
Olla dan Tanio pun dengan senang hati membawa Keina pulang ke rumahnya. Kedatangan Keina di sambut oleh Zio dan Zayn. Keina dengan asik bermain bersama Zayn melupakan Mommy nya yang terbaring di rumah sakit.
"Mas, apa Tita pernah cerita sesuatu sama Mas?" Olla.
"Tidak Yang. Hanya belakangan Ken memang bolak-balik psikiater." Tanio.
"Kenapa? Ada sesuatu yang terjadi dengan Ken?" Olla.
"Tidak ada. Semua berkaitan dengan Tita." Tanio.
"Tita! Ada apa?" Tanio.
"Ken belum sempat menceritakannya Yang." Tanio.
"Darimana Mas tau Ken pergi ke psikiater?" Olla.
"Ga sengaja Mas liat mobil Ken saat di jalan Mas ga sengaja ikutin hanya saja mobil kita satu arah dan ternyata Ken memasuki salah satu rumah sakit. Karena itu bukan rumah sakit milik kuarganya Mas jadi heran terus besoknya Mas tanya dia pas ketemu di kantor." Tanio.
"Mas mencurigai seseorang?" Olla.
"Tidak." Tanio.
"Mas tidak meminta orang Mas mencari tau?" Olla.
"Sudah. Dan memang benar Tita bolak-balik ketemu psikiater yang sama dengan Ken." Tanio.
"Untuk alasan?" Olla.
"Nah, itu dia yang Mas belum bisa tau Yang. Pihak rumah sakit tisak bisa memberitahukan informasinya. Karena selain itu kode etik Ken dan Tita sama-sama memberi ancaman." Tanio.
"Apa Tita tidak bercerita apapun sama kamu Yang?" Tanya Tanio.
"Tidak. Tapi, dulu saat awal Tita Melahirkan Tita pernah cerita. Katanya dia merasa jadi orang yang begitu tidak berharga dan dirinya begitu menyesali dirinya yang tak bisa menjaga kehamilannya. Sehingga membuat Tiara harus pergi meinggalkannya lebih dulu." Jelas Olla.
"Tapi, bukannya itu udah lama Yang. Sudah hampir satu tahun." Tanio.
"Iya itu dia makanya Olla tanya sama Mas. Apa ada hubungannya dengan perusahaan?" Olla.
"Mas rasa tidak. Karena perusahaan sudah di ambil alih oleh Ken." Tanio.
Suasana menjadi hening seketika. Olla dan Tanio terdiam dengan fikiran masing-masing. Entah apa yang di sembunyikan oleh adik dan adik iparnya itu hingga harus berurusan dengan psikiater.
Olla menyandarkan punggungnya di sandaran sofa. Tanio memperhatikannya kemudian mendekatinya.
"Tidak perlu risau sayang. Sekarang yang kita perlukan adalah mendo'akan agar Tita segera pulih. Dan kita berkewajiban menjaga Keina seperti kita menjaga Zio dan Zayn." Ucap Tanio menenangkan Olla yang sebenarnya dirinya pun begitu khawatir dengan keadaan Tita dan Ken.
Hingga Ken pun memutuskan untuk menitipkan Keina pada mereka. Karena tak pernah mereka menitipkan Keina pada mereka. Setiap kali Ken dan Tita akan pergi Keina pasti dalam pengawasan Ayumi san Rehan juga Tuan dan Nyonya Ito.
__ADS_1
Tapi, kenapa kali ini Keina di titipkan lada keduanya. Mereka berdua pun tak tau. Namun, mereka juga tak menolak karena Keina memang keponakan mereka.
Sementara di rumah sakit. Belum ada tanda-tanda Tita sadar dari komanya. Ken masih setia mendampinginya. Ken meminta Anton asistennya untuk membawakan pekerjaannya ke rumah sakit dimana Tita di rawat.
Mendengar Tita di rawat Aiko dan keluarganya datang menjenguk. Mereka tak menemukan salah satu keluarganya. Hanya ada Ken di sana yang menemani Tita. Aiko merasa ada yang aneh. Tak seperti biasanya keluarga tak ada di sana.
Tok... Tok...
"Masuklah." Ken.
Dan munculah Aiko, Artur, Jessie dan Aldi. Ken meminta mereka untuk masuk dan melihat keadaan Tita yang tengah berbaring di ranjang tanpa ada pergerakan apapun.
"Apa yang terjadi Ken?" Artur.
