Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Nasehat Nenek


__ADS_3

Melan sudah menunggu kedatangan Daren dan keluarga kecilnya. Melan memasakkan masakan kesukaan Keina dan Daren. Zizi pun sudah tak sabar menunggu kedatangan keponakan cantiknya. Saat mendengar suara mobil masuk Melan dan Zizi segera ke depan menyambut kedatangan Daren dan Keina.


Daren turun lebih dulu mengapa Mami dan adik iparnya kemudian Daren membantu Keina dan Reina turun. Daren menggendong Reina yang baru saja bangun setelah Keina bangunkan.


"Halo cucu Mima sayang cantik.." Sapa Melan.


Reina pun tersenyum menjawab sapaan Mimanya membuat Melan dan Zizi semakin gemas di buatnya. Melan mengambil alih Reina dari gendongan Daren setelah menyapa menantunya terlebih dahulu tentunya.


"Andre sama Papi mana Mi?" Keina.


"Sebentar lagi mereka datang." Melan.


"Apa kabar nih bumil?" Sapa Keina pada Zizi yang saat ini perutnya sudah terlihat lebih menonjol.


"Baik dong." Zizi.


"Tumben ga ikut ngantor?" Keina.


"Kan mau ada si cantik. Jadi, onty nunggu si cantik datang." Jawab Zizi sambil matanya tak beralih dari Reina.


Seolah mengerti apa yang di katakan Zizi Reina pun tersenyum. Zizi merasa gemas melihatnya kemudian Zizi pun mendaratkan ciumannya di seluruh wajah Reina.


Daren hanya tersenyum melihat Mami dan adik iparnya mengerubuti Reina. Keina memeluk pinggang Daren dan tersenyum bahagia melihat betapa putrinya di limpahkan banyak kasih sayang dari semua keluarganya.


"Kita ga di ajak masuk Mi?" Daren.


"Astaga! Jadi lupa kan. Ayo masuk-masuk. Mami sudah masak masakan kesukaan kalian. Ayo kalian makan dulu." Melan.


"Nanti saja Mi. Kita tunggu Papi sama Andre." Keina.


Mereka pun bersantai di ruang utama dengan Reina yang menjadi pusat perhatian. Tak lama Abi dan Andre pun datang. Mereka berdua segera membersihkan diri sebelum ikut bercengkrama bersama Reina dan yang lainnya.


Reina yang terus mengoceh membuat semuanya senang dan suasana rumah Abi pun menjadi hangat dan ramai. Akhirnya keluarga kecilnya bisa berkumpul. Melan tak lepas dari cucunya begitu juga dengan Zizi.


Alhasil Keina lah yang melayani kebutuhan suami, Papi dan adik iparnya. Memberikan minuman yang mereka butuhkan dan membawakan beberapa camilan sebelum makan malam siap. Bibi yang ada di sana hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Melan dan Zizi.


Padahal Melan tak pernah absen mengurus Reina di mansion. Tapi, kehadiran Reina memang sangat mengalihkan dunianya begitu pun dengan Zizi. Membuat Zizi tak sabar ingin cepat melahirkan agar punya mainan boneka hidup seperti Reina.


Sementara di mansion suasana tak begitu sepi. Karena keluarga Gagah masih berada di sana. Gagah dan Laras memutuskan untuk tinggal sementara di mansion hingga Marni sehat. Karena Tita sibuk mengurus persiapan pernikahan Daffin.


Pernikahan yang akan berlangsung bulan depan pun membuat Tita sering keluar mansion untuk menyiapkan segala keperluannya. Pekerjaan Laras pun di serahkan pada Gladys dan Jessie karena Tita khawatir Marni tak ada yang mengawasi walaupun banyak pelayan di mansion.


"Bu, hari ini Tita tinggal lagi ya. Ada yang perlu di beli." Pamit Tita pada Marni.


"Kamu pergi sendiri?" Marni.

__ADS_1


"Tidak Bu. Bersama Kak Ayu juga." Tita.


"Hati-hati. Pakai supir saja Ta. Jangan nyetir sendiri." Marni.


"Iya Bu. Tita pergi dulu. Ibu jangan ke kebun dulu. Di rumah saja. Ada Laras yang akan menemani Ibu." Tita.


"Iya Nak. Pergilah. Ibu tidak akan ke kebun." Marni.


