
Karena besok weekend Tita dan Ken pun memutuskan untuk menginap di rumah Rehan. Setelah makan malam bersama mereka semua pun berkumpul di ruang keluarga. Keina menjadi bintangnya.
Keina tertawa riang tatkala semua menggodanya. Keina begitu senang karena semua berkumpul. Tita dan Ken pun tak kalah senang karena Keina bisa bermain sepuasnya bersama kedua saudaranya. Seperti biasa Gagah dan Gladys akan selalu memperebutkan Keina.
"Sepertinya kita harus membuat satu Keina lagi sayang." Goda Ken.
"Ceh, Mas itu hanya suka membuatnya saja." Tita.
"Haha... Kau ini tau saja apa yang aku fikirkan." Ken.
"Hei kalian tak sadarkah ada kami yang jomblo ini." Gladys.
"Hah! Yakin Glad?" Tita.
"Onty..." Gladys.
Malam semakin larut. Keina mulai rewel karena mengantuk tapi masih ingin bermain. Tita pun membawa Keina masuk ke kamar untuk di beri Mimik dan benar saja. Tak perlu menunggu lama Keina langsung tertidur pulas. Tita pun melepaskan sumber kehidupan Keina dari mulut Keina dan memperbaiki tidur Keina.
Tita menyelimutinya kemudian Tita ikut merebahkan dirinya di samping Keina. Ken masuk kedalam kamar yang mereka tempati di rumah Ayumi dan melihat istri dan anaknya telah tertidur pulas.
Ken pun segera mencuci muka dan menggosok gigi kemudian menyusul istri dan anaknya tidur. Karena posisi Tita berada di tengah Ken pun dengan leluasa memeluk Tita. Tita pun menelusupkan kepalanya di dada bidang Ken.
Pagi hari Keina sudah terbangun dan meminta keluar kepada Daddy nya. Ken yang masih bermuka bantal pun terpaksa menuruti kesayangannya. Ken mengajak Keina berjalan-jalan di halaman depan rumah Ayumi.
"Hei,, anak bunda sudah bangun rupanya? Tidak dingin sepagi ini sudah di luar rumah hm?" Tanya Ayumi pada Keina.
Keina pun bergerak aktif. Menggerakkan kedua tangan dan Kakinya yang menggantung di udara. Keina mengeluarkan tawa renyahnya. Membuat Ayumi semakin gemas dan terus menggodanya. Sementara Ken kewalahan menahan bobot Keina yang semakin berat.
"Keina... Sayang." Panggil Gagah dari dalam rumah.
Keina pun menengok ke arah Gagah yang memanggilnya. Mata bulatnya melihat ke arah Gagah dan bulu mata lentiknya bergerak-gerak seolah memastikan siapa yang memanggilnya. Dan setelah terlihat jelas siapa yang memanggilnya Keina pun mengeluarkan teriakannya yang membuat Gagah gemas.
"Titip dulu Gah. Oncle mau mandi dulu." Ken.
"Siap Daddy. Si cantik ini akan bermain bersama Kakak." Ajak Gagah pada Keina dan Keina pun begitu riang.
Tita dan Ayumi berkutat di dapur menyediakan menu sarapan untuk seluruh keluarga. Gagah dan Gladys menemani Keina bermain. Sementara Rehan dan Ken duduk santai di taman belakang sambil menikmati secangkir Teh hangat dan beberapa camilan.
"Glad, kau mandikan Keina. Sepertinya dia p*p." Gagah.
"Hah! Kau yakin Kak?" Gladys.
"Ya. Lihatlah ekspresi wajah Keina. Dia seperti tengah mengedan." Gagah.
"Ish! Adek p*p? Sudah? Mana Kakak liat?" Gladys.
__ADS_1
Keina pun hanya diam pasrah. Gladys melihat isi popok Keina dan benar saja Keina P*p. Dengan telaten Gladys pun memandikan Keina karena Keina sudah keburu p*p. Gladys dan Gagah tak tega jika Keina harus menunggu Tita selesai memasak.
"Onty, Glad mandikan Adik ya." Teriak Gladys pada Tita yang tengah berada di dapur.
Glad di bantu Gagah pun memandikan Keina dengan telaten. Keduanya tak ada rasa jijik membersihkan p*p milik Keina.
"Cepat besar ya sayang. Biar kita bisa jalan-jalan berdua." Gagah.
"Ceh, jangan mau dek." Gladys.
.
"Mau ya dek."Gagah.
Setelah keduanya memandikan Keina mereka semua keluar dari kamar dengan Keina yang sudah segar. Gagah dan Gladys bergantian mencium Keina sampai Keina menjerit-jerit sebal.
