuk memberikan sumber kehidupan pada Keina. Keina pun menghisap ya dengan lahap. Maklum saja karena beberapa jam dirinya belum mendapatkan asupan kehidupannya karena ikut menemani Ayumi bergosip.
"Dedek laper ya sayang. Pelan-pelan ya sayang nanti tersedak." Ucap Tita pada buah hatinya seraya mengusap lembut kepala bayi mungil tersebut.
Gladys dan Ayumi datang menyusul Keina dan Tita yang tengah menghisap sumber kehidupannya.
"Aduh, Dedek. Ga mau bagi-bagi nih sama Kakak." Ucap Gladys menggoda Keina.
Seolah mengerti Keina pun memegang sumber kehidupannya dengan tangannya dan melirikan bola matanya pada Gladys membuat Gladys gemas di buatnya.
"Ya ampun dedek pelit deh. Boleh dong Kakak minta." Rayu Gladys lagi.
Namun tak di sangka Keina menggeramkan suaranya seperti tengah marah membuat Ayumi dan Tita tertawa dan Gladys berpura-pura ngambek dengan mengerucutkan bibirnya melihat Keina.
"No Kakak. Ini punya dedek." Ucap Tita membela anaknya.
"Hm... Baiklah. Kalo begitu nanti Kakak ga akan bagi es krim buat adek." Gladys.
Dan mereka kembali di kagetkan dengan reaksi jawaban Keina. Bayi yang belum mengerti apapun seolah mengerti apa itu es krim. Keina melepaskan sumber kehidupannya dan menoleh ke arah Gladys.
"Apa?" Tanya Gladys menahan tawa.
"Euh..." Ucap Keina nengeluarkan suara khas bayinya.
"Mau es krim? Ngga boleh." Ucap Gladys menggoda.
Tanpa di sangka Keina pun menarik bibirnya seolah akan menangis dan tak lama pecahlah tangisnya sambil menelusup ke perut Tita. Bayi mungil itu seolah mengerti jika dirinya di jahati Kakak sepupunya. Dan setelah Keina menangis semua pun kelimpungan membujuknya sementara Tita menahan tawanya.
🌻🌻🌻
__ADS_1
Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