
Hari ini Bunga dan Ibunya kembali akan bertemu dengan Angel, Olla dan Tita di butik Ayumi. Ayumi sudah menunggu mereka sejak pagi karena dia tidak ingin mengecewakan klien sekaligus saudaranya. Ayumi sudah menyiapkan beberapa contoh model dan bahan yang akan di siapkan untuk mereka.
Bersamaan dengan mobil Olla memasuki halaman parkir mall mobil yang di kendarai Pak Min supir pribadi Olla pun memasuki parkiran mall. Olla dan Pak Min memarkirkan mobil mereka di tempat parkir khusus yang telah di sediakan. Maklum Ken memiliki saham tinggi di mall tersebut.
"Selamat pagi Ibu, Bunga." Sapa Olla setelah keluar dari mobilnya.
"Pagi Onty," Bunga.
Mereka pun saling menyapa sebentar kemudian melangkahkan kaki mereka memasuki mall tempat dimana butik Ayumi berada. Ayumi sengaja tak memindahkan butiknya ke tempat lain karena menurutnya di mall tersebut lebih mudah untuk kliennya mencari.
Angel meggandeng tangan Ibu Bunga. Mereka berdua tampak akrab karena Ibu Bunga bisa mengerti bahasa yang di gunakan Angel sehingga tidak menyulitkan keduanya untuk saling berkomunikasi. Olla dan Bunga bergandengan sementara Tita tampak berjalan sendiri sibuk dengan benda pipihnya menjawab beberapa email yang masuk. Karena Tita masih aktif mengurus bisnisnya sendiri.
"Pagi,,, Ada yang bisa kami bantu?" Sapa pegawai butik Ayumi saat melihat kedatangan Ibu Bunga dan Angel.
Pegawai tersebut tidak mengetaui jika Angel saudara Ayumi karena memang Angel jarang bertandang ke butik. Saat melihat Olla pegawai tersebut pun meminta maaf dan membimbing mereka menuju ruangan Ayumi. Tita datang belakangan karena harus menjawab telfon dari asistennya terlebih dahulu.
"Pagi Nyonya Ken. Silahkan." Sapa pegawai Butik begitu melihat Tita masuk.
"Pagi, Saya langsung masuk ya mba." Tita.
"Iya silahkan Nyonya." Jawab Pegawai Butik.
Tita pun memasuki ruangan Ayumi. Terlihat Ayumi tengah menerangkan berbagai model pada Bunga. Angel dan Ibu Bunga hanya memperhatikannya saja. Bunga lantas memilih model gaun yang di inginkan ya setelah mendengar penjelasan dari Ayumi.
Dan pilihannya jatuh pada model gaun yang sederhana namun tampak elegan. Angel dan Ibu Bunga pun langsung menuetujui pilihan Bunga. Ayumi meminta pegawainya untuk mengukur Bunga karena mereka belum memiliki ukuran Bunga. Sementara untuk Tita, Olla dan Angel Ayumi telah memiliki ukuran mereka.
Bunga pun di ukur oleh salah satu pegawai Butik. Setelah semua selesai Tita mengajak semuanya untuk berbelanja hantaran yang di perlukan nantinya. Ayumi pub di ajak oleh Tita hanya saja Ayumi menolaknya karena ingin segera menyelesaikan gaun untuk Bunga.
"Sayang, Ibu jadi ga enak. Apa tidak kita saja yang berbelanja nanti sayang. Masa semuanya Keluarga Daren yang menanggung." Bisik Ibu Bunga pada Bunga.
"Bunga sudah mengatakannya pada Mas Daren Bu. Tapi, Mas Daren tidak menerima penolakan dan meminta kita menurut saja pada Onty Olla dan Onty Tita. Karena Mami Angel juga kurang mengerti hal untuk pernikahan di negara kita." Jelas Bunga.
"Kamu sangat beruntung Nak mendapat mertua sebaik mereka. Jangan sia-siakan mereka ya sayang. Meskipun belum ada cinta di antara kamu dan Daren ibu berdo'a semoga kalian langgeng." Ibu Bunga.
"Aamiin." Bunga.
Bunga dan Ibunya pun hanya mengikuti saja kemana Olla, Tita dan Angel berjalan. Memilih ketika Tita, Olla atau Angel memintanya untuk memilih. Baik Angel, Tita maupun Olla selalu mengikut sertakan Ibu Bunga dan Bunga dalam segala hal. Mereka tidak ingin egois dalam hal ini.
