Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Kelahiran Bayi Kembar


__ADS_3

"Mommy,,," Teriak Daffin di tengah gelap malam.


Di saat semua orang tengah terlelap dalam buaian mimpinya Daffin memecah keheningan malam dengan berteriak memanggil Mommy nya. Membuat Tita dan Ken seketika langsung terbangun dan berjalan menuju kamar Daffin. Tak hanya Tita dan Ken. Maid yang sengaja bangun di tengah malam untuk melaksanakan ibadah pun segera berlari menuju rumah utama.


"Ada apa Daff?" Tanya Tita.


"Tolong Daff Mom. Bayi Daff sepertinya mau keluar." Daffin.


"Apa!" Ucap Tita dan Ken bersamaan.


Mereka semua memang tengah menantikan kelahiran baby Twin Daffin. Karena usia kehamilan Intan sudah memasuki bulan kelahiran. Ayumi terus bolak balik ke mansion demi menanti kelahiran cucu kembarnya. Namun, malam ini Ayumi batal menginap di karenakan harus mengantarkan Gea putri Gladys yang keracunan di sekolahnya. Gladys dan Angga tengah di luar kota. Oleh karena itu Ayumi harus menjaga Gea dan Gean.


"Ya Allah sayang. Apa cucu Mommy sudah akan keluar?" Tanya Tita pada Intan yang tengah terduduk menahan rasa sakitnya.


"Sepertinya begitu Mom. Ini terasa sangat sakit." Jawab Intan di sela rasa sakitnya.


"Ayo Mommy bantu. Kamu kuat ya sayang. Daddy sedang mengeluarkan mobilnya. Daff, kamu bawa perlengkapan melahirkannya." Titah Tita.


"Baik Mom." Daffin.


"Aaauuu... Mom,,sakit." Jerit Intan.


"Tahan sayang. Kita segera ke rumah sakit." Tita.


Sampai di rumah sakit Intan segera di larikan ke ruang bersalin. Tita dengan setia menemani Intan bersama Daffin juga tentunya. Ken hanya bisa dengan pasrah menunggu di luar. Ayumi segera mendatangi Ken saat dirinya di beritahu dan tak lupa menitipkan Gea pada suster yang menjaganya.


Keina dan Daren pun datang setelah di kabari jika Intan akan melahirkan. Dan Ken pun tak sendiri ada Ayumi, Keina dan Daren. Keina memeluk Daddy nya yang terlihat tenang namun sebenarnya Ken begitu panik. Keina dapat merasakan kepanikan Daddy nya.

__ADS_1


"Aaa... Sakit Mas. Mommy ini sakit huhuhu..." Jerit Intan kala mules datang menyerangnya.


"Iya sayang. Bertahanlah. Kamu kuat." Daffin memberi semangat.


"Mommy...." Teriak Intan.


"Iya sayang. Sebentar lagi ya." Tita.


Setelah di periksa Intan baru pembukaan delapan yang mana harus menunggu dua pembukaan lagi. Dan setiap mules menyerang akan terasa lebih sakit dari sebelumnya. Intan akan berteriak memanggil Daffin atau Tita bergantian. Daffin merasa tak tega dan meminta persalinan secara sesar saja namun Intan tak mau. Intan yakin bisa melahirkan normal.


"Oek...Oek...."


Terdengar tangisan bayi pertama Intan dan Daffin dari ruang bersalin. Ayumi memeluk Ken dan Keina memeluk Daren. Wajah tegang di antara mereka berubah menjadi wajah haru dan bahagia. Namun, mengingat masih ada satu bayi lagi wajah mereka pun kembali menegang.


Dan tak lama pun terdengar suara tangisan bayi kedua Intan dan Daffin. Daffin memeluk erat bayi pertamanya yang di simpan di atas dadanya. Daffin mengecup puncak kepala bayi pertamanya.


Tita memeluk Intan dan mendaratkan kecupan di pipi kanan dan kiri Intan sebagai wujud ungkapan selamat untuk menantunya yang telah berhasil mengeluarkan dua malaikat sekaligus sepasang.


"Selamat ya sayang. Kamu berhasil mengeluarkan dua putra dan putri kalian." Ucap Tita di telinga Intan.


