Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Selamat Jalan Aiko


__ADS_3

ken cukup lama berada di dalam ruang kerja Daren. Keduanya berdiskusi cukup serius. Sebenarnya Ken menginginkan Daffin turut serta hanya saja putra bungsunya itu entah kemana. Hingga setelah jam makan siang pun Ken dan Daren melanjutkannya.


Keina tak mempermasalahkannya. Keina lebih memilih tidur siang bersama dengan Marni. Sementara Tita tertidur sendiri di kamarnya hingga suara deringan ponselnya membuatnya terpaksa kembali terbangun.


Tita berbicara serius dengan si penelfonbyang ternyata Jessie. Jessie mengabarkan jika Ibunya masuk rumah sakit setelah di temukan tak sadarkan diri di kamar mandi oleh Ayahnya.


Tita langsung mencari Ken untuk memberikabar mengenai Aiko pada Ken. Tita mengetuk pintu ruang kerja Daren perlahan dan masuk ke dalam setelah terdengar suara mempersilahkannya masuk.


"Mas," Ucap Tita.


"Ada apa sayang?" Tanya Ken yang melihat Tita begitu panik.


"Kak Ai masuk rumah sakit." Tita.


"Apa? Ayo kita pergi." Ajak Ken tanpa basa-basi.


Tita segera mengekor suaminya. Namun, ingatannya kembali sadar dan berhenti kemudian berbalik pada Daren.


"Keina tengah tidur bersama Nenek. Beritahu mereka setelah bangun nanti ya." Tita.


"Iya Mom." Daren.


Tita pun kembali mengikuti langkah lebar suaminya menuju kamar. Di kamar Ken bersiap untuk pergi dan meminta supir menyiapkan mobil untuk mereka. Tita pun segera menyambar tasnya dan siap pergi.


"Sudah siap sayang?" Ken.


"Sudah Mas. Ayo." Tita.


Keduanya pun pergi menuju rumah sakit keluarga dimana Aiko di tangani. Sampai di rumah sakit sudah ada Ayumi dan yang lainnya. Bakhan Duo A dan istri mereka masing-masing sudah berada di sana.


"Apa yang terjadi?" Tanya Ken.


"Ken, sepertinya Ai terjatuh di kamar mandi. Saya menemukannya sudah dengan keadaan tergeletak di lantai." Jawab Artur suami Aiko.


Tak lama Gagah keluar bersama dengan perawat dan satu orang dokter yang menangani Aiko. Terlihat wajah Gagah begitu kusut.


"Bagaimana istri saya Dok?" Tanya Artur pada Dokter yang menangani Aiko.


"Kami mohon maaf Pak." Ucap Dokter tersebut menggantung.


"Maksudnya?" Tanya Artur.


"Maaf Om. Tim Dokter telah melakukan yang terbaik tapi Tuhan lebih menyayangi Tante Ai." Gagah.

__ADS_1


Tubuh Artur limbung beruntung Aldi segera menahannya hingga Artur tak terjatuh. Jessie pun tak sadarkan diri Abian dengan sigap menangkap tubuh Jessie. Ayumi pun menangisi kepergian Aiko adik sepupunya. Tita menenangkan Ayumi.


Rehan segera mengurus jenazah Aiko untuk segera di bawa ke rumahnya. Orang rumah telah di beritahu untuk bersiap menerima kedatangan Jenazah Aiko. Para tetangga dekat datang untuk melayat.


Tita memberitahukan berita duka itu pada Daren tapi meminta Daren untuk tidak datang membawa Keina ke sana. Ken dan Tita meminta Daren untuk menjaganya saja. Daren pun mengikuti apa yang di perintahkan Tita.


"Abang," Panggil Keina saat dirinya telah bangun dan menemukan Daren di ruang keluarga tengah serius menatap laptopnya.


"Iya sayang. Sini." Tepuk Daren pada kedua pahanya.


Keina pun duduk dalam pangkuan Daren dengan tangan yang mengalung pada leher Daren. Tak ada kata risih pada Daren. Dirinya begitu memanjakan istrinya.


"Daddy sama Mommy kemana? Kok sepi?" Tanya Keina.


"Daddy sama Mommy lagi ke rumah Tante Ai sayang." Daren.


"Hm... Ada apa?" Tanya Keina lagi.


