Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Curahan Hati Tita


__ADS_3

Sampainya di dalam kamar Tita segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Tak butuh waktu lama Tita sudah keluar dengan menggunakan piyamanya. Tita melihat Ken sedang serius menatap layar ipadnya.


Tita membaringkan tubuhnya di samping Ken yang masih serius. Tak lama Ken mematikan Ipadnya kemudian menyimpannya di atas nakas.


"Mas, bersih-bersih dulu ya." Ucap Ken pada Tita kemudian melabuhkan ciuman di kepala Tita.


Sebagai jawaban Tita hanya menganggukkan kepalanya. Ken pun segera masuk ke kamar mandi. Saat Ken berada di kamar mandi Tita bangun dari tidurnya langkahnya menuntun Tita keluar menuju balkon kamarnya.


Ken keluar dari kamar mandi dan tak mendapati istrinya di sana. Ken merasakan semilir angin sari arah balkon. Ken mengarahkan pandangannya ke arah balkon dan benar saja Tita berada di sana.


Ken menghampiri Tita yang berdiri mematung dengan menyilangkan tangannya di dada. Sesekali Tita mengusap-usap lengannya untuk mengusir rasa dinginnya. Ken menghampirinya dan memeluknya dari belakang.


"Ada apa hm?" Tanya Ken memeluk Tita erat.


Tak ada jawaban dari mulut Tita. Pandangannya masih lurus kedepan.


"Disini dingin. Masuk saja yuk." Ajak Ken.


Tita pun membalikkan badannya dan berjalan masuk di ikuti Ken. Ken menutup pintu balkon kemudian menyusul Tita ke atas tempat tidur. Tita menyandarkan tubuhnya pada head to bed. Ken mengangkat tubuh Tita agar bersandar padanya.


Di pelukkanya Tita erat seolah menyalurkan kekuatan untuk hati sang istri yang sedang tidak baik-baik saja. Sejenak suasana dalam kamar begitu hening. Tita belum juga mengeluarkan suaranya. Ken yang mengerti hanya diam dan sesekali mengusap lembut puncak kepala Tita.


"Mas, " Panggil Tita lirih.


"Ya sayang." Ken.


"Seandainya Tita tak dapat menberikan lagi keturunan pada Mas apa Mas akan berpindah ke lain hati?" Tanya Tita datar.


"Maksud kamu?" Ken pura-pura tak mengerti maksud Tita.


"Apa Mas akan mencari wanita lain untuk memberikan Mas keturunan lain?" Tita.


"Ssst... Apa yang kamu katakan sayang. Kita memiliki Keina dan Tiara meskipun Tiara lebih dulu pergi karena Tuhan lebih menyayanginya. Mas sudah bahagia memiliki kalian." Ken.


"Sejak kepergian Tiara kenapa Tita belum juga di beri kesempatan lagi mengandung Mas?" Tanya Tita berkaca-kaca.


"Sayang, serahkan semua pada Tuhan. Kita hanya bisa berusaha dan berdo'a. Jika sudah waktunya pasti kita akan di beri kepercayaan lagi oleh Tuhan. Yakinlah." Ken.

__ADS_1


Hiks...hiks....


Terdengar suara isak Tita yang sudah tak dapat di bendung lagi. Tita begitu takut tak dapat memberikan lagi keturunan pada Ken. Segala fikiran buruk pun datang menghampirinya. Namun, Ken selalu bisa membuat Tita jauh lebih tenang dan yakin jika dirinya segalanya bagi Ken.


Tita mengeratkan pelukkannya pada Ken dengan suara isak tangisnya yang masih terus terdengar. Ken mengusap lembut punggung Tita memberi ketenangan. Sesekali Ken pun mendaratkan kecupannya di puncak kepala Tita.


"Yakinlah jika semua baik-baik saja." Bisik Ken.


"Apapun yang terjadi Kamu dan Keina adalah milik Mas yang paling berharga dan tak akan pernah tergantikan." Ucap Ken kemudian.


"Maaf Mas. Tita cengeng." Ucap Tita melerai pelukannya.


"Tidak sayang. Mas suka kamu tidak pernah sembunyi di balik topeng apapun saat berdua bersama Mas. Kamu selalu menunjukkan sisi lain kamu saat bersama Mas. Dan itu semua yang membuat Mas semakin hari semakin sayang dan cinta sama Kamu. Kamu istimewa untuk Mas." Ucap Ken menatap dalam manik Tita.


