Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Baby Moon


__ADS_3

Setelah menyimpan Keina dan meminta bibi menunggunya Tita keluar kembali menemui keluarganya. Tita meminta bibi menyiapkan kue yang dibawanya tadi.


"Eh, onty sudah datang. Keina mana?" Tanya Gladys.


"Tidur. Kelelahan tadi main sama Zio." Tita.


"Sama siapa Onty Keina tidur?" Angga.


"Sama Bibi." Tita.


"Wah,, kue..." Gladys.


"Ingat sisakan buat yang lain." Tegur Ayumi.


"Ceh, Bunda iya..." Gladys.


Gladys pun mengambil satu poting kue coklat kesukaannya dan mengambilkan kue strawberry untuk Angga. Nyonya Laura dan Ayumi pun mengambil bagiannya. Sementara Tita hanya mengambil dua macaron saja.


"Gagah belum ada kabar?" Tita.


"Sudah. Dia sudah di bandara tadi katanya. Mungkin sebentar lagi mereka sampai." Ayumi.


"Syukurlah. Mungkin sedikit macet tadi di depan sana ada kecelakaan. Untungnya mobil kita tadi hanya berjarak beberapa mobil saja jadi ga begitu macet." Tita.


"Astaga! Onty,,, kecelakaan di depan mata tapi Onty bilang untung." Angga.


"Iya kamu ini Ta. Gimana kalo mobil kamu juga kena imbasnya?" Ucap Nyonya Laura panik.


"Hehee... tadi cuma motor kesenggol sama mobil Bu. Ga begitu parah." Jawab Tita santai.


"Terus kenapa Onty bilang pasti macet klo ga parah." Gladys.


"Hehee.. Ya biasanya sih kan gitu kalo ada yang kecelakaan sedikit aja tapi bikin macet." Tita.


"Kamu ini Ta. Syukur kalian ga apa-apa." Ayumi.


Tak lama saat mereka berbincang terdengar suara mobil masuk kehalaman rumah. Dan benar saja Gagah pun masuk bersama Laras saling bergandengan dengan di ikuti bibi dari belakang membawakan koper mereka.


"Yang biru bibi bawa saja ke belakang itu oleh-oleh buat yang kerja semua. Yang hitam cucian kotor dan yang putih biar di sini saja itu oleh-oleh untuk keluarga." Titah Gagah pada Bibi.


"Terima kasih Den." Jawab Bibi kemudian berlalu.


"Selamat datang sayang." Ucap Ayumi bangun dari duduknya dan merentangkan tangan untuk Gagah dan Laras.


"Bunda.." Teriak Laras dan langsung menangis.


"Loh,, loh,, anak bunda kenapa? Gagah! Kamu apain anak bunda?" Kaget Ayumi.

__ADS_1


"Di adon terus Bun." Jawab Gagah santai.


"Astaga! Cucu kurang garam. Bicara kok ga ada saringannya." Nyonya Laura.


"Kamu kenapa sayang?" Tanya Ayumi lembut.


"Laras ga apa-apa Bun Laras cuma mau makan masakan Bunda." Jawab Laras malu.


"Oalah... Bunda sudah siapkan makanan untuk kalian dan kali ini Bunda yang memasaknya kok. Ayo." Ajak Ayumi.


Dan mata Laras pun langsung berbinar mendengar ucapan Ayumi. Tita yang masih diam pun memperhatikan ekspresi wajah Laras yang begitu berubah-ubah.


"Gah, Laras hamil?" Tanya Tita membuat yang lainnya melihat ke arahnya.


"Up's! Maaf." Ucap Tita menunduk.


"Ga apa-apa Onty. Lagian Onty benar." Ucap Gagah terhenti.


"Apa? Kamu isi sayang?" Ayumi dan di angguki oleh Laras.


Sebelum menjelaskan semuanya Ayumi pun menggiring Laras dan Gagah ke meja makan untuk menikmati makanan yang sudah di siapkan oleh Bibi fan tentunya masakah Ayumi.


"Bagaimana bisa kalian baru saja berbulan madu tapi Kak Laras udah isi?" Tanya Gladys.


"Hus! Kamu lupa klo kakak kamu sudah menikah jauh hari sebelum mereka pergi berbulan madu. Memangnya kalian baru menikah sudah pergi bulan madu." Nyonya Laura.


"Lalu bagaimana kamu tau istrimu hamil?" Nyonya Laura.


