Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Tita dan Keina


__ADS_3

Pagi ini Zizi harus mengikuti ujian sekolahnya begitupun dengan Daffin. Zizi bersikeras ingin menginap di mansion selama ujian dan ingin pergi ke sekolah bersama Daffin saja walaupun dirinya akan sedikit kesulitan karena Daffin pergi menggunakan motor sportnya.


Namun, siapa menyangka Andre sudah berada di mansion pagi sekali. Dirinya sudah duduk di meja makan bersama dengan Ken. Keina turun dan melihat calon adik iparnya sudah duduk di sana.


"Cie,,, yang mau anter calon istri." Goda Keina.


"Kalo bukan Mami yang bawel ga akan kesini." Ucap Andre kesal.


"Ga ikhlas nih ceritanya nganter calon istri." Keina.


"Ka, sudahlah. Cukup Kakak sama Abang saja." Andre.


"Kau punya kekasih Dre?" Ken.


"Hm... Ada." Andre.


Dan bersamaan itu juga Zizi datang ke meja makan di bantu Daffin. Nampaknya Kaki Zizi begitu serius. Setelah satu minggu di obati entah karena Zizi yang bandel atau apa kakinya kembali bengkak.


Zizi hanya diam tak mengeluarkan suara apapun. Daffin menangkap kekecewaan di wajah Zizi namun Daffin pun tak dapat berkata apa-apa dirinya hanya diam dan mendudukkan Zizi di bangku.


"Nah, sudah lengkap ayo makan." Ajak Tita yang baru saja datang dari arah dapur.


Mereka pun makan seperti biasa. Daffin membantu Zizi menyiapkan makanannya karena jika mengharapkan Andre sangat kecil kemungkinan. Namun, siapa di sangka Andre melakukan hal yang tidak pernah dia lakukan sebelumnya.


"Daf, kau melupakan jika di sini ada calon suaminya." Goda Keina.


Namun, jawaban Andre di luar ekspektasi.


"Anggap saja aku sedang acara amal Kak." Andre.


Deg...


"Astaga! Kembalikan piringnya biar aku saja." Daffin.


Walau bagaimana pun Daffin merasa tersinggung jika sepupunya selalu di sakiti seperti itu. Jika Andre tak ingin membantu Zizi kenapa harus datang ke mansion fikirnya.


"Ngapain sih ke sini pagi-pagi,?" Daffin.


"Kalo ga di suruh Mami sih ogah. Mending tiduran di rumah." Andre.


"Sebaiknya pulang saja." Ucap Daffin dingin.


Ken, Tita dan Keina saling berpandangan melihat reaksi dari Daffin pada Zizi. Setelah itu mereka pun menyelesaikan makannya tanpa suara. Zizi hanya diam menyantap makanannya tanpa berani menoleh kemana-mana.


"Sudah selesai?" Tanya Daffin pada Zizi dan Zizi hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.

__ADS_1


"Bi, minta Pak Min siapkan mobil Daf." Pinta Daffin pada salah satu bibi yang melintas.


"Baik Den." Jawab Bibi patuh.


"Kamu mau bawa mobil Daf?" Ken.


"Iya Dad. Tidak mungkin Daf menggunakan motor Daf untuk membawa Zizi." Daffin.


"Kau ini bagaimana Daf, Kalo Lu mau bawa mobil ngapain gw repot-repot ke sini. Harusnya Lu bilang dong biar gw ga repot." Protes Andre.


"Lah, bukannya Abang ikut makan ya di sini." Daffin.


Setelah menjawab pertanyaan Andre Daffin pun segera mengangkat tubuh Zizi ala bridal menuju mobilnya. Ken, Tita dan Keina hanya diam menyaksikam interaksi mereka. Ketiganya tidaj ingin terlalu ikut camput.


"Daf, bagaimana jika Mami tau kalo aku tidak mengantarkan Zizi." Protes Andre.


"Itu urusan mu Bang." Jawab Daffin.


Daffin mendudukkan Zizi di samping kemudi kemudian Daffin segera masuk ke dalam mobilnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Daff," Panggil Zizi lirih.


"Seharusnya kau juga jangan diam saja. Jelas-jelas dia menolakmu terang-terangan." Daffin.


"Terima kasih." Ucap Zizi.