"Hei,,, kalian apakan kesayangan Bunda?" Teriak Ayumi dari arah dapur.
"Keina abis mandi tambah gemas Bunda." Gagah.
"His... Kalian ini. Sini Keina sama Bunda. Kalian mandi sanah terus kita sarapan." Usir Ayumi.
Sebelum Gagah dan Gladys pergi mandi mereka berdua mencium Keina bersamaan dengan gemas hingga membuat Keina menangis kencang.
Keduanya berlari ke kamar masing-masing sambil tertawa. Sedangkan Rehan, Ken dan Tita menghampiri Ayumi dan Keina yang menangis kejer di gendongan Ayumi.
"Cup...cup sayang Bunda. Kakak nakal ya cium-cium adek." Bujuk Ayumi.
"Eh, kok nangisnya manja gitu sih anak mommy." Ucap Tita mendekat.
Keina malah semakin menangis melihat Tita.
"Uluh,,, mengadunya anak Mommy.." Ucap Tita mengulurkan tangannya.
Keina pun memeluk Tita erat. Tangan mungilnya di kalungkan di leher Tita. Ayumi mengusap lembut punggung Keina yang terisak. Rehan dan Ken memandang pemandangan yang membuat hati mereka menghangat.
"Itulah anak perempuan Ken. Hatinya begitu lembut." Rehan.
"Iya Kak. Keina persis seperti Mommy nya." Ken.
"Semoga Keina lebih mengekspresikan rasa ya Ken. Tidak seperti Tita." Rehan.
"Iya Kak. Aku pun berharap seperti itu. Karena Tita begitu sulit mengatakan apa yang dia inginkan. Tapi, seiring berjalan waktu sekarang Tita lebih bisa mengungkapkan perasaannya pada Ken." Ken.
"Syukurlah. Sayangilah mereka melebihi diri mu sendiri." Rehan.
__ADS_1
"Tentu." Ken.
Rehan pun memeluk Ken dan menepuk bahunya. Rehan mengarti posisi Ken yang begitu sulit menjaga hati Tita. Berbeda dengan dirinya karena Ayumi lebih terbuka terhadapnya.
Tangis Keina sudah mulai mereda. Semua berkumpul di meja makan tinggal menunggu dua kakak beradik yang jahilnya ga ketulungan. Dan saat keduanya menuruni anak tangga Keina yang melihatnya langsung berteriak menggoyangkan kaki dan tangannya antusias.
Mungkin Keina berfikir jika Gagah dan Gladys tengah menjahilinya. Gagah dan Gladys pun semakin mempercepat jalannya untuk sampai di meja makan dan menghampiri Keina yang tengah berada di stroller.
"Hai... hai... Cantik." Sapa Gladys.
Keina pun membalas sapaan Gladys dengan tawa dan teriakan senangnya. Membuat Gladys dan Gagah semakin gemas.
"Hei, stop. Ayo kalian makan dulu. Nanti Keina nangis lagi." Ayumi.
"Ceh, Bunda. Orang Keina senang gitu kok." Gagah.
"Iya. Lama-lama kalian gemas terus Keina nangis lagi." Ayumi.
"Sudah. Ayo makan." Rehan.
Mereka pun menikmati sarapannya dengan khusus. Keina bermain dengan mainannya yang di gantungkan di atas stroller nya. Keina terus menghentak-hentakkan kakinya dan tangannya terus berusaha meraih mainannya.
Setelah menyelesaikan sarapannya Tita pun segera mengasihi Keina terlebih dahulu karena sejak pagi Keina belum mimik. Setelah selesai Tita dan Keina pun bergabung dengan Rehan, Ayumi, Ken, Gagah dan Gladys di taman belakang rumah Rehan dan Ayumi.
"Nah, ini dia artis kita." Sambut Rehan dan membuat Keina tersenyum.
Keina duduk di pangkuan Rehan sambil memegang mainannya. Sementara orang dewasa berbincang. Sesekali Keina pun mengoceh khas bayi.
"Permisi Mas Gagah, ada tamu untuk Mas Gagah." Bibik menghampiri mereka semua.
"Siapa Bik?" Gagah.
"Kurang tau Mas. Rasanya Bibi baru liat." Bibik.
"Baiklah. Gagah ke depan." Gagah.
"Baik. Permisi." Bibi pun kembali ke dalam.
"Cie... ada tamu malam minggu nih." Gladys.
"Ceh, awas saja kamu." Gagah.
🌻🌻🌻
Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏
__ADS_1