Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Demi Kebahagiaan Orang Tua


__ADS_3

Sementara di kamar Laras dan Gagah. Laras menyandarkan kepalanya di dada bidang Gagah. Laras merasakan detak jantung Gagah yang masih tidak beraturan. Emosinya masih memuncak karena keinginannya belum terpenuhi.


Laras mengusap lengan Gagah. Gagah mengusap lembut rambut Laras yang terurai begitu saja. Keduanya masih sama-sama diam. Gagah yang masih berusaha mengontrol emosinya dan Laras yang masih takut dan bingung harus bagaimana.


"Sayang,," Ucap Laras.


"Hmm... Jawab singkat Gagah.


"Apa kau masih marah?" Laras.


"Tidak sayang. Kakak hanya sedikit kecewa." Gagah.


"Kak, apa Laras boleh bicara?" Tanya Laras takut-takut.


"Bicaralah sayang kenapa harus meminta ijin." Ucap Gagah masih mengusap rambut Laras.


Laras bangkit dari pelukan Gagah dan terduduk di samping Gagah menatapnya lekat.


"Kak, Laras tidak punya keluarga selain Ayah dan Ibu. Laras juga pernah merasakan tidak memiliki siapapun. Bahkan untuk berkomunikasi dengan Ibu pun Laras harus sembunyi-sembunyi.


Saat Laras masuk di keluarga ini Laras merasakan memiliki keluarga yang utuh. Ada Bunda, Ayah, Opa, Oma, Kakak, Adik, Onty dan Oncle. Dan sekarang bertambah kebahagiaan Laras karena Ibu dan Ayah bisa bersatu lagi.


Karena hal itu bolehkah Laras meminta kita untuk tetap tinggal disini saja?" Ucap Laras menghentikan pembicaraannya.


Gagah menatap sendu Laras. Dirinya tak memikirkan hingga kesana. Justru Gagah merasa takut jika Laras merasa kurang nyaman karena setelah Gagah menikahinya Gagah tak memberikan rumah yang layak untuk mereka berdua.


Bukan berarti rumah utama tidak layak untuk di tempati. Bahkan sangat sangatlah layak dan jauh lebih layak mungkin jika di bandingkan dengan rumah yang akan mereka tempati.


"Maafkan Sayang. Kakak tidak memperhatikan itu." Ucap Gagah mengusap lembut pipi Laras.


"Jadi kita tetap tinggal di rumah ini kan?" Tanya Laras menampilkan wajah yang begitu menggemaskan bagi Gagah.


"Baiklah sayang. Asalkan kamu tetap bahagia Kakak tidak masalah." Gagah.


"Terima kasih sayang." Ucap Laras menghambur kedalam pelukkan Gagah.


Pagi hari Tita, Ken dan Keina turun menuju meja makan. Disana sudah ada Tuan dan Nyonya Ito tengah sarapan. Tita menoleh pada Ken karena melihat Ayah dan Ibu mertuanya telah lebih dulu sarapan.

__ADS_1


Ken mengusap bahu Tita dengan tangan kanannya karena tangan kirinya menggendong Keina. Mereka melanjutkan langkah mereka menuju meja makan.


"Selamat pagi Opa, Oma." Sapa Tita mencium pipi Nyonya Laura dan Tuan Ito di ikuti oleh Ken dan Tita.


"To Opa cama Oma cudah mam da udu eina." Keina.


"Kami fikir kalian masih tidur jadi kami makan lebih dulu sayang. Karena Opa akan menemani Oma ke kebun." Jawab Tuan Ito.


"Eina yeh itut Opa?" Keina.


"Boleh sayang. Nanti pakaian panjang dan topi ya supaya tidak kepanasan." Tuan Ito.


"Ote Opa." Keina.


Tita dan Ken tersenyum. Tita melayani suami dan anaknya makan setelah itu barulah dirinya makan. Mereka makan lebih pagi dari biasanya karena Ken akan meeting pagi jadilah mereka makan lebih pagi dan tak menyangka Tuan dan Nyonya Ito pun sudah lebih dulu.


Setelah menyelesaikan sarapan mereka. Tita menggantikan pakaian Keina dengan kaos dan celana panjang yang sudah di ambilkan oleh bibi saat mereka makan. Tak lupa sepatu boot lengkap dengan kaos kakinya juga. Dan topi bundar di kepalanya.


