Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Kehamilan Jessie


__ADS_3

Setelah Tita dan Ken keluar tiba giliran Jessie dan Aldi. Karena Jessie terlalu gugup Jessie meminta Tita yang menemaninya. Aldi pun menganggukkan kepalanya tanda setuju. Biarlah nanti Aldi menanyakan langsung pada Dokter Rini tentang hasil pemeriksaannya fikir Aldi.


"Ayo Jess,, tenang saja semua akan baik-baik saja." Tita.


Dokter Rini pun tersenyum pada Jessie yang terlihat gugup walaupun mereka sering bertemu di rumah sakit. Tita menuntun Jessie untuk berbaring di tempat yang sudah di sediakan.


"Kita mulai ya Jess." Ucap Dokter Rini.


"Iya Kak." Jessie.


Dokter Rini pun mulai menyingkap sedikit blus yang di kenakan Jessie memgoleskan jel pada perutnya. Dokter Rini pun tersenyum ke arah Jessie dan Tita. Dan Tita pun mengerti karena sedikitnya Tita mengerti tampilan di layar.


"Alhamdulillah.. Selamat ya Jess usia kehamilannya sudah masuk 5 minggu." Ucap Dokter Rini.


"Apa! 5 minggu?" Ucap Jessie tak percaya.


"Selamat sayang. Kita jadi duo bumil." Ucap Tita merentangkan tangannya.


Jessie masih tak percaya dengan apa yang di ucapkan Dokter Rini dan Tita. Dirinya masih terdiam dalam pelukkan Tita dengan air mata yang meleleh di pipinya. Tita mengurai pelukkannya kemudian mengusap linangan air mata Jessie.


"Selamat ya sayang." Ucap Tita menampilkan senyumannya.


"Jess hamil Tante.." Lirih Jessie.


"Iya sayang. Disini ada Jessie dan Aldi junior." Ucap Tita.


Dokter Rini pun menatap haru keduanya dan tanpa terasa air matanya luruh di pipinya. Dokter Rini begitu takjub Tita begitu menyayangi Jessie.


Setelah Dokter Rini memberikan vitamin pada Jessie mereka bertiga pun keluar dari ruangan tersebut. Ken dan Aldi menunggu para istrinya di dalam dengan berbagai rasa yang berkecamuk.


Ken dan Aldi terheran melihat wajah istri-istri mereka seperti sudah menangis. Ken dan Aldi menghampiri istri masing-masing. Tita memberikan senyumannya pada Ken. Jessie memeluk Aldi dan menumpahkan rasa bahagianya di pelukkan Aldi.


Aldi masih diam tak mengerti ada apa dengan istrinya. Tita menatap Ken dan menganggukkan kepalanya dengan linangan air mata yang meleleh di pipinya. Ken yang mengerti anggukan kepala Tita langsung membawa Tita kedalam pelukannya.


"Ada apa?" Tuan Ito.


Aldi mengurai pelukannya pada Jessie begitupun Ken dan Tita. Semua menatap pada Tuan dan Nyonya Ito.


"Jessie hamil Opa." Ucap Jessie dengan air mata yang terus berlinang.


"Sayang.." Panggil Aldi lirih dan Jessie menganggukkan kepalanya.


"Tante?" Tanya Aldi dan Tita pun menganggukkan kepalanya.


Aldi langsung bersujud syukur mendengarnya semua pun merasa terharu dengan kehamilan Jessie. Bukan karena bertahun-tahun menanti kehadiran buah hati mereka karena desakan Aiko yang membuat Jessie hamoir depresi.

__ADS_1


Lima bulan pernikahan akhirnya Jessie hamil buah cinta mereka berdua. Aldi menghujani ciuman di kepala dan wajah Tita. Semua ikut larut dengan kebahagiaan mereka.


"Selamat ya Al." Ucap Dokter Rini.


"Terima kasih Kak." Aldi.


"Sama-sama. Karena tidak ada masalah dalam kehamilannya kalian masih boleh berhubungan asalkan hati-hati dan lembut ya." Pesan Dokter Rini.


"Terima kasih Kak." Aldi.


Dokter Rini hanya tersenyum membalas ucapan Aldi. Jessie mendapatkan pelukkan dari Opa dan Omanya juga Ken Om nya. Jessie bahagia berada di antara orang-orang yang tulus menyayanginya.