"Tidak tau Kak. Tita di temukan tergeletak di lantai kamar oleh Keina." Ken.
"Apa Tita sakit sebelumnya?" Aiko.
"Tidak Kak. Tita baik-baik saja." Ken.
"Apa Oncle sudah mengecek ponselnya? Siapa tau ada sesuatu yang membuatnya terkejut." Jessie.
"Sudah. Oesan terakhirnya untuk Kak Olla yang menanyakan apa Kak Olla ada di rumah atau tidak karena Tita akan mengunjunginya. Dan itu sudah Tita sampaikan pada Oncle jika Tita akan pergi ke rumah Kak Olla.
"Apa kau mencurigai seseorang Ken?" Artur.
"Apa rencana Oncle kedepan?" Aldi.
"Belum ada. Biarkan seperti ini dulu saja." Ken.
Aldi yang sudah tidak berdinas lagi merasa canggung berada di rumah sakit tempatnya dulu dia bekerja. Ya, itu semua karena Aldi harus meneruskan usaha Orang tuanya.
Semua terdiam melihat keadaan Tita dengan berbagai alat yang menempel di tubuhnya. Aiko dan Jessie merasa sesak melihat keadaan Tita begitu juga dengan Aldi. Karena walau bagaimana pun Tita adalah bagian dari masa lalunya.
Walaupun tak ada cinta lagi untuknya namun, Aldi sekarang begitu menyayangi Tita sebagai saudaranya. Setelah cukup lama mereka pun berpamitan. Aiko memeluk Ken untuk memberikan kekuatan. Walaupun keduanya sering berselisih faham tapi jika dalam urusan seperti ini mereka akan saling mendukung.
"Sabar dan kuat ya Ken. Jangan lupa makan agar kamu bisa menjaga dan menguatkan Tita." Aiko.
"Terima kasih Kak." Ken.
"Semangat dan yakinlah jika Tita baik-baik saja." Artur.
"Ya Kak. Terima kasih." Ken.
"Kami pulang Oncle. Hubungi kami jika Oncle memerlukan bantuan kami." Aldi.
"Terima Al, Jess. Do'akan saja Onty kalian segera sadar dan pulih." Ken.
__ADS_1
"Kalo itu Oncel tidak perlu memintanya karena kami pasti akan melakukannya." Aldi.
Mereka pun pulang tapi sebelumnya mereka membelokkan mobil mereka ke rumah utama. Terlihat mobil berjejer rapi dan lengkap. Sepertinya keluarga besar tengah berkumpul di sana.
Aiko dan yang lainnya memasuki rumah utama. Bibi menyambut kedatangan mereka. Saat memasuki pintu utama terlihat keceriaan keluargsanya. Aiko famili pun saling pandang merasa heran. Sementara Tita sedang berjuang dan Ken yang begitu terpukul di rumah sakit dan di hadapannya keluarganya tengah berbahagia.
"Ayah, Ibu." Panggil Aiko.
"Hai, kalian. Ayo sini masuk. Lihatlah Bayi Laras dan Gagah sudah pulang." Tunjuk Nyonya Laura pada bayi kecil di dalam stroller.
"Wah, kapan kalian pulang Ras?" Jessie.
"Siang tadi Kak." Laras.
"Siapa nama bayi kalian?" Aiko.
"Galuh Kak namanya." Gagah.
"Dimana Keina?" Artur.
Deg...
Semua terdiam kerika Artur menanyakan keberadaan Keina. Bukan karena takut Artur akan marah hanya saja mereka merasa bersalah hingga Ken menitipkan Keina pada Kakak iparnya.
"Kak Ayu?" Aiko.
"Keina di bawa oleh Olla dan Tanio." Ayumi.
"Tumben tidak biasanya." Aiko.
"Ken yang memintanya." Nyonya Laura.
Jessie melirik Aldi yang merasa ada yang aneh dengan Onclenya dan Aldi hanya mengedipkan matanya dan mengangguk pertanda jika dirinya tak ingin membahasnya sekarang.
"Ada apa Yah? Apa yang terjadi?" Artur.
"Kita belum mengetahuinya Tur." Tuan Ito.
"Tidak seperti biasanya kalian seperti ini. Yang saya tau keluarga ini akan saling mendukung dan memberi pengertian jika salah satu dari kita tengah bermasalah." Artur.
"Kita akan tau apa yang terjadi ketika Tita nanti sadar Tur." Rehan.
"Ya." Artur.
🌻🌻🌻
Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏
__ADS_1