Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Masa Lalu


__ADS_3

Burhan terdiam menatap Tita dan Ken bergantian. Baru kali ini setelah bertahun-tahun Tita tidak pernah mengungkit masa lalunya. Burhan tak tau harus berkata apa. Satu sisi hati kecilnya dirinya begitu ingin bertemu dengan anak dan istrinya.


Tapi, di satu sisi lainnya dirinya begitu takut jika Hanan akan menyakiti anak dan istrinya jika dirinya muncul. Burhan hanya diam menatap manik mata Ken dan Tita. Seolah mengerti arti tatapannya Tita pun mengeluarkan suaranya.


"Tidak perlu takut Pak. Kami jamin Bapak dan juga anak istri Bapak tidak akan terluka." Tita.


"Setelah ini dimana pun Bapak ingin tinggal kami akan mengurusnya. Jika Bapak masih ingin tetap di sini pun kami tidak keberatan." Ken.


"Sejak kapan kalian mengetahui siapa saya?" Burhan.


"Sejak awal pertemuan kita Tita sudah tau siapa Bapak." Tita.


Jedeeerrrr.....


Bagaikan di sambar petir Burhan tak pernah menyangka jika Tita mengetahui siapa dirinya.


"Mungkin Bapak heran kenapa Tita diam. Tita hanya tidak ingin mencampuri urusan Bapak. Tidak juga tidak bermaksud menyembunyikan Bapak dari keluarga Bapak. Tapi, Tita menghormati yang sudah menjadi keputusan Bapak." Tita.


"Tapi, kali ini Tita tidak bisa tinggal diam Pak. Karena keponakan Kami menikahi putri Bapak." Jelas Tita lagi.


Hening. Seketika suasana menjadi hening. Ken dan Tita diam menunggu keputusan dari Burhan.


"My, Dy. Mam." Keina.


"Sayangnya Mommy lapar ya. Kalo begitu ayo kita makan dulu." Ajak Tita.


"Mari kita makan dulu Pak." Ajak Ken.


Burhan pun mengikuti Tita dan Ken menuju meja makan setelah sebelumnya Bibi menyiapkan makan malam untuk mereka. Sejenak mereka melupakan masalah di antara mereka.


Tita dengan telaten menyuapi Keina. Sementara Ken menyuapi dirinya sendiri dan Tita. Burhan menarik ujung bibirnya ke atas dan seulas senyum pun tercipta disana.


"Nak, Bapak setujui bertemu dengan anak dan istri Bapak." Ucap Burhan setelah menyelesaikan makannya.


Tita pun mengulas senyumnya membalas ucapan Burhan. Setelah bercakap-cakap santai di ruang utama Tita dan Ken pun memutuskan untuk menginap di rumah utama keluarga Durant.


Keina tidur di temani bibi karena lebih dulu tertidur saat Tita, Ken dan Burhan masih berbincang. Keina tak rewel dirinya seperti tau jika tengah berada di rumahnya sendiri.


"Sayang, kamu yakin kan?" Ken.


"Iya Mas. Tita sudah menghubungi orang kepercayaan keluarga Durant di sana." Tita.


"Baiklah. Mas percaya itu." Ken.


Setelah berbincang tadi dan menjelaskan keadaan anak dan istrinya Tita menawarkan Burhan untuk tinggal di peternakan milik keluarganya bersama Marni setelah menikah kembali tentunya. Disana mereka bisa hidup tenang dengan penjagaan yang super ketat dari Tita.

__ADS_1


Tita merebahkan kepalanya di dada bidang Ken memeluknya dari samping Ken mengusap lembut punggung Tita. Beberapa kali Ken mendaratkan ciuman hangatnya di puncak kepala Tita.


Ken selalu bangga kepada istrinya itu. Yang selalu bisa bersikap tenang walau dalam keadaan genting sekalipun. Bahkan Tita selalu memiliki ide yang tak dapat di duga siapapun.


Pagi hari Ken terbangun karena bunyi ponselnya di atas nakas. Ken mengambilnya dan mengangkat telfonnya tanpa melihat sipenelfon.


๐Ÿ“ฑGagah


Uncle, dimana? Apa sudah turun makan?


๐Ÿ“ฑKen


Uncle tidak menginap di hotel Gah. Kalian pulanglah minta supir mengantarkan kalian. Nanti kita bertemu di rumah.


๐Ÿ“ฑGagah


Baiklah.


