
Tak seperti janjinya yang akan pulang setelah menyelesaikan kuliah S1nya. Daren malah berlomba bersama Zio untuk segera menyelesaikan S2 mereka. Olla dan Nio begitu kecewa dengan keputusan putra pertama mereka namun mereka hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk anak-anaknya.
Keina mendapatkan penghargaan lulusan terbaik dari sekolahnya. Dan Keina pun mendapatkan beasiswa kuliah. Walaupun dirinya anak dari orang yang berada namun Keina tak pernah menunjukkan itu pada siapapun.
Beruntung namanya Keina Kenzo tak ada embel-embel Ito ataupun Durant di belakang namanya sehingga tidak terlalu mencolok perhatian orang jika melihat namanya. Tapi, bagi sebagian orang siapa yang tak mengenal seorang Kenzo Ito.
Keina bisa melanjutkan kuliahnya di universitas ternama di kota mereka. Bahkan Keina di bebaskan dari segala macam biaya perkuliahan dengan syarat nilai yang di capai harus sesuai dengan peraturan yang sudah di tetapkan.
Karena Keina mendapatkan baesiswa bebas kuliah maka. Ken pun membebaskan dua orang mahasiswa untuk berkuliah. Dan dua orang itu dipilih oleh Keina secara langsung. Keina pun memilih dua orang teman satu angkatannya yang cukup pintar menurutnya tapi kurang baik dalam segi ekonomi.
Dua orang tersebut pun begitu bahagia dan sangat berterima kasih tak terhingga pada Keina. Sarah dan Bagas. Dua orang teman yang Keina kenal di bangku sekolahnya yang Keina pilih.
Kini Keina bersekolah di universitas ternama dengan jurusan yang dia pilih sendiri. Tak sedikitpun Keina ingin mengikuti jejak Mommy nya sebagai tenaga kesehatan. Keina memilih menjadi seorang arsitek. Ken dan Tita pun mendukungnya seratus persen.
"Kein, Lu yakin ambil jurusan ini?" Raya.
"Yakin Raya." Jawab Keina lembut.
"Terus kita ga bareng dong?" Raya.
"Ya lu pindah aja sama kaya gw." Keina.
"Ceh, cita-cita gw kan jadi pengacara apa kabar tuh." Raya.
"Ya udah. Lu kuliah sesuai apa yang Lu mau aja toh kita masih satu kampus kan." Keina.
"Iya juga sih. Tapi, jadwal kuliah kita pasti berbeda." Raya.
"Pasti akan ada samanya Ray. Tenang deh. Meskipun lu sama gw berpisah kelas. Tapi, tetep deh Abang gw buat lu." Keina.
"Keina ih,,, gw serius nih. Lu mah kemana-mana deh." Raya.
"Eh, abang gw mau balik loh." Goda Keina.
"Iya kapan?" Tanya Raya spontan.
"Cie... semangat bener non." Goda Keina.
"Ish... Lu mah.." Raya.
"Serius mau tau kapan abang gw pulang?" Keina.
"Terserah lu. Males gw." Raya.
__ADS_1
"Hahahaa... Ngambek. Tambah cantik deh kalo ngambek gitu. Tenang, abang gw balik dua tahunan lagi deh." Keina.
"Keinaaa!!!!" Kesal Raya.
Mereka berdua pun menikmati masa-masa kuliah pertama mereka. Keina dan Zayn memang hanya terpaut satu tahun saja. Membuat Keina sekarang satu kampus dengan Andre hanya saja Andre memilih jurusan bisnis berbeda dengan Keina.
Dan Melan sudah membuat Andre dan Zizi bertunangan agar Andre merasa terikat dengan Zizi dan semua itu membuat Andre sangat kesal. Karena Zizi baru saja masuk sekolah tingkat pertama.
Namun, seperti janjinya dirinya tak akan menunjukkan sikap apapun pada Andre. Seperti Keina bersikap terhadap Daren. Bahkan Keina tak sekalipun menanyakan kabar tentang Daren yang pastinya bisa dia dapatkan dari Zio abangnya.
Seperti malam ini Keina tengah melakukan panggilan video bersama Zio dan Zayn tapi tak sedikitpun Keina menanyakan hal tentang Daren. Zio sudah berusaha memancing saudaranya itu tapi tak sedikitpun keluar dair mulut Keina sesuatu yang menjurus pada Daren.
