
Bagas menyerahkan dua paper bag pada Tita. Tita langsung melihatnya dan matanya langsung berbinar melihatnya.
"Terima kasih Om." Ucap Tita memeluk Bagas.
"Sama-sama." Bagas.
"Ayo sarapan dulu." Tyan Ito.
Mereka pun sarapan bersama termasuk Aiko. Tita mendapatkan limpahan kasih sayang dari Bagas. Bahkan pagi ini pun Bagas rela menyuapi keponakannya itu. Bukan hanya Bagas Istri dan anaknya Angga pun kini bersikap baik pada Tita setelah mengetahui siapa Tita.
Bukan untuk mencari perhatian karena Tita seorang pewaris dari Martin Durant tapi karena mereka ingin berbalas budi kepada mendiang Martin Durant. Dan bukan hanya pada Tita juga keluarga mereka baik tetapi kepada keluarga Tanio juga.
"Kalo begitu Bagas pamit Kak." Bagas.
"Langsung ke kantor Gas?" Nyonya Laura.
"Pulang dulu Kak. Jam 9 ada meeting." Bagas.
"Baiklah. Hati-hati Gas." Tuan Ito.
"Om pulang dulu ya. Jangan terlalu capek. Main di rumah sama Ibumu ya. Jangan mau di ajak ke kantor terus. Kasian dedek bayinya capek masih di perut sudah di ajak kerja terus." Bagas.
"Iya Om." Tita.
Bagas pergi tanpa berpamitan pada Aiko. Aiko hanya diam karena begitulah Bagas bersikap pada Aiko. Bagas selalu bersikap tegas pada Aiko tanpa ingin berbasa-basi.
"Aiko juga pamit Bu, Yah." Ucap Aiko.
"Hm... Tanyakan anakmu pada mertuanya. Siapa tau mereka menginap disana." Tuan Ito.
"Iya Yah." Aiko.
Tita dan Ken hanya diam tanpa menanyakan apapun pada Aiko.
"Ada apa lagi dengan Kak.Ai Yah?" Ken.
"Jessie dan Aldi pergi dan tak ada yang tau." Tuan Ito.
"Hah! Bahkan Ayah ga tau?" Tanya Ken heran. Karena jika terjadi pertengkaran antara Jessie dan Kakaknya Aiko sudah sangat bisa di pastikan Ayahnya itu tau dimana Jessie.
"Tidak." Tuan Ito.
"Memangnya kenapa?" Ken.
"Kata Aiko Jessie ingin pisah sama Aldi. Karena Jessie belum kunjung hamil. Tapi, mereka pergi bersama. Jadi, bisa di simpulkan masalah ada pada Kakak mu." Tuan Ito.
"Hm... Kak.Ai selalu begitu." Ken.
Saat perbincangan mereka Tita meraih ponselnya dan mengetikkan sesuatu di layarnya.
📱Rehan
Halo, ada apa Ta?
__ADS_1
📱Tita
Kemana Aldi dan Jessie?
Tuan dan Nyonya Itu begitu juga dengan Ken menoleh ke arah Tita. Melihat itu Tita langsung membuka suara panggilannya agar semua bisa mendengarnya.
📱Rehan
Hahaha.... Aiko mengamuk ya Ta?
📱Tita
Dan itu pasti ulah Kakak. Tidak mungkin Kakak tidak tau kemana Aldi pergi.
📱Rehan
Nanti Kakak ke rumah sore bersama Kak.Ayumi dan Duo G.
📱Tita
Baiklah..
Panggilan pun terputus. Ken menatap Tita penuh tanya.
"Tita yakin pasti Kak.Rehan yang melakukannya Mas. Soalnya kan Kak.Rehan kerjanya bareng sama Aldi. Jadi, ga mungkin Kak.Rehan ga tau." Tita.
Tuan dan Nyonya Ito fikir Tita akan mengatakan hal yang berbau rumah sakit ternyata Tita bisa mengalihkan katanya. Karena entah mengapa Tita selalu menangis jika menyebutkan kata rumah sakit ataupun sesuatu yang menyangkut rumah sakit.
"Karena ga mungkin Aldi pergi begitu saja tanpa ijin Kak.Rehan. Atau Aldi mau di pecat." Tita.
"Terima kasih sayang. Nanti sore kita dengar penjelasan Kak.Rehan dan Kak.Ayumi." Ken.