"Oma,, Jess bolehkan tinggal di sini terus?" Tanya Jessie lirih.


"Kamu boleh tinggal disini semau mu sayang." Nyonya Laura.


"Terima kasih Oma." Ucap Jessie.


Dokter Rini pun berpamitan pada mereka semua. Tita dan Ken mengantarkan Dokter Rini hingga ke teras rumah. Setelah Dokter Rini pergi meninggalkan kediaman Ito dengan mobilnya Ken dan Tita masuk kedalam rumah.


"Sayang, tidak keberatan mereka tetap disini?" Ken.


"Ngga sayang. Mas juga ga apa-apa kan?" Tita.


"Iya sayang." Tita.


Keduanya pun ikut bergabung bersama Tuan dan Nyonya Ito juga Jessie dan Aldi yang tengah berbahagia.


"Apa kamu sudah memberitahukan orang tua kamu Al?" Ken.


"Sudah Om. Baru saja. Tapi, Mama dan Papa sedang di luar kota Papa sedang tugas di sana." Aldi.


"Tidak masalah. Yang penting kamu sudah menghubunginya." Ken.


"Bagaimana dengan Kak.Aiko?" Tita.


"Ngga Tan. Jessie ngga mau kasih tau Mami dulu." Jessie.


"Semua keputusan ada padamu Jess." Tita.


"Makasih Tante. Tante, tidak apa-apa kan kita tinggal disini?" Jessie.


"Tidak. Ini rumah Ayah dan Ibu siapapun boleh tinggal di sini." Tita.


"Makasih Tante." Jessie.

__ADS_1


"Tapi, jika sesekali kita tinggal di apartemen jangan tersinggung ya Jess. Terkadang kita suka menginap di sana." Bohong Ken di hadapan Jessie dan Aldi.


"Iya Om." Jessie.


Tuan dan Nyonya Ito mengerti maksud dari perkataan anaknya. Karena walau bagaimana pun Tita dan Aldi pernah punya masa lalu yang kurang baik. Walaupun Tita bersikap biasa saja tapi siapa yang tau isi di hatinya. Hanya Ken yang mengerti Istrinya.


"Hm... Bu, Yah. Besok Tita ijin dulu menginap di rumah Kak.Nio. Udah lama ga kesana. Tadi Kak.Olla menelfon meminta kita datang ke sana." Pamit Tita pada Mertuanya.


"Iya boleh sayang. Titip salam buat Nio dan keluarganya ya." Nyonya Laura.


"Iya Bu." Tita.


Ken sedikit kaget dengan ucapan Tita. Namun Ken berusaha bersikap biasa saja dan memainkan perannya. Ken tau isi hati istrinya dan hanya Olla lah tempat Tita bisa mencurahkannya.


"Maaf Tuan-tuan dan Nyonya-nyonya makan malam sudah siap." Bibi.


"Terima kasih Bi. Ayo kita makan dulu." Nyonya Laura.


"Sayang, Tita mau di suapi." Rengek Tita pada Ken.


"Tentu saja sayang dengan senang hati Mas akan melayani tuan putri." Ken.


"Wah, Ayah berasa kembali muda melihat dua pasangan muda ini Bu." Tuan Ito.


"Ish... Ayah. Sudahlah kita sudah tua." Nyonya Laura tersipu malu.


"Cie... Ayah sama Ibu berasa pacaran nih." Goda Tita.


Mereka pun makan bersama dengan santai. Jessie sama halnya seperti Tita kehamilannya tak terganggu dengan mual muntah. Keduanya malah lahap memakan apapun yang ada di hadapan mereka.


"Sayang, besok perginya pagi ya sekalian Mas ke kantor. Mas ada meeting jam 8." Ucap Ken seraya mengelus tangan Tita.


"Oke.." Ucap Tita.


"Tante,, jangan lama-lama ya perginya. Nanti Jess ngga ada temen." Rengek Jessie.


"Siap bumil sayang." Tita.


Aldi pun mengerti jika Tita saat ini menutupi rasa canggungnya. Aldi selalu merasa bersalah pada Tita walaupun berapa kali Tita mengatakan jika semuanya sudah baik-baik saja.


Tuan dan Nyonya Ito pamit lebih dulu memasuki kamar mereka dan tak berselang Tita pun mengajak Ken ke kamar karena rasa kantuknya sudah datang.


🌻🌻🌻


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2