Hal itu sebenarnya yang menbuat Daren sedikit ragu tentang perjodohannya dengan Keina. Dirinya takut jika Keina akan menolak perjodohan itu sementara dirinya terus menupuk perasaan terhadap Keina karena tak ingin mengecewakan Maminya.
"Kak, apa hari ini sibuk?" Tanya Tita pada Keina.
"Hm,, tidak. Kenapa Mom?" Keina.
"Apa Kakak bisa antar Mommy belanja bulanan?" Tita.
"Bisa Mom. Nanti Kakak jemput Mommy sepulang Kakak kuliah." Keina.
"Benar tidak mengganggu mu sayang?" Keina.
"Mom, apa Daffin boleh ikut?" Tanya Daffin.
"Eh, tumben?" Tita.
"Daffin ga ada kerjaan Mom." Daffin.
"Boleh saja. Nanti kita jemput kamu ke sekolah terlebih dahulu." Tita.
"Daffin libur hari ini Mom. Bukannya guru Daff sudah memberi tahukannya kepada Mommy." Tanya Daffin.
"Benarkah? Owh! Maafkan Mammi nak.." Ucap Tita tiba-tiba.
"Tidak apa-apa Mom. Ini mendadak. Daff melihatnya di grup." Daffin.
"Baiklah kalo begitu kita hanya menunggu Kakak selesai kuliah saja." Tita.
Siang hari seperti yang sudah di rencanakan oleh mereka bertiga. Tita, Keina dan Daffin pun pergi berbelanja bulanan. Daffin memang selalu ikut kemana pun Mommy dan Kakaknya pergi jika senggang.
Saat ketiganya asik memilih belanjaan mereka ada seorang gadis seumuran dengan Daffin mendekati mereka. Dan itu tidak mereka sadari karena mereka bertig terlalu asik sendiri.
__ADS_1
"Daff,". Panggil perempuan itu.
Ketiganya pun menoleh ke arah sumber suara.
"Siapa ya?" Tita.
"Siang Tante. Saya Nina teman Daffa." Sapa perempuan yang bernama Nini itu.
"Owh! Kenalkan saya Tita Mommy nya Daffin. Dan ini Keina Kakak Daffin." Ucap Tita memperkenalkan.
"Siapa? Daffin tidak mengenalnya." Jawab Daffin acuh dan berlalu dari hadapan mereka semua.
Tita dan Keina saling pandang kemudian melihat kearah Daffin dan Nina bergantian. Tita merasa tak enak dengan sikap anak bungsunya. Keina melihat itu.
"Hmm... Kamu teman satu kelasnya?" Tanya Keina memecah keheningan.
"Bukan Kak. Saya tidak satu kelas dengan Daffin." Nina.
"Owh! Ya sudah kami duluan ya Nini." Keina berpamitan.
Keina mengerti kenapa adiknya memilih menghindari perempuan tadi. Tita pun demikian. Keduanya langsung berjalan mengejar Daffin yang dengan santainya berjalan mendorong troli belanjaannya dan memilih-milih barang yang lainnya.
"Ternyata adik Kakak primadona juga ya di sekolah." Goda Keina setelah keduanya dekat dengan Daffin.
Daffin memutar matanya malas mendengar godaan dari kakaknya.
"Jangan begitu Nak. Hargailah orang yang menyapa kita." Tita.
"Hm..." Jawab Daffin singkat.
"Di jawab jangan cuma hm.. Itu Mommy loh yang lagi ngomong." Ucap Keina dan berhasil mendaratkan satu pukulan di lengan adik semata wayangnya.
"Iya ih. Cerewet deh Kakak." Protes Daffin.
"Kamu tu di kasih tau kok ya." Keina.
"Sudah... Sudah. Kalian kok jadi malah berantem. Ayok kita sudah selesai belanjanya nih." Ajak Tita pada kedua anaknya.
Mereka pun mengikuti Tita berjalan ke kasir lebih dulu. Keina langsung mensejajarkan jalannya dengan Tita dan menggandenga tangannya sedangkan Daffin tetap di belakang mereka dengan mendorong troli belanjaan mereka.
Sampai di kasir mereka mengantri satu orang di hadapan mereka. Tak di sangka irang tersebut adalah Nina. Nina terlihat berbelanja banyak sekali dan tampak kerepotan dengan belanjaannya.
🌻🌻🌻
__ADS_1
Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