
Pagi ini semua bersiap menuju hotel tempat di adakannya acara resepsi Gagah dan Laras. Gagah dan Laras sudah meluncur lebih dulu ke tempat acara. Sementara yang lain belakangan. Ken di sibukkan dengan dua bidadarinya yang begitu menginginkan perhatiannya.
Keina yang rewel sejak semalam dan Tita yang entah mengapa muntah-muntah sejak dini hari tadi. Baru saja Ken ingin tertidur setelah Keina tidur Ken kembali terbangun karena mendengar suara Tita di kamar mandi.
Ken pun segera membawa Tita ke rumah sakit untuk penanganan. Syukurlah Tita tidak perlu menginap hanya di beri beberapa obat yang aman bagi kehamilannya. Keina kembali menangis ketika menyadari jika Ken tak ada di sampingnya.
Gladys berusaha membuat Keina tenang karena Ayumi cukup sibuk mengurus persiapan Laras dan Gagah. Begitupun dengan Rehan. Sementara Tuan dan Nyonya Ito tak sanggup lagi menggendong Keina.
Melihat Gladys yang kewalahan Ibu Laras pun ikut turun tangan menenangkan Keina. Dan Keina pun sedikit tenang. Saat Ken dan Tita kembali Ken tidak melihat putrinya di kamar mereka dan ternyata Keina tertidur bersama Ibu Laras.
Dan pagi ini Keina tak bisa lepas dari Ken. Sementara Tita kembali mengeluarkan isi perutnya. Gladys dan Nyonya Laura membantu Tita. Sementara Ken berusaha memberikan Keina pada Ibu Laras.
"Apa kau suka ikan Nak?" Tanya Ibu Laras.
"Ya tuta itan." Jawab Keina dalam gendongan Ken.
"Bagaimana jika Nenek mengambilkan ikan untuk mu dan kita mandi bersama ikan?" Tawar Ibu Laras dengan takut-takut karena dirinya tak yakin Ken akan menyetujuinya juga.
"Hore,,,, bagaimana jika Daddy yang mengambilkan ikan sementara Kakak Keina bersama Nenek ke kamar mandi untuk mengisi air terlebih dahulu?" Tawar Ken merasa mendapat pencerahan.
Biarlah ikan koi peliharaan Tuan Ito menjadi korban satu atau dua ekor demi cucunya. Tuan Ito pun pasrah dengan ide mereka berdua.
Akhirnya Keina pun mau di ajak oleh Ibu Laras sementara itu Ken mangambil dua ekor Ikan kecil di kolam Tuan Ito. Ken menaruhnya di dalam ember kecil pemberian bibik. Kemudian Ken memberikannya pada Keina dan Ibu Laras.
"Terima kasih Bu." Ucap Ken.
Deg..
Ibu Laras tak menyangka jika seorang Kenzo Ito akan mengucapkan terima kasih padanya.
"Tidak perlu berterima kasih Nak." Ibu Laras.
"Pergi dan temui Tita. Biar Keina Ibu yang mengurusnya." Titah Ibu Laras.
Tanpa berbicara lagi Ken pun pergi meninggalkan mereka berdua. Ken masuk kedalam kamarnya dan melihat Tita tengah di suapi oleh Gladys sementara Nyonya Laura menemaninya.
"Bagaimana Keina?" Nyonya Laura.
"Bersama Ibu Laras Bu." Ken.
"Wow, Ibu hebat bisa membujuk Keina." Gladys.
"Dimana mereka sekarang?" Nyonya Laura.
"Mandi dengan ikan." Ken.
"Hah!" Gladys dan Nyonya Laura.
__ADS_1
"Ken mangambil Ikan di kolam Ayah dan memberikannya pada Ibu Laras dan Keina. Ibu Laras sedang memandikan Keina di kamar mandinya dan Ikan itu ikut berendam bersamanya di bathtub." Jelas Ken.
"Ayah mu?" Nyonya Laura menahan senyumannya.
"Pasrah demi kelancaran semuanya." Ken.
Semua pun tertawa mendengar penjelasan Ken. Nyonya Laura tak bisa membayangkan wajah suami tercintanya yang begitu menyayangi ikan-ikan nya itu dan merelakan ikannya di ambil oleh cucunya.
Ken mengambil alih mangkuk bubur di tangan Gladys. Dan Gladys pergi menemui Keina dan Ibu Laras di kamar Keina. Sementara Itu Nyonya Laura di minta untuk bersiap oleh Ken.
