Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Gladys Melahirkan


__ADS_3

Waktu terus berlalu tanpa terasa sudah satu bulan Tita dan Ken tinggal di mansion. Rumah yang Ken beli ternyata berada dekat dengan rumah Aiko yang kini nasih dalam proses renovasi. Tita senang karena jika dirinya merindukan Tuan dan Nyonya Ito dan juga yang lainnya tidak perlu jauh-jauh cukup dengan berjalan kaki.


Hari ini Tita berencana akan berkunjung ke rumah utama keluarga Ito. Tapi, baru saja mobil yang di kendarai supir pribadinya keluar dari gerbang Laras menghubunginya jika semua orang pergi ke rumah sakit karena Gladys akan segera melahirkan.


Karena pesan Ken dan juga Tuan dan Nyonya Ito agar Tita tidak perlu datang untuk menghindari segala kemungkinan maka dari itu Tita pun merubah tujuan kepergiannya menjadi je rumah Olla.


Keina pun begitu senang karena dirinya bisa bermain bersama Abang Zayn nya. Tita pun memberitahukan supirnya untuk merubah arah menuju rumah Olla. Sampai di rumah Olla di sana hanya terdapat Mama Olla dan Zayn.


"Hai sayang,,, kenapa tidak memberitahu mau ke sini." Sambut Mama Olla.


"Hai Ma. Tadi rencananya mau ke rumah Ibu eh, semua pergi ke rumah sakit jadi kita langsung ke sini Ma ga ngasih tau." Tita.


"Ke rumah sakit? Ada apa?" Mama Olla.


"Gladys mau melahirkan Ma." Tita.


"Owh!" Mama Olla.


Sementara Keina dan Zayn langsung saja bermain bersama tak perlu menunggu aba-aba keduanya langsung saja akrab dan akan sulit di pisahkan.


"Loh, Kakak kemana Mah?" Tanya Tita yang tak melihat keberadaan Kakak iparnya.


"Ke kantor Abang. Katanya ada hal yang penting." Mama Olla.


"Waah,, tumben tuh si ibu mau ke sana." Tita.


"Sebentar juga pulang karena sudah sejak pagi Olla pergi. Ayo masuk saja dulu." Ajak Mama Olla.


Tita pun akhirnya hanya berbincang bersama dengan Mama Olla sambil memperhatikan Zayn dan Keina bermain. Hingga waktu makan siang Olla tak juga menampakkan batang hidungnya. Keina dan Zayn tertidur setelah makan siang karena kelelahan setelah bermain.


"Ma, istirahat saja di dalam biar Tita menunggu Kakak sendiri." Titah Tita pada Mama Olla.


"Tidak apa-apa sayang. Biar Mama temani Tita." Mama Olla.


"Tidak apa-apa Mah. Mama pasti lelah menjaga Zayn tadi. Jadi, mumpung ada Tita Mama istirahat saja." Tita.


"Baiklah. Terima kasih Nak. Mama tinggal kedalam ya." Pamit Mama Olla ke kamar.


"Iya Ma." Tita.


Tak berselang lama Olla datang dengan wajah segarnya. Olla senang saat dirinya datang dan melihat mobil Tita di halaman parkir dan di benarkan dengan adanya sopir pribadi Tita yang menunggu. Olla pun segera masuk untuk menemui adik ipar sekaligus sahabatnya itu.

__ADS_1


"Titaa.... Sudah lama?" Sapa Olla sedikit berteriak.


"Astaga! Kakak mengagetkanku saja." Tita.


"Eh, maaf hehehe. Sudah lama?" Tanya Olla lagi.


"Sudah sejak jaman penjajahan Tita di sini." Tita.


"Ish... Kamu ini. Maaf ya. Kamu sih ga kasih kabar mah kesini. Dimana Keina? Tidak ikut?" Olla.


"Tidur bersama Zayn di kamar. Mereka kelelahan bermain tadi." Tita.


"Wah, sejak pagi dong kalian datang?" Olla.


"Ya." Tita.


"Tumben sakali datang tanpa memberi kabar." Olla.


"Tadi rencannya kita mau ke rumah Ibu tapi Laras memberi kabar jika semua orang pergi ke rumah sakit jadi kami kesini saja deh." Tita.


"Ngapain ke rumah sakit rombongan gitu?" Olla.


