
Dua bulan berlalu setelah kelahiran putri pertama Olla dan Nio kini giliran Ken dan Tita yang tengah berharap-harap cemas menantikan kelahiran putranya. Usia kehamilan Tita sudah memasuki hari perkiraan lahir namun Tita tak kunjung melahirkan.
Semua tanda-tandanya sudah ada membuat Ken semakin cemas. Namun menurut dokter itu biasa dan Tita bisa melahirkan secara normal. Tita dengan giat melakukan senam hamil di rumah dengan di temani Bibi atau Ken jika Ken berada di rumah dengan Keina sebagai pemandu sorak.
Karena hari ini weekend semua keluarga Ito berencana akan berkumpul di rumah utama begitu juga dengan Ken san Tita. Mereka sudah bersiap pergi dengan membawa satu bibi untuk menjaga Keina karena tidak mungkin bagi Tita berlarian mengikuti Keina.
"Nyonya apa tidak sekalian membawa perlengkapan melahirkan?" Tanya Bibi.
"Sudah ada Bi di mobil. Itu sudah di persiapkan tadi pagi oleh Mas Ken. Karena takutnya akan melahirkan kapan saja." Tita.
"Iya Nyonya." Bibi.
Perjalanan menuju rumah utama berjalan lancar. Begitupun dengan acaranya. Suasana rumah begitu ramai dengan kehadiran cucu dan cicit Tuan dan Nyonya Ito. Apalagi celoteh Galuh dan Gean menambah ramai suasana.
Sementara Jessie dan Angga masih setia dengan dua anak kembarnya. Aldi dan Jessie belum menginginkan anak kembali. Mereka berdua hanya ingin fokus membesarkan dua jagoannya saja.
"Mas,," Desis Tita di samping Ken.
"Ya sayang." Jawab Ken yang memang selalu memperhatikan Tita sehingga bisa mendengar bisikan Tita sekalipun.
"Aw... Sakit Mas." Bisik Tita.
"Astaga! Kamu mau melahirkan sayang?" Tanya Ken dan Tita hanya mengangguk.
Ken langsung berdiri dan membantu Tita untuk berdiri.
"Ada apa?" Tanya Tuan Ito yang melihat Ken langsung berdiri.
"Kita harus ke rumah sakit Yah. Sepertinya anak Ken mau keluar." Ken.
"Hah!" Jawab semua orang.
"Ayo Oncle. Biar Angga bantu." Ucap Angga memberikan Gean pada Gladys dan dengan sigap Gladys pun menerima Gean.
"Pake mobil Oncle saja Ga. Disana sudah ada perlengkapannya." Ken.
Kemudian Angga pun segera menyiapkan mobil Ken. Ken membantu Tita masuk ke mobil. Bibi dan Keina di minta menyusul bersama Tuan dan Nyonya Ito. Karena Ken ingin Keina tau bagaimana proses adiknya lahir walau tak ikut serta masuk ke dalam ruang bersalin.
__ADS_1
Gagah segera menghubungi Dokter Rini untuk bersiap. Gagah mengemudikan mobil miliknya denganRehab, Ayumi, Bibi dan Keina. Sementara Tuan dan Nyonya Ito bersama Aldi, Aiko dan Artur.
Jessie, Laras dan Gladys menunggu di rumah karena mereka memiliki batita dan Jessie tidak mungkin membawa dua jagoannya ke rumah sakit karena akan membuat suasana menjadi rusuh.
Sampai di ruang bersalin Tita sudha mengalami pembukaan sempurna. Dokter Rini pun segera menyiapkan peralatannya. Kemudian memberikan pengarahan kepada Tita. Tita mengerti dan tak berapa lama akhirnya bayi berjenis kelamin laki-laki buah cinta pasangan Ken dan Tita telah lahir.
Ken mencium puncak kepala Tita sebagai wujud syukurnya. Keluarga di luar ruang bersalin begitu terharu mendengar tangisan bayi dari dalam. Keina terperanjat senang mendengar tangisan adiknya.
"Bi, itu adik Keina?" Tanya Keina pada Bibi dan Bibi pun menganggukkan kepalanya.
