
Seperti rencana hari ini Tita akan datang ke perusahaan keluarganya. Tanio bersikap biasa saja ketika datang ke perusahaan. Sebelum ke perusahaan Tita mengantarkan dulu Keinanke rumah Ayumi. Barulah setelah itu dirinya meluncur ke perusahaan tanpa di antar Ken.
Ken datang sendiri menggunakan mobilnya. Sementara Tita menggunakan taksi seperti biasa karena Tita tidak pernah menggunakan mobil pribadinya ketika datang ke perusahaan. Bahkan Tita pun akan berpenampilan biasa saja.
"Selamat pagi ada yang bisa saya bantu?" Tanya resepsionis yang tidak mengetahui siapa Tita.
"Pagi. Saya mau bertemu CEO." Tita.
"Maaf Kak, apa sudah ada janji?" Resepsionis.
"Sudah." Tita.
"Sebentar Kak." Resepsionis itu pun menghubungi seseorang di sebrang telfon dan setelah mendengar jawaban dari orang di sebrang sana resepsionis tersebutpun tampak begitu panik dan pucat.
"Maaf, silahkan Kak sudah di tunggu." Tunjuk Resepsionis tersebut ke arah lift.
"Terima kasih." Tita.
Dan Saat Tita akan melangkah ke lift Tita melihat Tari sedang berjalan membelakanginya.
"Tari.." Panggil Tita.
"Ibu, selamat Pagi Bu." Tari menundukkan kepalanya.
"Pagi. Minta yang lain kumpul di ruang rapat. Lima menit lagi saya susul." Tita.
"Baik Bu." Jawab Tari Menunduk hormat.
Tita pun melanjutkan langkahnya memasuki lift dan Tari menghubungi kepala setiap devisi untuk segera berkumpul di ruang rapat.
"Astaga! Untung saja saya tidak melakukan hal yang aneh." Gumam resepsionis tadi mengelus dada.
"Kenapa?" Tanya Tari yang melihat resepsionis begitu gugup.
"Saya tidak tau jika itu Ibu Mba. Untung saya ga aneh-aneh." Jawab resepsionis tersebut.
"Kamu tenang aja. Ibu baik kok selama kita bekerja sesuai jalur. Tapi, sedikit saja kita melenceng ibu akan tau tanpa ada yang memberi tahukannya." Tari.
"Serius Mba?" Resepsionis.
"Kau lihat tidak sampai satu jam akan ada karyawan yang keluar dari gedung ini dengan wajah yang di tekuk." Tari.
"Hah! Serius?!" Resepsionis.
"Jika ibu datang berarti ada yang ga beres." Jawab Tari sambil berlalu pergieninggalkan resepsionis yang masih bingung dan takut.
Sampai rekan kerjanya datang mengagetkan dirinya.
"Heh! Ngapain bengong gitu?" Resepsionis 2.
"Baru aja ada Ibu datang. Dan Gw ga tau itu Ibu. Gila cantik bener. Dia cuma pake kaos dan celana jeans tapi vibe nya gila abis." Puji resepsionis 1.
__ADS_1
"Gawat!" Resepsionis 2.
"Kenapa?" Resepsionis 1.
"Liat aja ga lama dari sekarang akan ada yang ke luar. Makanya kita kerja sesuai aturan aja. Jangan ampe Ibu datang gara-gara kita melakukan kesalahan." Resepsionis 2.
"Barusan Mba Tari juga bilang begitu." Resepsionis 1.
"Nah, bener tuh. Apalagi Mba Tari kan Sekretarisnya Ibu. Sudah pasti dia tahu." Resepsionis 2.
Keduanya diam dengan fikiran masing-masing. Tak lama terdengar langkah mendekati meja resepsionis. Keduanya saling pandang dengan fikiran masing-masing. Dan begitu melihat siapa yang datang. Resepsionis 2 begitu gugup sementara resepsionis 1 yang tidak mengetahui siapa orang tersebut hanya diam mengagumi.
"Selamat pagi Pak." Ucap resepsionis 2 dengan gugup."
"Pagi! Ibu sudah datang?" Ken.
Ya, orang tersebut adalah Ken suami dari Tita Martin.
"Sudah Pak. Silahkan." Jawab resepsionis 2 mempersilahkan Ken masuk.
Sepeninggalannya Ken masuk kedalam lift resepsionis 1 barulah bisa berbicara.
"Astaga! Gantengnya kebangetan. Ga ada Pak.Tanio diapun boleh." Oceh resepsionis 1.
"Jangan gila kamu." Resepsionis 2.
"Kenapa? Ngayal mah boleh kalim" Resepsionis 1.
"Bosen kerja disini Lu?" Resepsionis 2.
