
Bayi mungil nan cantik titisan Ken dalam wujud perempuan. Semua tidak ada yang berbeda Tita hanya kebagian mirip jenis kelamin saja. Semua Ken tidak ada yang di kurangkan.
"Ya Tuhan... Kau memanglah anak dari Ken." Tuan Ito.
"Benar kan Yah. Sejak di perut saja dia menempel terus Daddy nya dan lihatlah tak ada satu pun Tita semuanya Ken." Ayumi.
"Mas ga adil ih. Masa Tita yang hamil sembilan bulan cuma di kasih mirip jenis kelamin aja." Rengek Tita.
Semua pun tertawa sehingga mengagetkan bayi mungil titisan Ken itu. Ken menggaruk kepalanya yang tak gatal. Dirinya pun tak menyangka jika anaknya lahir sangat mirip dengannya bahkan tak satu pun yang terbuang.
"Sayang,, cup...cup... Ini Mommy sayang. Kaget ya." Ucap Tita menenangkan sang buah hati yang terkejut mendengar gelak tawa keluarganya.
"Kamu sudah menyiapkan nama untuk ya Ken?" Tuan Ito.
"Sudah Yah. KEINA KENZO." Ucap Ken mantap.
"Kenapa kamu tak menambahkan nama Ito di belakang namanya?" Tuan Ito.
"Karena Keina anak Ken Yah bukan anak Ayah." Jawab Ken santai.
"Anak kurang ajar. Tentu saja itu anak mu. Lihat saja wajahnya tak sedikitpun lain dari mu." Ucap Tuan Ito dan berhasil melayangkan pukulan di kepala Ken.
"Biar seperti Mommy nya Yah. Bukan nama Durant yang tertera di belakang namanya melainkan nama depan Papi nya. Begitu pun anakku." Ken.
"Tapi, siapa tak mengenal mu Kenzo." Tanio.
"Ceh, bukan untuk di sembunyikan Kak. Hanya mengikuti saja." Ken.
"Kami pun tak di sembunyikan." Tanio.
"Tapi, siapa tak mengenal keluarga Durant Kak. Hingga pelosok desa pun tau nama Durant." Ken.
Tanio hanya tersenyum mendengar ucapan adik iparnya. Itu alasan mengapa orang tuanya tak membubuhkan nama Durant di belakang nama mereka. Karena Martin ingin anaknya berjuang untuk hidupnya masing-masing tidak mengandalkan nama Durant.
Keina berhasil meminum ASI dari sumbernya. Tita meringis menahan sakit ketika Keina menghisap sumber kehidupannya. Ken terus berada di samping Tita ketika Tita mengasihi bayi mereka.
"Pelan-pelan sayang, Daddy tidak akan merebutnya." Ken.
"Mas ih,, mesum." Tita.
"Kok mesum sih sayang. Hanya memberitahu Kei saja." Ken.
Semua keluarga terutama Jessie sudah pamit pulang bersama Aldi, Aiko dan juga Artur. Mereka tak tega melihat Jessie duduk terlalu lama di rumah sakit dengan perut yang membuncit.
Rehan sudah kembali ke ruangannya. Tinggal Ayumi, Tuan dan Nyonya Ito. Mereka masih setia menunggu Tita dan bayi mungil dan cantik titisan Ken.
Ayumi berencana pulang bersama Rehan dan Gagah. Karena Gladys belum mengetahui jika sepupu mungilnya sudah lahir. Ayumi tidak ingin mengganggu konsentrasi Gladys dalam mengerjakan soal ujiannya.
Karena kelelahan Tita pun tertidur. Ken pun kebagian menjaga bayi mungil mereka. Tuan dan Nyonya Ito kembali ke rumah utama untuk beristirahat sejenak. Tinggal Ayumi dan Ken.
__ADS_1
"Ken, istirahatlah. Nanti malam kamu juga harus bangun menemani Tita merawat bayi kalian." Titah Ayumi.
"Iya Kak. Kakak tidak apa Ken tinggal tidur?" Ken.
"Tidak apa. Tidurlah. Jika ada sesuatu nanti Kakak bangunkan." Ayumi.
"Baiklah." Ken.
Ken pun membaringkan tubuhnya bersama Tita. Ken memeluk Tita dengan sangat hati-hati. Ken tidak ingin mengganggu tidur Tita dan menyakiti Tita yang baru saja melahirkan buah cinta mereka.
