
Saat jam makan malam Ken membangunkan Tita yang tertidur sejak sore tadi. Ken membangunkannya dengan begitu lembut agar tak membuat Tita terkejut.
"Sayang," Panggil Ken mengusap lembut pipi Tita.
"Hmm...." Lenguh Tita dengan suara khas bangun tidur.
"Bangun yuk. Sebentar lagi makan malam. Setelah itu boleh tidur lagi." Ajak Ken.
"Tita mau mandi dulu Mas." Rengek Tita.
"Boleh sayang. Ayo Mas mandikan." Ken.
Dengan sigap Ken mengangkat tubuh Tita dan membawanya ke kamar mandi. Di dudukkannya Tita di atas closet. Ken pun membuka satu persatu baju yang melekat di tubuh Tita. Dengan sekuat tenaga Ken manahan nafsunya.
Setelah selasai mereka berdua pun turun menuju meja makan. Kali ini Tita berjalan sendiri walaupun tetap bergelayut manja di lengan Ken.
"Hai sayang. Ayo makan." Ajak Ayumi.
"Iya Kak." Jawab Tita kemudian duduk di bangku yang telah tersedia berdampingan dengan Ken.
Kali ini Tita pun melayani Ken seperti biasa sebelum dirinya hamil. Tak ada yang menegurnya semua membiarkan Tita melakukannya walaupun sedikit heran. Karena terbiasa setelah kehamilannya Tita begitu manja.
Kali ini mungkin Tita sudah mulai beradaptasi dengan kehamilannya sehingga manjanya sedikit berkurang. Sejak pagi Tita begitu tidak rewel di tinggalkan Ken ke kantor. Namun, semua tetap berjaga termasuk Ken di kantor.
Setelah menyelesaikan makannya mereka semua berkumpul di ruang keluarga untuk menurunkan makan malam mereka. Rehan, Tuan Ito dan Ken membahas mengenai pekerjaan mereka. Gladys dan Gagah seperti biasa bergelayut manja pada Tita.
Gladys dan Gagah pun tak segan mencurahkan isi hati mereka tentang apapun pada Tita. Sementara Ayumi dan Nyonya Laura membuat makanan ringan untuk mereka nikmati sambil bersantai.
Terdengar bunyi ponsel milik Rehan di atas meja. Dan terlihat nama Aldi tertera di layar. Semua mengerutkan keningnya menatap pada Rehan. Rehan pun mengerti. Rehan membuka panggilan Aldi dengan suara terbuka.
📱Rehan
Hallo Al..
📱Aldi
__ADS_1
Halo Om, Besok kami pulang. Apa masih tetap seperti rencana semula kami menginap di hotel? Jessie ingin bertemu dengan Tante Tita bagaimana Om?
📱Rehan
Pulanglah ke rumah Opa dan Oma.
📱Aldi
Baik Om. Besok kita berangkat menggunakan pesawat pertama.
📱Rehan
Baiklah. Hati-hati.
Panggilan pun terputus. Semua merasa lega Aldi dan Jessie baik-baik saja. Rencana awal memang Rehan berencana menyediakan kamar hotel untuk Aldi dan Jessie sebelum kepindahan sementata Aldi di lakukan.
Hanya saja setelah di bicarakan bersama Ken dan tuan Ito. Mereka memilih Aldi dan Jessie pulang terlebih dahulu ke rumah utama. Tita pun tak mempermasalahkan jika dirinya harus tinggal satu atap bersama Aldi.
Karena Tita yakin masa lalunya sudah terkubur dalam tergantikan oleh limpahan kasih sayang dari Ken dan keluarga lainnya. Ken pun tak mempermaslahkannya karena Ken yakin oada Tita. Tita tidak akan berbuat yang tidak-tidak. Terbukti selama kerja satu atap pun Tita selalu bersikap wajar terhadap Aldi.
"Bi, siapkan kamar untuk Aldi dan Jessie dan ingat jangan katakan oada siapapun jika ada Aldi dan Jessie di rumah ini." Titah Tuan Ito.
Bibi pun kembali ke dapur untuk menyiapkan kamar untuk Jessie dan Aldi. Mereka semua sudah mengerti jika Tuan dan nyonya mereka menyembunyikan Jessie di rumah itu. Sudah bisa di pastikan ada masalah antara Jessie dan Aiko.