Ken mengabadikannya terlebih dahulu sebelum dirinya pergi ke kantor. Keina pergi ke kebun bersama Opa dan Omanya sementara Tita mengantarkan Ken hingga ke depan rumah.


"Iya sayang. Mas usahakan akan pulang lebih cepat." Ken.


"Tita selalu menunggu Mas pulang." Tita.


Mobil Ken pun melaju ke luar rumah. Hingga mobil Ken tak terlihat lagi barulah Tita masuk kembali kedalam rumah. Tita menghampiri Bibi meminta bibi untuk menyiapkan camilan dan minuman untuk di bawa ke tengah kebun nanti.


Tita ingin Keina merasakan nikmatnya makan dan minum di tengah kebun setelah lelah berkebun. Setelah itu Tita bersantai sejenak sebelum membawa pesanannya tadi di taman belakang sambil menikmati ikan-ikan yang berada di kolam berenang dengan gemericik air yang menenangkan.


"Onty, dimana yang lain?" Gladys.


"Selamat pagi..." Sapa Tita.


"Eh, iya. Selamat lagi Onty ku yang paling cantik. Dimana Opa, Oma, Oncle dan Keina?" Gladys.


"Oncle sudah pergi ke kantor karena ada meeting penting. Opa, Oma dan Keina pergi ke kebun." Tita.


"Hah! Sepagi ini Onty? Mereka tidak sarapan terlebih dahulu?" Gladys.

__ADS_1


"Sudah. Maaf kita sarapan lebih dulu tadi." Tita.


"Hm.. Baiklah. Glad akan sarapan dulu setelah itu Glad akan ke kampus sebentar Onty." Pamit Gladys.


"Baiklah. Di antar Angga?" Tita.


"Tidak Onty. Tapi, nanti siang Glad akan pergi ke butik bersama Mama. Mama akan menjemput Glad di sini." Gladys.


"Baiklah. Sana sarapan dulu jangan sampai terlambat." Tita.


Gladys pun masuk kembali ke dalam. Dan di lihatnya kedua orang tua dan Kakak-kakaknya sudah berada di meja makan. Gladys menghampiri mereka dan duduk di tempatnya kemudian menyendokkan makanan ke piringnya.


"Glad, kau tidak menunggu yang lainnya dulu." Tegur Rehan.


"Menunggu siapa lagi?" Tanya Gladys.


"Jangan nakal Glad." Ayumi.


"Bunda, Semua sudah sarapan lebih dulu. Opa dan Oma sudah ke kebun mengajak Keina dan Oncle sudah pergi ke kantor karena ada meeting penting. Dan Onty tengah meminum teh hijau di taman. Hanya kita yang baru bangun dan belum sarapan." Jelas Gladys kemudian menyendokkan makanannya kedalam mulut.


Rehan dan Ayumi saling pandang begitu juga dengan Gagah dan Laras. Mereka berempat menghembuskan nafasnya secara bersamaan. Gladys memperhatikan ekspresi keempatnya.


"Ada apa? Kalian tidak sarapan?" Tanya Gladys polos.


Ayumi pun menyendokkan makanan untuk Rehan dengan tidak bersemangat begitupun Laras. Ayumi tau jika sudah begitu Ayah dan Ibunya benar-benar kecewa terhadapnya. Dan Laras mulai merasa takut kehilangan keluarganya lagi.


Sementara di perkebunan Ayah dan Ibu Laras sampai saat sudah sangat larut. Mereka beristirahat di rumah yang sebenarnya belum layak huni. Tapi, karena mereka cukup lelah mereka pun tidur hanya dengan beralaskan tikar yang mereka bawa dari kota.


Pagi hari sekali semua bekerja sama membersihkan rumah agar mereka lebih nyaman tinggal sebelum mereka beralih pada kandang-kandang ternak. Peternakan masih kosong. Karena kandang-kandang perlu di perbaiki lebih dulu.


Semua bergotong royong membersihkan rumah dan kandang. Marni hanya bertugas untuk memasak demi mengisi perut-perut mereka yang pasti akan kelaparan. Mobil barang datang setelah matahari hampir di atas kepala. Karena semalam mereka tak pergi bersama.


Rehan dan Gagah pergi bersama ke rumah sakit sementara Gladys ke kampus. Ayumi dan Laras menghampiri Tita yang tengah bersantai di belakang sambil membaca novel. Ayumi dan Laras duduk di samping kiri dan kanan Tita. Tita memperhatikan keduanya bergantian.


🌻🌻🌻


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2