Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Persiapan Acara


__ADS_3

Tiba di rumah Aiko terus membuntuti suaminya dan menanyakan perihal berita BM grup. Artur terus melangkah tanpa memperdulikan pertanyaan istrinya. Aiko pun mulai kesal dan sedikit menaikan suaranya. Seketika Artur pun berhenti dan membalikkan badannya.


"Apa sebegitu pentingnya perusahaan BM grup untuk mu?" Artur.


"Ng... Ngga juga." Aiko.


"Kalo begiti berhenti mananyakan tentang BM grup. Kau tentag saja. Parusahaan baik-baik saja. Dan kau Masih bisa berkumpul dengan teman-teman sosialitamu." Artur.


"Tapi,,," Ucap Aiko terjeda.


"Kau ingin menjodohkan Jessie anak kita dengannya?" Artur.


Seketika Aiko pun terdiam. Ternyata suaminya telah mengetahui rencananya. Aiko pun gelagapan menjawab pertanyaan Artur.


"Jangan usik kehidupan anakku jika kau masoh ingin hidup tenang." Artur.


"Apa maksudmu? Aku hanya ingin yang terbaik untuk anakku." Aiko.


"Terbaik untuk anak mu atau terbaik untuk mu?" Artur.


"Ceh, sekarang untuk apa mempertahankan pernikahannya jika suaminya tidak bisa memberikan keturunan." Aiko.


"Jaga mulut kamu Aiko. Jika terdengar oleh besan alangkah tidak baik. Dan apa kau memiliki bukti jika menantu kita tidak bisa memberikan anak pada anak kita?" Artur.


"Bukti apa lagi. Sudah tujuh bulan pernikahan mereka Jessie tak kunjung hamil Artur." Pekik Aiko.


"Jaga mulut mu. Anak ku akan memberikan cucu yang lucu-lucu untuk ku." Artur.


"Ceh, mimpi saja kau Mas." Ucap Aiko sedikit melunak dan berjalan memasuki kamar mereka mendahului Artur.


Artur menghela nafasnya dan masuk mengikuti istrinya. Artur belum berniat memberitahukan istrinya perihal kehamilan Jessie yang bahkan kehamilannya kembar. Usia kehamilan Jessie menginjak usia tiga bulan. Akan tetapi perutnya sudah membuncit karena dua bayi di dalam perutnya.


Sementara di apartemen Jessie dan Aldi tengah menikmati waktu berdua. Aldi terus mengusap perut Jessie yang membuncit. Jessie mengusap lembut rambut Aldi yang tengah btertidur di pangkuannya.


"Kangen Oma sama Opa Yang. Sama Onty Tita juga." Jessie..


"Sejak kapan menyebut Tante Tita dengan sebutan Onty?" Aldi.


"Hm... Tidak boleh ya? Tapi, Gagah dan Gladys menyebutnya Onty." Jessie.


"Boleh saja sayang. Hanya terdengar asing saja. Karena terbiasa menyebutnya Tante." Aldi.


"Besok kita ke rumah Utama ya Mas." Ajak Jessie.


"Kita hubungi Oma dulu sayang." Aldi.


"Tidak usah. Jika kita bertemu Mami kita hadapi saja. Dan Jess akan melindungi anak-anak kita semampu Jess." Jessie.


"Kita sayang. Kita yang akan melindungi anak-anak kita." Aldi.

__ADS_1


"Jika Mami berulah Jess akan benar-benar pergi dari Mami. Dan akan ikut bersama Mama kemana pun Mama pergi." Jessie.


"Tidak perlu takut sayang. Kita hadapi bersama." Aldi.


"Terima kasih Mas." Jessie.


Di rumah utama Nyonya Laura dan Ayumi juga Gladys sedang mempersiapkan acara pengajian tujuh bulanan kehamilan Tita. Olla pun sudah sejak pagi berada di rumah Keluarga Ito. Olla datang bersama anak dan suami tercinta.


Sementara Tita tidak di ijinkan membantu segala persiapannya. Tita hanya bermain bersama baby Zio. Tanio, Ken, Tuan Ito dam Rehan berbincang di depan sambil sesekali memparhatikan para pekerja.


Pengajian akan di adakan sore nanti di rumah utama. Siang hari Jessie datang bersama Aldi. Mereka berdua menyapa Para pria yang tengah mengobrol. Sementara Aldi mengantarkan Jessie lebih dulu masuk.


"Onty,,," Teriak Jessie saat melihat Tita tengah bermain di atas permadani bersama Zio.


