
Makan malam pun telah tersaji di atas meja makan. Satu persatu keluarga Ito menduduki kursinya masing-masing. Kali ini Keina belajar makan sendiri walaupun masih banyak berceceran.
Tita dengan sabar dan telaten mengarahkan Keina. Suasana makan malam pun terasa hangat karena semua keluarga hadir lengkap. Kecuali Angga yang sudah berpamitan pulang sebelum makan malam.
Karena Angga tak ingin kedua orang tuanya makan malam hanya berdua malam ini. Angga memang selalu menyempatkan makan malam di rumah jika dirinya senggang. Gladys pun memakluminya karena hanya mereka bertiga anggota keluarganya.
"Sudah selesai kan makannya. Ayo Mommy bersihkan dulu ya sayang. Terus kita ganti bajunya." Tita.
Keina menganggukkan kepalanya dengan mulut yang masih penuh dengan makanan. Keina mengangkat kedua tangannya keatas saat Tita membereskan bekas makannya. Setelah itu Tita membawa Keina ke kamarnya untuk berganti pakaian.
"Gah, kapan kuliah spesialis mu selesai?" Rehan.
"Ini udah di akhir Yah. Semoga lancar bisa wisuda awal tahun depan." Gagah.
"Kalian tidak berencana berbulan madu?" Nyonya Laura.
"Mungkin bulan depan Oma. Gagah sedikit longgar jadwalnya jadi kita bisa pergi." Gagah.
"Rencananya kemana?" Ken.
"Belum tau sih Oncle. Mungkin cari yang deket-deket aja. Karena waktunya juga ga banyak." Gagah.
Sementara Gagah berbincang bersama keluarganya Laras hanya diam tak menimpali hanya sesekali saja berbicara ketika dirinya di tanya.
"Kapan rencana perginya?" Ayumi.
"Setelah resepsi Glad Bun." Gagah.
"Loh, wisuda Glad kalian ga hadir dong?" Ayumi.
"Hadir dong Bun. Kan setelah resepsi ke acara wisuda masih ada dua minggu." Gagah.
"Lah, terus kalian perginya berapa lama?" Ayumi.
"Sepuluh hari Bun. Jadi masih bisa kan ke acara wisudanya Adek." Gagah.
"Ya ga apa yang terpenting kebersamaan kalian saja." Tuan Ito.
Mereka pun saling bercengkrama bersama di ruang utama menurunkan makanan yang mereka makan saat makan malam tadi. Keina dan Tita pun kembali bergabung walau hanya sebentar karena Keina yang mengantuk jadilah Tita masuk lebih dulu untuk menina bobo kan Keina.
Setelah Keina tertidur Tita langsung ke kamarnya dan ternyata Ken sudah berada di kamar tengah duduk bersandar di atas tempat tidur dengan tablet di tangannya. Tita pun mengembangkan senyumnya melihat Ken.
"Sudah tidur sayang?" Ken.
"Sudah. Mas sudah bersih-bersih?" Tita.
"Sudah. Hanya tinggal menunggu kamu saja sayang." Ken.
__ADS_1
"Hm... Tita bersih-bersih dulu." Tita.
Tak butuh waktu lama Tita pun keluar dari kamar mandi dan sudah dengan pakaian tidurnya. Tita segera menyusul Ken ke atas tempat tidur dan Ken pun menyimpan tabletnya di atas nakas untuk bersiap tidur bersama Istri tercintanya.
Di kediaman Tanio. Tanio yang hampir tertidur terkejut dengan bunyi panggilan dari ponselnya. Dengan sedikit kesal Tanio pun mengangkatnya tapi sebelumnya dia tak lupa melihat nama yang tertera di layar.
"Mikha." Ucap Tanio lirih.
📱Tanio
What's the matter? Is there something important?
📱Mikha
Yah.. Dad has gone..
📱Tanio
Okay, take it easy. We'll be right there.
📱Mikha
Thank you..
Tanio pun segera mengakhiri panggilannya. Pesan yang begitu singkat namun memiliki arti begitu dalam bagi Tanio, Mikha dan Tita tentunya. Tanio segera meminta Olla untuk bersiap. Dirinya pun segera menghubungi pengurus pesawat pribadi keluarga Durant. Setelah itu barulah menghubungi Ken.
"Sayang, segera siapkan Pakaian kita dan anak-anak. Paman Kevin sudah pergi." Tanio.