Ken dan Tita terbangun ketika mendengar suara orang berbincang. Tita membuka matanya terlebih dulu dan meminta Ken bangun. Ken bangkit dari tidurnya kemudian membuka sampiran yang mengahalangi tempat tidur dan sofa.
"Gah, Kak.Rehan kalian sudah selesai dinas?" Ken.
"Sudah. Kami mengganggu tidur kalian?" Rehan.
"Tidak Kak. Kami juga sudah terlalu lama tidur." Ken.
"Kalian makanlah. Kalian nelewati makan siang kalian." Ayumi.
"Terima kasih Kak." Tita.
"Ken, suapi istri kamu." Ayumi.
"Sebentar Ken cuci muka dan tangan dulu Kak." Ken.
Ken pun masuk ke dalam kamar mandi kemudian menghampiri istri tercintanya dan menyuapi Tita dengan telaten sambil dirinya pun makan. Gagah begitu senang melihat sepupu mungilnya.
"Kamu ingin adik juga Gah?" Rehan.
"No! Tidak dari Ayah dan Bunda. Cukup dari Oncle Ken dan Onty Tita saja." Gagah.
Rehan dan Ayumi oun tertawa mendengar jawaban Gagah yang begitu tegas. Rehan tau Gagah dan Gladys menyukai anak kecil tapi mereka selalu menolak jika Rehan dan Ayumi menawarkan adik pada mereka.
Gagah memposting foto Keina di chat story miliknya. Gladys yang baru saja tiba di rumah melihatnya kemudian Gladys langsung menghubungi Gagah.
📱 Gladys
Kakak,,, apa itu bayi Onty Tita?
📱 Gagah
Wa'alaikum salam..
📱 Gladys
Up's! Iya Assalamu'alaikum..
📱Gagah
__ADS_1
Wa'alaikum salam. Dari mana kamu tau itu bayi Onty?
📱 Gladys
Bagaimana mungkin bukan Kak. Wajahnya mirip sekali dengan Oncle kita. Dimana kalian sekarang?
📱Gagah
Kau pintar adek ku. Kami masih di rumah sakit. Mungkin besok pagi Onty dan sepupu kita pulang.
📱 Gladys
Kau yakin Kak. Kalo begitu aku kesana.
Trup.. Panggilan pun di putus sepihak oleh Gladys. Dirinya tak sabar ingin segera melihat dengan langsung sepupu mungilnya itu. Gladys segera memint supir untuk mengantarkannya ke rumah sakit.
Begitu sampai di rumah sakit Gladys langsung berlari tanpa peduli sekitarnya yang dia fikirkan hanya ingin cepat bertemu dengan sepupu mungilny. Tapi tiba-tiba.
Braakkk...
"Aduh! Aww..."
Pant**nya mendarat sempurna di lantai setelah dirinya menabrak sesuatu yang keras. Gladys meringis mebahan sakit di kening dan pant**nya.
"Eh, maaf. Kamu tidak apa-apa?" Tanya seseorang yang Gladys tabrak.
"Astaga! Malaikat." Batin Gladys.
"Nona,, Nona... Kamu baik-baik saja." Tanya orang itu lagi.
"Eh, hm... ti tidak apa-apa." Jawab Gladys bangkit.
"Maaf saya terburu-buru tadi." Ucap orang itu kembali.
"Tidak apa-apa saya yang salah. Saya berlari tanpa memperhatikan sekitar. Saya juga terburu-buru ingin melihat sepupu saya." Gladys.
"Sepupu mu di rawat di rumah sakit ini?" Tanya orang itu.
"Iya. Eh, bukan dia baru saja di lahirkan." Gladys.
"Owh!..."
Belum selesai orang itu bicara Gladys langsung berpamitan padanya.
"Kalo begitu permisi saya mau ketemu sepupu saya. Bye.." Pamit Gladys yang sudah tidak sabar ingin bertemu dengan bayi titisan Onclenya itu.
Tanpa mengetuk pintu Gladys membuka pintu perawatan Tita begitu saja. Disana terlihat ramai para perawat teman Tita semasa Tita bekerja tengah menjenguk bayi mungil Tita.
"Kebiasaan. Ketuk pintu dulu baru membukanya. Bagaimana jika salah ruangan." Ucap Ayumi seraya menjewer anak gadisnya.
__ADS_1
🌻🌻🌻
Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