Andre pun tampak frustasi. Dirinya bingung harus berkata apa. Satu sisi hatinya dirinya pun tampak tak tega melihat Zizi dengan kaki yang terluka dan dia tau luka itu di akibatkan olehnya. Tapi, disisi lain dirinya pun begitu egois tak ingin di jodohkan dengan Zizi.


Akhirnya Andre pun berpamitan untuk pergi ke kantor saja bersamaan dengan Ken yang juga akan pergi ke kantor. Dan kini menyisakan Keina dan Tita saja di rumah.


"Kak, apa sebaiknya Kakak bicara pada Abang tentang perjodohan Andre dan Zizi." Tita.


"Sudah Mom. Bahkan Abang pun sudah berbicara dengan Mami. Hanya saja Mami masih bersikeras ingin menjodohkan Zi dan Andre." Zizi.


"Melan memang keras kepala. Bahkan Mommy dan Onty kalian pun tak bisa berkata apapun." Tita.


"Kasian Zi juga sih Mom." Keina.


"Ya, Kakak nasehati saja Zi agar dia tidak selalu menghindari Andre." Tita.


"Iya Mom. Keina selalu mengatakannya jika dirinya tidur bersama Keina." Keina.


"Baguslah. Mungkin Zizi masih perlu waktu untuk membiasakannya." Tita.


"Ya." Keina.

__ADS_1


Mereka berdua pun memilih membuat makanan untuk camilan di mansion. Keina dan Tita memang senang jika sudah berada di dapur keduanya akan berkreasi sesuka hati.


Dan pagi ini mereka sudah bertempur di dapur untuk membuat macaron dan strawberry cake. Keduanya tampak asik bergelut dengan tepung dan berbagai macam bahan lainnya. Sesekali keduanya tampak tertawa.


Setelah menyelesaikan Kue yang mereka buat. Kemudian mereka pun membuatkan menu makan siang untuk pasangan masing-masing. Keina membuatkan menu kesukaan Daren dan Tita membuat menu kesukaan Ken.


Keduanya sangat kompak untuk menyenangkan hati pasangan mereka. Setelah selesai mereka pun menatanya di rantang kemudian mereka segera bergegas mandi sebelum pergi ke kantor.


Karena Ken dan Daren satu kantor jadi membuat mereka berdua bisa pergi bersama ke kantor. Tak butuh waktu lama untuk Keina dan Tita bersiap keduanya tampak cantik dengan pakaian yang mereka gunakan.


Tita menggunakan dress selutut tanpa lengan dengam motif bunga kecil. Sedangkan Keina menggunakan celana jeans dan kaos. Keina memang lebih menyukai pakaian casual dk bandingkan dress ala perempuan.


"Astaga! Kakak. Kenapa pake kaos begitu?" Protes Tita.


"Terus harus pake dress kaya Mommy? Ngga ih." Keina.


"Ya tapi ga pake kaos juga dong Kak." Tita.


"Ngga apa-apa ih. Biarin aja. Ini udah maksimal Mom." Keina.


"Kau biasakanlah Nak. menggunakan pakaian perempuam untuk menyenangkan suami." Tita.


"Iya Mom. Nanti setelah Abang sah jadi suami Kein. Pokoknya Kein kasih servis yang memuaskan biar Abang ga kelain hati. Tapi, untuk sekarang di simpan dulu." Jawab Keina.


"Hais... Kau ini ada-ada saja. Ya sudah ayok kita pergi sekarang sebelum makanan yang kita buat menjadi dingin." Tita.


"Mommy yang membuatnya menjadi lama." Keina.


Tita mendelikkan matanya mendengar jawaban putri sulungnya. Keina dan Tita pergi dengan di antarkan oleh Pak Min. Sampai ki kantor Tita dan Keina langsung menaiki lift khusus. Karyawan yang berpapasan dengan keduanya langsung menundukkan kepalanya.


"Siang Gas. Abang ada di dalam?" Keina.


"Siang Nona. Tuan masih rapat nona. Sebentar lagi selesai." Bagas.


"Apa suami saya juga?" Tita.


"Iya Nyonya." Bagas.


"Ya sudah klo begitu boleh kita menunggu di dalam?" Keina.


"Silahkan Nona." Bagas.


"Mommy ke ruangan Daddy ya Kein." Tita.


"Oke."

__ADS_1


🌻🌻🌻


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏


__ADS_2