"Salah. Soalnya orang yang Lu hayalin itu suaminya Ibu Tita." Resepsionis 2.
Dan resepsionis 1 pun membuka mulutnya sempurna kemudian menutupnya dengan menggunakan kedua tangannya tak percaya.
"Serius Lu?" Resepsionis 1.
"Lu liat aja bentar lagi juga dia turun sama Ibu dan mesranya bikin jomblo meronta-ronta." Resepsionis 2.
Obrolan mereka pun terhenti ketika teedengar keributan dari arah lift karyawan. Dua orang karyawan perusahaan tengah beradu argumen dengan box di tangan mereka masing-masing.
Keduanya saling menyalahkan yang tak tau apa penyebabnya. Keduanya pun berjalan bersamaan keluar dari gedung MD grup. Kedua resepsionis itu pun melongo di buatnya. Karena bukan hanya satu tapi dua tikus sekaligus.
Dan tak lama Tita, Ken dan Tanio pun keluar dari lift khusus direktur. Kedua resepsionis itu bangkit dan menundukkan kepalanya hormat.
"Lu liat kan." Resepsionis 2 dan hanya di angguki oleh resepsionis 1.
"Kita pamit dulu ya Kak." Pamit Tita.
"Iya. Makasih ya. Besok datang ke restoran ya. Ada launching menu baru kata chef." Tanio.
"Oke. Kabarin lagi ya Kak." Tita.
__ADS_1
"Siap." Tanio.
Tita dan ken pun pergi meninggalkan MD grup dan Tanio kembali ke ruangannya.
"Kamu percaya sekarang?" Resepsionis 2.
"Ya ampun. Sempurna banget ya mereka.". Puji Resepsionis 1.
"Pak Ken itu sahabatnya Pak Tanio. Tapi, Ibu pacaran sama Pak Ken bukan lewat perantara Pak Tanio melainkan Ibu kenal Pak Ken lewat Kakak iparnya Pak Ken." Resepsionis 2.
"Hah! Kok bisa gitu?" Resepsionis 1.
"Yah, begitulah jodoh." Resepsionis 2.
"Bener banget." Resepsionis 1.
Sepulang dari kantor Tanio. Tita di boyong Ken ke perusahaannya. Karena Tita sudah menyiapkan ASI untuk Keina. Tita dan Ken melangkah bersama memasuki kantor Ken. Semua karyawan menunduk menyapa keduanya dan keduanya pun membalas sapaan mereka dengan menundukkan kepalanya juga.
Sementara di rumah Ayumi Gladys memaksa Ayumi untuk membawa Keina berjalan-jalan ke Mall. Tapi, Ayumi menolak karena khawatir Keina rewel saat di bawa Gladys.
"Ngga Bun. Kan Glad kasih mimik dulu di mobil biar pas turun Keina anteng." Gladys.
"Ngga ah. Lagian mau ngapain kamu ke Mall?" Ayumi.
"Cari buku aja Bun sebentat." Gladys.
"Ceh, ya udah sana pergi aja sebentar." Ayumi.
Tak lama terdengar bunyi ponsel Ayumi. Ayumi pun segera mengangkatnya dan ternyata dari butiknya. Memberitahu jika ada pelanggan setianya yang akan datang ke butik. Dan Ayumi pun harus segera datang untuk menyambutnya.
"Kali ini Bunda ijinin kamu ke Mall. Tapi, Mall tempat butik Bunda." Ayumi.
"Ga apa-apa asal ada toko bukunya aja." Gladys.
"Selesai cari buku kamu bawa Keina ke butik Bunda." Ayumi.
"Siap laksanakan." Gladys.
Dan ketiganya pun pergi menuju Mall yang di maksudkan dengan menggunakan mobil Ayumi yang di kemudikan supir pribadi Ayumi. Keina tampak meminum ASInya melalui dot. Sampai di Mall yang di tuju Gladys menggendong Keina dengan sigap menggunakan gendongan yang di bawakan oleh Tita.
Keina tampak semangat melihat ke kiri dan kanan dengan antusias melihat berbagai macam warna dan lampu-lampu yang menyala dan berbagai macam suara di dengarnya.
"Selesai mencari buku segera ke butik Bunda." Pesan Ayumi.
"Siap Bunda." Gladys memegang tangan Keina melambaikannya ke arah Ayumi.
Sampai di toko buku Gladys dengan santainya mencari buku yang di carinya sambil menggendong Keina. Dan Keina pun menggapai semua yang berada dekat dengan tangannya.
"Up's! Ngga boleh ya sayang. Nanti Kakak ambilkan mainan untuk Keina ya." Ucap Gladys lembut pada Keina. Dan dengan gemasnya Keina tertawa renyah menjawab ucapan Gladys.
"Gladys."
__ADS_1
🌻🌻🌻
Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