"Sesampainya kami di sana Laras begitu sangag kelelahan. Tadinya aku fikir karena kita selesai acara langsung pergi. Sampai pagi hari Laras muntah-muntah hebat. Karena ga tega akhirnya Gagah bawa ke rumah sakit terdekat walaupun Laras menolak.


Dan akhirnya terjawab sudah usia kandungannya malah sudah menginjak 10 minggu. Jadi, kemarin itu kita bukan honeymoon Oma tapi Babymoon." Jelas Gagah.


"Waah,,, senengnya." Ucap Gladys.


"Tidak juga Glad. Mungkin Kakak lebih ga seneng juga. Soalnya mood swing." Laras.


"Ya. Tapi, aku memakluminya sayang. Karena aku tau kenapa kamu begitu. Coba ga tau kita malah berantem mungkin." Gagah.


"Sudahlah di syukuri dan di nikmati saja semuanya. Orang tua kamu sudah di beri tau?" Ayumi.


"Sudah Bun." Laras.


"Sudah dan anehnya Laras ga mau ketemu Ibu dan Ayah. Yang selalu di tanyakannya malah Bunda sama Ayah disini." Gagah.


"Hahaha... Jangan heran. Dulu Onty kalian juga begitu. Semuanya serba harus Oma bahkan kau ingat saat Gladys meminta tolong Oma Onty akan marah besar karena beginya Oma cuma untuk dia. Dan itulah hasilnya yang sekarang lagi tidur di kamarnya." Ayumi.


"Benarkah Onty?" Laras.

__ADS_1


"Iya. Dan itu perasaan yang datang begitu saja. Saat mengandung Keina tak ingin sedikit pun datang menemui Kakak ataupun siapapun yang berhubungan dengan keluargaku." Tita.


"Wah, kamu jangan begitu ya sayang. Semua keluarga harua di bagi kebahagiaannya." Angga.


"Hus! Mana bisa di atur begitu Angga. Oma do'akan semoga saat Glad mengandung dia akan menempel kamu terus." Nyonya Laura.


"Iiih,,, Oma jangan gitu dong. Kasian nanti suami Glad. Gimana kerjanya coba kalo Glad nempel Kakak terus." Protes Gladys.


"Kau tanyakan lah pada Oncle mu bagaimana caranya bekerja dnegan bumil yang begitu manja dan terus menempel padanya." Nyonya Laura.


"Onty begitu juga?" Tanya Laras dan di angguki Tita.


"Ya Tuhan semoga calon anakku kelak tidak seperti Onty dan Kakak amin." Ucap Gladys.


Dan Angga pun segera mengamini do'a Gladys walaupun dirinya pun begitu menantikan kemanjaan Gladys saat mengandung nanti. Sekarang dirinya masih santai menikmati pernikahannya yang masih berusia satu minggu pun belum.


"Aaah... Macaron." Jerit Laras saat melihat Macaron di meja ruang utama.


Dan tanpa menunggu di persilahkan Laras segera menyambar macaron di hadapannya dan memakannya tanpa menawarkan pada siapapun. Laras bagaikan anak kecil yang baru menemukan mainannya.


"Pelan-pelan Ras. Tak ada yang mau merebutnya darimu." Tita.


"Oke." Jawab Laras dengan mulut penuh macaron.


"Sejak kemarin dia meminta macaron tapi disana ngga ada. Sudah mencoba memesan pada toko kue tapi rasanya ga karuan. Kemarin aku bilang kita akan pulang dan membeli macaron." Jelas Gagah.


"Lalu kalian membelinya tadi?" Ayumi.


"Belum sempet Bun. Apalagi tadi ada kecelakaan di depan. Pengendara motor yang kesenggol langsung meninggal di tempat. Karena tergilas mobil truknya." Gagah.


"Astaga! Kau bilang tadi tak apa-apa Tita." Geram Ayumi. Karena sebelumnya mendengar cerita itu dari Tita.


"Hah! Onty baru datang?" Tanya Gagah.


"Iya tadi dari rumah Kakak." Jawab Tita santai.


"Mobil Onty sebelah mana?" Gagah.


"Mobil kedua setelah mobil truk itu tapi sebelah kiri." Tita.


"Astaga! Kalian mendengar suaranya dong? Itu pasti sangat kencang." Tanya Laras meringis.


"Tentu." Tita.


🌻🌻🌻


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2