Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Selamat Jalan Paman Kevin


__ADS_3

Turun dari pesawat Tita masih diam tak banyak mengeluarkan kata-kata. Ken masih menggendong Keina. Sampai naik ke mobil yang sudah di persiapkan untuk menjemput mereka.


Di dalam mobil Tita merebahkan kepalanya di bahu Ken. Ken mengusap kepala Tita dengan sebelah tangannya yang tidak memegang Keina. Tanio nerusaha sekuat tenaga untuk tidak mengeluarkan air matanya.


Olla yang mengerti situasi pun selalu mengusap lembut lengan Tanio dan sesekali menggenggam tangannya untuk meneberikan kekuatan. Setelah ini dirinyalah yang paling fi tuakan di keluarga Durant. Karena hanya tinggal Tanio, Mikha dan Tita.


Sampai di kediaman Kevin Mikha dan sang istru menyambut kedatangan mereka. Tanio memeluk erat adik sepupunya itu. Bulir bening luruh di pipinya. Olla memeluk istri Mikha yang sudah mengeluarkan tangisnya. Olla mengusap lembut punggung adik iparnya.


Tanio dan Mikha merenggangkan pelukannya dan menoleh ke arah Tita. Tanpa bicara Tita menghambur ke dalam pelukkan kedua kakaknya. Namun tanpa disangka Tita terkulai begitu saja dengan sigap Tanio dan Mikha menahan tubuh Tita.


Ken memberikan Keina pada Tanio kemudian mengambil alih menggendong Tita masuk kedalam rumah. Suasana haru pun tercipta di sana. Kepercayaan Tanio dan Tita yang berbeda dengan keluarga Mikha tak menghalangi kedekatan di antara mereka.


Ken membawa Tita ke dalam kamar. Istri Mikha memberikan minyak untuk membantu Tita sadar kepada Ken. Olla semakin panik melihatnya karena sejak kepergian mereka tak sepatah kata pun keluar dari mulut Tita.


Tanio meminta baby sitter anaknya untuk menjaga Kedua anaknya dan Keina di dalam kamar yang sudah di siapkan. Kemudian mereka pun berkumpul di dalam kamar Tita. Tak lama Tita pun tersadar.


Saat manik matanya melihat Ken di sampingnya Tita langsung memeluk erat Ken fan menumpahkan kesedihannya. Ken pun memeluk erat istri tercintanya.


Tanio Mikha dengan pasangan masing-masing pun saling berpelukkan. Mereka berempat pun tak kuasa menahan tangisnya. Melihat adik bungsu mereka yang begitu kuat kini harus menerima dua kenyataan pahit dalam waktu yang berdekatan.


Kehilangan bayinya dan kini kehilangan paman yang sudah seperti Ayah baginya. Karena sejak kecil hanya Kevin yang dia kenal. Karena Martin Durant telah pergi meninggalkannya sebelum dirinya menegenal siapa Ayahnya.


Tita melerai pelukannya kemudian mengusap air matanya menatap dalam manik mata Ken.


"Kau siap sayang?" Tanya Ken lembut pada Tita.


Tita pun menganggukkan kepalanya.


Ken membantunya berdiri untuk melihat jasad pamannya untuk yang terakhir kali sebelum di kebumikan. Ketiga pasangan itu pun berjalan beriringan menuju peti Kevin. Tanio beserta Olla mendapat kesempatan pertama berpamitan dengan Kevin.

__ADS_1


"Be happy with the aunt there uncle. We love you." Ucap Tanio kemudian mencium kening Kevin yang terlihat lebih kurus dari terakhir dirinya bertemu.


Di susul Olla mencium kening Kevin. Setelah itu keduanya mundur dan membarikan ruang untuk Mikha dan istrinya.


"Go father. Meet mom there. We love you." Bisik Mikha kemudian mencium kening Kevin dan disusul Istrinya.


Tibalah giliran Tita dan Ken. Tita sekuat hati menahan agar tangisnya tidak pecah.


"I love you uncle. Go in peace. Be happy with your aunt." Ucap Tita lirih kemudian mencium kening Kevin seperti yang di lakukan oleh kedua kakaknya begitu juga dengan Ken.


