Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Kedatangan Mikha


__ADS_3

Hari ini Mikha dan istri datang untuk menghadiri acara pernikahan Daffin namun tidak dengan anaknya karena pekerjaannya tak bisa di tinggalkan. Supir Ken sudah siap sedia di bandara menjemput kedatangan mereka.


Mikha dan Angel yang sudah hafal dengan supir Ken pun tak perlu mencarinya mereka dengan mudah bertemu di pintu kedatangan. Mikha dan Angel menginap di mansion karena sengaja ingin berkumpul bersama sekaligus melepas rasa rindu mereka.


"Apa Mikha sudah landing sayang?" Ken.


"Sudah Mas. Mereka sudah dalam perjalanan." Tita.


"Kamar untuk mereka sudah di siapkan?" Ken.


"Sudah sayang. Bahkan jika mereka mau mengisi perutnya terlebih dahulu sebelum beristirahat Tita sudah menyiapkannya tinggal menghangatkannya saja." Tita.


"memanglah Mas tidak salah memilih kamu sayang." Ken.


"Mas baru menyadarinya?" Tita.


"Tentu tidak." Ken.


Mereka pun saling bercanda selepas melaksakan ritual yang bagi mereka berdua tak boleh di lewatkan setiap malam. Tita dan Ken memilih menunggu saudaranya setelah membersihkan diri tentunya.


Karena Mikha dan istri datang malam hari mereka pun tak ingin Mikha datang begitu saja. Ken dan Tita ingin menyambut kedatangan saudara sepupunya. Saat terdengar suara deru mobil Ken dan Tita pun segera keluar dari kamar mereka.


Tita membukakan pintu utama menyambut kedatangan kakak sepupunya. Ken berdiri di samping Tita dengan memeluk pinggang Tita. Senyum keduanya mengembang.


"Welcome back to cousin's house." Tita.


"Thank you, my beautiful cousin." Mikha.


Mereka berdua pun saling berpelukkan. Bergantian satu sama lain. Ken mempersilahkan mereka untuk masuk dan beristirahat. Tita menawarkan untuk makan akan tetapi Mikha dan istri lebih memilih untuk beristirahat saja.


Setelah mengantarkan Mikha dan istri ke kamar mereka Ken dan Tita pun kembali ke kamar mereka untuk beristirahat. Seperti biasa Tita dan Ken tidur dengan saling berpelukan.


Pagi hari Tita sudah berkutat di dapur di temani oleh Marni dan Keina. Keina kembali ke mansion saat di beri kabar jika Oncle dan Ontynya akan datang. Daren pun menyetujuinya. Mengingat Keina dan saudara sepupu Mommy nya itu sangat jarang bertemu.


Tanio dan Olla pun datang pagi sekali untuk menemui saudara sepupu mereka. Olla ikut menyiapkan masakan yang telah di siapkan oleh Tita, Keina dan Marni yang di bantu oleh Pelayan tentunya.


"Apa mereka belum bangun?" Olla.

__ADS_1


"Belum. Hampir tengah malam mereka datang. Mungkin mereka masih lelah." Tita.


"Apa Ken akan pergi ke kantor?" Nio.


"Semua urusan kantor sudah di alihkan pada Rahman dan Daren Bang. Mas Ken sudah cuti." Tita.


"Yah, begitu seharusnya." Nio.


"Mas Ken kasian sama Daren Bang makanya Mas Ken masih menemani Daren meskipun 90% pekerjaan sudah di tangani oleh Daren dan Daffin." Tita.


"Daffin sudah terjun?" Olla.


"Sudah Kak. Mau di kasih makan apa nanti istrinya kalo dia ga kerja." Tita.


"Kalian ini. Tapi, bukannya Daffin mau magang ya di kantor Abi?" Nio.


"Iya. Kalo di kantor sendiri ga enak katanya. Kalo di kantor Abang takut sama Bang Zio jadi di kantor Mas Abi sama Andre." Tita.


"Cari aman banget tuh anak." Olla.


"Sudah ngobrolnya di lanjut nanti. Sekarang bangunkan Ken dan Mikha ajak mereka sarapan bersama. Kamu juga bangunkan Daren." Mirna.


