
Tiba di rumah Aiko terlihat Tuan dan Nyonya Ito menunggu kedatangan anak-anaknya di ruang utama di temani duo A. Nyonya Laura menyambut kedatangan anak, menantu dan cucunya. Tita menyerahkan makanan yang di bawanya kepada bibi.
"Dimana Ai Bu?" Tanya Ayumi.
"Di kamar. Sedang mandi bersama Artur dan Jessie." Nyonya Laura.
"Kak Artur juga ikut memandikan Kak Ai? Wah,, hebat ya." Ken.
"Iya. Karena Ai tidak mau urusan pribadi perawat yang menanganinya kecuali jika terdesak. Selama Jessie atau Artur ada merekalah yang mengurus. Jadilah Artur belajar dari Jessie." Jelas Nyonya Laura.
"Hebat!" Ayumi.
"Sayang, maaf Ibu tadi tidak menghubungi kamu. Karena tadi sudah ada Rehan jadi ibu fikir biar Rehan yang menyampaikan pada kalian." Nyonya Laura.
"Iya Bu. Tidak apa. Begitu juga sama saja." Tita.
Keina langsung asik bermain bersama Duo A di temani Gladys dan Angga. Tidak terlihat Aldi di sana membuat Rehan penasaran.
"Kemana Aldi Bu?" Rehan.
"Di kamar. Tadi lepas memandikan duo A Aldi langsung pamit mandi." Nyonya Laura.
"Kalian mau kemana rasanya rapi sekali?" Tanya Tuan Ito pada Ken dan Tita.
"Kita mau kencan Yah. Jadi titip Keina ya." Pamit Ken.
"Astaga! Kamu ini Ken. Ga boleh liat istri bening sedikit langsung di pepet." Ledek Tuan Ito.
Tuan Ito mengerti kenapa Tita dan Ken seperti menghindar saat pertemuan keluarga yang menghadirkan Jessie dan Aldi. Ken memang selalu menjaga hati Tita dari hal apapun.
"Pasangan baru juga pergi?" Tanya Nyonya Laura.
"Owh! Tentu tidak Bu. Mereka bertugas menjaga Keina. Itung-itung belajar jadi orang tua." Jawab Ken santai.
__ADS_1
"Ceh, bilang saja biar kalian bisa berduaan." Nyonya Laura.
"Nah, itu ibu tau." Ken.
Aldi yang mendengar percakapan mereka pun merasa tercubit hatinya. Sepertinya Ken dan Tita berusaha menjaga hati Jessie. Aldi begitu malu pada Ken dan Tita. Rasanya tak ingin menampakkan diri di hadapan mereka.
Aldi pun memutar kembali langkahnya menuju kamarnya. Aldi lebih memilih menunggu Jessie selesai mengurus Maminya sebelum dirinya keluar. Aldi mendudukkan dirinya di atas sofa di kamar dan memainkan ponselnya.
Sementara Jessie membawa Aiko yang sudah tampak lebih segar kuar dari kamarnya. Dan di lihatnya semua keluarga telah berkumpul. Aiko yang duduk di kursi roda tak mampu berbuat apapun.
Semua mendekati Aiko dan memberikan semangat padanya. Tak terkecuali dengan pasangan Gladys dan Angga. Begitu juga dengan Keina dengan ucapan polosnya sedikit menghibur Aiko.
"Kakak jangan terlalu banyak fikiran. Serahkan semuanya pada yang maha kuasa. Dan yakin jika kita bisa melewatinya." Ucap Tita memegang tangan Aiko.
Aiko ingin membalas pegangan tangan Tita namun tak bisa karena tangan kanannya tak mampu di gerakkan rasanya begitu berat. Tita pun melihat respon tersebut. Tita menyatukan dua tangan Aiko dan menggenggamnya.
"Kakak kuat dan bisa kembali sembuh. Semangat ya Kak. Nanti kita bisa jalan-jalan bersama." Ajak Tita.
Aiko menganggukkan kepalanya lemah. Tita pun bangkit dan mencium kening Aiko dengan lembut membuat Aiko meneteskan air matanya. Semua terharu melihat kelembutan Tita. Tita yang selalu menerima perlakuan tak baik dari Aiko dulu tak pernah sedikit pun Tita membalasnya. Melainkan hanya kelembutan yang selalu Tita berikan padanya.