Seketika Keina pun langsung memeluk Bibi yang setelah Mommy nya hamil besar Bibi lah yang selalu menemaninya. Keina melerai pelukkannya pada Bibi kemudian memeluk Nyonya Laura dan Ayumi dan juga yang lainnya.
Tak lama Ken keluar dengan wajah penuh kebahagiaan. Ken berdiri di atas lututnya dan merentangkan tangannya meminta Keina. Keina pun segera berlari dan menghambur kedalam pelukkan sang Daddy.
"Daddy, was little boy was born?" Tanya Keina.
"Ya. Sudah sayang. Sebentar Mommy dan adik akan di pindahkan ke ruangan." Ken.
"Yeay... Oke Dad." Keina bersorak.
Keina begiti senang memiliki adik. Dirinya tak pernah jauh dari boks adik bayinya. Satu persatu keluarga pulang menyisakan Ayumi dan bibi untuk bergantiang membantu Tita dan Ken. Bibi berpamitan untuk pulang sebentar di sore hari untuk membawakan pakaian ganti untuknya dan juga Keina.
Sementara untuk pakaian Ken dan Tita sudah di persiapkan sebelumnya. Dan untuk Ayumi pakaian ganti sudah tersedia di ruang pribadi Rehan dan Ayumi memiliki kuncinya.
"ASI nya sudah ada Ta?" Tanya Ayumi begitu melihat Tita menyusui setelah dirinya dari ruang pribadi Rehan.
"Sudah Kak. Sudah merembes juga dari sebelum adik lahir." Tita.
"Wah, beneran? Bagus dong." Ayumi.
"Ken, mandilah dulu sana biar Kakak yang jaga." Titah Ayumi.
"Baiklah Kak. Ken titip ya. Keina juga masih tidur." Ken.
"Iya. Biarkan saja. Sebentar tunggu Bibi untuk memandikan Keina." Ayumi.
Menjelang malam Nio dan Abi datang menemui Ken dan Tita. Mereka berdua bermaksud menemani Ken. Karena Ayumi, Bibi dan Keina di minya unyuk pulang oleh Ken. Karena Ken tak ingin Keina menginap di rumah sakit.
__ADS_1
"Selamat ya Dek. Gimana mau tambah lagi?" Tanio.
"Abang. Baru saja Tita melahirkan masa sudah di tanya begitu." Rengek Tita.
"Ya siapa tau. Suami kamu kan gercep." Ledek Nio.
"Ish... Jangan pengaruhi suami Tita ya Bang." Ancam Tita.
"Ceh, justru Abang yang kena pengaruh suami kamu." Nio.
"Jangan memfitnah Bang." Ken.
Hahhaaaa... Tawa diantara tiga pria dewasa itupun pecah di ruang perawatan Tita. Untung saja tidak membuat tidur baby Boy Ken terusik. Baby Boy Ken asik tertidur dalam pelukan Tita.
"Kalian berisik. Sana pergi. Anak Tita terganggu nih tidurnya." Rengek Tita.
"Ya, sebaiknya kalian pulanglah. Besok temui kami di rumah saja. Karena besok pagi kita sudah pulang." Usir Ken.
"Benarkah?" Abi.
"Ya. Tita sudah bisa pulang besok." Ken.
"Baiklah. Ayo Bi pulang." Ajak Nio.
"Awas Ken. Masih basah baru saja melahirkan jangan di garap dulu." Canda Abi.
"Dasar otak mesum." Ken.
Abi dan Nio pun pergi meninggalkan Ken dan Tita beserta bayi laki-laki mereka. Ken memindahkan Bayinya ke dalam boks dan membantu Tita mencari posisi yang nyaman untuk tidur. Sementara Ken tidur di tempat yang sudah di sediakan.
Mereka berdua pun tertidur dengan pulas sebelum tangisan bayi mereka mengacaukan tidur keduanya. Dan benar saja tak lama Bayi mereka pun menangis membaut Ken dan Tita kembali terjaga. Dengan sabar Ken menggendong bayinya.
Karena sepertinya Bayi Ken dan Tita ingin tidur dalam gendongan Daddy nya malam ini. Karena saat Ken akan menyimpannya kembali ke dalam boks maka dengan bersamaan itu pula baby boy mereka menangis kuat.
🌻🌻🌻
Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏
__ADS_1