Tita pun berpamitan kepada Laras. Laras mengantarkan Tita hingga ke teras. Tita dan Laras memang berperan sebagai Kakak dan Adik ketika berada di mansion. Setelah mengantarkan Tita Laras kembali masuk dan menemani Marni.


Galih dan Galuh pergi ke sekolah karena mereka masih bersekolah. Gagah yang akan masuk kuliah sedang di sibukkan dengan berbagai ujian.


Daffin yang masih berada di rumah menghampiri Laras dan Marni. Daffin merebahkan kepalanya di atas pangkuan Marni sambil ikut berbincang bersama. Marni mengusap lembut rambut Daffin.


"Masya Allah calon pengantin manjanya." Goda Laras.


"Ga apa-apa kan sama Nenek sendiri bukan Nenek orang." Daffin.


"Iya deh iya. Gimana Dek udah siap nih nikah?" Laras.


"Siap dong Kak." Daffin.


"Ingat ya sayang. Jangan pernah sakitin hati istri kamu. Kalo kamu nyakitin dia itu sama halnya kamu nyakitin Mommy dan Kakak." Marni.


"Iya Nek. Daff akan selalu ingat nasehat Nenek." Daffin.


"Ngga." Daffin.


"Loh, kok ngga? Kan satu kampus?" Laras.


"Iya. Tapi kan beda fakultas." Daffin.


"Kamu ga suka nyamperin ke fakultasnya dia?" Laras.


"Suka. Tapi cuma jemput di mobil aja hehehe..." Daffin.


"Kenapa?" Marni.


"Nanti heboh Nek." Daffin.


"Heboh kenapa?" Laras.


"Mahasiswi ngejar-ngejar Daff." Ucap Daffin percaya diri.


"Iiishh... Males banget." Jawab Laras jengkel.

__ADS_1


Mereka bertiga pun tertawa bersama. Daffin hari ini kuliah siang jadi bisa bersantai bersama Nenek dan Kakaknya. Daffin memilih bersantai di rumah karena Marni sedang sakit. Daffin mengerjakan pekerjaannya di kantor dari rumah.


Karena terbuai oleh usapan Marni tak terasa Daffin pun tertidur di pangkuan Marni. Laras sempat akan menegur Daffin tapi Marni melarangnya karena kasian. Marni membiarkannya saja.


"Tapi, kaki ibu akan sakit nanti." Laras.


"Tidak sayang. Paling sebentar Daff akan bangun." Marni.


Benar saja tak lama Daffin pun terbangun dan berpamitan pada Marni dan Laras karena akan pergi ke kampusnya. Laras pun tak menyangka apa yang di katakan ibunya benar. Daffin terbangun dengan sendirinya.


"Ibu kok bisa tau kalo Daff akan bangun?" Laras.


"Daff memang seperti itu. Akan tertidur dimana saja tapi tidak akan lama. Daff akan kembali bangun untuk tugasnya." Marni.


"Masa sih Bu?" Laras.


"Daff sangat bertanggung jawab dengan tugasnya." Marni.


"Keren ya dia Bu." Puji Laras.


"Keina dan Daffin sangat disiplin dalam segala hal." Marni.


"Mommy dan Daddy mereka memang sangat luar biasa ya Bu." Laras.


o84


"Kamu dan Gagah pun akan bisa melakukan hal yang sama atau bahkan lebih baik dari mereka." Marni.


"Laras terkadang masih sulit untuk mengendalikan emosi kalo anak-anak ribut." Laras.


"Kamu pasti bisa Ras." Marni.


Laras membiarkan Marni beristirahat sementara dirinya menyiapkan makan siang untuk semuanya. Sebentar lagi ke dua anaknya akan pulang dari sekolahnya.


Laras di bantu ART menyiapkan makan siang. Daffin sudah pergi ke kampus sebelum jam makan siang. Galuh datang lebih dulu sebelum Galih. Karena Galuh masih duduk di bangku sekolah menengah pertama.


"Ganti baju dulu terus makan siang ya sayang." Titah Laras.


"Oke Bunda." Galuh.


Galuh pun pergi kekamarnya untuk berganti pakaian. Tak butuh waktu lama Galuh kembali ke meja makan. Laras tengah menyiapkan makan siang untuk Marni.


"Itu untuk Nenek Bunda?" Galuh.


"Iya sayang. Kamu makan saja dulu Bunda bantu Nenek makan dulu ya." Laras.

__ADS_1


"Galuh tunggu Bunda saja." Galuh.


🌻🌻🌻


__ADS_2