Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Burhan


__ADS_3

"Bagaimana jika Ayah Laras ternyata masih hidup?" Tuan Ito.


Marni menatap dalam manik mata Tuan Ito begitu juga dengan Laras. Laras melerai pelukkannya pada Gagah dan menatap dalam Opa dari suaminya itu.


"Rehan." Panggil Tuan Ito.


"Saya telah berbicara padanya untuk meminta restu menikahkan putrinya dengan putra saya." Rehan.


"Maksud anda?" Marni.


"Maafkan kami. Bukan maksud kami merahasiakan ini dari anda. Karena kami pun baru saja mengetahuinya." Rehan.


"Lebih tepatnya, kami mencari tau setelah Gagah memutuskan menikahi putri kalian. Karena kami tidak ingin terjadi sesuatu pada mereka kedepannya. Dan betapa mengejutkannya laki-laki yang di tolong Tita beberapa tahun yang lalu adalah Ayah dari Laras." Tuan Ito.


"Tita."


"Onty."


"Ya, Dulu Tita masih berdinas di rumah sakit keluarga. Malam hari Tita membawa orang dengan luka hampir di sekujur tubuhnya. Tita meminta saya untuk menolongnya dan saya dan Tim segera menyelamatkan orang tersebut. Dan bersyukur orang itu telah selamat." Rehan.


"Hanya saja yang membuat kami heran. Orang tersebut meminta kami merahasiakan keberadaanya dan dirinya menyebutkan nama dirinya Hanhan." Jelas Rehan lagi.


"Hanhan adalah nama kecil dia. Hanhan dari Burhan." Marni.


"Ayah." Lirih Laras.


Gagah memeluknya dari samping.


"Dimana Tita?" Marni.


"Tita di bawa Ken masuk karena cukup kelahan." Ayumi.


"Dimana Ayah Laras Yah?" Laras.


"Hanya Tita yang tau dimana keberadaan Hanhan sekarang." Rehan.


"Kalian berisitirahat saja dulu. Besok kita tanyakan pada Tita dimana Hanhan atau Burhan berada. Ken sudah memberitahukan padanya jika Hanhan orang yang di tolongnya adalah Ayah mu Laras." Tuan Ito.


"Jadi, Onty sudah tau?" Gagah.


"Lebih tepatnya baru tau. Karena Ken baru memberitahukannya tadi." Tuan Ito.


"Ayo Bu. Kita istirahat dulu." Ajak Gladys pada Marni.


"Dan Kau Gagah dan Laras. Istirahatlah. Kami akan pulang." Rehan.


"Ken dan Tita menginap di hotel ini jadi kalian besok pulanglah bersama mereka. Dan satu lagi. Jangan tanyakan apapun pada Tita sebelum sampai di rumah." Tuan Ito.


Setelah itu semua pun bubar dan kembali ke rumah utama. Bagas dan Hena bermalam di rumah utama. Karena Hena ingin berada di dekat Marni sahabat yang sudah lama tak bertemu.


Gladys, Hena dan Marni tidur bersama di kamar tamu tempat Marni menginap di rumah utama sementara Bagas terpaksa tidur sendiri.


Sementara di kamar hotel.


"Sayang, apa kau yakin akan membawa Hanhan bertemu dengan Laras dan Ibunya?" Ken.


"Ya. Tapi, beri waktu Tita untuk bicara padanya terlebih dahulu." Tita.


"Baiklah sayang. Besok kita temui dia." Ken.

__ADS_1


"Tidak sayang. Lebih baik malam ini saja." Tita.


"Tapi, kamu harus istirahat sayang." Ken.


"Tidak apa-apa Mas. Sebentar lagi Keina akan bangun dan kita bisa pergi." Tita.


"Oke." Ken.


Setelah menunggu Keina terbangun mereka pun pergi menemui Hanhan seperti yang sudah di rencanakan. Ken tidak menyangka jika Hanhan berada dekat dengan mereka semua. Hanhan atau Burhan Tita simpan di rumah utama keluarga Martin Durant.


"Bukankah ini rumah keluarga kamu sayang?" Ken.


"Ya. Karena tidak akan ada yang berani masuk dan tidak di ijinkan ke sini kecuali kita." Tita.


Ken membuka kaca mobilnya menyapa para penjaga yang berjaga. Tita menyembulkan wajahnya dan penjaga tersebutpun segera menundukkan kepalanya. Penjaga membukakan pintu gerbang kemudian Ken melajukan mobilnya masuk.


Ken mendudukkan Keina di pangkuan Tita yang duduk di kursi roda karena tidak di ijinkan berjalan sendiri oleh Ken.


"Mah pa My?" Celoteh Keina.


"Ini rumah Opa Keina dulu." Tita.


"Na Pa?" Keina.


