
Laras pergi ke kamarnya untuk memanggil Gagah makn siang. Tita ke dapur meminta bibik menyiapkan makan siang setelah itu Tita memanggil Tuan dan Nyonya Ito di kamar mereka. Ayumi ke kamarnya untuk menyimpan tasnya.
"Astaga! Kenapa butik Ayu pindah ke sini?!" Tuan Ito.
"Itu seragam kita untuk acara rumah sakit Yah. Sama seragam resepsi Laras dan Gagah." Tita.
"Seragam resepsi sudah jadi juga?" Nyonya Laura.
"Hm.. Itu. Hanya tinggal baju pengantinnya saja kata Kakak." Tita.
"Ga nyangka ya Yah. Ayu kita kuliahkan di kedokteran bukannya jadi dokter di malah jadi designer." Nyonya Laura.
"Makanya jalan hidup orang itu ngga ada yang tau Bu. Liat Laras saat di keluarkan dari kedokteran yang hanya tinggal selangkah lagi sedihnya ga ketulungan. Nah, liat sekarang dia malah jadi istri dokter." Tuan Ito.
"Iya Yah, Bu. Hanya saja terkadang kita merasa kurang beruntung walau nyatanya kita adalah orang yang paling beruntung." Tita.
"Makanya kita harus selalu bersyukur dengan apa yang sudah kita dapatkan." Nyonya Laura.
Saat mereka bertiga berbicara serius datanglah Ayumi, Gagah dan Laras. Laras dan Ayumi berjalan bergandengan sementara Gagah berjalan di belakangnya. Gagah merasa senang karena Laras dan Bundanya terlihat akrab.
"Ayu, kamu sudah menyelesaikan semua pakaian itu?" Tuan Ito.
"Iya Yah. Alhamdulillah bahan dan modelnya tidak terlalu rumit jadi Ayu bisa menyelesaikannya dengan cepat." Ayumi.
"Syukurlah. Lantas bagaimana baju pengantinnya?" Tuan Ito.
"Masih finishing Yah. Mungkin setelah ulang tahun rumah sakit Ayu ambil di butik." Ayumi.
"Sudah. Ayo kita makan dulu." Nyonya Laura.
Laras pun melayani Gagah dan Ayumi dengan telaten. Nyonya Laura melayani Tuan Ito sedangkan Tita mengambil makanannya sendiri.
Sementara di sebuah universitas tempat Gladys mengenyam studi Angga dengan sabar mengemong Keina yang bermain berlarian di taman kampus. Sesekali Angga memberinya minuman karena Keina tampak berkeringat karena berlarian.
Angga pun dengan terpaksa ikut berlari nengejar Keina jika Keina berlari sedikit menjauh darinya. Gladys meninggalkan mereka berdua karena ada kelas. Beruntungnya kelasnya hari ini hanya dua jam jadi Angga dan Keina tidak terlalu lama menunggunya.
Setelah menyelesaikan kelasnya Gladys menyisir taman kampus mencari dimana Angga dan Keina berada. Sudah cukup lama Gladys mencari keberadaan Angga dan Keina akhirnya Gladys nenghubungi Angga dan ternyata mereka berdua ada di mobil.
Gladys segera menyusulnya. Dan bertapa takjubnya Gladys melihat Keina tertidur dalam pangkuan Angga. Gladys tak menyangka jika Angga bisa menjaga Keina dengan baik walaupun hanya dua jam.
"Maaf sayang, kamu yang nyetir yah. Atau kamu bisa ambil alih Keina?" Angga.
"Hm. Glad coba dulu ya Kak. Kasian juga Kakak pegal." Gladys.
Gladys pun mencoba mengambil alih Keina dari pangkuan Angga namun apa yang terjadi Keina mengeratkan pelukannya pada Angga karena Keina fikir jika dirinya akan di simpan di dalam mobil dan di tinggalkan Angga.
__ADS_1
"Hm,,, kalo gitu Glad yang nyetir aja Kak. Kakak ga apa-apa kan?" Gladys.
"Ngga dong. Maaf ya sayang." Angga.
"Ngga masalah Kak." Gladys.
Gladys pun memutar menuju pintu kemudi kemudian menjalankan mobil Angga dengan kecepatan sedang karena Gladys takut jika Keina akan terbangun karena terguncang.
"Sayang, mobil merah yang di garasi itu punya siapa? Rasanya Kakak ga pernah liat keluar deh?" Angga.