"Jika tidak memungkinkan kau istirahat saja sayang." Ucap Ken mengusap lembut pipi Tita.
"Setelah meminum obatnya semua akan baik-baik saja Mas." Tita.
"Kami yakin?" Ken.
"Ya. Maafkan Tita ya Mas. Tita begitu merepotkan Mas." Tita.
"Hei, bicara apa kamu. Tidak ada yang merasa di repotkan. Kamu segalanya buat Mas." Ucap Ken memeluk Tita.
"Setelah kelahiran ini apapun jenis kelamin anak kita Mas ingin kamu tidak mengandung lagi sayang. Mas ngga tega. Setiap kamu mengandung anak Mas kamu begitu tersiksa." Ken.
"Hei, aku begitu menikmati setiap prosesnya Mas. Dan sepertinya kedua anak kita akan begitu posesif terhadap Daddy mereka." Tita.
"Seperti Mommy nya bukan." Goda Ken.
"Ulat bulu?" Ken.
"Iya para perempuan gatal di luaran sana yang hanya menginginkan enaknya saja ga mau repotnya." Tita.
"Kenapa begitu?" Ken.
"Iyalah. Mereka hanya ingin menemani Mas di atas tempat tidur setelah itu minta jajan ini itu gak mau ngurusin Mas." Ucap Tita sedikit kesal.
"Memang menemani Mas di tempat tidur enak ya?" Goda Ken lagi.
"Maass... Ih... Sana ah." Tita.
"Hahaha... Kamu begitu menggemaskan sayang kalo udah mode cemburu gitu." Ucap Ken tergelak.
"Ih, siapa yang cemburu ngga ah." Elak Tita.
"Yakin nih ga cemburu?" Ken.
"Ngga." Tita memalingkan wajahnya.
"Duh, masa sih. Jadi pengen sun deh." Goda Ken.
__ADS_1
"Mas mesum ih." Tita.
"Ga apa-apa mesum sama istri sendiri ini." Ken.
Sementara di kamar mandi Keina Gladys ikut menyemplung di bathtub bersama Keina. Ibu Laras hanya mengawasi mereka berdua. Tersenyum hangat penuh kasih sayang. Dirinya terkenang saat masih hidup bersama mendiang Ayah Laras.
Dirinya dan Laras lah yang berada di posisi Keina dan Gladys sementara mendiang Ayah Laras hanya diam menemani mereka bermain air di dalam kamar mandi hotel saat mereka pergi liburan.
Namun, semuanya hancur saat suami tercintanya harus pergi meninggalkan mereka berdua dan lebih hancur lagi ketika Ayah tiri Laras datang kedalam kehidupan mereka berdua.
Dirinya harus merelakan kehilangan segalanya. Dunianya, dunia anaknya juga semua harta bendanya. Kini semua hanya tinggal masa lalu. Dan sekarang hanya rasa ketakutan yang ada di dirinya
Gladys melihat Ibu Laras melamun. Gladys mencoba memanggilnya dan Ibu Laras hanya diam mematung menatap mereka berdua sedangkan fikirannya entah kemana.
"Bu," Panggil Gladys.
Ibu Laras masih diam.
"Ibu." Panggil Gladys lagi dan Ibu Laras pun masih terdiam.
"Ene...." Teriak Keina.
"Hah! Kenapa sayang?" Jawab Ibu Laras gelagapan.
"Kenapa Ibu melamun?" Tanya Gladys.
"Ti.. Tidak Ibu tidak melamun." Elak Ibu Laras.
"Bagaimana tidak melamun sejak tadi Glad panggil Ibu hanya diam saja."Gladys.
"Benarkah?" Ibu Laras.
"Ya." Jawab Gladys dan di angguki oleh Keina.
"Ibu hanya gugup memikirkan acara siang nanti. Sedangkan jam segini saja kita masih berada di rumah dan kalian belum juga selesai mandi." Ibu Laras.
"Up's! Maaf Bu. Kita melupakan acaranya karena asik bermain." Gladys.
"Aap Ene." Keina.
"Oke Nenek Maafkan. Klo begitu ayok kita bilas dan berganti pakaian. Kita harus segera bersiap." Ibu Laras.
Keina dan Laras oun keluar dari bathtub dan mengguyur badan mereka di bawah guyuran air shower. Gladys membersikan badan Keina dan menyimpan dua ikan yang sudah mabok kedalam wadah.
🌻🌻🌻
Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏
__ADS_1