Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Ulang Tahun Rumah Sakit


__ADS_3

Hari ini ulang tahun rumah sakit semua keluarga Ito telah bersiap untuk menghadiri acaranya yang akan di adakan di gedung aula rumah sakit keluarga. Pelayanan rumah sakit pun di gratiskan untuk satu hari ini.


Biaya rawat inap gratis untuk satu hari ini spesial ulang tahun. Rehan selaku pemilik rumah sakit memang selalu membuat kejutan-kejutan di setiap ulang tahun rumah sakit. Semua atas idenya dan Ayumi istri tercintanya.


Keina telah cantik menggunakan gaun yang senada dengan semua anggota keluarga yang lainnya. Pesonanya begitu menarik perhatian setiap orang. Keina selalu menyapa siapa saja dengan senyumannya.


Pegawai rumah sakit yang mengenal Laras begitu terkejut melihat Laras berada di deretan anggota keluarga Ito begitu juga dengan Angga yang ternyata adalah tunangan dari Gladys anak perempuan dari Rehan.


"Bukannya itu Laras ya? Mahasiswa kedokteran yang pernah praktek di rumah sakit ini?"


"Eh, Kenapa ada Laras."


"Hah! Dokter Angga kok mengenakan seragam keluarga?"


"Dokter Angga tunangan anaknya Dokter Rehan."


"Astaga! Sempurnanya Dokter Angga mendapatkan anak Dokter Rehan."


Begitulah kira-kira bisik-bisik diantara mereka. Semua anggota keluarga yang mendengarnya hanya bersikap acuh karena walau bagaimanapun keluarga mereka pasti akan selalu menjadi perbincangan di masyarakat.


"Sayang, Kakak ke ruangan sebentar ya." Gagah.


"Hm.. Jangan lama ya." Rengek Laras.


"Ikutlah." Ajak Gagah.


"Ga usah deh." Laras.


"Ga apa-apa kok. Kakak cuma mau membawa buku yang tertinggal." Gagah.


"Ya udah ayo." Laras.


Gagah dan Laras pun memisahkan diri dari anggita keluarga yang lainnya setelah berpamitan pada Gladys. Agar yang lainnya tak mencari mereka.


Gagah dan Laras berjalan bergandengan tangan menyusuri lorong rumah sakit menuju ruangan pribadi Gagah. Gagah menyapa siapa saja yang berpapasan dengannya. Sementara Laras hanya memasang senyumannya.


"Sayang, kok mereka kaya yang ga suka ya liat aku sama Kakak." Rengek Laras.


"Biarkan saja yang penting kita suka." Gagah.


"Ceh, bukan begitu. Laras jadi ga enak gini." Laras.


"Makanya cepet selesai tamu bulanannya biar bisa di bikin enak." Goda Gagah.

__ADS_1


"Kakak ih, bukan itu. Dasar mesum." Laras.


Mereka berdua pun bersenda gurau membuat banyak pasang mata yang merasa iri apalagi para suster yang memang menaruh hati pada Gagah. Atau dokter muda yang mengidolakan Gagah.


Bagaimana tidak Gagah seorang dokter yang berprestasi, anak dari pemilik rumah sakit dan jangan lupakan wajahnya yang begitu sempurna. Sikapnya yang dingin membuat para wanita penasaran.


Bahkan Gagah memilih asisten perawat seorang laki-laki karena dirinya terlalu menjaga dirinya dari perempuan. Jika dengan laki-laki Gagah merasa lebih leluasa bekerja. Jika ada perawat perempuan Gagah selalu menghindari berbicara tatap muka berdua selalu melalui perantara asistennya.


Mungkin karena itu Gagah menjadi incaran banyak gadis di rumah sakit maupun di kampusnya. Gagah memang sangat menjaga dirinya dari godaan para wanita. Karena Gagah tak ingin adik perempuannya di sakiti pria manapun.


Sampai di ruangan Gagah Laras begitu takjub melihat ruangan yang begitu rapih dan wangi. Laras mengira bahwa sekretaris dan asisten Gagah pasti perempuan karena ruangannya begitu rapih dan terawat.


"Disini cuma tiga orang Yang?" Laras.


"Ada lima orang sayang. Hanya mereka selalu bergantian jaga." Gagah.


"Wah, banyak juga." Laras.


