Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Konsep Pernikahan


__ADS_3

Intan keluar kamar dengan sumringah. Ibu hamil yang satu ini benar-benar tidak merasakan mual muntah seperti ibu-ibu hamil pada umumnya. Bahkan Intan cenderung lebih suka makan setelah dirinya dinyatakan positif.


Bahkan terkadang dirinya sendiri pun merasa kewalahan karena keinginan makan ya lebih kuat dari biasanya. Intan tersenyum melihat Reina dalam gendongan Daffin membuat dirinya gemas ingin menggendong hanya saja Daffin dan yang lainnya tidak mengijinkan karena Intan tengah hamil.


"Sayangnya Onty..." Sapa Intan pada Reina dan Reina pun tergelak melihat kedatangan Intan.


"Hualo kesayangan. Selamat pagi... Udah mandi ya? Udah wangi nih." Ucap Intan menyapa Reina yang hanya di balas dengan gelak tawa Reina membuat Intan semakin gemas.


Bermain sejenak bersama Reina kemudian lanjut sarapan pagi sebelum memulai semua aktivitas hari ini. Reina pun di ambil alih oleh Mba sejenak ketika mereka semua menikmati sarapan.


"Apa Zizi dan Sinta sudah kembali ke rumah?" Tanya Ken setelah menyelesaikan sarapannya.


"Sudah. Dan Mami di buat sibuk oleh Zizi." Keina.


"Namanya juga ibu baru Kak. Wajar kalo Zizi masih sedikit kesulitan." Marni.


"Sinta juga ibu baru tapi Onty masih bisa menginap di sini." Keina.


"Itu karena Mami kamu yang bantu Sinta di rumah. Jadi Onty kamu ini bisa enak-enakan disini. Di tambah lagi Ada Raya di rumah." Tita.


"Kamu cemburu ya sama Zizi?" Daren Durant.


"Dih, ngga lah. Kasian aja Mami jadi ga bisa kemana-mana." Elak Keina.


"Kita bisa kunjungi Mami di rumah sayang." Daren.


"Hm... Ga usah deh Yang. Nanti aja tunggu bayi Zizi gedean dikit takut di unyel-unyel Rein nanti." Keina.


"Iya Ren. Mendingan fokus bikin adik Rein aja dulu." Tanio.


""Hus... Jangan. Nanti tunggu Rein gede dulu. Aduuh... Telinga onty tuh rasanya tangisan bayi semua deh." Olla.


Perdebatan di antara mereka terus berlangsung. Mikha dan Angel hanya menyimak saja tanpa ada niat ikut campur karena mereka pun tak mengerti apa yang harus mereka bicarakan.


"Ya sudah. Ayo Bang, Daddy ikut ke kantor." Ken.


"Ngapain Dad?" Keina.

__ADS_1


"Jangan lupa jika itu juga perusahaan Daddy Kein." Ken.


"Ceh, sensi banget lagi dapet Dad." Keina.


"Hus Kein." Daren.


"Hehehe... Iya Sayang. Abis Daddy begitu aja ngegas." Keina.


"Sudah-sudah sana Ren bawa Daddy ke kantor." Ucap Tita melerai.


"Ayo Dad." Ajak Daren.


"Hei, Daff kau tidak ke kantor?" Tanya Ken yang masih melihat Daffin duduk.


"Hari ini Daff ada peninjauan Dad." Daffin.


"Awas kau malas-malasan. Mau di kasih makan apa anak istri kamu." Omel Ken.


"Sepertinya kau kurang servis Ta." Bisik Olla.


"Hei,, bisa ga bisa jalan gw." Tita.


Ibu Bunga dan Bunga memasrahkan semua acaranya pada keluarga Durant. Karena membantahpun rasanya percuma. Ingin pesta sederhana tapi mereka menginginkan yang mewah. Mengingat ini pernikahan putra tunggal Mikha Durant.


Mikha bersama Daren pergi ke kantor mereka seperti biasanya. Daren bekerja seperti biasa seolah tak akan terjadi pernikahan dalam waktu dekat. Daren pun tak mempermasalahkan apapun konsep pernikahan yang akan di pilihkan oleh Bunga nantinya.