Keina keluar kamarnya dengan menggendong Reina bersamaan dengan Daffin yang keluar dari kamarnya. Begitu melihat Daffin Reina langsung rusuh sambil tertawa padahal Daffin belum menggodanya.


"Hei,, cantiknya Om. Mau main ya hayoo.." Goda Daffin yang membuat Reina semakin tertawa kencang.


"Ciluuuk... Ba..." Daffin.


Reina pun tergelak. Mikha dan istri yang baru saja keluar dari kamarnya teralihkan perhatiannya mendengar suara tertawa Reina. Angel istri Mikha membuka mulutnya lebar dengan mata berbinar melihat putri pertama Keina.


"Oh my god, keina. Is that your daughter? Oh. whoa! So cute." Angel.


"Yes aunty. This is reina my princess." Keina.


"Oh god, aunt can hold her?" Angel.


"of course." Keina.

__ADS_1


Keina pun menberikan Keina pada Angel. Angel menerimanya dengan senang. Reina terus memperhatikan Angel. Karena ini Reinabaru saja melihatnya. Reina pun bergantian melihat ke arah Keina.


Kemudian senyumannya mengembang begitu saja dari bibir Reina membuat Angel semakin gemas.


"Owh!" Ucap Angel.


Tanpa terasa air matanya terjatuh begitu saja. Mikha memeluk sang istri dan mengusap punggungnya dengan lembut. Maklum saja Angel harus kehilangan dua bayinya. Dan sampai saat ini putranya belum juga di karuniai keturunan.


Mikha dan Angel tidak pernah berani bertanya padanya karena menurut Mikha dan Angel itu adalah privasi anak dan menantunya. Mungkin saja itu sebuah kesepakatan di antara mereka yang tak menginginkan keturunan atau ada masalah di antara keduanya.


"Astaga! ayo makan. Kemarilah, simpan Reina di sini." Tunjuk marni pada strollernya Reina.


"Biarkan Onty menggendongnya dulu Nek." Keina.


"Baiklah. Ayo Mikha, bantu Angel makan." Marni.


"Oke Mom." Mikha.


Mikha bukan tak mengerti bahasa Indonesia melainkan sulit untuk mengucapkannya. Jadi Mikha bisa menjawab ketika ada orang bertanya dalam bahasa Indonesia namun dirinya akan menjawab dengan menggunakan bahasa Inggris.


Mikha pun makan sambil menyuapi Angel. Angel masih asik dengan Reina apalagi Reina mulai mengoceh yang tak jelas. Air mata Angel semakin bercucuran ketika tangan Reina terulur pada pipinya seolah mengusap sisa air mata yang berada di pipi Angel.


"Oh baby. Tell your parents you want to come with me." Angel.


Semua pun tersenyum mendengar ucapan Angel. Setelah semua menyelesaikan sarapannya. Daren berpamitan pergi ke kantor dan tiba-tiba saja Reina menangis mendengar Papa nya berpamitan. Angel pun semakin takjub.


Padahal Reina sejak tadi dalam pangkuannya. Daren pun menggendong Reina sebentar berpamitan kemudian memberikan Reina kembali pada Angel. Suasana begitu hangat. Mikha mencurahkan kerinduannya pada Tita dan Tanio.


Saat semua asik Zio dan Raya datang dengan membawa putra pertama mereka Arkana yang terlihat semakin montok. Dan itu membuat Angel semakin gemas. Angel ingin menguasai keduanya bersamaan.


Angel asik bermain bersama kedua bayi montok di atas karpet tebal yang sengaja Tita gelar untuk cucunya bermain. Raya dan Keina membiarkannya saja. Mikha pun tak menegur sang istri yang sedang asik bermain bersama kedua cucunya yang baru di lihatnya.


Kemudian datang Zizi dan Sinta dengan perut yang membuncit membuat Angel membuka matanya sempurna merasa tak percaya dengan dua keponakannya yang juga sama-sama hamil.


"Oh god! Is that real?" Angel.


"Of course aunty." Jawab Zizi dan Sinta.

__ADS_1


🌻🌻🌻


__ADS_2