"Terima kasih Mom. Mommy adalah Mommy terbaik." Ucap Intan tulus.


"Permisi ya Nyonya. Saya bersihkan dulu Nyonya Intan. Nyonya bisa menggendong putra kedua nyonya Intan seperti Tuan Daffin." Titah Seorang suster.


"Baik Suster." Tita.


Tita pun menggendong cucunya seperti yang di lakukan Daffin pada putri pertamanya. Sementara Intan di bersihkan. Setelah selesai Intan dan kedua bayinya akan segera di pindahkan ke ruang VVIP. Tita dan Daffin memberikan bayi-bayi pada suster untuk di bersihkan dan di bungkus dengan kain bedong.

__ADS_1


Tita menemani Intan ke ruangan sementara Daffin mengikuti suster yang membawa dua bayinya. Begitu keluar ruangan Ken memeluk Tita dengan erat dan mengecupkan bibirnya di kening Tita. Kemudian mereka semua berjalan menuju ruangan khusus.


Rehan datang menyusul mereka semua ke ruangan khusus. Intan di tempatkan bersebelahan dengan kamar Gea. Yang akan membuat semuanya terkontrol. Ayumi melihat Gea masih tertidur akibat obat yang di berikan dikter padanya.


"Apa dia tadi terbangun sus?" Tanya Ayumi pada Suster jaga.


"Belum Nyonya. Nona Gea masih dalam pengaruh obat.


"Syukurlah. Saya di kamar sebelah ya Sus." Ayumi.


"Baik Nyonya. Dan selamat atas kelahiran cucu kembarnya Nyonya." Ucap suster tulus.


"Sama-sama suster." Ayumi.


Ayumi pun kembali ke dalam ruangan Intan memberikan selamat pada Intan yang sudah di anggap sebagai putrinya sendiri. Tita dan Ken berpamitan pulang terlebih dahulu karena mereka tak membawa persiapan apapun begitu juga dengan Daffin. Karena Ayumi berada di rumah sakit maka Ayumi bersedia menunggui Intan sekaligus.


Rehan yang sigap menunggu Gea. Daffin selalu berada di dekat Intan tak henti Daffin mengucapkan terima kasih atas perjuangan Intan yang luar biasa mengeluarkan dua bayi kembarnya dengan selamat dan sehat. Karena masih lemas Intan pun tertidur dengan pulas. Kedua bayinya pun seolah mengerti kelelahan Mama nya. Keduanya pun tertidur pulas.


Karena bayi-bayi masih terlihat anteng. Ayumi pun tertidur di kamar Gea bersama Rehan. Ayumi meminta suster membangunkannta jika bayi-bayi Daffin menangis. Karena Ayumi tak bisa jika tak menempel dengan Rehan sama halnya seperti Tita dan Ken. Sesibuk apapun Rehan dan Ayumi selalu berusaha untuk tidur bersama itu yang membuat keduanya saling candu.


Dan hal itu pun yang di lakukan oleh Gagah dan Laras, Gladys dan Angga, Keina dan Daren juga Daffin dan Intan sekarang. Keina dan Daren pun pulang ke rumah mengingat Reina hanya tinggal bersama susternya di rumah. Walaupun suster Reina begitu baik memperlakukan Reina akan tetapi Keina tak bisa hanya meninggalkan Reina bersamanya. Walaupun banyak bibi di rumahnya.


Mereka akan kembali esok pagi dan mungkin akan sedikit siang mengingat mereka baru saja bisa tertidur dini hari sepulang mereka dari rumah sakit. Intan baru selesai melahirkan jam dua dini hari tadi. Jadilah mereka baru bisa tertidur kembali setelah subuh. Daren pun menutuskan untuk pergi ke kantor lebih siang karena matanya tak kuasa menahan kantuk.


Keesokan harinya Keina dan Reina sudah siap untuk menjenguk bayi-bayi Intan dan Daffin sementara Daren pergi ke kantor. Keina pergi bersama Reina dan suster dengan menggunakan supir karena tidak memnungkinkan meminta Daren untuk mengantarkan mereka terlebih dahulu belum lagi Keina berencana membeli hadiah terlebih dahulu untuk dua bayi kembar Intan dan juga untuk Intan.


🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2