"Iya. Kan Aris sama Deni juga harus punya asisten Yang nanti kerjaan aku keteteran." Gagah.


"Asistennya Aris sama Deni perawat juga?" Laras.


"Iya dong Yang masa dokter." Gagah.


"Tenang asisten Aris sama Deni lelaki juga kok Yang." Gagah.


"Eh, aku kan ga nanya itu." Laras.


"Kamu tenang aja. Semua di ruangan ini laki-laki. Yang bisa masuk ke sini cuma Bu Tini OG senior. Selain itu hanya bisa sampai ruangan itu." Tunjuk Gagah pada ruangan penyekat kaca.


"Astaga! Kenapa begitu Yang?" Laras.


"Dulu Kakak selalu menjaga kehormatan Bunda dan Gladys. Tapi, sekarang Kakak juga harus menjaga perasaan wanita kesayangan Kakak." Gagah.


"Siapa?" Tanya Laras polos.


"Siapa?" Tanya Gagah menggoda dan di angguki serius oleh Laras.


"Kamu masih tanya siapa?" Laras yang belum sadar dengan ucapannya.


"Iya siapa?" Laras.


"Siapa lagi kalo bukan bidadari di hadapan Kakak ini." Gagah.

__ADS_1


Blush....


"Iih,,, gombal. Udah sana ambil bukunya terus kita gabung lagi sama yang lain." Ucap Laras malu.


Gagah pun segera mengambil buku yang dia butuhkan kemudian kembali ke aula tempat acara di laksanakan.


Rehan mengumumkan pernikahan Gagah dan Laras di moment itu. Dan tak lupa Rehan pun mengundang koleganya dan memberikan langsung undangan yang sudah di buat olehnya. Semua karyawan rumah sakit dan beberapa kolega Rehan sangat terkejut dengan pernikahan Gagah yang terkenal dokter dingin dan tegas di rumah sakit.


Keluarga Ito pun memberikan undangan resepsi pernikahan pada Orang tua Laras tanpa sepengetahuan Laras. Orang tua Laras terutama Ibunya begitu terkejut jika anaknya ternyata menikah dengan anak dari orang no 2 di negerinya.


"Hebat juga anak mu bisa menggaet anak dari Dokter Rehan." Ayah tiri Laras.


Ibu Laras hanya diam tak berkomentar karena apapun yang akan dia katakan sudah pasti salah di mata suaminya itu.


"Seharusnya Lili yang mendapatkan penerus Rehan. Lili lebih pantas di bandingkan anak tak tau diri itu." Ayah tiri Laras.


Tanpa di sadari air mata luruh di pipi Ibu Laras hanya saja dia langsung menyekanya tak ingin suaminya tau karena akan berakibat fatal. Bahkan suaminya tak pernah tau jika Laras selalu mengiriminya uang setiap bulannya.


Laras selalu bertukar kabar padanya tanpa sepengetahuan suaminya. Ibu Laras selalu langsung menghapus semua pesan dari Laras dan tak menyimpan nomer Laras di ponselnya karena suaminya itu selalu mengecek ponselnya.


Sementara di rumah sakit satu persatu undangan pulang. Acara pun berakhir hanya pelayanan Gratis rumah sakit masih berlanjut hingga jam praktek usai dan untuk rawat inap akan mendapatkan potongan satu hari di akhir pembayaran.


"Kakak Keina mau ikut Bunda atau Mommy?" Tanya Ayumi.


"Buna." Jawab Keina mantap.


"Kenapa gak ikut Mommy dan Daddy sayang?" Ken.


"Eina au im Dy." Keina.


"Astaga! nanti biar Daddy belikan untukmu." Ken.


"No Dy No. Eina au buna Yayah." Tolak Keina.


"Sudah biarkan saja. Ayo Ibu sudah lelah." Aja Nyonya Laura.


"Ya sudah. Jangan terlalu banyak membelu es krim nya ya sayang." Ken.


"Oe Dy." Ucap Keina.


Ken, Tita, Tuan dan Nyonya Ito satu mobil bersama. Ayumi, Rehan, Gagah, Laras dan Keina satu mobil. Sementara Gladys bersama Angga dan orang tuanya. Gladys berencana mampir ke rumah calon mertuanya.


🌻🌻🌻

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏


__ADS_2