Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Bertemu Aiko


__ADS_3

Aldi yang merasa tersinggung hanya bisa diam dan tersenyum kecut sementara Jessie ikut tertawa karena tak pernah tau jika suaminya lah yang menjadi masa lalu Tita.


"Onty sempet pacaran ya dulu?" Tanya Jessie.


Mendengar pertanyaan Jessie semua pun terdiam sesaat kemudian kembali memasang wajah biasa.


"Pernah dong Kak. Jangan salah, banyak yang mau sama Adek yang satu ini sebenernya tapi atas nama setia cenderung ke bodoh Tita tetep bertahan dengan status yang katanya pacaran tapi tak pernah nyata." Olla.


"Maksudnya LDR gitu?" Jessie.


"Mending LDR jelas orangnya. Nah ini tinggal satu kota tapi jarang ketemu bisa di bilang ga oernah ketemu dengan seribu alasan yang ga masuk akal. Bahkan satu tempat kerja." Olla.


"Hah! Berarti mantannya Onty ada di tempat kerja Kak.Rehan sama Mas.Al dong." Jessie.


"Ada banget Kak Jess." Gladys.


"Udah ih, kok ngomongin mantan Tita sih. Ngga penting banget deh." Tita.


"Cie marah. Masih sayang ya?" Goda Olla.


"Ngga lah. Kan hati Tita cuma buat Daddy nya dd utun." Ucap Tita mantap memeluk Ken dari samping.


"Terserah berapa mantan Tita dan nyata atau tidak yang pasti Kenzo Ito pemenangnya." Ken.


"Dan bucinnya ngga ketulungan." Gladys.


"Setuju." Gagah dan Tanio bersamaan.


"Biarin, bucin sama istri sendiri ini." Ken mengeratkan pelukkannya.


Jangan di tanya bagaimana ekspresi Aldi di sana. Antara kesal dan malu bercampur aduk di hatinya. Marah karena dirinya di anggap pacar tak nyata malunya memang itulah dirinya saat berstatus pacar Tita. Bahkan di pernikahannya Tita memberikan hadiah sebuah rumah mewah yang sudah tiga bulan lebih di tinggalkan.


Tita meminta bibik untuk menyiapkan makan siang mereka lesehan di karpet. Dan yang lain pun ikut lesehan. Suasana makan siang yang begitu hangat dengan berkumpulnya semua keluarga kecuali Aiko dan Artur yang belum datang.


Artur yang berjanji akan datang di sore hari sementara Aiko tak tau akan hadir atau tidak mengingat dirinya sangat malu terhadap keluarganya karena tertangkapnya pimpinan BM grup.


Aiko pun memutuskan perjodohan antara Jessie dengan anak dari BM grup karena anaknya pun ikut terciduk polisi karena kasus prostitusi.


"Mas, Kayanya Tita mau bobo dulu deh. Tapi di temenin Mas ya." Pinta Tita.


"Kamu baru selesai makan Sayang." Nyonya Laura.

__ADS_1


"Tapi mata Tita lengket Bu." Tita.


"Ngga apa-apa Bu. Permisi semuanya. Kita istirahat dulu." Pamit Ken.


Ken pun membantu Tita untuk bangun dan Tita pun menggelayut manja pada Ken. Begitulah Tita ketika Ken ada di rumah. Tita akan sangat manja menempel pada Ken.


"Ish.. Onty kalo ada Oncle nemplok." Gladys.


"Makanya kamu udah gede cari pacar jangan sembarangan." Ayumi.


"Ceh, Bunda nyambung aja deh." Gladys.


"Emang udah punya pacar Glad?" Olla.


"Belum dan ngga mau dulu Onty." Jawab Gladys.


"Kenapa Glad? Bohong ah masa adeknya Kakak yang cetar begini belum punya pacar?" Jessie.


"Ngga mau Kak. Biar nanti aja Glad sukses dulu baru cari calon suami. Biar kaya onty Tita." Gladys.


"Onty Tita kan spesial Glad." Tanio.


"Iya, Princess yang pura-pura jadi upik abu." Gladys.


"Bukan dong Onty. Onty Tita itu princess yang tak terlihat. Jadi, orang liat dia upik abu padahal Princess." Gladys.


"Klo Onty princess kok cowoknys dulu ga ninggalin dia dong?" Gagah.