Saat mereka asik memilih Daren datang menghampiri mereka semua. Daren sengaja menyempatkan dirinya menemani Bunga memilih hantaran pernikahannya. Daren mendekati Bunga dan mengamit pinggangnya dan berakhir mendapatkan hadiah sikutan di pinggangnya.
__ADS_1
"Aww.. Shh..." Jerit Daren.
Bunga langsung membalikkan badannya dan melihat orang yang di sikutnya. Dan Bunga pun menutup mulutnya ketika tau siapa orang yang di sikutnya.
"Astaga Mas! Aduh maaf. Mas sih bikin Bunga kaget." Seru Bunga memegang perut Daren.
"Belum menikah kamu sudah KDRT sayang." Ucap Daren yang akan membiasakan dirinya memanggil sayang pada Bunga.
Blush...
Wajah Bunga pun memerah mendengar panggilan sayang dari Daren. Meskipun sudah sering dia membaca dalam chat dan mendengar saat Daren menelfonnya namun, mendengarnya langsung membuat dirinya malu.
"Aku tidak sengaja." Rengek Bunga.
"You're at fault. You little brat." Ucap Angel memarahi Daren.
"Oh, my god. I'm your son, mom." Protes Daren.
"But he's your favorite son-in-law." Angel.
"Lihatlah sayang Mami lebih menyayangimu. Bahkan ketika kau menyakitiku." Rengek Daren pada Bunga.
"Sure." Angel.
"Ibu,,, Lihat Bunga jahat padaku." Rengek Daren pada Ibu Bunga.
"Jangam khawatir sayang. Kamu masih memiliki Ibu." Ibu Bunga.
"Terima kasih Ibu. I Love you." Ucap Daren memeluk Ibu Bunga.
"Hei, Mas berselingkuh." Bunga.
"Selingkuh apanya?" Daren.
"Mas bilang I Love you pada perempuan lain." Rengek Bunga.
"Hei, dia Ibumu." Daren.
"Eh, Ibu ku ya. Maaf Mas lupa." Bunga.
__ADS_1
"Hus... Sudah. Ayo lanjut berbelanja. Jangan terlalu lama. Oncle kalian akan mengurung Onty sehari semalam jika sampai Onty terlambat pulang." Tegur Olla.
"Bukankah memang biasanya juga begitu Kak. Jikapun Kakak tidak terlambat pulang." Tita.
"Hei, dasar adik kurang garam. Ayo cepat." Olla.
Angel hanya tersenyum melihat tingkah saudara sepupunya itu. Begitu juga dengan Ibu Bunga. Dirinya merasa bahagia Bunga mendapatkan calon suami dari keluarga yang begitu hangat.
Daren tak mengijinkan Bunga lepas darinya sedikitpun. Jemarinya terus bertaut pada jemari Bunga. Hanya sesekali saja ketika Bunga memilih barang. Begitu usai Daren akan menautkan jemarinya lagi.
"Astaga Mas. Bunga ga akan kemana-mana kok." Protes Bunga.
"Sayang..." Ucap Daren.
"Huh... Baiklah." Ucap Bunga pasrah.
Belanjaan mereka pun hampir lengkap. Daren meminta orangnya untuk membawakan belanjaan mereka ke mansion. Sementara mereka makan siang di restoran yang ada di mall. Karena hari ini Bunga libur membuat dirinya lebih santai berkumpul bersama Ibu dan keluarga calon suaminya.
"Kau tidak kembali ke kantor?" Tita.
"Astaga! Onty, kau melarangku berdekatan dengan calon istriku?" Daren.
"Ceh, kau harus rajin bekerja jika tidak bagaimana keluargamu nanti. Akan kau beri makan apa?" Tita.
"Makan nasi mungkin Onty." Daren.
"Aww.. Sayang kau senang sekali membuat aku sakit." Jerit Daren.
"Abis mas sembarangan saja bicara. Memang jika bukan nasi aku mau kau beri makan apa?" Bunga.
"Roti sayang. Kau ini sensitif sekali. Apa kau sedang datang bulan?" Daren.
"Memangnya kenapa kalo Aku sedang datang bulan?" Bunga.
"Bagus dong sayang. Jangan sampai setelah kita menikah nanti kau kedatangan tamu." Goda Daren.
Blush...
🌻🌻🌻
__ADS_1