
Dua bulan berlalu setelah tragedi perginya Tita. Hari ini jadwal Tita dan Jessie meneriksakan kehamilannya. Seperti biasa dokterlah yang akan datang ke rumah utama untuk memeriksa kedua bumil cantik itu.
Jessie sudah berada di rumah utama sejak siang karena pemeriksaan akan di laksanakan sore hari setelah dokter lepas dari rumah sakit dan para suami bumil pulang kerja.
Kehamilan Jessie dan Tita hanya berbeda dua bulan saja tapi besarnya perut Jessie lebih besar dari Tita. Jessie sudah mulai kesulitan untuk bergerak apalagi untuk berjalan sementara Tita dengan usia kehamilannya sembilan bulan masih sangat aktif bergerak bahkan naik turun tangga.
"Tita, Kamu sudah menyiapkan perlengkapan untuk melahirkan?" Tuan Ito.
"Sudah Yah. Semua sudah ada di kamar bayi." Tita.
"Sudah di masukkan kedalam tas?" Tuan Ito.
"Sudah Yah." Tita.
"Jess, kamu belum berbelanja?" Nyonya Laura.
"Kata Mami dan Mama nunggu sampai usia tujuh bulan Oma." Jessie.
"Kamu tenang aja. Mereka berdua pasti akan mempersiapkannya." Nyonya Laura.
"Iya Oma. Mami juga sekarang sering datang ke rumah nemenin Jes. Semoga Mami terus baik ya Oma." Jessie.
"Aamiin." Nyonya Laura.
Tak lama Ken datang di susul Aldi dan Dokter Rini. Sambil menunggu Dokter Rini menyiapkan peralatan untuk memeriksa dua bumil. Ken dan Aldi membersihkan diri terlebih dahulu. Ken di temani Tita untuk mandi dan berganti pakaian. Dan Aldi di temani Jessie yang sudah membawa perlengkapannya dari rumah.
Setelah mereka segar mereka pun kembali turun. Seperti biasa Jessie akan meminta Tita untuk di periksa lebih dulu dengan alasan Tita lebih dulu hamil maka harus di dulukan.
"Selamat sore Mommy cantik." Sapa Dokter Rini.
"Sore Kak." Tita.
"Daddy nya ga di sapa Kak." Ken.
"Up's! Sore calon Daddy.." Dokter Rini.
"Sore Kak." Ken.
"Kita mulai ya Mommy, Daddy." Dokter Rini.
Dokter Rini mulai mengoleskan Jelly ke sebagian perut Tita dan mulai menempelkan alat USG nya. Nampaklah bayi dalam perut Tita di layar monitor. Dokter Rini menjelaskan apa yang nampak di layar pada Tita dan Ken.
"Apa ada yang Mommy rasakan beberapa hari belakang ini Mom?" Dokter Rini.
__ADS_1
"Ada Kak. Sejak dua hari yang lalu perut Tita sering kenceng terus hilang dan lebih sering pi**s." Tita.
"Ngga apa-apa lebih sering minum juga ya. Kenceng-kenceng di perut juga merupakan hal yang wajar ya sayang. Nanti akan semakin sering ketika mendekati persalinan di sertai mulas." Dokter Rini.
"Iya Kak. Terus kalo kaya gitu Tita mesti gimana Kak?" Tita.
"Seperti yang pernah jita pelajari saat senam hamil. Mommy hanya perlu mengatur nafas jangan pernah mengedan karena akan membuat Mommy kelelahan saat waktunya mengedan nanti." Dokter Rini.
"Oke. Makasih Kak." Tita.
Ken pun menuntun Tita keluar dari kamar periksa. Dan masuklah Jessie dan Aldi. Seperti halnya pada Tita Dokter Rini pun menyapa Aldi dan Jessie walaupun Dokter Rini sudah bertemu dengan Aldi tadi.
Dokter Rini mulai mengoleskan jellnya di sebagian perut Jessie. Tampaklah baby twin di dalam perut Jessie. Keduanya tampak sehat. Jessie pun tak banyak mengalami keluhan hanya gerak yang terbatas saja karena besarnya perut.
