
Setelah menyelesaikan makan siang mereka, Tuan dan Nyonya Ito, Ayumi, Marni dan Tita bersantai sejenak di ruang utama sebelum Marni kembali ke kamar untuk di rias wajahnya. Mereka berbincang santai.
Tuan Ito yang merasa sedikit lelah berpamitan untuk istirahat. Kini tinggallah para wanita di ruangan tersebut. Bibi membawakan minuman dan beberapa camilan untuk mereka.
"Ibu, apa Ibu yakin akan tinggal di peternakan bersama Bapak?" Tanya Tita yang selalu menyebut Burhan dengan sebutan Bapak.
"Ibu yakin Nak. Karena walau bagaimana pun Bapak suami Ibu dan Ibu harus mengikutinya kemanapun dia pergi." Marni.
"Tapi, sudah bisa di pastikan kalian akan sedikit kesulitan di sana karena semua di kerjakan dari nol Ibu." Ucap Tita cemas.
"Kamu tidak perlu khawatir sayang. Ibu dan Bapak masih kuat membajak sawah." Ucap Marni.
"Ceh, sombong sekali kamu. Awas saja jika kita dengar kau sakit karena kelelahan ya." Ledek Nyonya Laura.
"Iya Mba. Karena bukan hanya mengurus peternakan saja nanti Mba di sana tapi Mba juga harus mengurus Mas Burhan loh." Goda Ayumi.
"Jaga pinggang kalian. Ingat umur." Ledek Nyonya Laura.
"Ish... Kalian. Kenapa berfikir hanya ke arah sana sih." Ucap Marni malu-malu.
"Bagaimana tidak Bu. Kalian sudah sangat lama tidak bertemu. Bahkan sejak kepergian Bapak ibu tidak pernah melakukannya begitupun dengan Bapak." Tita.
"Tita... Sudahlah. Jangan buat Ibu malu di hadapan Ibu mertua dan Kakak Iparmu ini." Marni.
"Dan jangan lupakan jika Kakak ipar ku ini adalah besan mu Ibu." Tita.
Semua pun tertawa bahagia. Tita melupakan kesedihannya karena kepergian putri ke duanya. Ya, walau bagaimana pun hidup harus tetap berjalan. Jika Tita terus meratapi kepergian Tiara bagaimana dengan Keina yang juga membutuhkan kasih sayangnya.
Di saat mereka semua tengah berbincang dengan santai dan penuh canda tawa. Terdengar gelak tawa dari kamar Keina. Sepertinya ketiga perempuan itu sudah terbangun.
"Anak kalian bangun." Nyonya Laura.
"Mereka juga cucu mu Bu." Ayumi.
"Kau tanyakan pada mereka apa mereka akan makan?" Titah Nyonya Laura pada bibi yang berada dekat dengan mereka.
"Baik Nyonya." Jawab Bibi kemudian berlalu menuju kamar Keina.
"Maaf nona-nona. Apa kalian ingin makan?" Tanya Bibi yang masuk setelah mengetuk pintu dan di persilahkan masuk oleh nonanya.
"Hm... Aku ingin makan bakso Bi." Ucap Laras.
"Aku juga Bi." Pinta Gladys.
"Atu ga bi." Ucap Keina yang membuat semua tertawa.
"Baiklah nona-nona. Sebentar Bibi akan belikan." pamit Bibi.
"Terima kasih Bi." Gladys.
__ADS_1
Mereka pun kembali bermain tanpa ingin keluar dari kamar. Mereka akan menunggu hingga pesanan mereka datang. Tiga puluh menit kemudian Bibi datang memberitahukan jika pesanan mereka telah siap di meja makan.
Ketiganya segera turun dengan Keina dalam gendongan Gladys. Saat mereka bertiga melewati ruang utama mereka menyapa para orang tua terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan mereka menuju meja makan.
"My, eina atan aso My." Ucap Keina.
"Hm.. Apa Keina bisa memakanng sendiri tanpa bantuan Mommy?" Tita.
"Yess.." Jawab Keina mantap.
"Baiklah. Makanlah. Jika butuh bantuan minta pada Kakak-kakak ya." Pesan Tita.
"Ote My." Keina.
Mereka pun kembali berjalan menuju meja makan. Keina di dudukkan di tempat duduknya kemudian mangkuk baso di taruh di mejanya. Keina memperhatikan kedua kakaknya makan kemudian berusaha menyendok baso dan mie menggunakan garpu yang sudah tersedia.
Walaupun berceceran namun, Gladys dan Laras membiarkannya agar Keina mampu melakukannya sendiri sehingga Keina tidak tergantung pada orang lain saat dirinya akan makan.
