Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Daniel & Daniela


__ADS_3

Sampai di rumah sakit Keina yang menggendong Reina berjalan menuju ruangan Intan dengan suster Reina berjalan di sampingnya membawakan perlengkapan Reina dan hadiah untuk twin dan Intan.


"Kein,"


Keina pun menoleh pada sumber suara.


"Abang.."


"Mau jenguk Intan?" Gagah.


"Iya Bang. Abang sudah ke sana?" Keina.


"Sudah pagi tadi." Gagah.


"Hai cantik... Mau ikut Om?" Sapa Gagah pada Reina.


Reina hanya tersenyum menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Keina malu-malu.


"Ayo Abang antar." Gagah.


"Tidak usah Bang. Abang pasti sibuk. Biar Kein sama Mba sus aja." Tolak Keina tak enak hati pasalnya Gagah sangat sibuk dengan kegiatannya. Sehingga Keina tak cukup hati mengganggunya.


"Tidak masalah. Abang antar kalian dulu baru Abang ke ruangan Abang. Ayo cantik Om gendong ya. Kasian Mamanya." Ajak Gagah.


Reina pun berpindah gendongan pada Gagah. Kemudian Keina mengambil alih sebagian barang di tangan suster.


Sampai di ruangan Intan disana sudah terdapat Ayumi, Rehan dan Gea. Gea sudah lebih baik setelah keracunan kemarin. Hari ini pun Gea sudah bisa pulang hanya saja Gea masih ingin melihat baby twin.


"Assalamu'alaikum.."


"Wa'alaikum salam.."


"Hai cantik.." Sapa Gea begitu melihat Reina.


Bak gayung bersambut Reina pun tersenyum bahagia dan merentangkan tangannya meminta gendong pada Gea. Dengan senang hati Gea pun mengambil alih Reina dari gendongan Gagah. Reina terlihat bingung saat melihat twin di dalam tempat tidurnya.


"Heh.." Oceh Reina.


"Kenapa sayang? Ada dua ya adiknya?" Gea.


Reina hanya membalas dengan senyuman kaku nya pertanda dirinya bingung mengapa ada dua bayi.


"Gimana Dek? Udah enakan bekas lahirannya?" Goda Keina pada Intan.


"Astaga! Kakak. Baru saja semalam dan dua yang aku lahirkan.". Intan.


"Ya kali aja. Jadi Daff kan bisa semangat bikin adik lagi buat twin." Keina.


"Hus! Jangan. Awas ya Daff Buna jewer kamu kalo main jenguk aja." Protes Ayumi.


"Astaga Buna! Kenapa jadi Daff yang kena sih. Lagian mana tega Daff Bun. Liat baby twin aja rasanya lupa Bun begituan." Daffin.


"Sekarang lu bilang begitu Daff." Gagah.

__ADS_1


"Abang. Udah sana kembali ke ruangan kamu." Ayumi.


"Ceh, Buna usih Gagah nih?" Gagah.


"Lagian kalian ngomongin yang nggak-nggak. Awas ya Daff kamu main sosor." Ayumi.


"Iya ngga Buna. Tenang. Ngga sampai ada adiknya twin." Goda Daffin.


"Astaga! Kalian bikin Buna pusing saja." Ayumi.


"Biarkan saja Buna. Dengan begitu twin bisa kita ambil kan." Rehan.


"Ayah benar. Sip deh." Ayumi.


"Ceh, Yaya ancamannya bawa kabur twin." Daffin.


"Bukannya jadi seneng Dek. Jadi ga kerepotan kan ada Yaya sama Buna." Keina.


"Kakak, Udah ah. Baru juga semalam Intan melahirkan kalian udah ngaco aja." Daffin.


"Ngomong-ngomong siapa nama Twin Bang? Udah di siapin belum nih?" Gea.


"Namanya Daniel dan Daniela." Daffin.


"Waaah,, double D dong." Keina.


"Yup's! Biar kaya Bang Daren sama Bang D." Daffin.


"Hei,, Tapi tetep ya cakepan Abang Daren Papanya Reina kemana-mana." Bela Keina.


"Ceh." Gea.


Suasana kamar Intan pun begitu ramai. Akan tetapi walaupun suasana ruangan ramai Double D tak sedikit pun terusik dengan suara-suara ribut yang berasal dari orang-orang dewasa tak tau diri itu.


Menjelang siang. satu persatu dari mereka pun kembali ke habitat masing-masing. Keina dan Reina kembali ke rumah setelah cukup lelah menjenguk Twin.