Olla sudah mengerti dengan kalimat pergi dari Tanio karena memang kondisi Kevin semakin memburuk sejak kepergian istri tercintanya. Olla pun segera meminta baby sitter menyiapkan pakaian anak-anaknya dan memintanya untuk ikut serta juga.
Ken terusik dengan suara ponselnya di atas nakas. Tita menggeliat dan meminta Ken untuk mengangkatnya terlebih dahulu.
"Angkatlah dulu Mas. Siapa tau penting." Ucap Tita membalikkan badannya.
Ken pun memutarkan badannya dan mengambil ponselnya di atas nakas.
📱Ken
Ya...
📱Tanio
Dengarkan aku. Paman Kevin telah pergi. Aku sudah menyiapkan pesawat untuk kita. Bawa Tita dan Keina sekarang aku tunggu di bandara.
📱Ken
Ya, baiklah.
__ADS_1
Ken mengakhiri panggilannya dan segera bangkit dari tidurnya. Tita yang memang belum bisa tertidur lagi membalikkan badannya dan bertanya kenapa.
"Ada apa?" Tita.
"Kita harus bersiap sayang. Mas akan meminta Bibi untuk menyiapkan pakaian Keina." Ken.
Tanpa banyak bertanya Tita segera mengambil koper mereka dan menyiapkan pakaian mereka. Ken menghubungi Bibi di rumah belakang untuk segera datang dan menyiapkan pakaian Keina. Kemudian Ken keluar menemui orang tuanya untuk memberitahukan mereka jika Kevin telah pergi.
Tok...Tok....
"Ibu, Ayah." Panggil Ken lembut.
Tuan Ito segera membuka pintu kamar tanpa membangunkan istri tercintanya.
"Ada apa Ken?" Tuan Ito.
"Ken dan keluarga akan pergi ke tempat paman Kevin. Baru saja Tanio menghubungi Ken. Paman sudah pergi." Tanio.
"Hah! Baiklah. Kalian hati-hati. Sampaikan rasa belasungkawa kami kepada Mikha." Tuan Ito.
"Baiklah Ayah. Maaf Ken mengganggu." Pamit Ken.
Tuan Ito pun segera menutup kembali pintu kamarnya. Ken pun meminta supir menyiapkan mobil untuk mengantar mereka. Setelah semuanya siap Ken segera naik kembali dan berganti pakaian. Dilihatnya Tita sudah siap di dalam kamar dengan jaketnya.
"Ayo sayang." Ajak Ken.
Tita menggandeng lengan Ken manja. Tita tau apa yang terjadi namun dirinya tak mau bertanya sekarang karena sudah bisa di pastikan Ken akan sangat kerepotan.
Ken meminta bibik untuk membawakan koper mereka sementara Ken menggendong Keina yang tertidur. Tita dengan setia di samping Ken.
"Apa kita tidak memberitahukan Ayah dan Ibu." Tita.
"Mas sudah memberitahukannya tadi.Kita tinggal pergi saja." Ken.
"Kak Rehan dan Kak Ayu?" Tita.
"Ibu dan Ayah akan memberitahukan mereka semua." Ken.
"Baiklah." Tita.
Mereka pun pergi tanpa memberitahukan anggota keluarga yang lainnya. Karena Ken khawatir Tita tidak akan bisa menahan sedihnya ketika berpamitan. Sampai di bandara Tanio dan keluarganya di tambah satu orang baby sitter telah menunggu Ken.
Tanpa banyak bicara mereka pun segera menuju pesawat pribadi keluarga Durant yang akan membawa mereka ke tempat Kevin. Mikha pun tak segera mengebumikan Ayah nya karena Mikha akan menunggu dua saudaranya datang.
Ken memangku Keina dan memeluk Tita dari samping. Tanio terus menatap adiknya yang memang sengaja tak di beritahukan secara langsung. Karena sudah bisa di pastikan Tita sebenarnya sudah mengetahui hal ini.
Olla hanya diam memeluk anak sulungnya dan anak bungsunya di pangku oleh baby sitter. Mereka semua diam tak banyak bicara. Sibuk dengan fikiran mereka masing-masing. Setelah sampai di tempat Kevin Tanio lah yang akan degan sigap menjaga Keina karena sudah di pastikan Ken akan kewalahan dengan Tita.
__ADS_1
🌻🌻🌻
Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