"Itu punya Onty hadiah pernikahannya dari pamannya Onty." Gladys.
"Wow! Kerja dimana Yang pamannya Onty bisa membelikan mobil seperti itu?" Angga.
"Hah! Kakak ga tau siapa Onty?" Gladys.
"Istrinya Oncle Ken. Pengusaha no 2 di negeri ini." Angga.
"Kakak tau siapa no 1?" Gladys.
"MD grup dong Yang." Angga.
"Kakak tau siapa yang punya Md grup?" Gladys.
"Kalo ga salah sih udah meninggal deh Yang yang punya nya. Tapi, masih ada adiknya yang ngelola MD grup di LN. Yang di sini di kelola oleh Anaknya." Angga.
"Kalo ga salah Martin Durant sama Kevin Durant. Nah, yang masih ada itu Kevin Durant. Emang kenapa sih Yang?" Angga.
"Nah, itu yang ngasih mobil merah itu buat Onty." Gladys.
"Martin Durant?" Angga.
"Kevin Durant dong Yang. Kan Martin Durant udah meninggal sejak lama." Gladys.
"Emang apa hubungannya dengan..... Apa? Jadi, Kevin Durant itu.... Astaga! Onty anak dari mendiang Martin Durant?" Ucap Angga tak menyangka.
"Hm.." Jawab Gladys singkat.
"Pantas saja kalian takut jika Onty membekukan tabungan kalian. Jadi itu bukan hanya gertakan?" Angga.
"Tentu saja sayang. Mana ada gertakan. Onty terlihat dingin tapi jangan salah. Onty dan Oncle lebih menyeramkan Onty loh." Gladys.
"Serius?!" Angga.
"Onty memang tak pernah pergi ke perusahaan dan Onty berkuliah keperawatan tapi, jangan salah. Sekali jentik jari jangan harap kakak dapet kerjaan lain dari pekerjaan Kakak sekarang." Gladys.
__ADS_1
"Wow! Ga nyangka ternyata Kakak sudah sangat lama berdekatan dengan penerus MD grup." Angga.
"Emang kenapa? Kakak bercita-cita ingin bertemu dengan pemilik MD grup?" Gladys.
"Sayang, siapa yang tak ingin bertemu mereka? Siapapun pasti ingin berada dekat dengan mereka. Bahkan anak orang no.1 bisa berada di pelukkan Kakak." Tunjuk Angga pada Keina.
"Dulu Glad juga ga pernah menyangka jika orang yang kami Glad dan Kak Gagah bela itu anak orang no 1 loh Yang. Bahkan semua keluarga tak pernah tau. Kami pun baru mengetahuinya ketika Oncle datang meminta Onty pada Kakaknya yang ternyata Kakaknya itu sahabatnya sendiri anak orang no 1." Gladys.
"Hah! Jadi, Oncle itu sahabatnya Kak Nio?" Angga.
"Iya." Gladys.
"Kok bisa Oncle ga kenal Onty?" Angga.
"Karena Onty di asuh oleh adik dari mendiang Martin Durant Ayah dari Onty." Gladys.
"Kakak semakin mengagumi keluarga Durant Yang. Mereka orang no 1 tapi begitu rendah hati dan tak menunjukkan jika mereka sultan." Angga.
"Itulah yang kami banggakan dari Onty. Onty selalu menghormati siapapun walaupun dia hanya tukang sapu jalanan." Gladys.
"Dan Kakak juga sangat beruntung." Angga.
"Bisa deket sama Onty?" Gladys.
"Kalo itu tentu saja." Angga.
"Lalu?" Gladys.
"Karena Kakak bisa dapetin keponakannya yang paling cantik dan juga rendah hati seperti Onty nya." Angga.
Blush
"Gombal." Gladys.
"Ga apa-apa gombalnya cuma sama kamu." Angga.
"Ceh, masa sih? Yakin... Padahal denger cerita banyak sekali pasien yang klepek-klepek sama Kakak." Gladys.
"Terserah. Yang penting Kakak klepek-klepeknya cuma sama kamu." Angga.
"Udah ah. Ayo turun. Atau mau disini aja?" Tanya Gladys yang ternyata mereka sudah sampai di rumah keluarga Ito.
Angga dengan sangat hati-hati membawa Keina turun dalam gendongannya. Sementara Gladys hanya membawa tas miliknya dan berjalan di belakang Angga dan Keina.
🌻🌻🌻
__ADS_1
Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