Panggilan pun terputus. Tita menggeliatkan tubuhnya mendengar suara Ken berbicara. Ken memeluknya kembali agar Tita kembali tertidur. Namun, Tita terlanjur terbangun.


"Siapa Mas?" Tita.


"Gagah." Ken.


"Sayang, kau mengajakku mandi atau menggodaku hm.." Ken.


"Mandi. Tapi, Tita mau di gendong ke kamar mandi." Tita.


"Hmm... Baiklah." Ken.


Ken pun menggendong Tita ala Bridal menuju kamar mandi. Mereka berdua pun mandi bersama dan terjadilah mandi plus-plus.


Setelah menyelesaikan mandi dan olah raga pagi mereka Ken dan Tita keluar dari kamar dan mencari keberadaan putrinya. Tita menanyakannya pada salah satu bibi dan ternyata Keina tengah bermain bersama Burhan di halaman belakang.


Keina terlihat girang berlarian bersama Burhan. Bahkan Burhan pun terus tertawa melihat tingkah Keina. Siapapun tak akan menyangka jika keduanya baru saja bertemu beberapa jam yang lalu. Keina terlihat nyaman bermain bersama Burhan.


Burhan begitu hangat memperlakukan Keina seperti cucunya sendiri. Karena rasa terima kasihnya kepada Tita dan sudah menganggap Tita seperti anaknya sendiri walaupun dirinya merasa tidak pantas berada di posisi Ayah bagi Tita.


"Pak, Keina. Ayo kita sarapan." Ajak Tita.


"Ote My. Yo Pa Yo apan." Ajak Keina pada Burhan.


"Baiklah. Ayo anak manis." Burhan.


Mereka bertiga pun berjalan beriringan menuju meja makan dan terlihat Ken sudah menunggu di meja makan. Ken tersenyum menyambut kedatangan ke tiganya.

__ADS_1


"Dy,, apan." Keina.


"Iya sayang. Ayo duduk sini." Ajak Ken.


Keina dan Ken pun duduk mengapit Tita. Sepeti biasa Tita akan menyuapi Keina dan Ken akan menyuapi dirinya dan Tita bergantian. Burhan begitu bahagia melihat Tita bahagia. Burhan tau cerita Tita dan Aldi. Karena Tita selalu bercerita padanya.


Namun, Burhan belum mengetahui jika Aldi menjadi suami dari keponakannya Ken. Mungkin Burhan akan sangat tidak percaya jika Tita dan Aldi bisa hidup berdampingan.


"Pak, apa bapak sudah siap?" Ken.


"Ya." Burhan.


"Opa au itut eina tan?" Keina.


"Iya sayang." Burhan.


"Yeeeyee." Keina.


Tita mengusap lembut pipi Keina yang terlihat senang karena Burhan akan ikut pulang bersamanya. Dan Ken pun mengusap lembut kepala Keina penuh kasih.


Setelah menyelesaikan sarapan mereka. Ken, Tita dan Keina menunggu Burhan bersiap di kamarnya di paviliun yang berada di belakang gedung rumah utama. Burhan tidak membawa apapun hanya baju yang melekat di tubuhnya sekarang.


Berkali-kali Burhan menghembuskan nafasnya kasar untuk mengusir kegugupannya bertemu dengan anak dan istrinya. Dirinya takut jika istri dan anaknya tak ingin lagi bertemu dengannya.


Namun, tekadnya sudah kuat. Apapun yang akan terjadi dirinya akan siap menghadapinya. Burhan akan menerima segala konsekuensinya.


"Mari kita berangkat Nak." Ajak Burhan yang sudah berada di ruang keluarga.


"Bapak sudah siap?" Ken.


"Sangat siap nak. Apapun yang akan terjadi Bapak pasrah Nak." Burhan.


Mereka berempat pun pergi meninggalkan rumah utama keluarga Durant. Ken menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang. Keina terus berceloteh yang Burhan kurang memahami perkataannya.


Tak lama mobil Ken pun memasuki halaman rumah keluarga Ito. Ken membukakan pintu dan membantu Tita keluar kemudian Burhan turun dan menggendong Keina bersamanya. Tita dan Ken membiarkannya karena itu salah satu cara Burhan menghalau rasa gugupnya.


Mereka melangkah bersama masuk kedalam rumah. Terdengar suara orang tengah berbincang di ruang utama. Tita, Ken dan Burhan mengucapkan salam ketika memasuki pintu utama.


"Ayah."


"Mas Burhan."


๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2