
Pagi hari di meja makan telah ramai penghuni rumah utama untuk menikmati sarapan. Tita dan Ken datang terlambat karena ulah Ken yang modus mandi bersama berujung pergulatan panas.
"Selamat pagi semuanya." Sapa Ken.
"Pagi.."
"Tente Tita..." Teriak Jessie dan langsung berhambur mendekati Tita dan Ken.
Setelah mendekati Tita dan Ken Jessie menyingkirkan rangkulan Ken pada Tita dan memeluk Tita. Tita dan Ken di buat tertegun dengan tingkah Jessie.
"Kangen banget Tante..." Rengek Jessie.
"Jess,,, perut Tita." Ucap Tita terbata karena pelukan Jessie yang begitu erat.
"Astaga! Maaf Tante..." Ucap Jessie melerai pelukkanny.
"It's okay.." Tita.
"Ayo makan." Ajak Ken.
"Ish... Om mengganggu saja." Jessie..
Aldi mendekati ketiganya dan meraih tangan Ken untuk bersalaman dan kemudian beralih pada Tita dan Aldi melakukan hal yang sama seperti yang dia lakukan pada Ken.
"Sayang, semua sudah menunggu untuk sarapan. Kita sarapan dulu setelah itu boleh berbicara apapun dengan Tante." Aldi.
"Hm.. Baiklah. Jessie pun sudah lapar. Ayo Tante.." Ajak Jessie menggandeng tangan Tita tanpa mempedulikan Ken dan Aldi.
Keduanya berjalan menuju meja makan. Bukan hanya Ken dan Aldi yang merasa heran dengan tingkah Jessie. Bahkan semua penghuni meja makan pun merasa ada yang aneh dengan Jessie.
"Al, kamu berangkat bersama Om tidak apa kan?" Tanya Rehan setelah mereka menyelesaikan sarapannya.
"Iya Om. Aldi malah tidak enak merepotkan Om." Aldi.
"Jadwal kita telah di tukar untuk merecoki mertua mu. Jadi nanti kamu keluar belakangan dari mobil Om." Rehan.
"Baik Om." Aldi.
"Dan Kamu Jess, Om akan urus resign kamu hari ini jika keputusan mu bulat tidak akan bekerja lagi." Rehan.
"Jessie akan menunggu Aldi di rumah saja Om. Seperti Tante Tita menunggu Om Ken pulang kerja." Jessie.
"Jika bosan pergilah ke butik Tante ya. Tita pun sesekali suka datang ke butik." Ayumi.
"Iya Tan." Jessie.
"Semuanya Gladys pamit sekolah dulu ya." Pamit Gladys.
"Gagah juga ada kuliah pagi. Jadi sekalian antar anak cerewet ini saja sekalian." Gagah.
"Ish... Kakak. Sekalinya mau mengantar malah mengejek." Cibir Gladys dan membuat semua tersenyum padanya.
__ADS_1
"Sudah sana kalian belajar yang rajin. Dan kamu fikirkan akan sekolah dimana. Dan ingat di negri ini saja tak perlu ke negri orang." Nyonya Laura.
"Iya Oma." Jawab Gladys.
Duo G pun pergi bersama menggunakan mobil Gagah. Aldi dan Rehan pergi bersama sementara Ken di jemput Anton. Ayumi tidak pergi ke butik hari ini. Dirinya menemani Nyonya Laura menjaga Jessie dan Tita karena Tuan Ito harus menghadiri pertemuan bersama temannya.
"Tante,, apa hamil itu enak?" Tanya Jessie tiba-tiba.
"Hm... Tante tidak tau Jess. Karena semua terlihat biasa menurut Tante. Hanya saja mungkin lebih sensitif saja." Tita.
"Apa perut Tante sakit tertarik begini?" Tunjuk Jessie pada perut Tita yang semakin membuncit.
"Tidak Jess. Hanya saja pergerakan kita lebih terbatas dengan perut yang membesar. Sama halnya seperti orang gemuk saja." Jelas Tita.
"Nanti pun kamu akan mengalaminya Jess." Ayumi.
"Iya Tan. Lucu ya Tan perut Tante Tita." Jessie.
"Kapan periksa lagi Ta?" Nyonya Laura.
"Kata Mas sore ini Bu. Nanti Mas pulang cepat. Mas juga sudah di menghubungi Kak.Rini untuk memeriksa Tita." Tita.