"Tante Ai telah pergi meninggalkan kita semua sayang. Siang tadi terjatuh di kamar mandi." Daren.


"Innailaihi wa innailaihi rojiun... Kenapa Abang ga bangunin Kein? Kita ke sana?" Keina.


"Tidak sayang. Daddy melarang kita ke sana. Kita do'akan saja Tante Ai dari sini." Daren.


Tak lama Marni pun keluar dari kamarnya. Dirinya menerima pesan dari Laras jika Aiko telah berpulang.


"Apa Mommy dan Daddy kalian sudah pergi?" Tanya Marni.


"Sudah Nek. Kata Daddy biar kita di rumah saja. Nenek juga takut terlalu capek jika ke sana." Daren.


"Apa Aiko sakit?" Marni.


"Kata Mommy Tante Ai jatuh di kamar mandi Nek. Di bawa ke rumah sakit tapi tidak tertolong karena sepertinya lama Tante Ai jatuh." Daren.


"Kemana Artur? Biasanya mereka selalu bersama." Marni.


"Om Artur di bawah Nek. Tante Ai pamit ke kamar, karena sudah terlalu lama Om Artur menyusulnya dan ternyata Tante Ai sudah di temukan tergeletak di kamar mandi." Jelas Daren.


"Kasian Jessie. Saat kedua anaknya telah berpisah dengannya dan Jessie ingin mengurus ibunya sekarang malah pergi untuk selamanya." Marni.


"Nenek sehat-sehat ya." Ucap Keina sendu.


"Amin sayang. Jangan bersedih. Kasian Cicit Nenek." Ucap Marni mengusap perut Keina.

__ADS_1


"Apa Mommy dan Daddy akan menginap di sana?" Tanya Marni lagi.


"Sepertinya tidak Nek. Besok Daddy ada rapat pagi bersama Ren juga." Daren.


"Abang ke kantor dong?" Tanya Keina.


"Iya sayang. Maaf ya. Ga apa-apa kan? Besok Mami ke sini juga kok." Daren.


"Hm... Tapi ga lama kan Bang?" Rajuk Keina.


"Tidak sayang. Begitu ralat selesai Abang akan kembali ke rumah dan bekerja di sini seperti biasa." Ucap Daren mengusap puncak kepala Keina.


"Baiklah. Apa Mami bersama Zizi juga?" Keina.


"Kamu tanyakan saja pada Mami. Jika Zizi tidak ada kuliah pasti dia akan ikut Mami ke sini." Daren.


"Lucu ya Bang Zizi sama Andre." Keina.


"Lucu apanya?" Tanya Marni dan Daren bersamaan.


"Iya mati-matian ogah-ogahan dijodohin eh, nikah juga." Keina.


"Itulah sayang. Sekuat apapun kita menjauhinya jika sudah berjodoh Tuhan pasti dekatkan. Dan sekuat apapun kita mendekatinya jika tidak berjodoh maka Tuhan jauhkan." Marni.


"Iya Nek. Kaya kita juga gitu. Udah jauh-jauhan, malah Abang sampe lulus S2. Eh, nikah juga kita." Keina.


"Itu mah dasar aja kalian sama-sama mau tapi gengsi." Ledek Marni.


"Ih, Kein ngga ya Nek." Elak Keina.


"Ngga salah maksudnya Nek. Orang dia langsung mau kok Nek." Daren.


"Ih, Abang. Abang juga tuh." Keina.


"Sudah-sudah, emang dasar kaliannya aja gengsi." Marni.


"Sebenarnya bukan gengsi karena takut di tolak sih Nek. Tapi, lebih ingin memantaskan diri aja kalo Ren. Masa menantu Daddy cuma lulusan sarjana biasa aja. Makanya Ren langsung ambil S2 sambil nunggu Kein lulus juga." Jelas Daren.


"Yee... Motif terselubung rupanya Nek." Keina.


"Yang terpenting sekarang kalian harus bisa saling menjaga. Informasi apapun yang kalian dapatkan dari orang lain pastikan dulu kebenarannya pada orang yang bersangkutan. Dan jangan sembunyikan hal apapun dari pasangan kalian meskipun itu menyakitkan. Karena mengetahuinya dari pasangan kita sendiri itu akan berbeda daripada mengetahuinya dari orang lain." Marni.


"Iya Nek."

__ADS_1


🌻🌻🌻


__ADS_2