Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Berita Kehamilan Gladys


__ADS_3

Akhir pekan ini Gladys dan juga orang tua Laras akan berkunjung ke rumah utama. Bersamaan itu juga Rehan dan Ayumi datang dari tugasnya di luar kota. Mobil mereka dengan tak sengaja masuk beriringan. Tita sibuk menyiapkan hidangan bersama Bibi untuk menyambut kedatangan semuanya.


Laras tak dapat membantu karena harus menemani Keina bermain sementara Nyonya Laura pergi ke kebun bersama Tuan Ito. Tak jadi masalah untuk Tita karena dirinya sudah terbiasa.


"Keinaaa..." Panggil Gladys di ambang pintu.


"Kakak..." Teriak Keina saat melihat Gladys dan Angga masuk.


Keina memeluk Gladys dan Angga bergantian. Saat dirinya memeluk Angga manik matanya melihat Rehan dan Ayumi. Keina segera melepas pelukannya pada Angga dan berteriak.


"Yaya... Buna..." Panggil Keina dan menghambur kedalam pelukan Rehan.


"Hap... Apa kabar Anak Yaya Hm..?" Tanya Rehan.


"Baik Yaya. Buna.." Keina merentangkan tangannya meminta Ayumi untuk mendekatinya dan Rehan.


Kemudian mereka pun saling berpelukkan. Marni dan Burhan terlihat bahagia melihat kebahagiaan Keina.


"Nenek sama Kakek ga di sambut nih?" Tanya Burhan.


Keina menolehkan kepalanya ke arah sumber suara.


"Kakek, Nenek." Ucapnya meminta turun dari gendongan Rehan kemudian berhambur kedalam pelukkan Burhan dan Marni.


Mereka semua pun masuk kedalam. Dengan Riang Keina memanggil Tita yang masih berada di dapur. Laras menemani semua yang baru saja datang di ruang utama. Setelah melepas celemek yang menempel di tubuhnya Tita pun mengikuti langkah Keina keluar dari dapur dan menyambut kedatangan keluarganya.


"Hai,,, semuanya." Sapa Tita.


"Bapak, Ibu Sehat?" Tanya Tita pada Burhan dan Marni.


"Alhamdullilah Bapak sama Ibu sehat Nak." Burhan.


"Hai Kak, Bagaimana acaranya sukses?" Tanya Tita pada Rehan.


"Alhamdulillah tinggal nunggu hasilnya saja." Rehan.


"Hai, keponakan? Ada kabar apa nih?" Sapa Tita pada Gladys dan Angga.


"Nanti kita sampaikan saat makan malam ya Onty." Gladys.


"Ceh, dasar kau ini " Tita.


"Ayah, Ibu. Kalian menginap di sini lama kan?" Laras.


"Bapak akan pulang besok Ras. Ada yang harus Bapak urus terlebih dahulu. Tapi, Ibu akan di sini sampai minggu depan." Burhan.


"Iya sayang. Tidak apa kan?" Marni.


"Tidak Bu." Laras.


"Ibu dan Ayah mana?" Ayumi.


"Selepas makan siang tadi Ibu dan Ayah ke kebun. Sebentar paling mereka pulang." Tita.


"Ken dan Gagah belum datang?" Rehan.


"Gagah sedang mandi kalo Mas Ken sebentar lagi sepertinya." Tita.


Tak lama yang di bicarakan pun datang. Ken menyapa semua yang ada di sana. Setelah itu Ken berpamitan untuk menbersihkan diri terlebih dahulu. Setelah Ken dan Tita pergi meninggalkan ruang utama tak lama Gagah pun keluar dan bergabung bersama yang lainnya di ruang utama.

__ADS_1


Gagah duduk di samping Laras dan mengusap-usap perut Laras yang membuncit. Keina yang melihatnya pun mengikuti gerakan tangan Gagah. Keina selalu tak mau kalah dari Gagah untuk urusan menjaga bayi di perut Laras.


Saat mereka berdua mengusap perut Laras tampak bayi dalam perut Laras menendang sontak membuat Keina dan Gagah terkejut.


"Tuh, dede bayinya ga suka Kakak usap." Keina.


"Ye,,, dede bayi itu senang kakak usap. Dede bayi itu ga senang kalo Keina yang usap." Gagah.


"Ish... Dede bayi itu ga sukanya sama Kakak." Elak Keina.


"Hus! Dede bayi sayang sama Kak Gagah juga Keina. Dede bayi mangajak kalian bermain bola sepertinya." Lerai Laras.


"Awas Kak, biar Keina saja yang jaga dede bayinya." Usir Keina pada Gagah yang menempel pada Laras.


"Eh, Keina yang awas. Kan ini anaknya Kakak yang ada di perut ini." Tunjuk Gagah pada perut Laras yang membuncit.


"Eleh, mana buktinya kalo ini anak Kakak?" Tanya Keina dengan polosnya membuat semua terheran mendengar pertanyaannya.


"Hah! Bukti apa maksudnya?" Gagah.


"Keina anak siapa?" Tanya Gladys.


"Anak Daddy sama Mommy." Jawab keina yakin.


"Apa buktinya?" Gladys.


"Hus! Yang..." Tegur Angga.


"Loh, Kakak ga bisa liat kalo muka Keina mirip Daddy." Jawab Keina mantap.


"Hah!" Gladys.


"Ih, Kakak kok tanya Keina." Keina.


"Lah, terus Kakak tanya siapa dong?" Gladys.


"Nanti saja lihat jika sudah lahir apa anaknya mirip Kak Gagah atau tidak." Keina.


