Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Dokter Muda


__ADS_3

Gladys yang mendapatkan jeweran dari Ayumi hanya meringis dan menampilkan deretan gigi putihnya. Setelah jeweran tangan Ayumi lepas bagai tak terjadi apapun Gladys langsung mendekati Tita dan memeluknya.


Gladys benar-benar tak menghiraukan para perawat yang tengah mengerumuni Tita. Gladys memeluk Tita kemudian menciumi seluruh wajah Tita setelah itu mencari keberadaan sepupu mungilnya dan ternyata bayi cantik itu tengah terbaring di box.


"Uluu... Cantiknya Kakak kok bobo sih. Ayo kita main sayang." Celoteh Gladys menoel-noel pipi Keina.


"Stop Glad." Perintah Gagah.


"Apa sih Kak." Gladys.


"Kamu belum cuci tangan loh main pegang aja lagi." Gagah.


"Up's! Maaf lupa." Jawab Gladys kemudian secepat kilat masuk ke dalam kamar mandi.


"Kayanya emang harus nambah nih Bun. Kasih adik buat mereka biar rame." Rehan.


"No!" Ucap Gagah dan Gladys bersamaan.


Dan semua yang berada di ruangan itu menutup mulutnya menahan tawa mereka karena takut mengganggu Baby Keina yang tengah pulas tertidur setelah menghisap sumber kehidupannya dari Tita.


"Ta, maaf ya saya belum sempat membayar sewa apartemen untuk tahun ini." Joko.


"Ga apa-apa Bruder. Santai saja. Tita udah terima pesan dari Bruder kemarin." Tita.


"Malu sebenarnya Ta. Udah di kasih sewa murah juga masih nunggak." Joko.


"Ngga usah bilang gitu Bruder. Tita juga kan dari awal udah bilang Bruder tempati aja kalo cocok Tita ngga tinggalin juga sayang kalo di biarkan kosong." Tita.


"Makasih ya Ta, Mas Ken." Joko.


"Santai Bruder." Ken.


Setelah dirasa cukup lama mereka berada di ruang perawatan Tita mereka pun berpamitan kepada Tita dan yang lainnya. Suasana kamar perawatan Tita sekarang di hebohkan oleh duo G yang rusuh berebut untuk berdekatan dengan Baby Keina.


Ketika duo G berebut Baby keina terdengar ketukan pintu dari luar. Ayumi segera membukanya dan terlihatlah seorang dokter muda yang tengah berdiri sendiri dengan menampilkan senyum manisnya.


"Permisi Nyonya apa saya bisa bertemu dengan Dokter Rehan. Menurut asisten beliau sekarang beliau sedang ada di sini." Ucap Dokter tersebut.


"Owh! Iya silahkan. Maaf sedikit berantakan. Adik kami baru saja melahirkan." Ayumi.


"Terima kasih." Ucap Dokter tersebut.


Ken segera menutup sampiran yang ada untuk menutupi Tita yang sedang beristirahat. Duo G tak memperdulikan siapa yang datang. Sementara Rehan tengah serius dengan layar tabletnya.


"Mas, ada yang ingin bertemu." Ayumi.


"Owh! Dokter Angga ya?" Rehan.


"Iya Dok. Maaf mengganggu Dok." Ucap Dokter yang ternyata bernama Angga itu.


"Mari silahkan. Maaf ya Dok. Bisa di sini saja kan ya?" Rehan.


"Iya Dok tidak masalah. Maaf saya mengganggu." Angga.

__ADS_1


"Tidak kebetulan kami sedang berkumpul menyambut kelahiran putri dari adik kami." Rehan.


"Selamat kepada adik Dokter atas kelahiran putrinya." Angga.


"Terima kasih Dok." Rehan.


Ayumi yang duduk di samping Rehan hanya diam memperhatikan suami dan dokter muda itu berbicara. Dan ternyata Angga baru saja bergabung dengan rumah sakit milik Rehan sebagai dokter umum yang usianya masih muda.


Hanya terpaut dua tahun dari Gagah tapi dirinya sudah menjadi dokter. Rehan dan Ayumi cukup bangga dengan pencapaian yang dokter muda itu dapatkan.


"Kenapa tidak mengambil spesialis Dok?" Ayumi.


"Belum terfikir Nyonya karena biayanya cukup lumayan besar." Angga.


"Tidak mencari beasiswa?" Rehan.


"Saya berbakti dulu pada orang tua Dok baru memikirkan spesialis." Angga.


