Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Peka


__ADS_3

Sebulan berlalu. Baby Keina semakin montok dan membuat siapapun yang melihatnya gemas. Apalagi sekarang Keina sudah bisa di ajak berbincang ala bayi. Tuan dan Nyonya Ito bagai memiliki mainan baru. Setiap saat akan menanyakan Keina jika mereka tak melihatnya.


Bahkan ketika Olla bergurau akan membawa Keina pulang Nyonya Laura dengan tegas memarahinya walaupun dirinya tau kakak dari menantunya itu tak sungguh-sungguh akan membawa cucunya.


"Kau buatkan kami lagi yang seperti ini Ta. Agar tak menjadi rebutan." Nyonya Laura.


"Ibu, sakitnya masih Tita rasa loh." Tita.


"Kau belum memberi jatah pada anak nakal itu?" Nyonya Laura.


"Tentu belum Bu. Bisa-bisa Tita tidak bisa bernafas. Baru saja melahirkan Tita sudah di buat hamil oleh Mas Ken." Tita.


"Ngga gitu juga Ta." Olla.


"Bagaimana ngga Kak. Setelah menikah saja Tita tidak di beri istirahat Mas Ken langsung isi perut Tita oleh bayi montok ini." Protes Tita.


"Kau benar juga Ta. Sudah, kamu saja yang hamil. Minta Tanio isi perut mu itu." Nyonya Laura.


"Ibu, Zio masih terlalu kecil." Olla.


"Tiga tahun kau bilang kecil. Lah, apalagi ini masih merah begini." Nyonya Laura.


"Masih berKB Kak?" Tita.


"Hm.. Masih. Rencananya setelah Zio empat tahun nanti Kakak lepas KB." Olla.


"Eh, Melan aja udah isi. Makanya kemarin dia ga bisa ikut bersama Kak Abi ke sini. Kasian banget dia." Tita.


"Iya, dia bisa ga sadar sih kalo lagi isi." Olla.


"Kehamilannya kali ini katanya benar-benar tak merasakan apapun. Kalau saja tak keluar plek mungkin dia sudah berada di sini kemarin dan baru akan mebyadari kehamilannya setelah sampai di sini." Tita.


"Itulah. Jika kehamilan pertama kalian mengalami hal-hal yang tidak mengenakkan seperti mengidam yang aneh pada kehamilan berikutnya belum tentu. Melan contohnya." Nyonya Laura.


"Iya juga ya Bu. Melan bahkan sekarang usia kehamilannya sudah tiga bulan." Olla.


"Ayo lepas saja KB nya agar anak kalian tidak berjarak jauh juga." Nyonya Laura.

__ADS_1


"Iya. Zio dan Brian usianya hanya selisih dua bulan saja. Keina tak ada saingan. Ayo Kak bikin lagi kaya Melan." Tita.


"Hus! Kamu itu kalo ngomong." Olla.


Mereka bertiga pun berbincang hangat dengan di sertai celotehan-celotehan Zio dan Keina. Sementara Jessie tengah menantikan detik-detik kelahiran baby twin nya. Jessie selalu di temani Aiko selama Aldi berdinas.


Kevin Durant akan datang beserta keluarga yang lainnya hanya saja batal karena ada sesuatu hal. Bagas dan keluarganya juga tak pernah absen datang ke rumah utama untuk bertemu dengan Keina.


Tita dan Ken bersyukur karena banyak orang menyayangi buah hati mereka. Keina pun selalu menunjukkan senyumannya ketika ada orang menyalanya membuat siapa saja gemas.


Sore hari Olla dan Zio panit untuk pulang. Nyonya Laura tak mengijinkan karena Nyonya Laura menyukai Zio. Karena jika Keina tidur ada Zio yang akan berceloteh dengannya. Namun, apa mau di kata Zio dan Olla pun harus pulang.


Nyonya Laura pun dengan terpaksa mengijinkan Olla dan Zio pulang. Nyonya Laura pun mengancam Olla untuk secepatnya main ke rumah utama.


"Hati-hati ya Kak. Jika sudah sampai kabari Tita." Ucap Tita saat mengantarkan Olla dan Zio hingga ke teras rumah.