Setelah berdiskusi dan di beri vitamin Jessie dan Aldi pun keluar. Dokter Rini kembali memberesakan peralatannya. Dan bersiap pamit kepada semua penghuni rumah utama. Nyonya Laura dan Tita mengantarkan Dokter Rini hingga ke teras depan.
"Bagaimana bayi-bayi kalian sehat bukan?" Tuan Ito.
"Alhamdulillah sehat Yah." Tita.
"Bayi-bayi Jess juga sehat Opa." Jessie.
"Syukurlah. Tita kapan melahirkan?" Tuan Ito.
"Kalo udah ada tanda-tandanya cepat beritahu Ayah atau Ibu jika Ken tidak ada." Tuan Ito.
"Iya Yah." Tita.
"Sayang, Kak.Nio sama Kak Olla lusa katanya baru bisa pulang. Zio masih belum bisa di pisahkan dari Marco." Ken.
"Hmm... Enaknya Kakak udah bisa jenguk Marco." Tita.
"Sabar ya sayang.. Nanti kita liburan kalo baby kita udah keluar dan sedikit besar." Ken.
"Bener ya Mas?" Tita.
"Kapan Mas bohong sayang?" Ken.
"Ngga pernah." Ucap Tita bergelayut manja di lengan Ken.
Aldi sudah terbiasa melihat keromantisan Tita dan Ken. Dirinya pun sudah sama-sama mengikhlaskan apapun yang terjadi di masa lalu. Bahkan kini Jessie pun telah tau masa lalu antara Tita dan Aldi. Aldi menceritakannya dan Jessie sempat merasa tak enak pada Tita.
Namun, Tita begitu bijak dalam memberi pengertian pada Jessie. Hingga Jessie kembali bersikal biasa di hadapan Tita. Karena setiap manusia memiliki masa lalu dan bagaimana pun masa lalu itu kita tak perlu terus meratapinya kita hanya perlu manatap ke depan dan sesekali mengenang masa lalu hanya untuk sebuah renungan.
__ADS_1
"Opa, Oma, Om, Onty kita permisi pulang dulu ya." Pamit Jessie.
"Loh, kok pulang?" Tita.
"Iya Onty, Mama sama Papa mau ke rumah malam ini. Mau tau hasil pemeriksaan cucu-cucunya." Jessie.
"Hm... Gitu ya. Ya udah titip salam buat mereka ya." Tita.
"Iya Onty." Jessie.
Jessie dan Aldi pun berpamitan. Setelah kepergian Jessie dan Aldi Nyonya Laura meminta bibi menyiapkan makan malam untuk mereka. Sementara Tita, Ken dan Tuan Ito berbincang santai di depan televisi.
"Mas, Melan akan pulang bulan depan." Tita.
"Iya Sayang. Adik Abi tunangan." Ken.
"Owh! Yang perempuan itu?" Tita.
"Iya sayang. Jadi, jenguk baby kita sekalian acara tunangan adiknya Abi." Ken.
"Ih,, Kak.Abi pengiritan banget sih." Tita.
"Dia sibuk banget." Ken.
"Katanya mau program baby ke dua tapi sibuk terus." Tita.
"Melannya belum siap katanya Sayang. Melan mau nunggu Bagas lima taun dulu katanya." Ken.
"Ceh, ampun deh tu anak." Tita.
"Kita jangan lama-lama ya sayang buat yang ke dua." Ken.
"Hus! Satu aja belum keluar kamu main minta yang ke dua. Kamu ga kasian sama istri kamu?" Ucap Tuan Ito dan Ken sukses mendapatkan pukulan di kakinya oleh Tuan Ito.
"Aw,, sakit Yah." Ken.
"Astaga! Itu cuma bantal sofa Ken." Tuan Ito.
Semua pun tertawa melihat Ken merajuk pada Tuan Ito karena bantal sofa yang melayang dan mendarat cantik di kaki Ken. Saat mereka bercengkrama bibi memberitahukan jika makan malam sudah siap.
Mereka berempat pun bangkit dari duduknya menuju meja makan. Seperti biasa Nyonya Laura melayani Tuan Ito. begitupun dengan Tita yang terbiasa melayani Ken di meja makan. Mereka berempat pun menikmati makan malam dengan suasana yang hangat.
🌻🌻🌻
__ADS_1
Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