"Nah, itu dia. Pacarnya dulu ga bisa liat pancaran aura princessnya Onty. Jadi, dia liatnya klo Onty itu upik abu yang akan menyusahkan hidupnya." Gladys.


Sampai semua bubar Aldi masih tetap diam. Sesekali Tanio melirik ke arahnya. Aldi tak berani mengajak bicara Tanio. Ken turun setelah Tita tertidur. Duduk di dekat Tanio dan Aldi.


Zio terbangun dan Olla membawanya keluar. Saat Olla menuntun Zio yang selalu ingin berjalan masuklah Aiko yang baru saja datang. Seketika wajah Olla menegang. Pasalnya Olla baru saja tau cerita Jessie.


Olla pun hanya menundukkan kepalanya hormat. Aiko membalasnya kemudian kembali berjalan masuk. Aldi melihat kedatangan ibu mertuanya.


"Mami." Ucapnya lirih tapi masih bisa di dengar oleh semuanya.


Semua menoleh ke arah depan dan Aiko berjalan dengan santainya. Aiko mengernyitkan dahinya melihat Aldi tengah duduk santai bersama yang lainnya. Aiko pun mengedarkan pandangannya mencari sosok Jessie anaknya.


Jessie yang baru saja dari kamar mandi berjalan dengan santai menuju kerumunan semuanya yang dududk santai di permadani. Dan Jessie pun berdiri mematung ketika meilhat Aiko yang berdiri tak jauh dari sana.

__ADS_1


"Pi...Pi.. Pi..." Celoteh Zio membuyarkan lamunan semua yang ada di situ.


Olla langsung mengangkat Zio dan mendekati Tanio. Aiko kembali berjalan mendekati Jessie yang masih diam berdiri tanpa bersuara. Aiko melihat ke arah perut Jessie yang membuncit. Sementara Jessie terus menatap Aiko lurus


Aldi bangkit dan menghampiri keduanya. Gladys sudah memberi kode pada Gagah namun, kali ini Gagah hanya diam memperhatikan. Begitupun dengan yang lainnya.


"Jessie." Ucap Aiko lirih.


"Mi." Jawab Jessie mengulurkan tangannya.


Aiko membalas uluran tangan Jessie. Jessie pun mencium punggung tangan Aiki begitu juga dengan Aldi yang melakukan hal yang sama. Aiko hanya diam melihat keduanya. Kemudian Aldi berdiri di samping Jessie.


Aiko mengulurkan tangannya dan mengusap perut Jessie. Matanya berkaca-kaca melihat perut Jessie yang membuncit.


"Berapa bulan?" Ucap Aiko.


"Tiga bulan jalan Mi." Jawab Aiko.


Aiko menatap Jessie. Dirinya merasa Jessie salah mengucapkan usia kehamilannya. Karena tidak mungkin usia kehamilan tiga bulan sementara perut Jessie sudah membuncit. Dan Jessie mengerti arti tatapan Aiko.


"Di dalam sini ada dua baby Mam." Jessie.


Aiko menutup mulutnya tak percaya mendengar ucapan Jessie. Mengingat dirinya akan menggugurkan kandungan Jessie jika di ketahui Jessie hamil anak Aldi karena semula Aiko akan menjodohkan Jessie dengan anak dari BM grup sebelum mengetahui seperti apa BM grup.


"Jess, duduklah. Terlalu lama berdiri." Nyonya Laura.


Jessie pun menuruti perkataan Omanya. Aldi membantu Jessie duduk di susul Aiko duduk di samping kiri Jessie. Jessie sedikit waspada pada Maminya sendiri.


Semua menegang menantikan apa yang akan di lakukan Aiko pada Jessie. Bahkan Tuan Ito pun hanya bisa diam melihat keadaan.


"Kalian kemana saja. Mami berkali-kali kerumah." Aiko.


"Maaf Mi. Sejak hamil Jess banyak permintaan sama Mas.Al. Jess menginap di rumah Mama, di hotel, di apartemen tergantung maunya dd utun." Jessie.


"Apartemen?" Aiko.


"Iya Mih. Mas.Al sampai membeli apartemen karena Jess ingin tidur di apartemen." Jessie.


Aiko manatap menantunya. Aldi hanya diam.


🌻🌻🌻

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏


__ADS_2