Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Kehamilan Sinta


__ADS_3

Minggu begitu cepat berlalu. Ken dan Tita sudah tiba dan berkumpul kembali bersama dengan anak dan menantu. Kehamilan Keina dan Raya pun semakin membesar. Mereka akan mengadakan acara tujuh bulanan Keina dan Raya.


Olla dan Tita sepakat acara mereka akan di adakan bersamaan di hotel milik keluarga Durant. Karena Keina dan Raya merupakan cucu dari Martin Durant. Daren pun tidak keberatan dengan keputusan mertuanya.


"Bang, besok setelah acara kita bobo di hotel aja ya." Keina.


"Kenapa hm? Mau berduaan ya?" Daren.


"Abang,,,," Keina.


"Iya sayang. Apapun yang kamu minta Abang akan penuhi jika Abang bisa." Daren.


"Makasih Bang." Keina.


"Kamu tambah cantik sih sayang." Daren.


"Abang... Merayu deh. Bukannya Kein tambah gendut begini." Keina.


"Kamu ga gendut sayang. Kamu itu seksi." Daren.


"Abang iiih... Jangan gombal melulu deh." Keina.


"Abang ga gombal sayang. Kenyataan. Love you.." Daren.


Keina pun menyusupkan wajahnya ke dada Daren dan memeluk Daren erat. Tak lama Keina pun tertidur dengan lelap. Daren mencium puncak kepala Keina sebagai ucapan selamat malam.


Tak lama Daren pun ikut terlelap dengan memeluk Keina. Sementara Zayn tengah di buat pusing karena Sinta menginginkan sate ayam di tengah malam. Bersamaan dengan mobil Zayn keluar dari rumah mobil Andre pun keluar dari halaman rumahnya.


"Mau kemana Lu?" Andre.


"Cari sate gw. Lu mau kemana malem-malem begini?" Zayn.


"Adek Lu minta soto Bandung." Andre.


"Cari dimana?" Zayn.


"Ga tau gw. Jalan aja dulu dari pada Zizi nangis." Andre.


"Ya udah. Lu jalan dulu gw mau cari dekat taman aja." Zayn.


"Lu kasih tau gw kalo nemu soto bandung ya." Andre.


"Lu juga ya." Zayn.


Mereka pun pergi beriringan. Beruntung di dekat taman Zayn menemukan penjual sate ayam dan hanya tinggal satu porsi lagi. Sementara Andre harus mencari sedikit jauh setelah salah satu orangnya memberitahukan dan membelikannya.


Zayn lebih dulu datang karena jarak taman dengan rumah hanya beberapa menit saja. Sementara Andre harus menempuh jarak yang lumayan.

__ADS_1


"Sayang,, ini satenya." Ucap Zayn membawakan sate dalam piring ke dalam kamar.


Dengan mata yang berbinar Sinta menyambut sate yang di bawakan Zayn. Sinta langsung melahap satenya hingga tak bersisa lagi di dalam piring. Zayn tersenyum bahagia melihat Sinta melahap satenya.


"Udah." Ucap Sinta memberikan piring kosong pada Zayn.


"Minumlah. Abang simpan piring dulu." Zayn.


"Makasih Bang." Sinta.


Setelah menyimpan piring Zayn langsung kembali ke kamar dan sesampainya Zayn di kamar Zayn melihat Sinta yang sudah meringkuk tertidur. Zayn membenarkan selimut Sinta kemudian mengecup kening Sinta.


Menjelang dini hari barulah Zayn bisa memejamkan matanya. Andre pun berhasil membawakan Soto bandung untuk Zizi. Dan Zizi pun melahapnya hingga tandas.


Pagi hari Dua pasang suami istri itu pun sama-sama kesiangan karena baru saja memejamkan mata mereka dini hari tadi. Melan dan Olla sama-sama panik karena mereka harus segera ke hotel untuk bersiap.


"Andre..." Panggil Melan sedikit meninggikan suaranya sambil mengetuk pintu kamar Andre dan Zizi.


Andre bangkit dari tidurnya perlahan. Kemudian membuka pintu kamar.


"Ada apa Mam?" Andre.


"Kamu kok masih tidur. Ayo cepet bersiap, Abang kamu kan mau acara tujuh bulannya Kak Keina." Ucap Melan dengan meninggikan suaranya.


"Huaa.... Huaaa...."


Suara tangis Zizi terdengar oleh Melan dan Andre membuat keduanya panik langsung masuk ke dalam kamar. Begitu juga dengan Abi yang mendengar tangisan Zizi.