"Baiklah. Nanti sekalian saja kamu di periksa ya Jess." Nyonya Laura.
"Hah! Kenapa? Kan Jess ngga hamil Oma." Protes Jessie.
"Tidak masalah. Bukan hanya orang hamil Rini memeriksa. Yang persiapan hamil pun bisa." Nyonya Laura.
"Baik Oma." Jessie.
Ayumi dan Nyonya Laura hanya memperhatikan mereka dari dalam rumah.
"Sepertinya Jessie pun tengah hamil Yu." Ucap Nyonya Laura.
"Kita lihat saja sore nanti Bu. Dilihat dari gelagatnya sih iya." Ayumi.
"Huh... Akan ada dua wanita manja di rumah ini." Ucap Nyonya Laura.
"Ayu yakin Ibu bisa mengatasi keduanya." Ayumi.
"Kau akan bertugas bergantian dengan Ibu." Nyonya Laura.
"Tentunya Ibu ku sayang." Ucap Ayumi memeluk Ibunya.
Saat keduanya tengah berpelukkan sambil memandangi Tita dan Jessie tiba-tiba mereka di kagetkan dengan kedatangan Tuan Ito di belakang mereka.
"Kalian sedang apa?" Tanya Tuan Ito mengagetkan Ayumi dan Nyonya Laura.
"Astaga! Ayah. Ayah mengagetkan kami saja." Ayumi.
"Kalian ngapain sih? Sampai Ayah datang saja kalian masih asik berpelukkan disini." Tuan Ito.
__ADS_1
"Ayah lihatlah menantu dan cucu kita di sana." Tunjuk Nyonya Laura pada Tita dan Jessie.
"Sejak kapan mereka disana?" Tuan Ito.
"Satu jam yang lalu Yah." Ayumi.
"Berikan selimut pada mereka. Nanti bisa masuk angin jika di biarkan begitu saja." Titah Tuan Ito.
Ayumi pun meminta Bibik membawakan selimut untuk Tita dan Jessi yang tengah berbaring di tikar. Jessie yang terlihat sudah terlelap sementara Tita masih asik dengan buah di tangannya.
"Maaf Nyonya ini selimut untuk anda dan nona Jessie." Ucap Bibi.
"Owh! Terima kasih Bi. Tolong selimuti Jessie ya Bi." Titah Tita.
"Baik Nyonya." Bibi.
Setelah menyelimuti Jessie Bibi pun kembali kedalam. Tak lama Tita pun menyusul Jessie menuju pulau mimpi.
Sore hari Aldi datang lebih dulu bersama Rehan. Dan tak lama Ken pun datang. Rehan dan Ayumi berpamitan untuk kembali ke rumah mereka karena tidak ingin menimbulkan kecurigaan pada Aiko.
Seperti yang telah di rencanakan Dokter Rini datang tanpa sneli di badannya. Dokter Rini segera menuju ruangan yang telah di sulap menjadi ruang prakteknya dengan di dampingi oleh salah satu Bibi.
"Silahkan Dokter. saya akan memanggilkan Nyonya Tita." Pamit Bibi.
"Baiklah. Terima kasih Bi." Dokter Rini.
Bibi pun segera memberitahukan Tita dan Ken di kamarnya.
Tok... Tok...
Tak lama pintu pun terbuka dan menampilkan Ken dengan pakaian rumahnya.
"Ada apa Bi?" Ken.
"Maaf Tuan. Do..Eh, Nona Rini sudah di ruangannya." Ucap Bibi.
"Owh! Iya Terima kasih Bi. Tolong panggilkan Jessie juga Bi. Kata Tita Jessie akan ikut di periksa juga." Titah Ken.
"Baik Tuan permisi." Bibi.
Setelah Bibi pergi Ken pun mengajak Tita untuk turun menuju ruangan Dokter Rini. Di susul Aldi dan Jessie. Ken dan Tita masuk terlebih dahulu ke ruangan Dokter Rini dan Dokter Rini menyambutnya dengan hangat.
"Baiklah,, Dedd bayinya sehat. Usianya sekarang masuk 20minggu." Ucap Dokter Rini.
"Alhamdulillah." Ken dan Tita.
"Terima kasih Kak." Ucap Tita kemudian bangkit dari berbaringnya di bantu oleh Ken.
"Apa kalian benar tidak ingin tau jenis kelaminnya?" Dokter Rini.
"Biar menjadi kejutan saja Kak." Tita.
__ADS_1
🌻🌻🌻
Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