Karena beberapa waktu lalu saja Aiko datang dan marah besar mencari anak semata wayangnya itu.
"Kenapa Jessie ingin sekali bertemu Tita?" Tanya Tita tiba-tiba.
"Entahlah sayang. Semoga semua baik-baik saja." Ken.
Karena waktu telah menunjukkan pukul 10 malam. Semua pun kembali ke kamar masing-masing. Keluarga Rehan pun menginap untuk menyambut kedatangan Jessie dan Aldi besok pagi.
Di kamar Tita menyandarkan kepalanya di dada bidang Ken yang bertelanjang dada. Semenjak hamil Tita begitu senang menghirup aroma tubuh Ken. Ken pun menyambutnya dengan senang hati.
"Sayang, ada baby mau Daddy tengok?" Ucap Ken seraya mengusap lembut perut Tita.
__ADS_1
"Dengan senang hati Daddy." Jawab Tita dengan suara anak kecil.
Tak menunggu lama Ken pun segera melakukan aksinya menjelajahi tubuh mungil sang istri dengan perut yang sedikit membuncit.
Malam panjang pun terjadi diantara keduanya entah berapa kali Tita mengerang menikmati sentuhan Ken begitupun dengan Ken. Keduanya melupakan kehamilan Tita. Dan entah mengapa Tita pun begitu bersemangat ketika Ken menjelajahi tubuhnya hingga beberapa kali.
"Sayang, apa perutnya sakit?" Tanya Ken setelah pergumulan panjangnya.
Tita menggelengkan kepalanya tanda semuanya baik-baik saja.
"Terima kasih sayang. Tidurlah. Besok kita periksakan ya." Ken.
Dan Tita pun hanya mengangguk membalas ucapan Ken. Dan tak lama terdengar dengkuran halus dari Tita ken pun tersenyum melihat sang istri telah tertidur dengan pulas setelah bergulat bersamanya.
Ken pun menghujani ciuman di puncak kepala Tita berakhir di kening Tita. Ken memeluk Tita dan menyusul Tita berlayar ke alam mimpi.
Pagi Buta suasana rumah telah ramai dengan kedatangan Jessie dan Aldi. Tuan dan Nyonya Ito menyambut kedatangan cucu mereka. begitupun dengan Rehan dan Ayumi. Gladys dan Gagah tak terlihat karena keduanya masih tertidur dengan pulas begitupun dengan pasangan Ken dan Tita.
Karena Ken dan Tita baru saja tertidur satu jam sebelum kedatangan Jessie dan Aldi. Jessie dan Aldi pun tak mempermasalahkannya karena Jessie dan Aldi tak ingin mengganggu tidur Tita yang sedang hamil.
Tuan dan Nyonya Ito pun meminta keduanya untuk beristirahat di kamar yang telah di sediakan.
"Istirahat sajalah dulu. Besok pagi kamu bebas melepas rasa rindumu bersama Tante mu. Sekarang biarkan Tante mu istirahat dulu. Kamu juga bituh istirahat setelah perjalanan." Titah Tuan Ito.
"Baik Opa." Jessie.
Jessie dan Aldi pun memasuki kamar yang telah di sediakan. Mereka merebahkan tubuhnya yang cukup lelah setelah menempuh perjalanan darat dan udara. Aiko memang sudah tak pernah datang lagi ke rumah utama setelah beberapa hari lalu dirinya datang dan memnag tak menemukan anaknya disana.
Aiko pun tak menanyakannya pada besannya tentang keberadaan anak dan menantunya. Karena dirinya terlalu gengsi untuk menanyakannya.
Aiko terus menghubungi Jessie walaupun tak satupun panggilannya di terima oleh Jessie begitupun pesan yang di kirimnya. Tak ada satupun yang Jessie baca. Karena Aldi lah yang memegang ponsel milik Jessie.
Aldi tak ingin Jessie terganggu dengan beberapa panggilan ataupun pesan dari siapapun di ponsel miliknya. Atau bahkan Jessie membuka sosial medianya dan membaca hal-hal yang membuat fikirannya terganggu karena memikirkan hal-hal yang menurut Aldi tak penting.
Sampai tiba di rumah utama pun Aldi belum mengembalikan ponsel milik Tita.
__ADS_1
🌻🌻🌻
Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