"Kenapa sayang?" Tanya Melan.


"Huaa.....Hua... Mami jangan marahin Abang.. Huaa..... Ini salah Zizi... Huaaa..." Ucap Zizi di sela tangisnya.


"Sssttt... Ngga sayang. Mami ga marah kok." Ucap Andre menenangkan.


"Iya sayang. Mami hanya membangunkan kalian saja." Ucap Melan lembut.


"Huaa... Tapi Mami tadi marah." Zizi.


Melan menengok ke arah Abi meminta bantuannya.


"Sayang, anak Papi. Biar Mami Papi marahi lagi ya. Karena Mami sudah memarahi Abang. Sekarang kesayangan Papi mandi ya bersama Abang." Ucap Abi membujuk Zizi.


"Papi janji.." Zizi.


"Iya sayang. Ayo Abang temani Zizi mandi ya. Mami minta maaf." Ucap Abi mengerlingkan matanya.


"Mami minta maaf ya sayang." Ucap Melan.

__ADS_1


Zizi menganggukkan kepalanya kemudian bangkit di bantu Andre menuju kamar mandi. Keduanya pun mandi bersama. Sementara Melan dan Abi keluar dari kamar mereka.


Melan mendudukkan dirinya di sofa masih merasa bingung dengan Zizi yang tiba-tiba menangis.


"Kenapa sayang?" Tanya Abi.


"Mami bingung Pi. Apa tadi suara Mami kenceng banget ya. Sampe Zizi nangis begitu." Tanya Melan bingung.


"Ga perlu di fikirkan sayang. Itu biasa." Abi.


"Maksud Papi biasa?" Melan.


"Nanti kita cari jawabannya setelah acara Abang selesai ya. Sekarang kita fokus ke Abang saja. Dan Mami harus bersiap jika saat acara nanti Zizi tiba-tiba menangis lagi." Abi.


"Kenapa Papi mendo'akan Zizi menangis lagi?" Melan.


"Papi tidak mendo'akan. Ayo sarapan. Biar Andre dan Zizi menyusul." Ajak Abi.


Melan pun mengikuti langkah Abi walaupun dirinya masih bingung dengan ucapan Abi dan sikap Zizi yang tiba-tiba menangis tadi.


Sementara Olla di buat kebingungan karena Sinta sejak tadi mengeluarkan semua isi perutnya hingga wajahnya pucat. Zayn pun tak tega melihat Sinta yang terus mengeluarkan isi perutnya.


"Bagaimana ini Bun?" Zayn.


"Sebaiknya minta Angga ke mari dulu memeriksa Sinta." Olla.


"Abang tidak mengangkat telfon Zayn Bun." Zayn.


"Dokter Lia saja." Olla.


"Bi, tolong hubungi Dokter Lia dan minta ke sini." Titah Zayn.


Tak lama dokter Lia pun datang untuk memeriksakan keadaan Sinta. Setelah melakukan pemeriksaan dan bertanya jawab dengan Sinta. Dokter Lia meminta sinta untuk mengeluarkan urinnya pada wadah yang di bawa olehnya.


Dokter Lia mengatakan jika itu di lakukan untuk periksaan lebih lanjut. Akhirnya Sinta dengan di bantu Zayn masuk ke dalam kamar mandi untuk mengeluarkan urine nya.


"Apakah ini cukup dokter?" Tanya Zayn membawa urine yang sudah di tampung.


"Cukup Pak. Sebentar." Ucap Dokter Lia mengambil alih urine dalam wadah.


Zayn membawa Sinta kembali ke tempat tidur. Dokter Lia mencelupkan alat tes kehamilan. Setelah ada hasilnya Dokter Lia pun membawa hasil tesnya mendekati Sinta dan Zayn.


"Selamat ya Bu, Pak. Istri Bapak positif hamil. Untuk memastikan kehamilannya sebaiknya Bapak dan Ibu memeriksakannya ke dokter kandungan."Dokter Lia.


"Hah! Benar Dok? Istri saya hamil?" Tanya Zayn dengan mata berkaca-kaca begitupun dengan Sinta.


"Dari hasil pemeriksaan dan tanya jawab saya dengan Ibu. Benar begitu Pak." Dokter Lia.

__ADS_1


"Alhamdulillah... Terima kasih sayang." Ucap Zayn menciumi wajah Sinta bertubi-tubi.


🌻🌻🌻


__ADS_2