Ken pun memeluk Tita dan mendaratkan ciuman di puncak kepala Tita. Tuan dan Nyonya Ito begitu bahagia melihat Ken begitu lembut memperlakukan Tita. Berbeda ketika Ken memiliki kekasih dulu. Ken terlihat acuh dan lebih ke tegas dalam bersikap pada kekasihnya.
"Mau ikut ke kantor?" Ken.
"Ngga. Tita mau bobo aja. Kan Tita punya itu." Tunjuk Tita pada paper bag yang di berikan Bagas tadi.
"Hm... Oke. Nanti Mas usahain pulang cepet ya." Ken.
"Oke. Pulang bawain macaron ya Mas sama Es krim." Tita.
Ken tersenyum mendengar permintaan Tita. Padahal dalam paper bag pemberian Bagas semuanya di dominasi makanan di dalamnya.
"Iya sayang." Ken.
Sebelum Tita berubah fikiran Ken pun segera berpamitan kepada kedua orang tuanya dan langsung pergi ke kantor dengan supir.
Tuan Ito bersantai di teras belakang sambil membaca majalah bisnis. Sementara Nyonya Laura menemani Tita membuka oleh-oleh pemberian Bagas.
Sementara di sebuah kota. Jessie dan Aldi tampak berbahagia dan menikmati perjalanannya yang di sponsori oleh Rehan. Aldi bahagia karena Jessie begitu menikmati perjanannya tanpa memikirkan hal-hal yang berbau rumah ataupun kerjaan mereka.
"Sayang,, makasih ya." Ucap Jessie lirih.
__ADS_1
"Tidak perlu berterima kasih sayang. Kita nikmati saja perjalanan ini. Bahagia itu yang di pesan Om.Rehan." Aldi.
"Jessie ga tau harus berkata apa pada keluarga Opa dan Oma Ito." Jessie.
"Kenapa begitu?" Aldi.
"Opa dan Oma Ito itu bukan orang tua Mama Mas. Orang tua Mama sudah meninggal sejak Mama kecil. Opa dan Oma Ito itu Kakak Ibunya Mama." Jessie.
"Benarkah?" Aldi.
"Iya Mas. Tapi, Opa dan Oma tidak pernah membedakan kasih sayangnya sama Jes. Bahkan Mereka begitu baik.." Jessie.
"Pantas saja anak Om.Rehan jauh di bawah kamu usianya." Aldi.
"Karena Mama menikah lebih dulu melangkahi Tante Ayumi. Mama menikah sejak masih kuliah sama Papa." Jessie.
"Kok Mas baru tahu ceritanya sih Yang." Aldi.
"Kan mas ga pernah nanya." Jessie.
"Karena yang terpenting buat Mas itu kamu sayang bukan yang lainnya." Aldi.
Mereka pun kembali menikmati kebersamaan mereka yang sangat jarang mereka lakukan karena pekerjaan mereka.
"Mas, apa Mas mengijinkan jika Jes berhenti menjadi dokter?" Jessie.
"Mas tidak akan melarangmu sayang. Lakukan apapun yang bisa membuatmu bahagia." Aldi.
"Terima kasih Mas. Jessie ingin seperti Tante Tita yang selalu ada menanti Om Ken datang." Jessie.
"Apapun sayang." Aldi.
"Pulang dari sini ke rumah Opa dan Oma ya Mas. Jessie kangen Tante Tita. Kayanya perutnya udah semakin keliatan deh. Pasti Tante makin cantik." Puji Jessie.
"Iya sayang." Aldi.
Aldi memang sudah bersikap biasa saja kepada Tita. Masa lalunya dengan Tita sudah di kuburnya dalam walaupun tak bisa di pungkiri dirinya akan selalu merasa bersalah jika sudah berhadapan langsung dengan Tita.
Tapi, karena sikap Tita yang mampu menutupi segalanya Aldi pun bisa mengimbanginya dan berusaha bersikap biasa saja layaknya seorang keponakan dan Tantenya.
Tita benar-benar memposisikan dirinya sebagai Tante dan Aldi seorang lelaki yang menikahi keponakannya. Aldi merengkuh tubuh Jessie dan memeluknya erat.
"Jessie mau seperti ini terus Mas." Jessie.
"Akan selalu seperti ini sayang. Mas akan selalu berusaha membuat mu bahagia." Aldi.
"Walaupun Jessie tak bisa memberikan keturunan?" Jessie.
"Ssst... Bukan tidak tapi belum sayang." Aldi.
🌻🌻🌻
Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏
__ADS_1