"Opa telah pergi meninggalkan kita semua sayang. Tapi, didalam ada Kakek. Kita akan menemuinya." Tita.


"Tate yee..." Teriak Keina.


"Jangan banyak bergerak sayang. Kasian Mommy keberatan." Ken.


"Ote Dy." Keina.


Rumah itu sengaja tak di tempati mereka karena mereka tak ingin keberadaan mereka terekspos. Tanio dan Tita sengaja menyembunyikannya.


"Dimana Hanhan?" Tita.


"Di belakang Nona. Biar saya panggilkan." Bibik.


Ken, Tita dan Keina pun duduk menunggu Hanhan di ruang utama rumah itu. Keina tampak riang berlarian kesana kemari. Tita membiarkannya. Para Bibik pun menjaga Keina tanpa di perintah Tita.


"Mas tak menyangka jika kamu adalah adik dari Tanio. Tapi, andai Mas tau mungkin kita tak akan seperti sekarang ya." Ken.


"Kenapa? Mas ngga suka sama Tita? Jadi, Mas terpaksa?" Tita.


"Ceh, bukan seperti sekarang tapi lebih dari ini. Anak kita mungkin sudah banyak." Goda Ken.


"Mas, ih. Udah ah diem. Serius nih." Tita.


"Haha... Baiklah Bu Bos." Ken.


Tak lama datang seorang lelaki yang usianya mungkin di atas Rehan lima tahun.


"Nak." Panggil Hanhan.


"Pak," Tita.


Tita bangkit dari duduknya dan mendekati Hanhan. Kemudian mencium punggung tangan Hanhan dengan sopan. Hanhan pun begitu takjub terhadap Tita. Hanhan pun tak menyangka jika perempuan yang menyelamatkannya adalah keturunan Durant.


Hanhan baru mengetahuinya ketika Tita membawanya ke rumah utama. Sehingga dirinya yakin jika tidak akan pernah ada siapapun yang mengetahui keberadaannya jika sudah berada di rumah itu.

__ADS_1


Ken mengikuti Tita mencium punggung tangan Hanhan. Terlihat wajah Hanhan penuh tanya.


"Kenalkan Pak. Ini suami Tita. Dan itu anak Tita." Tita.


"Oh, Ya. Saya Hanhan." Burhan.


"Maaf baru sempat memperkenalkannya pada Bapak." Tita.


"Tidak apa-apa Nak." Burhan.


"Mari duduklah Pak. Tita sedang mengandung anak kedua kami." Ken.


"Wah, selamat Nak. Pantas saja perutmu membesar." Canda Burhan.


"Heh, baiklah. Tita memang gendut Pak. Dan lelaki ini yang selalu menbuat Tita gendut begini." Tita.


"Tapi, kamu tetap seksi dimata ku sayang." Ken.


"Ceh, sudahlah." Tita.


Mereka pun tertawa. Terlihat Hanhan berkaca-kaca. Dirinya mengingat putri semata wayangnya yang entah bagaimana kabarnya sekarang. Terakhir dirinya mendapat kabar jika anak dari dokter yang membantunya akan menikahinya.


Hanhan tidak mengetahui jika Rehan adalah kakak ipar dari Tita. Hanhan hanya tau jika Tita dan Rehan teman satu tempat pekerjaan.


"Pak, Dokter Rehan sudah menghubungi Bapak?" Tanya Tita.


"Sudah Nak. Semoga anak Bapak bahagia bersama anak Dokter Rehan." Hanhan.


"Apa Bapak sudah tau jika Laras tidak melanjutkan sekolahnya di kedokteran?" Tita.


"Ya. Dokter Rehan yang memberitahukannya." Hanhan.


"Bapak pasti sedih. Tapi, mungkin itu sudah menjadi jalan Laras bertemu dengan Gagah anak dari Dokter Rehan yang tak lain adalah kakak dari suami Tita." Tita.


Hanhan mendongakkan kepalanya menatap Ken.


"Jadi, kamu anak dari Tuan Ito?" Hanhan.


"Benar Pak." Ken.


"Kenzo Ito?" Hanhan.


"Ya. Dan perusahaan Bapak pernah bekerja sama dengan perusahaan saya." Ken.


"Ya Tuhan. Maafkan saya. Pantas saja saya merasa tidak asing dengan wajah anda." Hanhan.


"Pak, Jika Tita meminta sesuatu dari Bapak. Apa Bapak akan memenuhinya?" Tita.


"Apa yang akan kamu minta Nak. Semua yang Bapak kenakan saja pemberian dari mu." Hanhan.


"Bagaimana jika Tita minta Bapak untuk bertemu dengan Bu Marni dan Laras?" Tita.


Deg....


Deg....


🌻🌻🌻


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2