Tidak ada kebohongan di dalamnya hanya ada pancaran ketulusan pada sorot mata Ken dan Tita dapat melihatnya. Bahkan Tita dapat merasakan ketulusan Ken sejak pertama mereka berdua mulai dekat dan itu juga yang membuat Tita yakin untuk menerima pinangan Ken.


"Tidurlah sayang." Titah Ken membawa Tita kedalam pelukkannya.


Tita memeluk Ken dan tak lama terdengar dengkuran halus dari Tita. Sedangkan Ken masih terjaga. Ken terus berfikir bagaimana cara dia membuat sang istri melupakan kesedihannya.


Ken pun mengulurkan tangannya untuk mencapai Ponselnya yang berada di atas nakas. Ken segera mengetikkan sesuatu pada Anton sang asisten. Ken tak mau tau jika Anton telah tertidur. Setidaknya besok pagi Anton pasti akan membuka pesan darinya.


Namun, ternyata Anton juga masih terjaga. Peaan yang Ken kirim segera mendapatkan jawaban dari Anton. Senyuman tercetak di bibir Ken. Ken ingin membawa Tita berlibur sejenak.


Walau pekerjaan begitu menumpuk dan meninta Ken untuk segera menyelesaikannya tapi kebahagiaan bidadarinya adalah nomer satu. Ken rela kehilangan tender demi membahagiakan Istri dan anaknya.


Ken menyimpan kembali ponselnya kemudian kembali memeluk Tita dan kali ini Ken ikut tertidur.


Tita menggerakkan kelopak matanya. Matanya terasa berat karena Tita tertidur setelah dirinya menangis. Tita melihat tak ada suami tercintanya di sampingnya. Tita mengedarkan pandangannya dan tetap tidak ada Ken di sana.


Tita turun dari tempat tidurnya menuju kamar mandi dan tidak ada Ken juga di sana. Tita memutuskan untuk mandi sebelum mencari keberadaan suami tercintanya. Tak butuh waktu lama Tita pun segera menyelesaikan ritual mandinya.


Tita mengenakan pakaian ala rumahan kemudian Tita keluar dari kamar bermaksud mencari sang suami. Dan ternyata Ken berada di halaman belakang bersama Keina. Tamoak Ken tengah berbicara serius bersama Keina.


Terlihat Keina menganggukkan kepalanya sesekali. Tita terus melangkah menuju mereka berdua. Dan ternyata bukan hanya Ken dan Keina di sana juga terdapat Tuan dan Nyonya Ito.


"Selamat pagi sayang." Sapa Nyonya Laura.

__ADS_1


"Pagi Bu. Maaf Tita sedikit terlambat bangun." Tita.


"Tidak masalah. Duduklah." Tuan Ito.


"Dimana yang lain?" Tita.


"Yang lain belum keluar sayang. Sebentar lagi juga keluar saat sarapan." Nyonya Laura.


Tita duduk di samping Ken dan Keina. Ken menyambutnya. Tita masih tak mengetahui apa yang sedang anak dan Daddy itu bicarakan.


"Sayang, setelah sarapan bersiap ya. Mas sudah mengemasi barang kita." Ken.


"Bersiap? Kita pergi?" Tita.


"Ya. Mas ada pekerjaan di luar kota dan Mas ingin Kamu menemani Mas." Ken.


"Bersama Keina juga kan Mas?" Tita.


"No Mommy. Keina tunggu di lumah saja." Keina.


"Kenapa?" Tita.


"Kalena nanti di cana bosan." Keina.


"Tapi kan ada Mommy juga di sana nanti." Keukeuh Tita.


"Biarkan saja Keina bersama kami di sini Ta." Tuan Ito.


"Tapi nanti merepotkan Ayah dan Ibu." Tita.


"Tidak. Keina sudah besar. Kami tak perlu menggendongnya lagi sekarang. Dan di rumah ini banyak orang jadi kamu tak perlu khawatir. Ibu Marni juga kan ada di sini." Jelas Nyonya Laura.


"Hm... Baiklah jika tidak merepotkam Ibu dan Ayah." Jawab Tita setelah berfikir beberapa saat.


🌻🌻🌻


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2