Terdengar suara mobil memasuki halaman rumah utama. Dan ternyata itu Rehan dan Gagah yang baru saja datang. Mereka berdua masuk bersamaan ke dalam rumah. Ayumi menyambut kedatangan Rehan namun tidak dengan Laras yang tak mengetahui kedatangan suaminya.
"Dimana Laras Bun?" Tanya Gagah.
"Laras baru saja makan bakso." Ayumi.
"Bakso? Dimana?" Gagah.
Gagah pun segera menuju meja makan untuk melihat istri dan kedua adiknya yang tengah makan bakso. Laras yang melihat kedatangan Gagah langsung bangkit dari duduknya dan mencium punggung tangan Gagah dan memeluknya.
"Kenapa baru makan?" Gagah.
"Tadi kami tertidur Kak." Gladys.
"Owh! Ya sudah habiskan makanan kalian Kakak mau mandi dulu." Gagah.
"Nanti Laras susul ya Kak." Laras.
"Iya sayang." Gagah.
"Uluh sayang..." Goda Gladys.
"Sssttt... ada bayik disini." Jawab Laras melirik Keina.
"Tata.." Ucap Keina seolah mengerti jika dirinya tengah dk bicarakan.
"Ayo sayang habiskan baksonya." Titah Gladys.
Keina hanya menganggukkan kepalanya saja tanpa berucap kembali. Laras segera menyelesaikan makannya dan menyusul Gagah kedalam kamar. Tinggallah Gladys dan Keina yang masih memakan bakso mereka.
Setelah menghabiskan baksonya Gladys membantu Keina memakan baksonya. Keina pun mampu menghabiskan baksonya. Karena Keina di ajarkan untuk menghabiskan makanannya walaupun lama.
__ADS_1
"Kenyang?" Tanya Gladys.
"Ya." Jawab Keina.
Gladys mengusap sekitar mulut Keina yang di basahi oleh kuah bakso menggunakan tissue. Setelah di rasa bersih Gladys menggendong Keina masuk ke ruang utama yang masih terdapat Nyonya Laura dan Tita.
Marni sudah kembali kedalam kamarnya dan Ayumi membantu Rehan bersiap. Gladys menurunkan Keina setelah berada di ruang utama. Keina pun bergelayut manja pada Tita.
"Apa baksonya enak sayang?" Tanya Tita.
"Ya My." Jawab Keina sambil menaruh kepalanya di pangkuan Tita.
"Kau menyukainya sayang?" Tanya Tita lagi sambil mengusap lembut kepala Keina dan punggungnya.
"Ya uta." Jawab Keina.
"Karena rasanya sangat enak ya Kei?" Ucap Gladys meminta persetujuan.
"Iya Tata. Iya My, Iya Oma." Ucap Keina bersemangat.
"Karena itu Oma tidak di bagi baksonya?" Goda Nyonya Laura pada cucunya.
"Oma au ya. anti ibi elitan." Jawab Keina polos.
"Owh! Cucu Oma begitu baik. Biarlah nanti Oma membelinya sendiri." Jawab Nyonya Laura.
"Eina itut ya Oma." Ucap nya lagi membuat Tita gemas begitupun dengan Nyonya Laura dan Gladys.
Mejelang sore Tita memandikan Kein untuk bersiap menghadiri acara Marni dan Burhan. Keluarga Tanio baru saja datang bersamaan dengan Ken yang baru saja datang dari kantor.
"Wow! Kau baru pulang sesore ini Ken?" Tanio.
"Ada meeting sebentar tadi Kak. Kakak baru datang?" Ken.
"Ya." Tanio.
Mereka pun masuk bersama. Terlihat rumah begitu ramai dengan penjagaan yang begitu ketat dan berlapis. Ken mempersilahkan Tanio dan keluargany duduk sementara dirinya akan membersihkan diri terlebih dahulu dan memberitahukan istrinya jika Tanio sudah datang.
Ken masuk kedalam kamarnya dan terdengar gemericik air dari dalam kamar mandi menandakan jika Tita berada di dalam. Setelah beberapa saat ternyata Tita tak sendiri melainkan bersama dengan Keina.
"Wah, ternyata ada dua bidadari di kamar mandi Daddy." Ucap Ken saat melihat Tita dan Keina keluar dari kamar mandi.
"Daddy.." Panggil Keina girang.
"Jangan dekati Daddy dulu sayang. Kalian sudah wangi dan Daddy akan mandi sekarang." Cegah Ken saat Keina akan mendekatinya.
🌻🌻🌻
Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏
__ADS_1