"Bunga, kamu pikih konsepnya sendiri ya. Maaf Daren tidak bisa ikut memilih karena kesibukannya. Tapi, Daren setuju apapun pilihan kamu. Ya kan Ngel?" Olla.


"Right. You just pick it, honey. Even mummy will agree with your choice." Angel.


"Thank you Mam." Bunga.


Kemudian Bunga pun melihat beberapa konseo pernikahan yang di sodorkan oleh WO. Kemudian Bunga memilih salah satu konsep yang di berikan oleh WO dan menghilangkan beberapa rangakaian dan menggantikannya dengan apa yang dia mau.


Bunga sudah pasrah menerima pinangan Daren karena ucapannya sendiri dan Bunga pun tak bisa menolak permintaan keluarga Daren mengingat Daren putra tunggal dan dirinya pun anak tunggal menjadikannya tak bisa memiliki alasan lain lagi.


Setelah berdiskusi mengenai konsep pernikahannya akhirnya mereka pun menyetujui satu konsep setelah revisi beberapa bagian. Kemudian mereka pun mencoba beberapa hidangan yang akan di hadirkan pada acara akad dan resepsi.

__ADS_1


Karena memang waktu yang sangat mepet mereka pun memilih acara di restoran yang kebetulan makanannya di pilih untuk mengisi meja prasmanan. Pihak restoran memberikan contoh menu yang akan mereka hidangkan. Semua mencoba satu persatu makanan yang akan mereka pilih..


"Onty, jika perihal makanan ini boleh Bunga tidak ikut memilih?" Bunga.


"Tidak sayang. Kamu pilih satu makanan yang kamu suka dan itu akan kamu sediakan di acara pernikahan kamu. Sisanya biar Ibu dan kami yang akan memilih." Tita.


"Baiklah Onty." Bunga.


Setelah mencicipi Bunga pun menjatuhkan pilihan pada satu menu yang menurutnya enak di lihat dan juga enak di rasa. Pandangan mata dan rasanya sesuai ekspektasi dirinya.


Setelah semua acara selesai karena kebetulan masuk jam makan siang mereka pun memilih untuk makan siang terlebih dahulu sebelum Bunga berpamitan untuk bekerja. Tita pun menawarkan pada Bunga untuk mengantarkan Ibu Bunga pulang karena takut Bunga terlambat masuk kerja. Mengingat jarak dari restoran menuju rumah sakit lumayan jauh.


"Kalo begitu Bunga pamit ya Onty, Mami. Onty Bunga titip Ibu." Bunga.


"Iya sayang. Pergilah. Pak Min sudah menunggu di luar. Kamu di antar olehnya saja." Olla.


"Loh, tidak usah Onty." Tolak Bunga.


"Tidak apa-apa. Pergi sana. Nanti kamu terlambat.". Usir Olla.


"Baiklah. Terima kasih Onty." Bunga.


Bunga pun pergi meninggalkan mereka semua. Dan membiarkan Ibu nya masih disana. Ibu Bunga begitu sederhana dan tak banyak bicara. Karena memang pembawaannya begitu berbeda dengan Bunga yang banyak bicara.


"Bu, mari kita antar ibu kerumah. Besok jangan lupa datang bersama Bunga ke butik Kakak ipar saya di mall A." Tita.


"Ah, iya Bu. Besok saya dan Bunga pasti datang." Ibu Bunga.


"Nanti biar di jemput saja sama Pak Min.." Olla.


"Aduh, tidak usah merepotkan Bu. Nanti kami datang sendiri saja." Tolak Ibu Bunga.


"Not a bother ma 'am. Don't say no to our request." Angel.


"Thank you." Ibu Bunga.


Setelah berbasa-basi mereka pun pergi meninggalkan restoran. Mobil Olla meluncur menuju rumah Bunga terlebih dahulu untuk mengantarkan Ibu Bunga. Selama perjalanan Angel banyak bertanya mengenai Bunga dan Ibu Bunga pun menceritakan semuanya tanpa ada yang di tutupi lagi.

__ADS_1


Angel, Tita dan Olla bangga pada Ibu Bunga yang dapat membesarkan Bunga seorang diri dengan penghasilan yang tak tentu. Hingga akhirnya Bunga menjadi seorang perawat.


🌻🌻🌻


__ADS_2