"Kak Ayu benar Kak. Kita ada untuk Kakak. Semangatlah untuk kembali sembuh. Setelah itu kit bisa pergi berlibur bersama." Ken.
Aiko menatap adik dan kakaknya satu persatu dengan deraian air mata di pipinya.
"Lihatlah Mi. Semua menyemangati Mami. Mami cepat sembuh ya. Mami harus semangat dalam pengobatan." Ucap Artur.
Aiko menarik sedikit ujung bibirnya. Ayumi dan Tita memeluk Aikk bersamaan kiri dan Kanan Ken memeluk kaki Aiko dari depan dan Artur di belakangnya. Rehan berdiri di belakang Ayumi memegang bahu Ayumi agar Ayumi tak menangisi keadaan Aiko.
Rehan tau jika Ayumi akan menangis melihat keadaan Aiko. Karena walau bagaimana pun Ayumi menyayangi adik-adiknya tanpa terkecuali.
Jessie hanya berdiri mematung melihat betapa keluarganya menyayangi mereka dengan tulus. Tapi, apa yang selalu mereka lakukan pada keluarga Ito. Jessie merasa malu sendiri. Tak terasa air mata pun terus berjatuhan.
Gladys mendekati Jessie dan memeluknya dari samping. Jessie sedikit terhenyak melihat Gladys dan membalas pelukkannya. Tak pernah sekalipun Gladys memperlakukannya selembut ini. Karena selama ini Gladys selalu memasang garda terdepan melawan Jessie dan Aiko.
__ADS_1
"Terima Kasih Glad." Ucap Jessie di sela tangisnya.
"Tidak perlu berterima kasih Kak. Kita semua saudara." Gladys.
Gladys menatap Angga dan Angga menyunggingkan senyumannya pada Gladys. Tuan dan Nyonya Ito saling berpelukkan menyaksikan ke rukunan anak-anaknya.
Tuan dan Nyonya Ito merasa wajar saja jika di antara mereka saling ribut dan bertengkar. Karena itu pertanda masih ada perhatian di antara mereka. Tapi, jika salah satu di antara mereka susah maka mereka akan saling bahu membahu untuk menolongnya.
"Kemarilah Ai, Ayu dan kalian semua. Duduklah di sini sambil menunggu bibi menyiapkan makanan untuk kita." Ajak Nyonya Laura.
"Iya. Apa kalian akan terus disana seperti itu." Tuan Ito.
"Hah! Kalian benar. Ayo kita duduk di sana.." Ajak Ayumi bangkit dari duduk bersimpuhnya di bantu Rehan.
Begitupun Tita yang di bantu berdiri oleh Ken. Ken selalu berada di sisi Tita saat berada di rumah Aiko. Saat mereka semua berkumpul Ken berpamitan untuk membawa Tita pergi berkencan.
Aiko sedikit murung karena dirinya tau jika Ken melakukan itu untuk menjaga hati istri dan keponakannya. Aiko begitu terharu karena Ken mampu melakukan itu tanpa adanya desakan dari siapapun.
"Kau lihat Mi. Mereka akan pergi berkencan. Ayolah Mi cepat sembuh dan kita akan berkencan juga." Goda Artur pada Aiko membuat Aiko sedikit menarik sudut bibirnya.
"Tapi, jangan lupa bawa cucu kalian ya Pi, Mi." Tambah Jessie.
"Ceh, tidak bisa ya Mi. Kita hanya akan pergi berdua. Kau lihat saja Ken dan Tita mereka tak membawa serta Keina." Artur.
"Itu beda Pi. Iya kan Mi. Mami kan sangat menyayangi Duo A. Pasti Mami bawa." Jessie.
"Kau fikir Ken dan Tita tidak menyayangi Keina?" Artur.
"Eh, bukan itu maksudku Pi." Ucap Jessie tak enak.
Mereka pun tertawa melihat Jessie begitu kelabakan ketika pertanyaan tersebut terlontar dari Artur.
🌻🌻🌻
__ADS_1
Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