Setelah itu mereka mundur dan berdiri berjajar di hadapan peti Kevin hingga petugas menitup peti Kevin dan membawanya untuk segera di kebumikan di samping makan istri tercintanya seperti keinginannya sejak dulu.


Sepanjang rangkaian pemakaman Tita tak henti mengeluarkan air matanya. Dengan setia Ken terus berada di dekatnya dan memeluknya. Menguatkan sang istri atas kepergian Pamannya.


Setelah proses pemakaman selesai mereka pun kembali ke kediaman Kevin Durant. Tanio, Mikha dan Tita berkumpul saling berpelukkan. Olla dan istri Mikha pun melakukan hal yang sama. Hanya Ken yang diam duduk menatap istri tercintanya yang begitu terlihat begitu rapuh.


Belum sembuh luka dihatinya karena kehilangan putri mereka kini lukanya bertambah dengan kepergian Kevin Paman yang sekaligus Ayah bagi Tanio dan Tita.


Tita mengurai pelukkannya pada kedua kakaknya kemudian menghambur kedalam pelukkan Ken. Tita membenamkan kepalanya di dada bidang Ken.


"Now it's just the three of us. I hope we keep this family intact. You're in your country and I'm here. Don't ever forget we're here." Mikha.


"Of course it was. We're a family. no one can separate it. Whenever you're going to our country come and feel free. So were we. If we come here, take us in as usual." Tanio.


Mereka pun saling mencurahkan isi hayi mereka dan saling menguatkan satu sama lain. Namun, Tita hanya terdiam menatap keduanya dengan air mata yang terus mengalir di pipinya.


Hati Mikha begitu teriris melihat keadaan Tita yang begitu rapuh. Adik perempuan satu-satunya yang selalu tampil mandiri dan kuat kini terlihat begitu rapuh. Beruntung ada Ken yang selalu berada di dekatnya dengan seluruh perhatiannya yang penuh tanpa melupakan putri mereka.


Anak-anak yang belum mengerti kepergian pun bermain dengan riang karena bertemu dengan saudara mereka. Baby sitter anak Tanio pun dengan sabar melayani ke empat anak tersebut.

__ADS_1


Tanio dan Ken memutuskan untuk tinggal selama tiga hari di sana. Karena keadaan Tita yang tidak memungkinkan untuk perjalanan jauh. Ya, keadaan Tita memburuk karena terlalu banyak menangis dan nafsu makannya menurun.


Kesedihan yang bertubi-tubi datang menbuatnya semakin kacau. Ken merawatnya dengan baik membuat Tanio terenyuh. Tanio memeluk erat Olla yang merupakan sahabat Tita sejak masa remajanya.


"Dulu akulah orang yang paling pertama dia datangi di kala sedih. Kini Ken telah menggantikan posisiku." Olla.


"Kau cemburu sayang?" Tanio.


"Hm... Sedikit. Tapi, aku juga merasa lega. Karena Tita berada di orang yang tepat." Olla.


"Seperti aku yang tepat menemukan wanita seperti mu sayang." Tanio.


"Begitu juga aku yang menemukan pria yang tepat. Pria tegas namun berhati lembut dan begitu pengertian kepadaku. Membuat ku menjadi ratu di hatinya." Ucap Olla menunjuk dada bidang Tanio.


"Tak akan pernah tergantikan sayang. Hanya kau wanita satu-satunya." Tanio.


"Tapi, sayangnya kini bukan hanya Mas yang berada di hati ini. Melainkan ada dua pria lain disini." Tunjuk Olla pada dadanya.


"Hei, siapa mereka? Kau berani bermain hati dengan ku?" Kesal Tanio.


"Kenapa kau begitu marah? Salahkah mereka yang juga ingin berada di tempat yang oaling istimewa disini." Ucap Olla lagi.


"Sayang..." Ucap Tanio geram.


"Maafkan mereka sayang. Mereka telah menyusup di hati ini." Tunjuk Olla pada kedua putranya.


"Astaga! Sayang. Kau membuat ku takut. Jika mereka berdua sudah tentu ada disini juga bersamamu." Tunjuk Tanio pada dadanya di akhiri dengan mendaratkan kecupan hangat di puncak kepala Olla.


🌻🌻🌻

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏


__ADS_2