Semua menahan tawanya tak menyangka dnegan jawaban lolos Keina.


"Loh, kalian sudah datang rupanya." Ucap Nyonya Laura memasuki rumah utama..


"Ibu.." Ucap Ayumi mendekati orang tuanya.


"Tuan Nyonya sapa Ayah Laras mendekati tuan dan Nyonya Ito.


Semua telah berkumpul di meja makan. Tita memasak istimewa untuk menyambut semua keluarga. Tuan dan Nyonya Ito senang karena Tita selalu memberi yang terbaik untuk keluarga.


Setelah menikmati hidangan makan malam semua pun berkumpul di ruang utama. Gladys dan Angga mulai kasak kusuk untuk memulai pembicaraan keduanya.


"Hm... Semuanya... Glad dan Kakak punya kabar bahagia untuk semuanya." Ucap Gladys menjeda.


"Alhamdulillah Glad sudah isi." Angga.


"Maksudnya? Kamu hamil sayang?" Ayumi.


"Iya Bun. Bulan ini masuk bulan ke empat." Ucap Gladys bangun dari duduknya dan menunjukkan perutnya yang sedikit membuncit.


Gladys memang sengaja mengenakan pakaian longgar agar perut buncitnya tidak terlalu terlihat. Setelah berbicara barulah Gladys mengepas bajunya agar perut buncitnya terlihat.

__ADS_1


"Aaa... Selamat sayang. Duh,,, Bunda mau punya cucu dua sekaligus." Ucap Ayumi dengan mata berbinar.


Ayumi dan Laras bangun dan memeluk Gladys bersamaan. Tangis haru pun tercipta. Rehan dan Gagah pun memberikan selamat pada Gladys dan Angga. Begitu juga dengan yang lainnya. Namun terlihat raut Tita sedikit murung.


Tita berusaha menutupinya dengan terus mengulas senyumnya namun sayang Ken selalu bisa mengartikan dirinya.


"Kenapa baru mengatakannya sekarang Glad?" Laras.


"Apa kau tidak mengidam Glad?" Tita.


"Hehehe... Maaf. Karena kami sepakat untuk memberitahukannya setelah usia kehamilan Glad empat bulan." Gladys.


"Dan untuk ngidam Gladys alhamdulillah semua terpenuhi Onty. Karena kebetulan juga saat kami mengetahui jika Glad hamil Mama dan Papa tengah keluar kota. Jadilah kami menghadapinya berdua di bantu bibik di rumah." Jelas Angga.


"Wah, bisa juga cucu Oma yang manja saat mengidam tidak rewel." Nyonya Laura.


"Rewel kok Oma. Hampir tiap hari Glad nangisin Kakak kalo Kakak mau kerja. Glad ngidamnya mau deket Kakak terus. Bahkan saat Kakak kerja Glad video call terus." Gladys.


"Hahaha... Tapi hebat kamu Ga. Bisa mengendalikan anak manja ini." Tuan Ito.


"Berarti setiap kesini juga kamu udah isi dong Dek?" Gagah.


"Iya Kak Hehee.." Jawab Gladys.


"Bagus. Semoga anak kalian nanti ga manja kaya Mama nya." Ken.


"Amin Oncle." Angga.


"Kakak..." Rajuk Gladys.


Semua tertawa melihat kemanjaan Gladys keluar. Laras mengusap perutnya yang terguncang karena tertawa. Keina yang tak mengerti pembicaraan orang dewasa hanya diam memperhatikan para orang dewasa yang tertawa bersama.


Ken yang mengerti suasana hati Tita mengusap lembut punggung Tita. Tita menyandarkan kepalanya di bahu Ken. Tanpa mengatakan apapun Ken mengerti. Sejak kehilangan buah hatinya Tita tak menggunakan alat kontrasepsi apapun berharap segera kembali di berikan momongan tapi Tuhan berkehendak lain. Sampai saat ini dirinya masih saja mendapatkan tamu bulanannya.


Melihat Tita yang bersandar manja pada Ken Tyan Ito mengerti kegundahan hati menantunya. Tuan Ito segera memberi kode pada Ken agar membawa Tita masuk kedalam. Ken menangkap isyarat dari Tuan Ito dan segera saja membawa Tita ke kamar.


Sementara Keina masuk ke kamar di temani bibi. Karena Keina ingin tidur sendiri. Setelah tidur Keina meminta bibi meninggalkannya. Ken dan Tita pun menurutinya.


Semua menatap heran pada Ken dan Tita. Mereka tak mengeluarkan pertanyaan apapun pada Tita dan Ken saat mereka berpamitan masuk. Mereka hanya mengiyakan saja Ken dan Tita untuk ke kamar lebih dulu. Mereka hanya heran masih sore begitu Ken dan Tita sudah berpamitan ke kamar.


"Ada apa?" Ayumi.


"Tita sedang tidak baik-baik saja." Tuan Ito.


"Onty kenapa? Bukannya tadi baik-baik saja Opa? Bahkan Onty masak makan malam untuk kita. Apa mungkin Onty kelelahan?" Laras.


"Sepertinya seperti itu. Opa lihat sejak tadi Onty kalian hanya diam dan menyandarkan kepalanya di dada Oncle kalian." Tuan Ito.


"Semoga Onty ga kenapa-kenapa ya Opa." Laras.


"Ya. Kita do'akan saja Onty kalian hanya sekedar kelelahan." Tuan Ito.


"Sepertinya ada yang tak beres." Bisik Rehan pada Ayumi.


"Nanti kita bicarakan di dalam saja." Bisik Ayumi pada Rehan.


🌻🌻🌻


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2