Hari ini suasana mansion begitu ramai dengan kedatangan keluarga besar menyambut kedatangan baby twin. Hari ini Daniel dan Daniela pulang ke rumah. Tita menggendong Daniel dan Ayumi menggendong Daniela. Sementara Intan di gandeng Daffin.


"Selamat datang baby twin." Ucap semua menyambut. Namun, baby twin tetap anteng dalam gendongan Tita dan Ayumi.


Suasana mansion pun begitu hangat keluarga Durant dan Ito berkumpul bersama menyambut kedatangan baby twin Daffin dan Intan. Semua antusias karena baru Daffin yang memiliki putra dan putri kembar setelah. Jessie dan Aldi.


Bunga begitu senang melihat baby twin membuat dirinya tak sabar ingin melihat wajah bayi dalam kandungannya. Yang pasti akan sangat mirip Daddy nya menurut Bunga sendiri.


"Kenapa sayang? Kamu kok ngeliatnya gitu amat." D.


"Mereka lucu banget ya Mas. Jadi ga sabar pengen lihat wajah baby kita." Bunga.


"Sabar sayang. Semua ada prosesnya. Yang pastinya akan ganteng seperti Daddy nya dan jika perempuan akan cantik seperti Mommynya." D.


"Aamiin..." Bunga.


"Loh, kalian belum cek jenis kelamin?" Tanya Gladys yang kebetulan ada di dekat mereka.

__ADS_1


"Tidak Kak. Kami sengaja merahasiakan jenis kelaminnya." Bunga.


"Waah,,, biar jadi kejutan ya Nga." Gladys.


"Iya Kak." Bunga.


Beberapa bulan berlalu Daffin dan Intan akan mengadakan acara syukuran baby twin yang selalu batal di karenakan jadwal Daffin yang begitu padat. Barulah sekarang bisa terlaksana. Hanya keluarga dan tetangga dekat saja karena Daff tak ingin terlalu ramai.


Persiapan pun sudah di laksanakan sejak kemarin di mansion karena hari ini akan di laksanakan siang hari jadi persiapan di lakukan sebelumnya. Keina dan Daren sudah menginap di mansion sejak kemarin untuk membantu Tita dan Marni. Ayumi pun ikut andil membuatkan seragam khusus untuk Daffin, Intan dan Baby twin.


Dan disinilah acara berlangsung. Daffin menggendong Daniela dan Ken menggendong Daniel. Sementara Intan dan Tita berdiri di belakang mereka. Ken dan Daffin berkeliling untuk memperkenalkan twin. Karena twin sudah berusia tiga bulan membuat para tetangga merasa gemas dengan tingkah keduanya.


Setelah acara selesai Tita dan Intan membawa twin kekamar untuk beristirahat. Dua orang suster di pekerjakan oleh Daffin dan Intan untuk membantu Intan mengurus twin mengingat Intan masih harus menyelesaikan sekolahnya. Itupun atas saran Tita dan Ken karena sebelumnya Intan tak ingin menggunakan jasa baby sitter.


"Aww..."


"Kenapa sayang?" Angel.


"Mami, kenapa perut Bunga sakit banget ini?" Bunga merintih kesakitan pada perutnya.


"Kamu makan apa?" Mikha.


"Sama seperti yang Mas D makan Pi." Bunga.


"Sakit sekali?" Tanya Angel yang sudha melihat keringat Bunga bercucuran.


"Iya Mi." Bunga.


"Dimana D?" Mikha.


"Mas D ke toilet Pi." Bunga.


"Apa kamu mau melahirkan sayang?"Angel.


"Entahlah Mi. Tapi, waktu perkiraannya masih bulan depan Mi. Aww..." Ringia Bunga lagi.


"Ada apa?" Keina.


"Bunga sakit perut Kein." Mikha.


"Mau melahirkan?" Keina.


"Perkiraannya masih bulan depan Kein." Angel.


"Kerumah sakit sekarang." Keina.


Keina pun segera meminta Mikha untuk menyiapkan mobil dan membawa Bunga ke rumah sakit. D yang baru saja dari toilet bingung karena istrinya di papah oleh Angel dan Keina menuju pintu luar. Seperti tau apa yang ada di fikiran D Keina pun langsung mengatakan jika Bunga akan melahirkan.


"Kau jangan diam saja D. Sepertinya Bunga akan melahirkan. Cepat bawa dia ek rumah sakit." Keina.


"Melahirkan!"


🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2