"Stop Jess. Jangan berlari." Ucap Tita memperingati ketika Jessie akan berlari je arahnya.


"Up's! Jessie lupa Onty." Ucap Jessie.


Tita merasa ada yang tidak biasa mendengar penuturan Jessie. Tapi dirinya belum menyadarinya. Jessie memeluk Tita erat dan Tita pun menperingati jika perut mereka berdua saling terhimpit.


"Jessie,, perut kita." Tita.


"Astaga! Maaf Onty Jess suka lupa." Jessie cengengesan.


"Wah, Kak.Jessie perutnya udah keliatan ya? Berapa bulan Kak?" Tanya Olla.


"Eh, tiga bulan yakin Kak?" Olla.


"Baby nya dua Kak jadi perutnya gede." Tita.


"Waaah,,, senengnya. Twin kak?" Olla.


"Iya Mom Alhamdulillah." Jessie.


"Syukurlah. Nanti bagi Olla satu ya." Canda Olla.


"Ceh, jangan Jess. Suruh dia hamil saja. Enak saja main minta.." Tita.


"Canda Ta, ampun deh." Olla.


"Astaga! Kalian. Seneng banget ya punya sodara seumuran." Jessie.


"Kita berdua bersahabat dan kebetulan juga suami kita bersahabat." Tita.


"Kalian janjian ya. Atau Onty udah ngincer Oncle dari dulu jangan-jangan?" Jessie.


"Jangankan ngincer Jess. Kenal Mas Ken aja Tita malah setelah lama Tita kerja sama Kak.Rehan. Dan Tita ga tau kalo Mas Ken sahabatnya Kak.Nio. Begitu juga Mas Ken ga tau kalo Tita adiknya Kak.Nio." Tita.


"Hah! Yakin Onty?" Jessie.

__ADS_1


"Yakin. Kita baru tau pas kita udah pacaran terus Tita mau ngenalin Mas Ken ke Kak.Nio." Tita.


"Soalnya Tita ga tinggal sama kita Kak. Tita tinggal di apartemen sendiri." Olla.


"Ya ampun Onty berarti udah mandiri dari dulu ya?" Jessie.


"Lebih tepatnya sejak esema." Tita.


"Loh, tapi kan Oncle kenal sama Kak Nio sejak esempe Onty." Jessie.


"Esempe Tita tinggal di rumah almarhum Tante adik ya Papa." Tita.


"Ya Tuhan dunia sempit ya Onty. Padahal tau begitu dari dulu aja Onty bareng sama Oncle." Jessie.


"Itu namanya jodoh Kak.Jess." Olla.


Mereka bertiga asik mengobrol sambil menemani Zio bermain. Karena lelah bermain Zio pun tertidur di atas karpet. Olla, Tita dan Jessie belum menyadari jika Zio tertidur. Sampai datang Gagah dan Gladys yang berniat akan mengganggu Zio tapi ternyata Zio tertidur.


"Yah, Onty Zio tidur." Ucap Gladys.


"Astaga! Ayo Kak. Bawa ke kamar saja." Titah Tita.


Olla pun menggendong Zio yang tertidur untuk di pindahkan ke dalam kamar. Setelah itu Olla meminta salah satu maid di sana untuk menemani Zio di kamar.


Ken, Tanio dan Aldi mendekati para wanita dan satu lelaki yakni Gagah yang tengah asik berbincang di dalam.


"Sayang, makan dulu yuk." Ken.


"Hm.. Tita makan di sini aja deh Mas. Di suapi tapi." Tita.


"Astaga! Manja banget sih." Tanio.


"Ceh, manja juga kan sama suami Tita bukan sama Kakak." Tita.


"Iya deh iya yang punya suami." Goda Tanio.


"Perasaan sejak Tita kenal Kak Ken Tita jadi manja banget deh. Perasaan dulu pacaran ga manja sama pacarnya." Celetuk Olla menyindir Aldi.


"Ish! Kak.Olla gitu deh. Kan Mas Ken sendiri yang suka manjain Tita." Ucap Tita bergelayut manja di lengan Ken.


"Dulu pacar Tita goib ya Ta ga bisa di pegang sekarang nyata dinikahi pula.." Tanio.


"Mas,,, mereka nyebelin." Rengek Tita pada Ken.


"Biar aja. Berdo'a saja supaya anak kita ga kaya mereka." Ucap Ken mengusap lembut perut Tita.


🌻🌻🌻


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2