"Gladys mau melahirkan katanya tadi." Tita.


Tita menelisik Olla yang baru saja datang dari kantor sang Kakak. Karena sangat aneh jika Olla mau ke kantor. Olla paling tidak suka harus di suruh Tanio ke kantor. Karena menurutnya akan sangat membosankan.


Dan benar saja Tita menemukan sesuatu yang sepertinya baru saja di cetak. Tita tersenyum menatap Olla dan Olla merasa ada yang aneh dengan senyuman adik iparnya.


"Kenapa?" Tanya Olla tanpa curiga.


"Kakak dari mana tadi?" Tita.


"Dari kantor Mas Nio. Ada apa?" Tanya Olla gugup.


"Ngapain dari kantor Abang?" Tita.


"Dih, kepo." Olla.


"Ga perlu di jawab kok Kak. Tanda merah di leher Kakak sudah mewakili jawabannya." Tita.


"Hah!" Ucap Olla gelagapan. Dirinya lupa jika Tanio membuat jejak di lehernya tadi. Karena dirinya tak membawa sesuatu yang bisa meutupi lehernya maka Olla membiarkannya saja dan akan terus pulang. Tapi, siapa menyangka jika Tita berada di rumahnya.

__ADS_1


"Ga usah malu lagi Kak. Hanya aneh saja. Tumben sampe berbuat di kantor dan sepagi tadi. Semalam masih kurang?" Goda Tita pada Olla.


"Iiih,,, Titaaa... Sudah ah. Pokoknya gitu deh." Olla.


Dirinya pun tak tau mengapa beberapa hari ini hanya ingin berada dalam kungkungan suaminya. Rasanya begitu memabukkan baginya dan ingin terus di ulang dan di ulang. Tanio pun tak menolak keinginan istri tercintanya. Dengan senang hati Tanio melayaninya.


Tita pun terus menggodanya dan Olla semakin di buat malu oleh Tita dan merasa ingin berada di dalam kungkungan Tanio kembali. Entah perasaan apa yang terjadi padanya.


"Sudah ah Ta. Jangan sampe aku balik lagi ke kantor nih." Olla.


"Hah! Gil*. Apa mungkin jika Kakak hamil lagi?" Tebak Tita.


"Bagaimana mungkin. Aku menggunakan kontrasepsi." Olla.


"Kontrasepsi apa?" Mungkin. saja ada penah lupa atau bagaimana." Tita.


"Astaga! Aaaa..... Ngga mungkin." Teriak Olla menutup telinganya kemudian menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


"Kau melupakan alat kontrasepsi mu Kak?" Tebak Tita dan Olla hanya bisa mengangguk.


Kemudian Tita pun tertawa lepas mendengar pengakuan kakak iparnya itu. Tita yakin jika Olla tengaj berbadan dua karena keinginannya itu. Karena hormon kehamilannya yang membuat Olla mau melakukan itu.


"Kau harus segera mengeceknya Kak. Jangan sampai adik Zayn terganggu karena kelakuan Bunda dan Ayahnya yang terus saja membuatnya terguncang." Tita.


"Aduh, gimana dong ini kalo bener. Aaah.... Mas iya punya anak lagi sih." Ucap Olla resah.


Olla juga takut terjadi sesuatu dengan Tita karena dirinya hamil kembali sedangkan Tita yang berharap bisa kembali hamil belum juga hamil. Olla begitu cemas memikirkannya.


"Ngga apa-apa Kak anugerah. Siapa tau kali ini perempuan Kak. Ucap Tita.


"Huh... Semoga saja." Ucap Olla sendu.


"Apa perlu di belikan alat tes kehamilan saja dulu Kak?" Saran Tita.


"Hah! Tidak perlu. Nanti Kakak cek saja ke dokter. Kayanya ngga ah." Ucap Olla lagi menyakinkan jika dirinya memang tak berbadan dua.


"Iiih,,, kakak ini. Tidak apa-apa. Perempuan biar Keina ada teman." Tita.


Sedang Tita begitu bahagia dengan kehamilan Olla yang belum tentu kebenarannya tapi tidak dengan Olla yang cemas akan keadaan Tita jika dirinya memang benar berbadan dua. Olla begitu takut karena Tita begitu pandai menyembunyikan perasaannya.


🌻🌻🌻

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏


__ADS_2