"Iya. Nanti Kakak kabari ya." Olla.


Olla dan Zio pun masuk ke dalam mobil yang siap mengantarkannya pulang. Olla menggunakan supir setelah kelahiran Zio karena Tanio tidak akan mengijinkan Olla pergi sendiri tanpa supir.


"Keina menangis Bu?" Tita.


"Tidak. Hanya sedikit rewel. Mungkin dia sadar jika saudaranya pulang." Nyonya Laura.


"Kalo begitu Tita mandikan saja sekalian Bu. Setelah itu main bersama Ibu lagi." Tita.


"Ya sudah. Mandi dulu ya sayang sama Mommy nanti main lagi sama Oma." Nyonya Laura.


"Oke Oma. Setelah wangi Keina main lagi sama Oma." Ucap Tita menirukan suara anak kecil.


Tita pun membawa Keina ke dalam kamarnya. Keina sudah Tita dan Ken biasakan tidur sendiri dengan pengawasan tentunya. Tita dan Ken sengaja tidak menggunakan jasa baby sitter. Karena Tita merasa dirinya ga ada kerja jika Keina di berikan pada baby sitter.


"Kita mandi sebentar ya sayang. Nanti main bersama Opa dan Oma di depan." Ucap Tita pada putrinya.


Keina pun seolah mengerti apa yang di ucapkan Tita, Keina terus berceloteh dan tersenyum pada Tita. Membuat Tita gemas saat memandikannya. Keina terus menggerakkan kedua kaki dan tangannya.


Setelah siap dan wangi Tita membawa Keina kedepan seperri janjinya. Tuan dan Nyonya Ito tengah bersantai di halaman depan dengan di temani secangkir teh dan beberapa camilan yang di siapkan Bibi.

__ADS_1


"Wah, cucu Opa sudah cantik. Sini sama Opa." Ajak Tuan Ito ketika melihat Tita keluar dengan membawa Keina.


Tita pun memberikan Keina pada Tuan Ito dan dirinya pamit untuk membersihkan diri sebelum dirinya pun ikut bergabung bersama mereka sekalian menunggu Ken pulang kantor. Karena setelah kelahiran Keina Ken selalu pulang lebih cepat.


Keina anteng di pangkuan Tuan Ito sesekali Keina menguap karena terkena angin sore membuat Keina terbuai. Tuan Ito sedikit menggoyang-goyangkan kakinya agar Keina tertidur. Dan tak perlu menunggu waktu lama Keina pun tertidur.


"Wealah, di ajak maib kok malah tidur cantik." Nyonya Laura.


"Biarkan saja Bu. Palingan ngga lama dia tidur. Sebentar mendengar mobil Daddy nya datang dia akan terbangun dengan sendirinya." Tuan Ito.


Ya begitulah Keina akan terbangun jika mobil Ken memasuki halaman rumah utama. Dimana pun Keina tertidur pasti dia akan terbangun karena Ken datang.


"Memang sejak dalam perut anak ini selalu peka terhadap Daddy nya." Nyonya Laura.


Tak lama Tita keluar dan ikut bergabung dengan Ayah dan Ibu mertuanya.


"Loh, Kein tidur Yah." Tita.


"Iya baru saja." Tuan Ito.


"Kalo gitu Tita bawa masuk aja Yah." Tita.


"Ngga usah. Biar begini saja. Nanti sebentar lagi Ken datang juga dia bangun." Tuan Ito.


"Iya juga sih.." Ucap Tita.


Mereka pun berbincang tak lama terlihat mobil Ken datang dan penjaga pun membukakan pintu gerbang. Dan benar saja Keina langsung menggeliat di pangkuan Tuan Ito. Padahal mereka mendengar suara mobil Ken pun belum.


"Lihatlah dia seolah tau Daddy nta yang datang." Tunjuk Tuan Ito pada cucunya.


"Astaga! Keina kamu memang sangat peka dengan kehadiran Daddy kamu." Nyonya Laura.


Sementara Tita hanya tersenyum melihat putrinya yang menggeliat dan mengerjapkan matanya menyesuaikan dengan cahaya membuat Tita merasa gemas melihatnya.


🌻🌻🌻


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2