"Hm.. Orang tua masih lengkap?" Ayumi.


"Alhamdulillah masih Nyonya. Dan kebetulan saya anak tunggal mereka jadi kasihan orang tua saya jika saya sekolah terus." Angga.


"Tenang saja dokter masih muda." Rehan.


"Glad, tolong ambil air minum untuk dokter Angga." Titah Ayumi.


"Iya Bun." Gladys.


Dan saat Gladys akan menberikan air kemasan pada Dokter Angga yang di maksud Bundanya Gladys malah diam mematung melihat Dokter Angga.


"Astaga! Gadis tadi. Tenang Angga tenang." Batin Angga.


Ayumi dan Rehan melihat Gladys dan Angga yang sama-sama terdiam dan saling memandang.


"Glad," Panggil Ayumi.


"Hah! Iya Bun. Maaf ini Dok silahkan di minum." Ucap Gladys menyodorkan minuman kemasan pada Angga.


"Te terima kasih." Angga.


Setelah memberikan minuman kemasan pada dokter Angga Gladys kembali menghampiri adik sepupunya bersama Gagah.


Gladys mencoba bersikap biasa saja di hadapan semua orang karena dirinya pun tak tau perasaan apa yang dia rasakan sekarang. Rehan memperhatikan sikap Angga yang berubah setelah melihat anak gadisnya.


Setelah berbincang cukup lama Angga pun berpamitan pada Rehan dan yang lainnya terkecuali Tita karena Tita tengah beristirahat. Setelah Angga keluar Rehan terus memperhatikan anak gadisnya.


"Kamu naksir dokter Angga ya?" Rehan pada Gladys.


"Hah! Mana ada. Ngga lah." Gladys.


"Iya juga ga apa-apa kali Glad." Rehan.


"Ayah,, ih. Ngga deh." Gladys.

__ADS_1


Semua pun terus menggoda Gladys yang wajahnya bersemu merah karena godaan semuanya. Gladys pun berpamitan pulang lebih dulu karena besok dirinya masih harus menghadapi ujian sekolahnya.


"Ya udah sekolah dulu yang bener. Baru mikirin pacar." Rehan.


"Ish! Ayah ga asik." Gladys.


"Masih kecil juga Lu." Gagah.


"Astaga Kakak. Ngga ih." Gladys.


Gladys pun keluar dari ruang perawatan Tita setelah berpamitan dan mencium sepupu mungilnya dengan gemas. Kali ini dirinya berjalan dengan santai karena tak ingin kejadian tadi terulang kembali.


Beberapa karyawan menyapa Gladys yang memang tau siapa Gladys. Gladys membalas sapaan mereka dengan ramah membuat beberapa karyawan merasa heran karena Gladys terkenal dengan sikap acuhnya tapi kali ini Gladys berprilaku lembut. Semua Gladys lakukan setelah mengenal Tita.


Tita mampu merubah seorang Gladys yang angkuh menjadi Gladys yang ramah dan lembut. Gladys sampai di lobi rumah sakit. Terlihat Angga tengah berbincang dengan sesama dokter. Gladys menarik nafasnya untuk menetralkan hatinya.


Gladys pun terus berjalan dan berpura-pura tak melihat Angga. Gladys merogoh saku celananya mengambil ponsel miliknya untuk menghubungi supirnya. Gladys pun menunggu mobilnya di depan lobi.


"Hai," Angga.


"Eh, Dokter." Gladys.


"Sekali lagi maaf ya atas kejadian tadi." Angga.


"Hm.. Sama-sama Dok." Gladys.


"Kamu anaknya Dokter Rehan ya?" Angga.


"Hm... Iya Dok." Jawab Gladys pelan.


"Cantik." Ucap Angga pelan.


"Apa Dok?" Gladys.


"Hah! Ngga apa-apa. Masih sekolah?" Angga.


"Iya." Jawab Gladys singkat.


"Kamu calon dokter itu ya?" Angga.


"Bukan. Itu Kakak saya." Gladys.


"Owh! Kamu masih esema?" Angga.


"Iya." Gladys.


"Astaga! Pantesan masih imut banget." Batin Angga.


Saat Angga maish asik dengan lamunannya. Mobil jemputan Gladys sampai di depan mereka. Gladys pun langsung berpamitan.


"Permisi Dok, Glad duluan mobilnya sudah sampai." Gladys.


"Hah! Iya hati-hati." Angga.

__ADS_1


🌻🌻🌻


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏


__ADS_2